
Motor ini sudah di modifikasi oleh Papanya tanpa sepengetahuan orang lain. Ia memiliki tujuan dengan Memidifikasi semua barang miliknya.
"Jangan lupa pakai jaket, helm dan maskernya." Pesan Mama.
"Iya Ma." Balas Kakak.
Mereka berangkat bersama karena tujuan yang berbeda mereka menggunakan alat transportasi mereka sendiri-sendiri. Papa melajukan kendaraan menuju sekolah ketiga jagoannya. Mama langsung menuju perusahaan sedangkan gadis cantik ini menuju kampus.
Di sekolah dasar ketiga anak laki-laki ini langsung turun di ikuti oleh Papa mereka. Mereka mencium punggung tangan Papanya gantengnya.
Salah seorang guru wanita yang bertugas menyambut siswanya hari ini merasa kagum dengan ketampanan Adrean. Guru ini menatap Adrean tanpa mengaluhkan pandangannya hingga Adrean masuk dalam mobilnya.
"Pagi Bu." Ucap Axel pada Bu Guru.
"Pagi Bu." Ucap Garda pada Bu Guru.
"Pagi Bu." Ucap Daffa pada Bu Guru.
Ketiga anak ini semuanya mengucapkan salam berurutan pada Guru wanita yang bertugas menyambut anak-anak, tapi tak satu pun salam mereka yang dijawab. Ketiga anak ini mengikuti pandangan Guru itu ternyata oh ternyata Guru mereka sedang memperhatikan Papa mereka.
"Tampan ya Bu?" Tanya Axel dengan senyum yang tak bisa diungkapkan.
"Iya." Jawab Bu Guru tanpa mengalihkan pandangannya.
"Mau saya kenalkan." Tanya Daffa.
Sontak Bu Guru merasa terkejut dan akhirnya malu. Wajahnya memerah sedangkan ketiga anak itu sudah berlari ke dalam kelasnya. Papa pun segera berangkat menuju kantor.
Mama saat ini sedang ada pertemuan dengan seorang klien penting. Reno selalu mendampingi Sinta dalam setiap acara kantor. Sebab selama ini Reno lah yang tahu perkembangan perusahaan.
Pertemuan ini sukses sebab Sinta sendiri selalu memiliki aura disiplin yang tegas terhadap semua masalah. Jarang sekali masalah yang timbul diselesaikan dalam waktu lama.
Matahari mulai terik. Untung saja Mentari membawa semua yang dikatakan oleh Mamanya.
Keramaian dan kemacetan kota tidak menjadi masalah karena Mentari menggunakan motor. Jalan-jalan tikus pun dilaluinya tanpa halangan hingga ia cepat sampai di kampus itu.
Motor yang dibawanya diparkirkan di tempatnya. Antara mobil dan motor memiliki tempat parkir yang berbeda tempat.
Setelah parkir Mentari langsung menuju tempat pendaftaran dengan langkah lebar dan sedikit berlari. Ia terhenti melihat sosok yang sangat famiar biarpun jarang bertemu, ia masih sangat hafal dengan postur tubuhnya itu.
Bruk
__ADS_1
Sebuah badan yang tinggi besar menabrak tubuh Mentari hingga ia merasa sedikit sakit karena ditabrak tadi. Semua berkas jatuh berserakan.
"Auuuu." Teriak Tari karena sakit dan terkejut.
"Maaf maaf maaf aku baru terburu buru dan tadi tidak melihat mu." Ucap kakak senior.
Kakak senior yang menabrak Tari membantu membereskan berkas yang berserakan. Alfian yang mendengar teriakan Tari langsung menoleh ke arah suara, karena suara itu tadi memang tidak asing baginya.
Alfian menghampiri Tari dengan aura yang sungguh membuat semua wanita terpesona dengan ketampanannya. Tari yang didekati berdiri mematung.
"Mahasiswa baru ya?" Tanya kakak senior.
"Iya." Jawab Tari sopan.
"Ada yang bisa aku bantu?" Tanyanya lagi.
"Tidak, mungkin lain kali." Kata Tari.
"Silahkan katanya tadi buru-buru." Lanjut Tari lagi saat Alfian sudah dekat.
"Mahasiswa Baru Bro, tertarik elu?" Tanya kakak senior pada Alfian sambil lalu.
