
Sinta dan Mentari yang tidur bersama tadi malam kini telah bangun. Mentari menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap ke sekolah. Sinta bersiap berangkat ke kantor. Setelah mengantar Tari Ia langsung ke kantor. Sampai di kantor Ia minta semua berkas pada sekretarisnya. Ia bertanya pada sekretarisnya tentang rapat dan pertemuannya pada hari ini.
Hari ini ada pertemuan dengan klien pemilik perusahaan XX. Perusahaan itu adalah milik Dodi. Mereka berdua sudah pernah bertemu di sekolahan Tari. Saat itu Sinta tidak begitu memperhatikannya. Mereka mengadakan pertemuan di Cafe X.
Sinta dan sekretarisnya segera menuju Cafe X. Cafe dimana ia akan bertemu dengan Clien. Dodi akhirnya datang di Cafe tersebut dan bertanya pada pelayan letak meja yang dimaksut. Di meja tersebut Sinta sudah datang terlebih dahulu. Betapa terkejunya Dodi melihat Sinta.
Dodi: "Selamat siang, apa Anda Nona Sinta, dari perusahaan X?"
Sinta: "Selamat siang, ia benar saya Sinta? Silahkan duduk."
Dodi pun duduk ia mengingat-ingat kembali wajah di depannya dengan intens.
Sinta: "Bisa kita mulai?"
Dodi: "Silahkan."
Sinta menjelaskan sebuah proyek secara detail. Dodi hanya tersenyum saja melihat Sinta yang begitu cantik dan pandai. Akhirnya Dodi meminta berkas-berkas tersebut dahulu dan akan mempelajari ulang. Itu hanya digunakan sebagai alasan untuk bertemu dengannya lagi.
Setelah selesai pertemuan dengan Dodi, Sinta yang meminta sekretarisnya kembali karena Sinta harus menjemput adiknya. Dodi mendengar percakapan Sinta dengan sekretarisnya. Ternyata benar dia gadis yang ditemuinya di taman sekolah.
Sinta sampai di sekolah Mentari. Mentari langsung menuju mobil kakaknya. Mereka langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah biasanya ia menemani Tari dan Tante makan siang kemudian balik lagi ke perusahaan.
Sinta akhirnya sampai di perusahaan. Tidak berapa lama ponselnya berbunyi. Panggilan dari Adrean ternyata. Adrean menanyakan tentang waktu pernikahannya. Sinta pun menjawab kata Om dan Tante boleh bulan ini.
Begitu berbunga-bunga hatinya. Bulan ini juga mereka akan menikah.
Adrean belum tahu kesibukan baru Sinta. Setahunya Sinta hanya mengantarkan Mentari sekolah. Ia belum tahu kalau Sinta sudah belajar memegang perusahaan. sinta lupa memberitahukannya.
Seminggu sudah Waktu berlalu. Adrean akan ke rumah menjemput Sinta. Ia berencana untuk mencoba gaun pengantin. Kemudian foto prewedding. Dalam perjalanan Ia melihat Sinta bersama seorang laki-laki. Laki-laki itu adakah Dodi.
Adrean akhirnya mengurungkan niatnya. Ia kembali ke kantor. Pukirannya hanya pada yang tadi dilihat. Sedangkan Sinta bertemu Dodi karena bisnis. Berkas kemarin yang menjadi alasan Dodi untuk bertemu Sinta.
Adrean sangat marah. Ia ingin bertemu Sinta malam ini. Ia menginginkan sebuah penjelasan. Adrean akhirnya menghubungi Sinta dengan nada yang sangat marah. Sinta jadi sangat takut dengan kemarahan Adrean yang belum pernah Ia dengar dan lihat.
Adrean bertemu dengan Sinta di sebuah hotel milik Adrean. Di sebuah ruangan pribadinya. Ruangan dimana tidak sembarang orang boleh masuk. Adrean bertanya pada Sinta tentang Dodi. Belum sempat menjawab Adrean dengan rakusnya mencium bibir Sinta karena amarah ia membuka paksa pakaian Sinta dan mendorongnya ke ranjang. Badan Sinta jatuh terlentang. Ia sampai memohon pada Adrean jangan merenggut kesuciannya.
