
Tanpa menunggu lama mesin motor itu dinyalakan kembali. Ia hendak membawa motor itu pergi.
"Mau kemana?" Tanya Tari.
"Pulang." Jawab Alfian singkat.
"Enak aja. Nanti aku pulangnya gimana dodol?" Tanya Tari.
"Gue jemput." Jawab Alfian sambil berlalu.
Penampilan acak-acakan karena membonceng motor dengan kecepatan yang tidaklah pelan membuat perhatian semua mahasiswa di sana. Tari pergi menuju ke kamar mandi untuk merapikan penampilannya.
Gadis ini memang mahasiswa baru di kampus ini. Ia belum memiliki teman apalagi sahabat.
Mentari mendaftar dikampus ini pun sendirian waktu itu. Ia hanya berbekal oleh surat-surat dari sekolah asalnya karena memang sangat pintar dan cerdas.
Teman Alfian yang lah yang ia kenal. Seorang laki-laki yang terkenal dengan sifat casanofanya.
Ceklek
Pintu kamar mandi dibuka perlahan. Seorang gadis yang berpenampilan cantik dan kini sudah rapi kini berjalan dengan memeriksa tas yang ia bawa sekarang membuatnya tanpa sengaja menabrak seorang gadis yang dikenal Primadona kampus.
Hal itulah yang membuat gadis itu sombong apalagi ia dikenal kaya membuatnya semakin sok berkuasa di kampus ini. Kata-kata pedas selalu keluar dari mulutnya pada seseorang yang tidak ia sukai.
Mahasiswa yang dianggapnya berulah selalu kena teguran dari pihak kampus biarpun mereka tidak bersalah. Paling parah harus DO dari kampus itu.
Sungguh disayangkan kalau harus DO dari kampus itu. Masuk kampus itu saja buat mereka sangatlah susah.
Bruuk
Suara Gadis itu menabrak gadis yang ditakuti di kampus itu.
"Mata elu kamu taruh di mana?" Tanya salah satu mahasiswi di kampus itu.
"Sial! Berani cuek dengan aku." Kata Mahasiswi itu menghentakkan kakinya selepas kepergian gadis itu.
Mahasiswi itu memang sengaja mencari-mencari kesalahan Tari sejak melihat Alfian dekat dengannya sejak pendaftaran dulu. Tari tidak mempedulikan semua mahasiswa itu.
Gadis itu menganggap semua perkataan Mahasiswi itu angin lalu. Terus saja Ia berjalan menuju fakultas tempatnya ada kuliah pagi ini.
Kecantikan gadis ini membuat semua mahasiswa di kampus ini ingin dekat dan kenal dengannya. Apalagi Ia sangat ramah pada semua orang tanpa memandang status orang itu.
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕💕
Seorang pemuda dalam perjalanan menuju rumah gadisnya sedang menaiki motor dalam keramaian kota. Ia mengendarai motor itu dengan kecepatan sedang membelah ramainya jalanan kota.
Thin Thin Thin
Suara klakson dari sebuah motor metic yang kini dikendarai pemuda itu. Akhirnya penjaga keamanan membukakan pintu mobil gerbang rumah yang Sang Gadis sekarang.
Alfian tanpa ragu-ragu langsung menuju tempat parkir dimana biasanya motor itu berada. Ia meninggalkan motor itu beserta helm yang mereka kenakan tadi.
"Tuan & Nyonya sudah berangkat?" Tanya Pemuda itu saat berjalan menuju taman samping rumah yang letaknya tidak jauh dari tempatnya memarkirkan mobilnya pada salah satu ART yang sempat mengekor di belakangnya dengan menundukkan kepala.
"Mereka berdua sudah berangkat." Jawab ART itu dengan sopan.
"Tuan mau minum apa?" Tanya ART yang masih muda itu lagi.
"Gak usah repot-repot. nanti kalau aku butuh apa-apa aku akan panggil." Jawab Alfian cuek.
Begitulah pemuda itu, hanya pada orang wanitanya saja ia bisa ramah. Padahal ART tadi memiliki paras yang cantik.
Annisa nama ART yang bekerja di rumah itu. Kehidupan kesehariannya sama seperti Sang Tuan Rumah hanya saja ia tidak seberuntung Mentari.
