
Sebuah tempat yang selalu tertutupi oleh awan hitam, berkabut dan letaknya diantara beberapa gunung yang menjulang tinggi.
Setiap saat tempat itu terasa seperti malam hari saja.
Ya, tempat itu adalah Lembah Bayangan yang merupakan tempat persembunyian dari Pasukan Bayangan.
Dalam satu ruangan seorang pria terbaring tak sadarkan diri.
Ia mengalami luka yang sangat fatal karena kehilangan dua lengannya dalam pertarungan melawan 'si akhir'
Pria itu tak lain adalas salah satu Kapten Red Eagle, Sakazaki Ryusuke.
Setelah lolos dari Aera, Ryusuke telah pingsan selama 5 hari.
"Tok... tok... tok..." terdengar suara orang mengetuk pintu.
"Masuklah..." jawab Yui, ahli medis yang menjaga Ryusuke.
Seorang gadis masuk dari balik pintu dengan membawakan beberapa obat dan tentu saja infus, gadis itu adalah Aihara 'si ahli medis' dari Pasukan Bayangan, "Bagaimana perkembangannya?"
"Dia masih belum mampu membuka matanya tapi ku yakin hal itu terjadi karena ia merasakan rasa sakit yang teramat luar biasa..." jelas Yui.
"Itu wajar saja!! Dia kehilangan kedua lengan dan kalau saja dia terlambat mendapatkan pertolongan ku yakin nyawannya sudah tak ada lagi..." ucap Aihara yang kemudian mengganti infus Ryusuke.
Gadis dari Pasukan Bayangan itupun hendak keluar ruangan, "Kalau terjadi perkembangan segera kabari aku..."
__ADS_1
"Ya, terima kasih!! Aku ingin tau kenapa kalian terlalu baik pada kami..."
Aihara tersenyum, "Entah mengapa sepertinya Red Eagle dan Pasukan Bayangan memiliki suatu hubungan yang tak dapat dijelaskan..."
"Baik Red Eagle atau Pasukan Bayangan seperti saudara saja jadi wajar saja kami membantu kalian..."
"Dan juga kami terutama aku tak bisa melupakan jasa kalian selama melawan salah satu Penjaga, Yusami Haido..." ucap Aihara.
Yui juga membalas dengan tersenyum, "Kejadian itu sudah lama sekali dan bahkan kami hampir lupa..."
Dulunya Yui dan Aihara secara kebetulan terlibat insiden melawan salah satu dari 12 Penjaga Yusami Haido (S3)
*****
Aihara keluar sementara itu Yui kembali berjaga menunggu kesadaran kembali Ryusuke.
Lalu sebuah keajaiban atau karena Ryusuke mendengar harapan semua orang yang khawatir padanya, secara perlahan ia membuka matanya, "Ugh!!!! Dimana aku?"
"WAH...!!!!!" Dalam sekejap saja rasa sedih Yui hilang dan bergantu dengan keceriaan yang tiada dapat dijelaskan.
Iapun langsung keluar ruangan dan berteriak, "Hey, semuanya!!! Kemarilah, Ryusuke telah siuman!!!" Setelahnya ia kembali pada Ryusuke yang masih terbaring.
"Dimana aku?"
"Khihihi..." Yui tak menjawab, ia malah tersenyum lebar, "Saat ini kita ada dimarkas Pasukan Bayangan dan kau pasti sangat terkejut bila bertemu dengannya..."
__ADS_1
"Siapa yang kau maksud?"
"Kau akan segera tau..."
"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki yang sangat cepat mengarah ke ruangan Ryusuke.
"Kosuke Arashi 'si pengacau'..." ucap Ryusuke begitu melihat kemunculan rekannya.
Arashi tersenyum lebar, "Kami segera kemari begitu mendengar kau telah sadar..."
"Kami??"
"Oh, ya?" Arashi memuju pintu kembali, "Ayolah, jangan malu-malu!! Segera temui dia!!!" Ucapnya dengan menarik tangan seorang gadis yang bersembunyi dibalik pintu.
Gadis itupun melangkah secara perlahan karena ragu-ragu, ia merasa malu saat bertemu dengan Ryusuke.
Dilain sisi Ryusuke terdiam membisu tak dapat berkata-kata begitu melihat kemunculan gadis itu, "Apa aku sedang bermimpi?"
"Tidak, ini memang aku, kakak..."
Ryusuke tak bisa berkata-kata lagi dan iapun semakin tercengan dengan munculnya iblis kelas atas dari balik pintu.
"Hey, bocah!! Lama tak bertemu!!"
"Kau..."
__ADS_1
"Ya, aku adalah pemimpin kedua Pasukan Bayangan..." ucapnya dengan datar.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 985 : Tragedi Masa Lalu