Adrean mendekati Sinta sambil mencacinya sebagai wanita murahan. Hampir saja Adrean merenggut kesucian Sinta. Sinta mendorong tubuh Adrean sambil menangis sejadi-jadinya, karena tubuh Adrean lebih kuat. Adrean tersadar, ia menyakiti wanita yang ia cintai.
Adrean mengambil baju Sinta yang berserakan dan memakaikannya. Adrean meminta maaf pada Sinta sambil menundukkan kepalanya. Setelah Adrean tenang Sinta menceritakan semuanya.
Adrean sangat menyesal dengan semua perbuatannya hari ini pada Sang Permaisuri. Adrean ingin sekali memeluk tubuhnya tapi diurungkankan karena malu dengan perbuatannya baru saja.
Adrean datang ke kantor Sinta untuk kebenarannya. Ternyata memang benar Sinta menggantikan Tantenya selama hamil. Sekretaris Sinta merasa kagum dengan ketampanan calon suami Sinta.
Adrean dan Sinta akhirnya keluar makan siang bersama Tari. Mereka menjemputnya sepulang sekolah. Mentari sangat senang karena karena dijemput orang yang dia sayang. Tidak lupa mereka mengabari Sang Bunda.
Selesai makan Mentari diantar pulang oleh Adrean dan Sinta. Mentari terlihat sangat bahagia. Sinta diantar ke perusahaannya. Adrean kenbali ke perusahaannya juga. Saat perjalanan mengantar Sinta, Adrean menanyakan kapan akan mencari gaun pengantin dan foto prewedding. Sinta kapan saja siap.
Malam hari ini Adrean mengirim pesan pada Adrean: "Malam sayang. Lagi ngapain?"
Sinta: "Lagi nyangkul."
Adrean: "gak keliru? Harusnya kamu yang Abang cangkul."😂😂😂
Sinta :"Kalau ketawa jangan kencang-kencang, ntar ada yang menghampiri lho."
Adrean: "Iya kamu yang menghampiri."
Sinta: "Bukan nenek lampir."
Adrean: "Besuk kamu ke kantor ku ya sayang?"
Sinta: "Ada apa memang?"
Adrean: "Cari baju pengantin dan buat foto prewedding."
Sinta: "Ok. Udah aku mau tidur."
Adrean: " Aku temeni ya...?
Sinta: "Sejak kapan bisa gombal?"
Adrean: "Udah sana tidur, besok telat lho sekolahnya.
Tak lama setela Adrean kirim pesan. Ia meminta seseorang menyelidiki laki-laki yang bersama Sinta kemarin. Adrean ingin tahu latarbelakangnya. Ia tidak ingin Sinta mendapatkan masalah.
Pagi ini Sinta tidak ke kantor. Setelah mengantar Mentari, Ia langsung ke kantor Adrean. Resepsionis cuek ketika Sinta menanyakan Adrean. Ia langsung menghubungi Adrean karena sikap Resepsionisnya. Adrean akhirnya turun kelantai bawah. Ia marah pada resepsionis tentang cara kerjanya.
Saat akan masuk ke ruang kerja Adrean, sekretarisnya menatap Sinta dengan tidak sukanya. Adrean dan Sinta masuk ruangan. Mereka hanya berdua saja. Adrean sangat menghormati Sinta. Walaupun berdua saja mereka tidak akan melakukan sesuatu yang memalukan. Kejadian sebelumnya memanglah sangat tidak di sengaja.
Adrean segera menyelesaikan pekerjaan di kursi kebesarannya. Sinta menunggunya sampai selesai di sofa. Sekretaris Adrean akhirnya masuk tanpa mengutuk pintu. Hal itu membuat Adrean dan Sinta kaget. Ia memberi peringatan keras pada sekretarisnya yang tidaj sopan. Sekretaris itu penasaran hubungan antara Adrean dan Sinta.