Alfian kini duduk-duduk di bawah pohon mangga yang dulu pernah ada sebuah memori bersama ketiga kurcaci kecil di keluarga ini. Hanya sendiri ia menikmati segarnya udara pagi. Waktu memang masih pagi menjelang siang.
Benda pipih yang ditaruh di meja tepat di depannya kini bergetar saat sang pemilik memejamkan mata. Ia menutup matanya bukan karena tidur akan tetapi merasakan kedamaian pada dirinya saat ini.
Mata itu kini telah terbuka dengan segera ia melangkahkan kakinya untuk menjemput pujaan hatinya. Mobil yang ia parkir tadi pagi masih ditempat yang sama.
Tap-tap-tap
Terdengar derap langkah yang begitu terburu-buru menuju depan rumah dimana mobil itu terparkir manis di sana. Ketiga anak laki-laki beberapa menit yang lalu mengamati mobil itu penuh dengan rasa kagum.
Braak
Salah satu dari laki-laki itu menabrak Alfian dengan kerasnya. Ya itu karena ia terlalu memperhatikan mobil yang terparkir di depan rumah mereka.
Aaaah
Keluhnya saat itu karena merasakan sakit. Kebenarannya ia tidak merasakan sakit itu karena memang tubuh mereka selalu dilatih dengan berbagai macam olah raga yang bisa meningkatkan ketahanan tubuh.
"Maaf." Kata Alfian.
__ADS_1
"Aku kali Kak yang minta maaf." Balas Daffa sambil cengar cengir dengan mengamati mobil calon kakak ipar.
"Lho kalian bolos?" Tanya Alfian yang memang hari ini memang jam sekolah belum usai.
"Gak mungkin kali Bang, kita kan anak baik lebih baik lagi anak sholeh." Jawab ketiga anak laki-laki itu bersamaan sambil tertawa renyah.
"Abang sendirian?" Tanya Axel penasaran.
"Hem." Jawab Alfian singkat.
"Kakak ku mana? Tanya Garda.
"Aduh dasar kakak durhaka sama calon suami. Masak lakinya ditinggalin sendirian." Cerocos Axel sebelum Alfian menjawab pertanyaan Garda.
"Itu mobil Abang?" Tanya Daffa yang sejak tadi memperhatikan mobil itu dengan penuh kekaguman."
"He'em." Jawab Alfian sejak tadi yang sebenarnya sejak tadi ingin melangkahkan kaki keluar dari rumah itu.
"Wah, pinter dong kakak ku cari laki. Masih muda udah sukses lagi udah punya mobil mewah." Puji Daffa.
"Limited edition." Kata ketiganya bersamaan.
"Bukan itu gerobak." Sanggah Sang pemilik merendahkan diri.
"Iya Gerobak Cinta." Jawab ketiganya bersamaan.
"Setahu aku sih mobil abang ini gak pernah dipakai atau pun orang lain naik ke mobil itu tu." Jelas Axel dengan menunjuk gerobak cinta itu dengan dagunya.
"Hanya kakak ku seorang yang pernah naik itu mobil." kata Garda menjelaskan.
"Udah abang mau cabut dulu. Ok." Kata Alfian dengan tergesa-gesa sedikit berlari meninggalkan ketiganya.
"Lho kok tergesa-gesa? kakak ku kan belum pulang." Tanya Daffa.
"Ini mau jemput." Jawab Alfian sambil lalu.
Bukannya tidak mau berbincang dengan mereka tapi jika lama-lama Alfian bersama mereka bertiga bisa bikin frustasi dengan kegilaan mereka. Tingkah mereka yang selalu bikin ulah untuk ngerjain dirinya.
Pemuda itu pun langsung menyalakan mesin gerobak cintanya. Gerobak itu pun melaju dalam keramaian jalanan kota.
Banyak diantara pengguna jalan yang memperhatikan gerobak itu karena terpesona. Mobil yang hanya dimiliki oleh para miliuner.
__ADS_1
Saat ini memang waktu padatnya aktivitas jalan tidak jarang mengalami kemacetan. Entahlah hari ini jalan terasa lancar-lancar saja.