Alfian hanya mendengarkan kata-kata temannya itu tanpa ekspresi. Saat Alfian mendekati Tari yang berstatus mahasiswa baru banyak mahasiswi yang melihat ke arahnya dengan tidak sukanya.
"Aku gak mau merepotkan kakak." Jawab Tari.
"Aku gak merasa direpotkan kok." Jelas Alfian.
"Biar aku anter masuk ke dalam." Tawar Alfian.
"Terimakasih, aku sendiri aja kak." Pinta Tari.
"Ya udah aku ada kelas pagi, aku ke ruangan ku dulu ya. Nanti kalau udah selesai kamu bisa kan hubungi aku?" Tanya Alfian.
"Baik Kak." Balas Tari.
Saat berbincang banyak mata yang melihat ke arah mereka. Banyak yang tidak suka dengan kedekatan mereka.
Mentari pun masuk dalam ruangan pendaftaran. Ia terlihat sangat cantik dan sederhana. Selesai menyelesaikan administrasi Mentari menuju sebuah taman yang ada di dalam kampus itu.
Taman yang cukup nyaman karena udaranya yang sejuk. Taman dekat parkir sepeda motor yang cukup luas.
__ADS_1
Mentari mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Sesuai dengan permintaan Alfian, ia pun mengirim pesan dan singkat.
Aku sudah selesai, sekarang aku ada di taman dekat tempat pendaftaran tadi. ~ Tari.
Aku segera ke sana tunggu aku.~ Alfian.
Dosen keluar dari ruang kuliah Alfian. Tanpa menunggu lama Alfian segera beranjak dari tempat duduknya. Salah satu teman wanitanya menarik tangan Alfian hingga menghentikan langkahnya.
"Buru-buru banget mau kemana?" Tanya Lala manja.
"Taman." Jawab Alfian Singkat dan padat.
Alfian pun langsung pergi meninggalkan Lala dengan langkah panjangnya. Lala penasaran dibuatnya. Tidak biasanya Alfian nongkrong di taman.
Lala yang sangat penasaran akhirnya menyusul Alfian ke taman. Ia mengamati interaksi temannya itu dengan seorang mahasiswi baru. Lala memang menaruh rasa cinta pada Alfian sejak pertama masuk kuliah.
"Sial, ada saingan baru." Ucap Lala penuh emosi.
"Jangan harap bisa dapatin laki-laki incaran ku." Lanjutnya.
Lala pun pergi dari taman dengan rasa marah di dalam hatinya. Lala memang seorang model jadi kecantikannya itu tidak perlu diragukan lagi.
*** Di Taman Kampus ***
Alfian dan Mentari sedang duduk-duduk di taman. Mereka banyak berbincang hari ini. Setiap orang yang ada di taman itu melihat keduanya merasa takjub.
Selama ini memang Alfian di kampus tidak pernah dekat dengan seorang gadis. Hari ini mereka melihat Alfian dekat dengan mahasiswi baru. Hal ini menjadi kan banyak gadis yang telah patah hati dibuatnya.
Banyak gadis mencoba mendekati Alfian yang sangat tampan. Tetapi Alfian selalu menghindar. Sulit untuk ditemukan ketika tidak ada jadwal kuliah atau setelah jadwal kuliah selesai.
Waktu seperti itulah Alfian langsung pergi ke kantor. Mereka tidak mengetahui hilangnya Alfian ketika tidak ada jadwal kuliah. Ia menghilang seperti ditelan bumi.
Perbincangan ini membuat keduanya lupa waktu. Hingga akhirnya Alfian dipanggil oleh seseorang.
"Hai Al dapat temen baru kenapa gak Kenalin kita." Kata Gilang sambil melirik Tari.
"Oh. Maaf kenalan sendiri aja." Pinta Alfian sedikit khawatir
Gilang adalah mahasiswa yang terkenal Pleboy di kampus ini. Memang tak kalah tampan dengan Alfian.
Gilang melihat Tari yang sangat cantik bersama Alfian sengaja mendekati mereka berdua. Ia ingin menggunakan sensasinya itu untuk memikat Mentari.
__ADS_1
Mentari berkenalan dengan Gilang walaupun ia merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan itu membuatnya semakin ingin segera pergi dari sana. Ia sengaja melihat jam di tangannya.