Hubungan Adrean dan Sinta memang sengaja disembunyikan untuk melindungi Sinta dari keluarganya. Selain itu rencana ayah untuk merebut kembali perusahaannya.
Pekerjaan Adrean akhirnya selesai juga. Sinta masih sibuk membuka-buka informasi di Hpny. Ia mencari tahu mengenai Universitas yang berkualitas.
Adrean: "Ayo berangkat."
Sinta: "Oke."
Adrean: "Naik mobil ku saja."
Sinta: "No problem."
Akhirnya mereka berangkat ke Butik yang sangat terkenal. Di sana ada berbagai macam model pakaian dari perancang terkenal. Tentunya dengan harga yang tidak sedikit.
Sinta mencoba berbagai macam model baju pengantin. Ia tidak pakai baju model apapun tetap saja sangat cantik. Tubuh yang langsing pinggang kecil, rambut yang panjang, kulit kuning langsat, dan wajah yang cantik.
Setiap orang yang melihatnya pasti akan terpukau. Adrean selalu bilang kalau pakaiannya kurang cocok. Ia ingin mengerjai Sinta, hingga akhirnya Sinta meminta Adrean memilihkan. Pakaian Pengantin sebenernya sudah dipilihkan oleh Adrean. Saat itu Adrean mendisainnya sendiri bersama perancang yang sangat terkenal di Dunia.
Waw model pakaian pengantin yang sangat elegan. Model pakaian ini dilarangnya untuk dibuat lagi. Adrean ingin hanya wanitanya lah yang satu-satunya memakai rancangan model tersebut.
Aku saja sudah mendapat bayaran yang begitu banyak. Apalagi dengan orang yang diminta Tuan muda ini ikut merancang pakaian tersebut. Belum lagi si pembuat. Biaya pokok bahan saja yang terbaik. Pikir pemilik butik.
Adrean: "Ini saja Sin."
__ADS_1
Sinta: "Ok. aku akan menggantinya."
Adrean: "Cocok banget."
Adrean memandangi Sinta tanpa berkedip. Ia tidak pakai panggilan sayang saat di luar. Pemilik butik bertanya-tanya dalam hati pasangan yang satu ini memang adem.
Mereka tidak menunjukkan kemesraan mereka di depan orang lain. Mereka sadar kalau mereka belum terikat. Hal itu menghindari segala kemungkinan yang terjadi.
Sinta: "Nanti matanya lompat lho Bang."
Adrean: "Biarin lompat cari yang ada dalam baju mu."
Sinta: "Dasar mesum."
Adrean: "Sebentar aku bayar dulu."
Sinta: "Tunggu, berapa harga gaun tadi?
Adrean: " Kenapa?"
Sinta: "Aku gak ingin kamu ngeluarin uang yang sangat banyak. Mending buat bantu orang."
Adrean: "...... (hanya tersenyum tipis)
Sinta: ".....(Deeeg)
Karena senyuman Adrean yang tipis itu membuat jantung Sinta berdegup kencang. Bagaimana tidak jarang sekali Ia tersenyum. Adrean selalu menunjukkan keseriusan dalam segala hal.
Hati Adrean sangat senang memiliki pendamping hidup yang sangat baik. Ia selalu membantu orang yang kesusahan. Selama diluar negeri Ia tahu dari Brian kalau pujaan hatinya selalu mengirim uang ke sebuah panti tiap bulan, walaupun ia sendiri membutuhkan uang itu.
Adrean mengajak pujaan hatinya makan siang. Sinta memilih makan ditepi jalan. Adrean terkejut, Adrean sendiri juga sering makan di kaki lima. Makan di rumah jika ada di rumah. Mereka makan di rastoran atau cafe jika bertemu dengan clien.
