
"Udah sana kamu siapin semua yang kamu perlukan." Perintah Mommy.
"Beres." Kata Alfian bersemangat.
Alfian naik ke lantai atas dengan setengah berlari. Ia segera segera masuk kamar dan membersihkan diri.
Pakaian kantor yang ia kenakan kini sudah berubah pakaian rumah. Terasa ringan pikiran pun sudah lebih santai. Entah karena pengaruh pakaian atau perasaan yang baru senang hanya dia yang tahu.
Alfian meninggalkan kamarnya menuju dapur. Ia mengambil minuman dingin di dalam kulkas. Terdengar langkah kaki menuju tempatnya berdiri.
Plaak
Tamparan mengenai punggungnya. Alfian pun terkejut dibuatnya.
"Ahhh." Teriak Alfian merasakan panas dipunggungnya.
"Gimana udah siap?" Tanya Deddy.
"Disiap-siapin juga siap." Balas Alfian.
"Mantap." Kata Mommy berjalan menghampiri suami dan anaknya.
"Berangkat pukul berapa kita?" Tanya Alfian.
"Udah gak sabar tuh anak mu kayak kamu dulu." Ledek Mommy pada Deddy.
"Maunya sekarang kamu ya?" Tanya Deddy pada Alfian.
"Tahu aja ni Deddy pikiran Al." Kata Alfian.
__ADS_1
"Apa sih yang gak Deddy tahu pikiran mu, kamu kan keturunan ku yang paling ganteng, pintar, dan kaya." Puji Deddy.
"Ya Iyalah." Kata Alfian dengan narsisnya.
"Termasuk narsisnya Deddy mu itu nurun semua." Sahut Mommy yang sedang mempersiapkan semua bawaan untuk keluarga calon besan.
"Kalian dari pada ngobrol terus mendingan bantuin Mommy ini." Lanjut Mommy.
"Atau mau kita terlambat." Ancam Mommy.
"Iya deh Mommy sayang Deddy akan bantuin Mommy kalau di kamar aja ya." Kata Deddy tepat di telinga Mammy lirih.
Biarpun lirih tapi Alfian masih bisa mendengar dengan jelas. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua.
♥️♥️♥️♥️♥️
"Udah sana kamu siapin semua yang kamu perlukan." Perintah Mommy.
"Beres." Kata Alfian bersemangat.
Alfian naik ke lantai atas dengan setengah berlari. Ia segera segera masuk kamar dan membersihkan diri.
Pakaian kantor yang ia kenakan kini sudah berubah pakaian rumah. Terasa ringan pikiran pun sudah lebih santai. Entah karena pengaruh pakaian atau perasaan yang baru senang hanya dia yang tahu.
Alfian meninggalkan kamarnya menuju dapur. Ia mengambil minuman dingin di dalam kulkas. Terdengar langkah kaki menuju tempatnya berdiri.
Plaak
Tamparan mengenai punggungnya. Alfian pun terkejut dibuatnya.
__ADS_1
"Ahhh." Teriak Alfian merasakan panas dipunggungnya.
"Gimana udah siap?" Tanya Deddy.
"Disiap-siapin juga siap." Balas Alfian.
"Mantap." Kata Mommy berjalan menghampiri suami dan anaknya.
"Berangkat pukul berapa kita?" Tanya Alfian.
"Udah gak sabar tuh anak mu kayak kamu dulu." Ledek Mommy pada Deddy.
"Maunya sekarang kamu ya?" Tanya Deddy pada Alfian.
"Tahu aja ni Deddy pikiran Al." Kata Alfian.
"Apa sih yang gak Deddy tahu pikiran mu, kamu kan keturunan ku yang paling ganteng, pintar, dan kaya." Puji Deddy.
"Ya Iyalah." Kata Alfian dengan narsisnya.
"Termasuk narsisnya Deddy mu itu nurun semua." Sahut Mommy yang sedang mempersiapkan semua bawaan untuk keluarga calon besan.
"Kalian dari pada ngobrol terus mendingan bantuin Mommy ini." Lanjut Mommy.
"Atau mau kita terlambat." Ancam Mommy.
"Iya deh Mommy sayang Deddy akan bantuin Mommy kalau di kamar aja ya." Kata Deddy tepat di telinga Mammy lirih.
Biarpun lirih tapi Alfian masih bisa mendengar dengan jelas. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️