Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
Bab 126. Solo Karier


__ADS_3

"Keluarlah dulu, pakailah pakaianmu aku akan membersihkan badan ku dulu." Titah sang suami.


Dita keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan pakaian santainya. Di depan cermin ia tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian baru saja.


"Lama juga laki-laki ini saat mandi." Ucap Dita setelah selesai sedikit berias di depan cermin dan berjalan tempat tidurnya.


Brian sang suami sebenarnya sedikit sangat menderita kali ini. Ia bersolo karir di kamar mandi sedangkan Dita tidak mengetahui itu.


*** *** *** *** ***


Alfian berada di ruang kerjanya sedang memeriksa beberapa berkas yang harus ditandatangani.


"Aaaakh." Alfian berdecak kesal dengan mengacak rambutnya karena tidak bisa fokus pada pekerjaannya kali ini.


Ia sendiri tidak tahu penyebabnya. Pikirannya hanya rasa khawatir yang berlebih.


Waktu sudah sore Alfian segera menyiapkan segala keperluannya sendiri untuk menghadiri pesta malam ini.


"Nasib-nasib kalau masih jomblo, apa-apa harus sendiri. Enak kali ya kalau udah nikah. Tidur ada temennya.😊😊😊😊" Batin Alfian.


Alfian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia berendam di backtub dengan aroma terapi yang sangat segar.


Selesai membasuh semua busa dibadannya Alfian keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggang. Sungguh sangat menggoda bentuk perut suspeknya.


Selesai sudah semua ritual untuk tampil mempesona pada acara malam ini. Alfian mulai mengenakan kemeja yang telah ia siapkan sendiri.


Keluar dari dalam kamar Alfian langsung menuju ruang keluarga. Di sana ia melihat kedua orang tuanya sudah stanby menunggunya.


Alfian merogoh benda pipih yang ada di saku celananya. Ia hendak menghubungi seseorang yang sudah memiliki janji dengannya.


"Assalamualaikum. Kemana aja elu kadal, udah gue tunggu dari tadi juga." Kata Alfian saat sambungan telepon diangkat oleh orang yang disebrang.


"Sabar kenapa beruang kutub." Balas orang yang yang disebrang telepon.


"Berani ya sekarang, gue kasih waktu 10 menit elu harus sampai di rumah gue!" Perintah Alfian.


"Lebih dari waktu yang gue tentuin tahu sendiri akibatnya!" Lanjutnya.


Alfian memang sengaja menghubungi sahabat sekaligus asistennya itu di dekat orang tuanya. Ia tidak mau menjadi sopir mereka. Bukan hanya sopir tapi juga obat nyamuk gaes.

__ADS_1


Deddy sempat mengerutkan keningnya mendengar kejamnya ancaman Alfian barusan. Mommy membulatkan mata sempurna mendengar pembicaraan Alfian.


Tak disangka anaknya sungguh kejam terdengar dari pembicaraan barusan. Tidak ada yang harus disalahkan untuk perilaku anaknya yang seperti itu.


"Al tadi siang Deddy sama Mommy kan udah bilang kita berangkat bareng, sekarang kenapa kamu mau berangkat dengan orang lain?" Tanya Deddy.


"Oh tadi siang Al kan belum kasih jawaban, soalnya kemarin udah janjian sama itu sahabat aku Ded." Elak Alfian.


"Sopir Deddykan siaga tu." Kata Alfian sambil menunjuk salah satu sopir keluarganya.


"Kita kan satu keluarga kan Al jadi gak ada salahnya berangkat bersama." Jelas Mommy.


"Ya sudah lah Pa kita berangkat sendiri aja, biar itu anak dapat yang lain karena nunggu kelamaan." Sindir Mommy.


"Setia kali Mom. Jangan salah pilihan ni anak Mommy yang ganteng ini gak akan berpaling." Kata Alfian dengan percaya dirinya.


"Jangan salah sayang, wanita kalau disuruh nunggu kelamaan tak jelas batang hidungnya pasti juga berpaling." Jelas Momny.


Dalam hati Alfian membenarkan apa yang dikatakan oleh Sang Mommy baru saja. Deddy dan Mommy akhirnya berangkat sendiri tanpa sopir. Alfian masih menunggu sahabatnya itu.


