
Bunda selalu membacakan sebuah dongeng pengantar tidur untuk Sang Putri. Sudah sebulan ini anak itu tidak mau dibacakan lagi karena merasa sudah dewasa.
"Bunda kembali dulu ya sayang." Kata Sang Bunda penuh kasih sayang.
"Iya Bunda." Balas Mentari.
"Selamat tidur, mimpi indah." Kata Sang Bunda kemudian mencium kening Mentari dengan lembut.
Bunda kembali menemui Sang Suami yang telah menunggunya dengan sabar. Mereka berdua sedikit berbincang.
"Tidur yuk Sayang." Ajak Sang Suami yang sebenarnya belum mengantuk.
"Baru juga pukul 09.00." Kata Sang Bunda setelah melihat jam yang tergantung di dinding.
"Istriku sayang katanya mau melaksanakan program kehamilan." Bujuk Sang Suami.
"Ayah dari tadi membicarakan hal itu, bahkan mencari tahu lewat google." Kata Bunda menggelengkan kepala perlahan.
"Ayah bukan yang pertama memiliki anak lho." Ucap Bunda memperingatkan.
"Baiklah-baiklah Ayah sudah mengantuk biar Bunda temeni tidur." Lanjutnya yang sudah tidak mau berdebat lagi dengan suaminya itu.
Pasutri itu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar utama. Mereka tidak mau membuang-buang kesempatan. (Entah masih kuat berapa ronde ya?)
Malam tidak terasa berganti pagi. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa.
__ADS_1
"Yes, akhirnya dibalas juga." Kata Mentari dengan nada yang agak tinggi.
Balasan pesan yang ditunggu-tunggunya sejak kemarin siang dari Abang Adrean. Sang Abang memang belum sempat untuk membalas pesan itu.
Senang pesannya dibalas gadis kecil ini melupakan waktu sarapannya. Bunda seperti kemarin harus menjemputnya ke kamar.
Rasa khawatir sejak dulu selalu ada jika Sang Putri tidak segera turun pada waktunya. Mereka sangat menyayangi putrinya itu melebihi apapun.
Pesan yang dikirim pada Mentari untuk terakhir kali berpesan untuk menjaga kesehatannya serta untuk beberapa hari ke depan Sang Abang tidak bisa selalu berkirim besan. Pesan kedua membuatnya sedih tapi Mentari bisa berpikir positif.
"Semuanya pasti akan berakhir dengan indah." Batin Gadis kecil itu.
Sarapan sudah disediakan dari tadi pagi tinggal penghuninya menikmati masakan itu. Kemarin siang Sang Putri menunggu Ayahnya kini terbalik Ayah yang menunggu putrinya untuk sarapan bersama.
Pagi ini Sang Bunda sudah bersiap mencarikan sebuah sekolah untuk Mentari. Mereka berdua berangkat setelah Sang Ayah berangkat bekerja.
Di Negara seberang seorang pemuda tampan melahap sarapannya setelah selesai mandi dan mengenakan kemeja dan jas. Dia sudah bersiap pergi ke kantor secara terbuka.
Adrean datang tanpa memberitahukan siapapun terlebih dahulu. Mobil yang ada di garasi sudah siap meluncur mengantarkannya.
Pemuda itu datang ke kampus dengan berjalan kaki bukan karena dia tidak memiliki Mobil ataupun motor tetapi memang jaraknya yang dekat. Badannya juga perlu olah raga untuk itu dia lebih suka berjalan kaki jika jaraknya memungkinkan.
"Tidak salah yang Aku lihat baru saja?" Tanya Erika dalam hati saat melihat mobil yang baru saja melintas di depan matanya.
"Mobil keluaran limetid edision." Lanjutnya."
__ADS_1
Seorang gadis tanpa sengaja melihat Adrean mengendarai mobil keluaran yang sangat terbatas dengan setelan jas. Dia berpikir mungkin saja Pemuda yang dilihatnya baru saja menyewa semua itu.
Gadis itu akhirnya mengikuti mobil tersebut sampai di sebuah perusahaan yang sangat ternama. Erika berpikir bahwa orang yang baru saja masuk itu adalah sopir dari salah satu Ceo yang bekerja di sana.
Tap tap tap
Suara langkah kaki seorang pemuda gagah dan tampan berjalan dengan tegap masuk ke dalam sebuah perusahaan. Dia langsung masuk lobi setelah menempatkan mobilnya di tempat parkir.
"Nona siapa laki-laki yang baru saja masuk tadi?" Tanya Erika pada petugas khusus yang baru saja ditemui Adrean hanya dengan menunjukkan sebuah kartu.
"Maksutnya laki-laki tadi?" Tanya petugas Resepsionis.
"Itu pemilik perusahaan ini." Jawab petugas Resepsionis setelah mendapat anggukan dari gadis yang bertanya tadi.
"Makasih Nona, saya permisi." Kata Erika.
Gadis itu masih tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya baru saja. Erika masih saja menunggu di depan perusahaan untuk memastikannya.
Adrean tahu sejak perjalanan tadi ada yang mengikutinya. Di dalam ruang kantornya dia segera melihat rekaman CCTV mulai dari lobi perusahaan.
Pemuda itu tersenyum tipis melihat wajah Erika yang berubah seketika. Dia kemudian fokus dengan pekerjaan itu.
Erika mengikuti mobil itu kembali mulai dari pintu gerbang perusahaan sampai sebuah apartemen. Mobil itu langsung masuk ke garasi apartemen milik Adrean.
Beberapa hari ini Erika selalu melakukan aktivitas yang sama. Dia mengikuti orang yang sama.
__ADS_1
Beberapa hari juga Adrean selalu menghilang setelah dari kampus. Dia tetap pergi ke kampus walaupun sudah selesai menyelesaikan semua administrasi untuk wisudanya.
Adrean menghilang untuk dari kampus pergi ke kantor untuk menyelesaikan urusan pekerjaan yang diserahkan padanya dari Tuan Richat. Semua temannya tidak tahu kemana Adrean pergi dengan tergesa-gesa setelah dari kampus kecuali sahabatnya Aldo.