Selesai makan Mereka pergi ke kantor Adrean. Ia tak ingin Sinta Pergi, Adrean pun mencari-cari alasan. Ia menyelesaikan pekerjaannya dalam hitungan menit. Ia kemudian menatap Sinta, ia berfikir betapa beruntungnya dia mendapatkan gadis yang cantik dan baik hati.
Sinta yang merasa ditatap pun mulai bertanya.
Sinta: "Mas ada apa?"
Adrean kaget dengan pertanyaan Sinta.
Adrean: "Gak ada apa-apa. Aku cuma lihat tukang sayur."
Sinta: "Ya udah kalau sudah selesai tukang sayurnya balik dulu ya?"
Adrean: "Ngapain buru-buru?"
Adrean berjalan mendekati Sinta yang dufuk di sofa. Adrean akhirnya duduk di sebelah Sinta. Saat pamitan keseimbangan badannya kurang. Sinta terjatuh di pangkuan Adrean. Mereka saling tatap mata.
Ia bilang kalau Sinta capek. Apa yang dibilang Adrean mimang tidak salah. Ia akhirnya di minta tidur di ranjang Adrean yang ada di sebelah kanan dalam ruangan Adrean.
Adrean: "Capek tu kamu, istirahatlah di kamarku."
Sinta: " Baiklah."
Adrean: "Jangan di kunci pintunya." (Ia tersenyum tipis).
Adrean: "Sebentar lagi aku susul."
Sinta: "Dasar mesum."
Sinta berkata dalam hatinya kalau dia percaya Adrean tidak akan melakukan apapun sampai saatnya tiba. Cinta sejati akan percaya pada pasangan, dan akan menjaga kasucian cinta pasangan itu. Ia teringat kejadian di hotel saat itu. Adrean tidak melakukan apa pun yang merusaknya. Ia yakin bahwa Adrean akan menjaganya dengan nyawanya.
Sinta pergi tidur di ruangan tidur Adrean. Saatnya menjemput Mentari dari sekolah. Adrean melihat Sinta yang sedang terlelap. Sempat ia mengelus pipinya yang halus. Adrean kemudian keluar ruangan sendiri.
Sekretaris melihat Sang Bos pergi ke luar sendiri. Hatinya bertanya kenapa ia pergi sendiri dimana Wanita yang bersamanya. Mereka melakukan apa ya? Tak lama Sekretaris itu masuk ke ruangan Adrean. ia melihat tidak ada siapapun. Kemudian ia membuka kamar Adrean. Pikirannya mereka telah melakukan hubungan intim.
Sekretaris itu akhirnya keluar. Dalm pikirannya Atasannya itu mudah digoda, dibalik sifat dinginnya.
Adrean yang menjemput Mentari telah sampai di sekolah. Mentari memang hari ini ada kegiatan ekstra di sekolah jadi pulangnya telat. Sebelum menjemput Mentari, Adrean sudah memberi kabar pada Bundanya.
Sinta terbangun kaget melihat jamnya. Mentari pasti kelamaan nih menunggu ku bisik Sinta. Saat keluar ruang tidur Sinta sudah tidak melihat Adrean.
Kemana ini Mas Adrean, kayak jalangkung ngilang begitu saja kata Sinta lirih. Ia berjalan keluar ruangan. Tatapan mata Sekretarisnya itu tajam padanya. Sinta tidak mempedulikan siapapun.
Di tempat parkir ketika akan membuka pintu mobilnya sunggah sangat terkejut mendengar panggilan yang tak asing. Sinta mendekati mentari dan memeluknya. Adrean mengajak keduanya masuk ke ruangannya dulu.
Adrean akan mengajak Mentari foto pre-weding. Itulah tujuan Adrean menahan Sinta yaitu melepas rindu padanya karena mereka jarang bertemu. Ia juga sudah mulai sibuk dengan perusahaan milik Bundanya.
Adrean sangat menyayangi Sinta dan Mentari. Ia juga ingin mereka berdua saling menyayangi. Pilihannya sudah tepat, Sinta sangat menyayangi Mentari seperti adik kandungnya sendiri. Jika punya anak kelak Ia bisa memberikan kasih sayang pada anaknya karena sifat penyayang Sinta.
