Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
Bab 36. Kenapa Aku Jadi Bodoh Seperti Ini?


__ADS_3

Seorang Pemuda kini berjalan melangkahkan kaki lebar menuju tempat parkir. Dia akan menebus obat yang ada di apotik untuk gadis itu.


Minyak gosok yang di baukan pada hidung gadis itu mampu membuatnya sadar. Adrean segera pergi untuk menebus obat dan tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.


Adrean mulai menginjak pedal gas dan mengemudikan mobilnya dengan dengan kecepatan tinggi. Gadis itu tidak memiliki penyakit yang parah tetapi Adrean ingin dia segera dia mendapat penanganan agar segera pulih dari kondisinya sekarang.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada keluarganya?" Tanya Adrean dalam hati.


"Menurut informasi keluarganya dalam kondisi baik tetapi kenapa sampai Anaknya melarikan diri dan lebih parah lagi kekurangan gizi seperti itu."


Pemuda itu semakin penasaran dengan apa yang menimpa gadis itu. Sepanjang perjalanan membuatnya tidak berhenti memikirkan gadis itu.


Chiiiiiit


Suara gesekan ban mobil dengan aspal tepat di depan sebuah apotik. Pemuda itu segera turun dan masuk ke dalam apotik itu.


"Tolong cepat sedikit Nona." Pinta Adrean pada petugas yang sedang melayani resep obat miliknya.


"Kami usahakan Tuan." Kata petugas itu.

__ADS_1


Pemuda itu gusar saat menunggu obat yang baru saja resep itu diserahkan pada petugasnya. Waktu terasa sangat lama hingga dia tidak bisa mendudukkan pantatnya seperti yang lain.


"Tuan Adrean." Panggil seorang apoteker.


"Terimakasih Nona." Kata Pemuda itu.


"Bukankah itu resep dari ku?" Tanya Adrean pada kembaran namanya.


"Iya betul ini nama ku tertera di sini." Kata Pemuda yang baru saja menerima obat itu.


"Maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang petugas apoteker.


"Maaf Nona ini resep dari siapa?" Tanya Adrean pada apoteker tersebut.


"Maaf Tuan." Kata Adrean sopan.


Tidak lama setelah itu dipanggil nama Adrean lagi, kali ini dia justru malah tidak menghiraukannya. Untuk kesekian panggilan disertakan dengan nama dokter yang memeriksa juga disampaikan.


Dia jadi tersadar ketika seorang menepuk pundaknya. Orang itu tidak lain adalah seorang gadis yang dikenalnya yaitu Erika.

__ADS_1


"Itu dipanggil nama mu." Kata Erika.


"Terimakasih." Balas Pemuda itu melenggang pergi untuk mengambil obat dari apoteker.


"Kamu sakit apa?" Tanya Erika penasaran.


"Tidak ini hanya vitamin." Jawab Adrean.


"Maaf aku harus segera pergi." Lanjutnya.


Pemuda itu pergi menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar segera sampai di kantor.


Gadis itu pergi menanyakan pada apoteker tentang obat yang baru saja ditebus oleh Adrean. Erika baru tahu tentang apa yang dikatakan oleh temannya itu adalah benar adanya yaitu sebuah vitamin.


Gadis itu tidak tahu untuk siapa vitamin itu hingga dia berkesimpulan untuk dirinya sendiri. Erika tidak sengaja melihat mobil Adrean yang pernah dia lihat sebelumnya hingga dia berhenti juga di apotik itu.


"Kenapa aku jadi bodoh seperti ini jika tentang gadis itu." Kata Adrean dalam hati saat mengemudikan mobilnya itu.


"Sebaiknya aku minta dia tinggal di hotel saja untuk sementara waktu." Lanjutnya.

__ADS_1


Pemuda itu sampai di ruang kantor dengan tergesa-gesa. Adrean melihat gadis itu dengan wajah yang sangat pucat.


Adrean menyandarkan tubuh gadis itu di kepala tempat tidur. Dia dengan sabar melayani gadis itu dengan memberikannya minuman hangat serta vitamin yang diambilnya dari apotik.


__ADS_2