Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
Bab 109. Si Hidung Merah 84


__ADS_3

Biarpun lirih tapi Alfian masih bisa mendengar dengan jelas. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua.


Mommy masih sibuk untuk mempersiapkan semuanya. Alfian menghampiri mommynya dengan perasaan yang tak enak.


"Mom butuh bantuan ku?" Tanya Alfian.


"Tidak untuk sekarang." Jawab Mommy.


" Ya udah kalau gitu aku mau ke kamar ku dulu." Pamit Alfian sambil berbalik.


"Aaaaawww Mom sakit." Teriak Alfian merasakan sakit daun telinganya akibat dijewer oleh sang Mommy.


"Dasar anak kurang sambel, itu semua taruh di mobil!" Perintah Mommy.


"Iya. Aku taruh di mobil." Jawab Alfian.


"Gak jewer telinga lagi kenapa sih Mom, aku kan udah gede." Gerutu Alfian dengan membawa barang-barang yang akan dibawa ke rumah calon mertuanya.


"Apa-apa an kalian ini dari tadi ribut mulu. Cepat sana siap-siap! Perintah Deddy.


"Ok. Bos." Jawab Alfian sambil posisi tangan menghormati.


"Iya sayang." Jawab Mommy berjalan mendekati suaminya dan tiba-tiba cubitan di dagu suaminya spontan.


"Mommy, dasar genit!" Teriak Deddy berlari mengejar istrinya menuju kamar.


"Emang kenapa? Gak boleh genitin suami sendiri?" Tanya Mommy.

__ADS_1


"Nanti kalau ada yang berontak gimana Mommy?" Tanya Deddy yang masih mengekor.


Mommy mengambil handuknya kemudian menuju kamar mandi. Deddy yang dari tadi mengekor istrinya terkejut karena tiba-tiba pintu kamar mandi ditutup dengan keras. Mommy yang menutupnya pun tak memperhitungkan keberadaan suaminya.


Deddy merasakan sakit pada hidungnya akibat benturan atau mencium daun pintu kamar mandi. Ia mengelus-elus hidungnya karena sangat merah.


Mommy melihat Deddy duduk di tepi tempat tidur sambil mengelus hidungnya tanpa merasa bersalah. Kalau di kasih perhatian biasanya Suaminya akan meminta lebih. Hingga dibiarkan saja lah suaminya mengurus hidungnya itu sendiri.


"Mommy gak itung-itung saat nutup kamar mandi. Ini hidung mancung sangat berharga. Nanti kalau ini hidung sampai panjangnya berkurang lihatlah nanti Mommy ada hukumannya." Ancam Deddy sambil menahan sakit.


"Deddy siapa suruh sejak tadi ngekor terus di belakang. Katanya tadi suruh segera siap-siap. Nanti keburu malam." Kata Mommy membela diri sendiri.


Deddy masih menahan rasa sakit di hidungnya. Warna hidungnya sangatlah merah akibat benturan dengan daun pintu.


Deddy pun segera mandi dan memakai pakaian yang disiapkan oleh istri tercintanya. Ia melihat di seluruh sudut ruangan mencari keberadaan istrinya. Tetapi bayangan istrinya pun tidak nampak.


Deddy dan Alfian keluar kamar bersamaan. Kali ini mereka berdua tampak sangat tampan dari biasanya.


"Kalian ini seperti wanita, lama banget acara berias juga ya? Tanya Mammy.


"Mommy kita-kita ini kaum laki-laki seperti Deddy dan Anak mu yang paling ganteng ini gak perlu pakai acara berias juga udah keren, dan ganteng." Jelas Alfian yang panjang sekali dengan narsisnya.


"Bener itu Al." Bela sang Deddy dengan menepuk pundak anaknya.


"Haduuuh, kalian ini bisa ilangin narsis kalian kah?" Tanya Mommy.


"Udah ayo berangkat sekarang, melayani perkataan kalian ntar gak akan ada habisnya.

__ADS_1


Mereka masuk dalam mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama. Deddy berjalan terlebih dahulu membukakan pintu untuk istrinya di kursi penumpang. Deddy pun akhirnya masuk juga dan duduk di samping Sang Istri.


Alfian masih berdiri tegak seperti patung. Ia tak beranjak dari tempatnya.


"Kok cuma bengong?" Tanya Mommy.


Alfian mengusap wajahnya kasar. Ia kemudian berjalan mendekati kedua orang tuanya. Ia pun ikut masuk di kursi kemudi.


"Kalian ini orang tua yang berakat nganterin aku, apa sebaliknya." Hardik Alfian.


Kedua orang tua Alfian hanya tersenyum penuh kemenangan. Berangkat menuju rumah Besan akhirnya Alfian sendirilah yang mengemudi.


"Udah deh kelihatan jelek kalau pasang muka masam kayak gitu sayang." Kata Mommy.


"Seumur-umur baru kali ini disopirin anak sendiri." Kata Deddy.


"Ngomong-ngomong itu yang panjang kenapa?" Tanya Alfian mengalihkan pembicaraan setelah melihat cermin yang ada di atas kursi depan.


"Kayak terong dicabein." Lanjutnya.


"Itu mah judul lagu." Kata Mommy.


"Iya maksut aku itu itu hidung kok merah gitu? Tanya Alfian.


"Mommy tadi ganas waktu di kamar." Jelas Deddy.


Mendengar itu Alfian hanya menggelengkan kepala. Ia pun fokus mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Haduuuh, belum juga apa-apa ini telinga udah dinodai sama kalian. Ingat aku ini masih perjaka kalau kebelet Gimana coba?" Protes Alfian.


__ADS_2