Mentari juga sangat sayang pada Sinta.
Selama Bundanya hamil Ia bahkan bersama Kakaknya itu. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Sebenarnya Bunda ingin bermain bersama Mentari seperti biasanya. Kandungannya kali ini memang tidak bisa diajak berkompromi.
Adrean pergi ke Butik lagi di sana Mentari yang menjadi ajang model. Sama halnya ia dikerjai. Ujung-ujungnya ia mencoba gaun yang coba Adrean buat bersama desainer terkenal yang sama. Mentari marah-marah.
Mentari: "Hai Pangeran kodok!!! Sebenarnya apa maksudnya ini? Semua pakaian sudah ku coba tapi bagi mu semua tak cocok."
Adrean: "Belum semua Tuan Putri. Masih ada yang belum kau coba."
Mentari: "Sudahlah aku capek. Semoga saja Permaisurimu itu sabar menghadapimu."
Sinta hanya tersenyum, melihat kelakuan keduanya. Gaun Mentari mirip sekali dengan Sinta. Indah sekali teriak Mentari
Selesai dengan Gaun Mentari semua menuju lokasi foto Prewedding. Arean samgat tampan begitu juga dengan Sinta dan Mentari sangat cantik. Semua sudah siap tapi ternyata ada keributan kecil antara Sinta dan Mentari. Mereka ingin berfoto belakangan. Akhirnya Mentari bilang "yang jadi penantin itu kakak atau aku?" Teriak Mentari.
Adrean mendesah dengan kerasnya. Karena kelakuan kakak beradik itu. Kemudian Ia memukul keningnya. Saat Tari benar-benar marah Sinta mulai mengalah. Akhirnya Andrean berfoto dengan Sinta terlebih dahulu kemudian sampai juga berfoto ketiganya.
Waktu menunjukkan sore hari. Mereka langsung pulang kerumah. Dalam perjalanan Mentari yang ceria bercerita banyak hal. Sampai-sampai telinga ke dua kakaknya gosong.
Sampai juga di ke diaman. Mentari terlihat sangat capek. Seharian ini dia belum sempat istirahat tapi hatinya sangat senang.
"Tuhan terimakasih kau telah memberiku kakak-kakak yang sangat baik dan pengertian. Lirihnya.
Sinta dan Mentari segera membersihkan diri. Mereka langsung merebahkan tubuhnya. Tak lama mereka pun terlelap dengan mimpi masing-masing.
__ADS_1
Waktu sudah saatnya makan malam. Ayah dan Bunda menunggu di ruang makan. Mentari dan Sinta akhirnya turun menuju meja makan. Ekspresi mereka sangatlah senang.
Makan malam telah usai. Kini Mentari dan Sinta berada di ruang kekuarga. Mereka mengobrol banyak hal. Tugas sekolah Mentari mulai di kerjakan di ruang belajar dengan ditemani kak Sinta.
Akhirnya selesai tugas Mentari. Mereka menuju kamar masing-masing. Mentari langsung tidur di kamarnya. Sinta sambil merebahkan tubuhnya di ranjang memainkan ponselnya. Tiba-tiba ponsel bergetar tanda ada pesan masuk.
Adrean: " Pemisi, ada orang?"
Sinta: "Gak ada."
Adrean: "kalau gak ada kenapa ada pesan balasan."
Sinta: "Mungkin kuntilanak."
Adrean: " oh ya ini jalangkung datang lho."
Sinta: "ya dah kalau sudah datang biasanya pergikan?"
Adrean: Ya, aku akan pergi setelah menyampaian bahwa besuk aku akan menjemputmu.👍
Tanpa di balas akhirnya Sinta meneruskan pekerjaannya hari ini.
Di ruang kerja Ayah dan Bunda membicarakan pekerjaan Sinta. Bunda sangat senang dengan hasil kerja Sinta. Ayah pun berpikir kalau jiwa bisnis keluarga menurun padanya.
