
Melihat Gadis itu berusaha mencari kesibukan Adrean semakin merasa mudah untuk mendekati gadis itu. Dia juga sudah terlihat segar dari pada tadi pagi.
Waktu sudah malam seorang pemuda tidak mau kecolongan lagi. Malam ini dia benar-benar begadang di ruang tamu.
"Ini kopi mu." Kata seorang gadis berinisiatif membuatkan minuman itu saat melihat Adrean yang tengah berkutat dengan pekerjaannya hingga tengah malam.
"Terimakasih." Kata Adrean menatap gadis itu.
"Istirahatlah besuk kamu harus bangun pagi untuk membalas kebaikan ku kan?" Tanya Pemuda itu yang tidak membutuhkan sebuah jawaban.
Gadis itu akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamar miliknya. Dia mencoba untuk tidur walaupun belum mengantuk.
Sinta mengambil obat yang diresepkan oleh dokter yang kemarin memeriksanya. Di kamar itu hanya ada air putih dia terpaksa harus dapur untuk mencari sesuatu agar obat itu bisa ditelannya.
"Mau kemana?" Tanya seorang Pemuda yang datang tiba-tiba hingga membuatnya terkejut.
"Aku cuma mencari sedikit makanan." Jawab Sinta sedikit lebih santai.
"Katanya sudah kenyang." Kata Adrean.
"Itu kan tadi, sekarang aku hanya ingin memakan sesuatu sedikit." Kata Sinta menutupi kekurangannya.
"Banyak juga tidak masalah, justru kalau malam-malam makan gemuknya nanti lebih cepat." Kata Adrean menjelaskan.
__ADS_1
Gadis itu hanya mengambil satu buah pisang yang ada di lemari pendingin. Dia langsung menuju kamarnya kembali dan segera meminum obat itu.
Adrean langsung kembali membuka laptopnya. Dia membuka rekaman CCTV dalam waktu dekat ini.
"Seperti yang aku duga sebelumnya, Dia sama persis dengannya." Kata Adrean dalam hati.
"Apa dia sudah lupa dengan ku." Lanjutnya lagi.
"Aku harus mencari tahu yang terjadi dengan selama ini." Lanjutnya semakin penasaran.
Gadis itu sudah terlelap dalam alam mimpinya hingga pagi. Kali ini tidurnya begitu nyenyak.
Matahari sudah menampakkan sinarnya hingga menembus gorden jendela sebuah ruang hotel paling atas. Seorang gadis mengerjapkan mata berulang kali untuk memperoleh kesadarannya.
"Aku kesiangan rupanya." Kata seorang gadis lirih.
Gadis itu turun dari ranjangnya setelah menata tempat tidur itu. Dia segera membersihkan diri dan segera menuju lantai yang ada dibawahnya.
Sinta mengedarkan pandangan saat berada di anak tangga mencari keberadaan seorang pemuda. Pemuda itu tertidur di sebuah sofa yang cukup panjang dan luas.
Selimut yang menutupi badan Adrean dinaikkan sampai sebatas dagu. Pemuda itu tidak bergerak sama sekali.
Greeep
__ADS_1
Sebuah tangan kekar menahan tangan seorang gadis yang hendak melangkahkan kaki menuju dapur dalam keadaan mata tertutup. Sinta menghentikan langkahnya saat itu.
Tangan itu terasa pernah menyentuhnya tapi dia tidak begitu ingat. Gadis itu berusaha mengingatnya dengan melihat wajah Adrean yang polos saat tertidur.
Adrean memegang tangan gadis itu begitu lama, setelah gadis itu duduk dan membelai rambutnya perlahan akhirnya Dia mengendurkan genggaman itu. Perlahan gadis itu melepaskan tangan kekar itu dan menuju dapur untuk melaksanakan kewajibannya.
Di dapur yang cukup luas itu segera disiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya. Dia hanya menebak makanan kesukaan pemuda itu.
"Astagfirullah." Kata Sinta terkejut melihat seorang pemuda sudah berada tepat dihadapannya hampir tidak berjarak karena saat itu dia sedang membawa satu wadah sayur yang baru masak.
"Tuan membutuhkan sesuatu?" Tanya gadis itu tidak berani menatap Adrean.
"Tidak." Jawab Pemuda itu sambil memundurkan badannya memberi jalan pada gadis itu untuk lewat dan meletakkan sayur yang telah masak itu.
"Jangan panggil aku Tuan, aku bukan majikan mu." Kata seorang pemuda yang telinganya merasa risi dengan sebutan itu dari Sinta.
"Lalu saya harus panggil anda dengan sebutan apa?" Tanya Sinta dengan tangannya yang aktif bergerak.
"Ini kopi Anda." Kata gadis itu berjalan mengantarkan kopi itu di meja makan.
"Panggil aku mas atau cukup nama saja." Jawab pemuda itu setelah menghempaskan pantatnya pada sebuah kursi yang di depannya tersaji segelas kopi panas.
Pemuda itu menyesap kopi itu beberapa kali kemudian meninggalkan ruang makan menuju lantai atas. Dia menaiki anak tangga itu dengan langkah cepat menuju kamar.
__ADS_1
Pemuda itu segera mandi karena hari ini dia bangun sudah terlalu siang. Adrean bukannya takut terjebak macet karena di negara itu tidak pernah terjadi, hanya dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya ditambah lagi dengan tanggungjawab pada gadis itu.