Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
Bab 32. Mencari Kesempatan Dimanapun Dan Kapanpun


__ADS_3

Seorang gadis kini sudah menunggunya di tempat biasa mereka berkumpul. Dia tidak melihat Aldo di samping pemuda itu hingga memberanikan diri untuk menghampirinya.


"Mau kemana?" Tanya Seorang gadis pada Adrean yang tergesa-gesa pulang ke apartemennya untuk berganti kostum.


"Pulang." Jawab pemuda itu singkat.


"Boleh ikut ke apartemen mu?" Tanya Erika.


"Aku kan belum pernah pergi ke apartemen mu." Lanjutnya untuk meyakinkan pemuda itu.


"Boleh." Jawab Adrean singkat.


"Kenapa tiba-tiba ingin melihat apartemen ku yang murah itu?" Tanya pemuda itu setelah mereka berjalan menuju sebuah bangunan milik Adrean. .


"Ke hotel saja." Pinta Adrean.


"Disana lebih luas dan nyaman untuk melayani ku." Lanjutnya lagi.


"Baik lah kita lihat saja nanti." Kata Erika.


Gadis itu tidak percaya dengan apa yang di dengar baru saja. Dia hanya ingin membuktikan dengan apa yang kemarin dilihatnya itu benar atau hanya halusinasi.


Keduanya sampai di sebuah bangunan yang tinggi tetapi ada beberapa kamar saja. Pemuda itu masuk ke apartemen miliknya melalui pintu depan.


Ceklek


Handel pintu dibuka perlahan oleh pemiliknya. Di dalam hanya terlihat sebuah ruang tamu kecil dan sebuah kamar kecil.


"Sudah ku bilang hanya sebuah ruangan kecil yang pastinya tidak akan membuat mu nyaman." Kata Adrean.

__ADS_1


"Tidak masalah." Balas seorang gadis.


Pemuda itu mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor. Dia menghubungi Aldo sahabatnya untuk menangani gadis yang ada di apartemennya saat ini.


"Dari mana Dia tahu tentang hotel?" Batin Erika.


"Mungkinkah Aldo sudah memberitahukannya." Lanjutnya.


Tok tok tok


Pintu diketuk oleh seseorang dari luar hingga pemilik apartemen yang hendak membersihkan diri kini keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggang. Bentukan roti sobek terpampang jelas di mata gadis yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


Ceklek


Hendel pintu diputar perlahan oleh pemiliknya. Pintu kini terbuka lebar dan seorang laki-laki tampan sedang berdiri di depan pintu.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Aldo yang sedang berusaha membuat drama.


"Baiklah aku mengerti, jadi aku mengganggu." Kata Aldo ada rasa cemburu di hatinya.


"Hai, sobat masuklah dulu aku mau mandi." Kata Adrean pada sahabatnya sambil menahan pintu yang akan ditutup itu.


"Baiklah, lagi pula ada yang akan aku bicarakan pada mu." Kata Aldo melangkahkan kakinya masuk ke ruang tamu dan duduk bersebelahan dengan seorang gadis.


Mata gadis itu tidak menyia-nyiakan kesempatan melihat celah yang ada. Dia melihat salah satu ruangan yang sedikit terbuka.


Ruangan itu terdapat berbagai barang yang cukup menarik dapat ditangkap oleh pandangan matanya itu walaupun sedikit samar. Semua barang yang dilihat itu tidak asing dan bernilai tinggi.


Penilaian gadis itu mulai berubah hingga dia pun akan berusaha mendekati Adrean apalagi sudah melihat postur tubuhnya yang sungguh menggoda iman. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada jika bisa mengubah hidupnya lebih baik dengan mudah.

__ADS_1


Aldo yang menunggu sahabatnya itu merasa ada yang mulai berubah haluan. Dia mengamati gerak gerik gadis yang ada di dekatnya itu.


"Tumben mau datang ke sini." Kata Aldo.


"Tidak, aku tadi cuma kebetulan sendirian, dan butuh teman." Balas Erika.


"Kenapa tidak menghubungi ku kalau butuh teman?" Tanya Aldo.


"Aku kira kamu sibuk." Jawab gadis itu.


"Kalau begitu temani aku saja, aku juga baru butuh teman." Pinta Aldo agar gadis itu keluar dari apartemen sahabatnya sehingga Dia bisa pergi ke kantor.


"Tapi Dia?" Tanya Erika melihat melihat ke arah kamar mandi.


"Lupakan Dia." Kata Aldo menarik tangan gadis itu kasar.


Keduanya pergi dari apartemen Adrean dengan tergesa-gesa. Aldo berusaha mencari pokok pembahasan setelah ini.


Kepergian kedua sahabatnya itu membuat seorang pemuda merasa lega. Kini Adrean bersiap ke kantor dengan pakaian formalnya.


Di setiap tempat Pemuda itu hanya menganggukkan kepala saja sudah mendapat ijin masuk. Di sana hanya beberapa orang yang tahu kalau Adrean adalah pemiliknya.


Gadis yang keluar dari apartemen tadi hanya diam seribu bahasa memikirkan bagaimana cara mendekati Adrean walaupun sekarang dia sedang pergi bersama Aldo sahabatnya. Dia sadar selama ini telah merendahkannya.


Seminggu sudah Seorang Pemuda disibukkan dengan pekerjaan kantor. Waktu itu sama halnya kalau seorang gadis berusaha mendekatinya.


Pemuda itu tahu kalau Erika menyukainya karena sesuatu hal. Ia sengaja juga menghindar karena Sahabatnya Aldo juga telah menyukai gadis itu.


Gadis itu tahu kalau pemuda yang sengaja didekatinya memang tidak pernah dekat dengan seorang gadis. Dia merasa memiliki kesempatan yang cukup besar.

__ADS_1


Gadis itu selalu mencari kesempatan agar bisa dekat dengan Adrean. Dimanapun dan kapanpun tidak pernah terlewatkan begitu saja hingga berbagai alasan dikibarkan.


__ADS_2