Di rumah Adrean sedang menerima telp. dari sahabatnya Briyan. Briyan akan tinggal di negara A tempat tinggal Adrean. Briyan akan menyerahkan kewajibannya pada Adiknya. Briyan harus mengantarkan Ayahnya berobat ke negara A. Adrean juga sudah tahu tentang penyakit Ayah Briyan. Adean memakluminya.
Malam itu juga orang suruhan Adrean yang diminta menyeludiki Dodi minta bertemu di kantor besuk. Dalam sehari bisa mengungkap sesuatu ternyata cepat juga kerjanya. Pikir Adrean. Tapi tidak secepat Briyan.
Pagi hari pun datang. Mereka sudah siap dengan tugas masing-masing. Sarapan di meja makan sudah di siapkan oleh para bibi. Keluarga Tuan Richat mulai sarapan dengan lahap. Selesai sarapan mereka berbincang sedikit.
Mentari: "Kakak aku diantar ayah saja. Mobilmu kan di kantor Abang."
Sinta: "Ok."
Mentari: "Kakak gak sekalian ikut? kalau gak ikut mau terbang apa?"
Sinta: "Aku gak terbang sayang, aku di antar sama tukang baso. Dasar kamu itu usilnya mulai."
Ayah: "Bareng sama Om saja Sinta."
Sinta: "Gak usah Om makasih, nanti Adrean yang jemput sekalian ambil mobil.
Mentari: "Parah, Abang Ganteng dibilang tukang baso."
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. Mentari berangkat bersama Ayah. Sinta menunggu Adrean, tak menunggu lama Ia pun muncul. Mereka berangkat bersama.
"Ayah dan Bunda gimana kabarnya?" tanya Adrean.
"Kenapa gak lihat sendiri saja!" Jawab Sinta.
Mendengar jawaban Sinta, Adrean pun langsung terdiam. Saat perjalanan mereka membisu tanpa suara.
Mereka turun di tempat parkir. Sinta langsung melajukan mobilnya setelah berpamitan pada Adrean. Adrean berjalan melewati sekretarisnya. Tanpa sengaja Sekretaris Adrean melihat cincin tunangan atasannya.
Adrean sudah duduk di kursi kebesarannya. Ia meminta sekretarisnya untuk meminta berkas yang harus ditandatangani. Ia berpesan pada sekretarisnya kalau ada yang mau bertemu bernama King dimainta langsung masuk.
King akhirnya datang. Ia memberikan sejumlah informasi mengenai Doni. Doni ternyata adalah seorang mahasiswa juga seorang pengusaha. Ia seorang pleboy dengan banyak pacar. Penguasa dengan saham yang sangat jauj berbeda. Adrean walaupun baru sebagai pengusaha di negeri ini ia sudah memiliki saham lebih dari 50%.
Setelah memberikan informasi King pun undur diri. Adrean berencana akan pulang ke rumah Ayah dan Bundanya besuk malam. Mau nikah aja serepot ini.🙉🙉🙉
Sebelum berangkat ke nagara A Brian menyelesai urusannya dengan Paman dan sepupunya Sinta. Ia mengancam kepada mereka jangan pernah mengganggu Sinta. Tanda tangan perjanjian di atas materai dilakukan keduanya, termasuk kepemilikan saham orang tua Sinta. Siapa yang tidak kenal Brian pengusaha yang berdarah dingin. Semua orang takut padanya terkecuali Adrean.
Adrean pulang dari kantor menemui sang ibu. Ia bertanya mengenai pernikahannya dengan Sinta. Sang ibu juga menjawab sebaiknya tanyakan dulu pada Ayah dan Bundanya. Akhirnya Adrean memutuskan pergi ke rumah sakit besuk malam mengajak Ibunya.
Adrean belum memiliki Asisten Pribadi jadi dia harus mengurus semuanya sendiri. Buat dia gak semua orang bisa dipercaya. Dia sangat hati-hati dalam tindakannya. Di setiap perusahaan Ia sudah memiliki mata-mata. Mereka bekerja dengan bayaran yang tidak sedikit.
