
Pemuda itu dengan sabar merawat gadis itu. Sinta merasa tidak enak sendiri diperlakukan seperti itu.
"Tidurlah kembali, aku akan menjaga mu dan tidak akan terjadi apa pun pada mu." Kata Adrean untuk meyakinkannya.
Sinta merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur yang cukup luas itu. Pemuda itu menarik selimut hingga menutupi lehernya.
Gadis itu memejamkan mata hingga Adrean yang duduk disampingnya itu pergi dari kamarnya. Saat Pemuda itu pergi dia membuka matanya kembali ingin rasanya kabur dari tempat itu.
"Kemana liontin ku?" Tanya seorang gadis lirih setelah meraba lehernya yang putih itu.
"Aku harus mencarinya hingga dapat." Lanjutnya sambil menata penyamarannya yang semula.
Ceklek
Handle pintu terbuka setelah seorang gadis memutar Knop pintu itu. Dia berjalan perlahan meninggalkan kamarnya.
Gadis itu sudah terbiasa dengan penyamaran itu hingga tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Petugas hotel itu tidak satu pun memperdulikan kepergian Sinta sebab sejak awal dia datang bersama asisten bosnya.
Gadis itu menyusuri setiap tempat yang tadi dilewatinya dengan berjalan perlahan. Dia yakin bisa menemukannya.
__ADS_1
"Tidak mungkin ada yang membersihkan tempat yang aku lewati tadi saat aku datang kan?" Batin gadis itu merasa bersalah.
"Tempat ini kan sepi tidak sembarang orang dapat melewati tempat ini." Lanjutnya dengan mengedarkan matanya mencari liontin itu.
"Jika terjatuh hanya tiga orang yang bisa menemukannya." Lanjutnya lagi dengan rasa bersalah karena tidak bisa menjaga barang satu-satunya peninggalan orang tuanya.
Adrean tidak sadar dengan kepergian gadis yang bernama Sinta itu. Dia masih sibuk di ruang kerjanya.
Chiiiiiit
Suara sebuah gesekan ban mobil dengan aspal yang cukup melengking terdengar ditelinga. Sebuah mobil mendadak berhenti ketika seorang gadis gagal fokus saat berjalan.
"Oh, jadi kamu." Lanjutnya.
"Cepat naik." Perintahnya lagi.
Gadis itu justru malah munuju ketepian agar mobil yang hampir saja menabraknya itu bisa lewat. Dia tidak mau menjadi beban bagi orang lain dan tidak mau nyawa orang lain melayang karenanya.
"Maaf, silahkan Anda lanjutkan perjalanan saja." Kata gadis itu sopan.
__ADS_1
"Apa aku kurang tampan hingga kamu tidak mau ikut dengan ku?" Tanya Pemuda itu.
"Apa kamu pikir aku mencari seorang pemuda yang tampan dan kaya?" Kata gadis itu dengan intonasi tinggi hingga menarik perhatian banyak karyawan.
Kedua orang yang tidak saling kenal ini akhirnya bertengkar dengan sengit walaupun gadis itu menahan kondisi tubuhnya yang masih belum stabil. Mereka hanya bertemu sekali sudah menimbulkan perang dunia bagaimana jika mereka sudah saling kenal sejak lama mungkin dunia akan berakhir.
Security yang mengetahui perdebatan kedua orang itu langsung melaporkan pada petinggi mereka. Petinggi mereka langsung datang ke lokasi kejadian.
"Kenapa ada ribut-ribut di sini?" Tanya seorang laki-laki paruh baya seperti bariton memecahkan kerumunan hingga menjadi dua.
"Nona, kamu baru saja datang dan menjadi tamu kehormatan disini kenapa anda membuat keributan di sini?" Tanya Laki-laki itu.
"Untuk itu aku harus pergi dari sini agar tidak terjadi kekacauan lagi." Kata gadis itu merendahkan suaranya.
"Silahkan Nona." Kata laki-laki itu lagi.
"Siapa yang mengijinkannya pergi?" Tanya seseorang yang baru datang yang terlihat sangat bengis.
Mendengar pertanyaan itu semua orang menjadi bungkam tidak ada yang berani berkata apa pun. Gadis yang menjadi tersangka itu juga menundukkan kepala tidak berani melihat pada sumber suara.
__ADS_1