Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
Bab 45. Biar Kau Gendut Pipi Mu Tembem


__ADS_3

Adrean sangat lama berada di kamar itu hingga dia pun tertidur di samping tempat tidur gadis itu. Pemuda itu merasa sangat nyaman saat ini.


Saat terbangun Sinta menemukan sosok seorang pemuda yang tertidur dengan damai. Merasa perutnya lapar dia turun dari ranjang tanpa membangunkan Adrean.


Gadis itu berjalan keluar dari kamar perlahan agar tidak menimbulkan suara. Dia mencari dapur untuk memasak sesuatu itu pun jika ada bahan untuk dimasak.


Tidak sulit menemukan sebuah dapur di ruangan hotel ini hingga gadis itu cepat menemukannya. Sebuah lemari pendingin dibuka perlahan dengan harapan ada sayuran di sana untuk bisa dimasak.


Tap


Tap


Tap


Langkah kaki terdengar dengan tergesa-gesa keluar dari sebuah kamar. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.


"Kenapa aku tadi bisa ketiduran sih?" Tanya Adrean dengan menepuk jidatnya setelah melihat pada meja makan yang ada hanya segelas teh yang sudah dingin.


"Dia tidak akan kemana-mana." Kata Briyan yang sedang di ruang sebelah sedang mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


"Dari mana kamu tahu?" Tanya Adrean singkat dan tidak lama dia mencium aroma masakan.


"Terimakasih sobat." Kata Adrean menghampiri asistennya itu dengan tergesa-gesa kemudian cipika-cipiki dengan agresif.


"Aku masih normal kampret." Teriak Briyan melihat sahabatnya itu sudah berlari menuju dapur.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Adrean lepas kendali hingga berbuat yang agresif. Briyan hanya menggelengkan kepala perlahan melihat tingkah sahabatnya itu.


"Aku kira kamu melarikan diri lagi." Kata Seorang pemuda yang menyandarkan tubuhnya di pintu dapur dengan tangan melipat di depan dada.


"Tidak aku ......" Katanya terputus mau menjelaskan juga sungkan.


"Lapar?" Tanya Adrean singkat.


"Maaf aku lupa kalau kamu belum makan dari tadi pagi." Lanjutnya.


"Aku akan memasak untuk mu." Kata Adrean merebut alat dapur yang ada di tangan Sinta.


"Aku tahu kamu belum sehat betul." Lanjutnya lagi.


"Tidak aku bisa sendiri." Kata Sinta.


"Jika kamu tidak mau banyak berhutang budi pada ku maka menurutlah!" Kata seorang pemuda tegas.


Gadis itu merasa takut mendapat perlakuan seperti itu. Dia akhirnya hanya terduduk di ruang makan.


Pemuda itu akhirnya selesai dengan beberapa menu makanan. Semua menu sudah tersaji di meja makan.


"Tidak mengajak ku makan?" Tanya Briyan yang tahu masakan sudah siap di santap dari aromanya.


"Duduklah." Kata Sinta mengajak Pemuda yang sejak tadi sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Oh, tidak Nona jika aku duduk dan makan bersama kalian nasib baik ku akan berakhir di sini." Kata Briyan menjelaskan.


"Kalian makan saja dulu aku masih ada urusan." Kata Pemuda itu kemudian pergi meninggalkan ruang hotel.


Adrean mengambilkan makanan yang begitu banyak yang diletakkan di piring gadis itu. Gadis itu menatap piringnya tak percaya.


"Bisa-bisa dalam sehari aku bisa gendut." Kata gadis itu.


"Biar kau gendut dan pipi mu tembem pasti akan ada pangeran yang suka." Kata Adrean.


"Ayo habiskan." Pinta Pemuda itu.


Gadis itu mulai menyendok makanan yang ada di atas piringnya perlahan. Adrean hanya mengamati cara gadis itu makan.


Makanan yang ada di atas piring itu sebenarnya sudah tidak sanggup lagi untuk masuk ke dalam perutnya. Akhirnya dia pun mencari akal agar terbebas makanannya itu.


Mau dibuang sayang, mau dimakan perut sudah penuh. Mengalami banyak hal hingga dia kelaparan membuatnya sayang untuk membuangnya.


Melihat reaksi gadis itu Adrean paham kalau perutnya sudah tidak sanggup lagi untuk menerima makanan. Dia menyodorkan air putih yang ada di depannya.


"Buat apa tadi kamu keluar?" Tanya Pemuda itu dengan lemah lembut setelah Sinta meminum air yang diberikannya.


"Aku mencari sesuatu." Jawab Sinta sambil menunduk.


Pemuda itu tidak melanjutkan pertanyaannya lagi sebab tahu dengan menunduk orang yang ada dihadapannya itu masih ada rasa takut dengannya. Adrean tidak ingin menjadi momok bagi gadis itu.

__ADS_1


Adrean memutuskan untuk mengurung gadis itu secara tidak langsung. Dia meminta agar merawat semua yang ada di ruangan itu.


__ADS_2