Hari ini hari Minggu semua ada di rumah. Kandungan tantenya sudah satu bulan lebih. Pagi ini Sinta mengajaknya jalan-jalan. Paling heboh Mentari. Ia tidak ingin ketinggalan kalau soal jalan-jalan.
Mereka keluar rumah menuju taman komplek perumahan. Tak satupun mengenal mereka. Mereka duduk di sebuah kursi taman karena sudah merasa capek. Bunda melihat penjual cilok yang ramai sekali pembeli. Bunda minta dibelikan cilok, tapi cilok yang pembelinya memiliki potongan rambut seperti kulit semangka. Potongan rambut yang ada alurnya.
Sinta, Ibu, dan Mentari memanggil tukang cilok yang lewat.
Sinta: "Bang ..... bang.... Ciloknya Bang
Bang Cilok: "Beli berapa non?"
Bunda: "Tapi Bang, boleh buka topinya dulu? saya mau lihat bentuk rambut Abang."
Bang Cilok: "Maaf non tidak bisa."
Bunda: "Gini aja deh Bang, nanti kalau sesui dengan kriteria saya, tak borong deh semua ciloknya. "
Bang Cilok: "Maaf non kamu mau beli cilok atau mau cari artis buat model rambut.
Akhirnya dengan rasa marah juga Abang Cilok membuka topinya. Ternyata Abang Ciloknya gundul. Mentari dan Sinta malu sekali dengan tingkah Bundanya. Tapi ya apa boleh buat biar calon Adiknya gak ileran.
Waktu sudah sangat siang. Mereka kembali ke rumahnya. Ayah terlihat sedang memainkan ponsel di ruang keluarga. Setelah membersihkan diri, Bunda menemui sang Ayah. Ayah bilang sama Bunda kalau Adrean akan datang nanti malam bersama Ibunya untuk membicarakan pernikahannya dengan Sinta.
Malam ini Adrean datang bersama Ibunya. Mereka membicarakan tentang pernikahan Adrean dan Sinta seperti apa yang telah direncanaka.
Sang ibu hanya menurut baiknya saja. Akhirnya mereka sepakat dalam minggu ini. Walaupun seperti itu tetap saja aktivitas seperti biasa saja. Undangan sudah tersebar pada semua kerabat maupun kolega kerja mereka. Penjagaan semakin diperketat termasuk keselamatan seluruh anggota keluarga.
Akad nikah akan dilaksanakan di kediaman Tuan Richat. Pesta akan dilaksanakan di hotel milik Adrean.
Undangan juga telah sampai pada Briyan, Aldo, dan Erika. Adrean meminta bantuan pads Briyan juga masalah keamanan waktu pernikahannya. Adrean hanya percaya pada Briyan.
Waktunya sudah tiba. Kini pernikahan akan berlangsung. Ijab kobul hanya dihadiri oleh seluruh anggota keluarga. Kata sah akan segera didengar dari para saksi.
Sinta bagitu cantik dengan riasan dan pakaiannya. Mentari juga terlihat cantik tidak kalah dengan bunda yang sedang hamil juga begitu cantik. Umur kandungan bunda tepat 2 bulan. Hari ini entah kenapa Bunda tidak merasa mual-mual.
Adrean sudah menunggu di ruang bawah. Sinta akhirnya keluar juga. Adrean yang melihatnya sampai terhipnotis. Penghulu yang menikahkan mereka sudah melaksanakannya. Akhirnya terdengar kata sah dari para saksi.
Usai ijab kobul semua langsung menuju gotel. Tak diragukan lagi hotel ini sangat mewah dibandingkan dengan hotel lainnya yang ada di negara ini. Pelayanannya juga tak diragukan.
Sinta Masih harus mengganti pakaiannya. Begitu juga dengan Mentari dan Bunda. Setelah selesai mereka langsung menuju hotel.
__ADS_1
💗💗💗💗💗💗