Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
Bab 48. Semalam Saja Bisa Membuat Mu Langsung Hamil


__ADS_3

Pemuda yang baru saja keluar dari mobil itu berpura-pura mengotak-atik ponselnya untuk meyakinkan Erika kalau para montir itu yang memanggil adalah dia. Rencana ini sangat mendadak bagi Aldo.


"Kenapa bisa gagal seperti ini?" Batin Erika.


Gadis itu terkejut melihat seorang montir sudah ada di dekat mobil yang rusak miliknya. Montir itu segera bekerja memperbaiki mobil gadis itu.


Aldo sekarang sedang melihat kerja para montir itu untuk memperbaiki mobil gadis itu dengan berdiri tegak di dekat mobil miliknya sambil melipat kedua tangan. Dia tahu montir itu pasti kerjaan sahabatnya yang ada di dalam mobil.


"Itu sudah selesai." Kata Aldo menunjuk dengan dagunya setelah para montir itu pergi.


"Terimakasih sudah memanggilkan montir itu untuk ku." Kata Erika menatap wajah tampan Aldo.


"Tapi itu tidak gratis. Ada imbalan yang aku inginkan." Kata Pemuda itu.


"Nanti malam aku ingin berkencan dengan mu." Lanjutnya.


"Kita lihat saja nanti." Kata Erika.


Mendengar jawaban gadis itu Aldo segera berbalik dan masuk ke dalam mobil. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa dengan gadis itu.

__ADS_1


Kedua pemuda itu segera melajukan mobil itu kembali menuju perusahaan. Banyak hal yang harus dikerjakan di perusahaan hari ini.


Adrean turun di depan lobi perusahaan dan langsung menuju ruang kantor. Di ruangan itu sudah ada asistennya yang menunggu.


Aldo sendiri masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Dia langsung berpamitan pada sahabatnya yang baru turun dari mobilnya.


Di Perusahaan


Asisten yang setiap harinya selalu siaga di perusahaan sudah sejak pagi menunggu Sang Pemilik yang biasanya datang lebih awal. Hari ini memang berbeda dari biasanya, dia datang sudah sangat siang.


"Ada seorang gadis di hotel itu membuat mu terlambat berangkat?" Tanya Briyan yang tumben hari ini kata-katanya menyimpang dalam hal pekerjaan saat di kantor.


"Itu sangat luar biasa untuk ku." Lanjutnya.


"Aku lihat semalam saja bisa membuat mu hamil." Ledek Briyan setelah melihat postur tubuh sahabatnya itu ada yang berubah.


"Memangnya apa yang akan terjadi antara aku dengan dia?" Tanya Adrean dengan meraba kantung jasnya mencari benda pipih untuk menghubungi seseorang.


Adrean tidak menyadari perutnya pagi ini yang agak buncit. Jas itu disampirkan di kursi kebesarannya baru perut itu tampak sedikit lebih besar.

__ADS_1


Dia teringat dengan gadis kecil yang menjadi motivasinya selama ini. Mentari selalu mengharapkan pesan Sang Abang.


Pemuda itu jadi teringat dengan seorang Dewi penolong yang dimintanya karena pertanyaan dari gadis kecil itu.


Mentari sangat senang ketika menerima pesan itu. Adrean berharap gadis kecil itu mengerti kondisinya saat ini.


Beberapa Minggu yang lalu Pemuda itu hanya berharap bisa memberikan sebuah kejutan pada gadis kecil itu. Berbeda dengan harapannya beberapa hari ini, ternyata kepulangannya harus ditunda.


Gadis kecil yang ada disebrang sangat senang menerima pesan yang dikirimkan Adrean padanya. Dia mencoba mengerti walaupun ada rasa kecewa yang terlihat dari balasan pesannya.


"Bagaimana Bos, aku mau sarapan." Kata Briyan pada sahabatnya itu hingga dia mengalihkan pandangan dari layar ponsel menatap orang yang sedang mengajaknya.


"Ini aku sarapan sudah kesiangan bahkan waktu sudah menunjukkan akan makan siang." Lanjutnya berpura-pura mengeluh dengan mengelus-elus perutnya itu.


"Ledek terus." Kata Adrean sedikit jengkel mendengar suara sahabatnya hari ini yang seperti beo tidak ada habisnya.


"Makanya cari wanita biar ...." Lanjutnya lagi.


"Tapi kalau dipikir-pikir dengan wajah mu yang datar-datar saja dan terlihat bringas mana berani cewek dekat sama kamu." Lanjutnya lagi.

__ADS_1


Briyan tidak jadi keluar untuk sarapan tetapi dia memesan makanan dari kantin perusahaan. Makanan itu adalah makanan yang biasa di pesan oleh sahabatnya itu.


Briyan mencoba menggoda sahabatnya itu dengan makanan yang baru saja dipesan. Makanan yang dipesan itu cepat sekali datangnya hingga Dia harus mengambil di pintu masuk ruangan kantornya sendiri.


__ADS_2