*** *** Di Apartemen Ziko *** ***


Merasa sedikit ada firasat yang tidak enak Ziko melihat dan membuka pesan yang masuk pada ponselnya yang lain beberapa setelah terdengar bunyi pesan masuk.


"Haduh." Keluh Ziko sambil memukul jidatnya.


"Gak bisa berangkat sendiri apa ini Bos? Punya mobil banyak juga masak dianggurin." Kata Ziko yang menggerutu.


Ziko pun segera beranjak dari tempatnya. Ia menaruh kedua benda pipih itu pada meja semula.


Selesai bersiap Ziko segera berangkat menuju kediaman Alfian. Eh...... tunggu dulu mampir dulu ya ke rumah sang cewek.


Ting Tong Ting tong Ting tong


Bel pintu rumah Monic terdengar nyaring. Empunya rumah baru asik nonton drama kesukaannya terkejut mendengar suara nyaring itu.


Pasalnya ia hanya sendirian di rumahnya itu. Sang kakak wanita yang tinggal bersamanya itu pun jarang sekali berada di rumah.


Masih ingat kan hubungan keluarga Monik ini. Semua anggota keluarga acuh tak acuh. Tak ada rasa peduli satu sama lain.

__ADS_1


Monic yang saat itu sedang asik di depan televisi melihat film drama kesukaannya segera beranjak berdiri. Ia segera berjalan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


"Siapa sih yang datang sore-sore gini?" Gerutunya selama ini memang jarang sekali tamu yang datang.


Dilihat dari pintu yang terdapat sedikit celah kaca untuk melihat tamu yang datang. Monik hanya melihat punggung lebar dengan penampilan yang menurutnya 👍.


"Siapa sih kayaknya tak asing ini cowok." Katanya dalam hati.


Akhirnya dibuka pintu rumahnya. Ia melihat seorang laki-laki yang tampan sedang berkunjung ke rumahnya di siang bolong tanpa berkedip.


"Mau kemana siang bolong gini?" Tanya Monic.


"Laki elu gak disuruh masuk dulu apa?" Tanya Ziko yang sudah lama menunggu di depan pintu hingga dibukakan pintunya oleh sang empunya rumah.


"Gak kasian sama penampilan ku yang udah cakep gini jadi berantakan dan bau keringat gara-gara kelamaan berdiri di ambang pintu." Lanjut Ziko berjalan menerobos masuk tanpa dipersilahkan oleh sang pemilik rumah terlebih dahulu.


"Emang gue pikirin." Jawab Monic singkat sambil berjalan mengekor dibelakang Ziko.


Rumah yang begitu besar tapi hampir tak berpenghuni setiap hari. Sepi begitu yang dirasakan oleh sang pemilik rumah ketika curhatnya dengan Ziko.


Ziko merasakan hal yang sama ketika berkunjung di rumah gadisnya ini. Sama halnya Ziko yang selama ini hidup sendirian tanpa sebuah keluarga.


"Berpenampilan kayak gitu mau kemana siang bolong kayak gini?" Tanya Monik mengejutkan lamunan seorang laki-laki tampan di depannya.


Monik berjalan menuju dapur untuk membuatkan minum dan membawakan cemilan. Ziko sudah duduk di ruang tamu menunggu gadisnya.


"Lupa apa hari ini ada undangan pesta pernikahan Om Briyan." Jawab Ziko.


"Tapi ini kan masih siang bolong undangan juga masih nanti malam." Jelas Monic.


"Aku tahu, tapi tahu sendiri lah bos mu itu suka main perintah mendadak." Keluh Ziko.


"Emang kalau bos ku bukan bos mu?" Tanya Monic.


"Kita bawahan apalah daya harus mengikuti instruksi atasan." Sambung Monik.


"Sebentar lagi gue gak jadi bawahan jadi atasan mu, jadi kamu harus mengikuti dan pasrah dengan semua yang aku katakan dong?" Kata Ziko kemudian.


"Maksut mu?" Tanya Monic balik dengan wajah yang merah merona yang mana sebenarnya tahu akan maksut dari laki-laki yang ada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2