Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1051 : Menuju Daerah Selatan


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Arashi menuju ke toilet dan tersesat tetapi setelah cukup lama berjalan dengan berputar-putar iapun menemukan jalan kembali ke ruangan sebelumnya, "Fiuh... akhirnya ku temukan juga jalan kembalinya..." ucapnya dengan ekspresi lega.


"Ya, ku kira aku akan terus tersesat dirumah ini sampai ada yang mencari dan menemukanku..." iapun berjalan dikoridor rumah.


Lalu dalam perjalanannya kembali Arashi yang memiliki insting tajam merasakan sesuatu, "Bau apa ini?" Ucapnya dengan mengendus, "Tidak salah lagi ini adalah bau darah..." iapun segera bergegas mengikuti aroma darah yang telah masuk ke hidungnya itu.


Bau darah itupun menuntun Arashi sampai ke sebuah ruangan dan Arashi berdiri tepat pada pintu masuk ruangan tersebut, "Bau darahnya ada didalam ruangan ini, jadi apakah aku harus memeriksanya?" Pikirnya yang ragu.


"Hmm... baiklah, akan ku lihat sedikit saja..." ucap Arashi dan secara perlahan ia membuka pintu tersebut, "Apa!!!!!" Sontak Arashi terkejut begitu melihat apa yang ada diruangan itu.


Ya, didalam ruangan itu terdapat seseorang yang terbaring dengan seluruh tubuh berbalut perban dari ujung kaki sampai kepala semuanya tertutup.


Ia diimfus dan dirawat secara intensif.


Meski ragu tapi Arashi melangkahkan kaki mendekatinya, "Jadi bau darah ini berasal dari dia yang tengah terluka, ya?" Ucap Arashi dan mengendus baunya, "Aromanya seakan tak asing bagiku tapi siapa dia?"


Arashi mengenal orang yang terbaring tak sadarkan diri itu akan tetapi karena ia tertutupi oleh perban membuat Arashi tak mengetahui identitasnya, "Siapa dia?" Ia mencoba mengingat-ingat.


"Ku yakin dengan luka-luka seperti ini hampir seluruh tulangnya pasti patah..." ucap Arashi dengan menggigit ibu jarinya.


Darah mengalir deras dan Arashi memberikan pada orang itu lewat mulutnya, "Yah, akan ku gunakan elemen darah siapa tau dia sadar dan aku bisa mengetahui identitasnya..."


"Hmm... akupun juga ingin tau bagaimana ia bisa terluka separah ini..."


*


Sementara itu diruang bawah tanah.


"Jika Raja Pedang adalah senjata yang digunakan untuk penaklukan dan Cahaya Surga merupakan senjata pemusnah masal maka senjata yang ada dibalik pintu ini adalah senjata yang memiliki pertahanan mutlak..."

__ADS_1


"Ya, senjata ketiga bernama 'Perisai Harapan'..."


Pintupun terbuka dan Ryusuke seketika terbelalak ketika melihat apa yang ada didalamnya, "Inikah 'Perisai Harapan' itu?"


"Ya..." jawab Tuan Kaizo tanpa ragu.


Ruangan bawah tanah itupun ternyata sangat besar dan 'Perisai Harapan' berbentuk sebuah kubus raksasa dengan warna hitam pekat karena terbentuk dari kegelapan murni.


"Tap... tap... tap..." keduanya melangkahkan kaki maju.


"Besar sekali!! Jika dibandingkan dengan Raja Pedang dan Cahaya Surga ukurannya benar-benar berbeda..."


"Ya, tentu saja..." jawab Tuan Kaizo.


Ryusuke yang takjub pada salah satu senjata terkuat itupun berjalan mengitarinya, "Kau bilang padaku untuk membawa Perisai Harapan ke medan perang jadi bagaimana cara membawanya dan bagaimana cara menggunakannya?"


"Sesuai dengan namanya Perisai Harapan akan menjadi sebuah senjata sesuai dengan keinginan pemakainya..."


"Maksudku bila kau menginginkan sebuah pedang maka Perisai Harapan akan berubah menjadi pedang dan bahkan jika yang kau inginkan armour robot sekalipun Perisai Harapan akan tetap berubah bentuk sesuai imajinasimu..."


"Lalu yang terpenting lagi setelah menggunakan Perisai Harapan kau akan mendapatkan pertahanan mutlak dari serangan fisik dan kematian sekalipun..."


Ryusuke yang mengitari kubus hitam raksasa itupun cukup terkejut dengan penjelasan dari Tuan Kaizo, "Lalu dari sekian banyak petarung yang akan ikut serta dalam perang besar kenapa kau memilihku? Kenapa bukan Arashi?"


"Aku tak mungkin memilih bocah bodoh seperti Kosuke Arashi dan juga firasatku dia bagaikan si pembuat onar yang selalu menciptakan kekacauan lalu meski memiliki pertahanan mutlak sekalipun jika orangnya ceroboh dan sering lengah seperti dia maka sama halnya percuma..."


"Oleh karena itu aku memilih anda..." jelas Tuan Kaizo.


Ryusuke berjalan ke bagian bawah kubus hitam raksasa yang melayang itu, "Bukankah kau membenci Arashi?"


"Ya, itu juga salah satu alasan mengapa dia tak pantas menjadi pemegang Perisai Harapan..."


Ryusuke berada tepat dibawah kubus raksasa hitam itu dan begitu ia berada ditengah-tengah senjata terkuat itu, iapun meletakan telapak tangan, "Yah, aku tak peduli alasanmu yang jelas akan ku gunakan senjata ini untuk mengakhiri perang..." ucapnya dengan mengaliri energi pada kubus raksasa hitam itu.


Secara perlahan kubus raksasa hitam yang semula memadat berubah menjadi hancur seperti udara dan menyelimuti tubuh Ryusuke.


Kegelapan itupun memadat kembali dan menyusut lalu nampaklah Ryusuke dengan mengenakan syal putih dilehernya, iapun bergumam dalam hati, "Kekuatan sang pendiri, pedang dua elemen dan sekarang Perisai Harapan!! Aku telah memiliki kekuatan-kekuatan hebat dan membuatku tak terkalahkan..."


Tuan Kaizo mendekati Ryusuke, "Kenapa kau membentuk Perisai Harapan menjadi sebuah syal bukan senjata yang lainnya seperti armour rotot atau zirah tempur?"

__ADS_1


"Ya, itu karena syal menggambarkan kasih sayang orang-orang yang sangat selalu peduli padaku, aku menganggap syal lebih kuat dari armour apapun..."


Tuan Kaizo tak mengerti akan apa yang dikatakan Ryusuke, "Hah..." iapun menghembuskan nafas panjang, "Yah, aku tak peduli Perisai Harapan berubah bentuk jadi apa tapi yang jelas sekarang kau tak dapat dilukai oleh serangan apapun..."


"Entahlah, tapi aku akan menguji senjata ini dalam perang nanti..." ucap Ryusuke si pemegang Perisai Harapan.


Setelah mendapatkan kekuatan yang membuatnya tak dapat dilukai, Ryusuke dan Tuan Kaizo kembali ke ruangan atas lalu bergerak menuju ruangan Yui berada.


Keduanya secara perlahan membuka pintu ruangan dan Tuan Kaizo langsung terkejut begitu diruangan itu Arashi telah bersama orang yang selama ini telah dirawat.


"Bagaimana mungkin kau sembuh?" Ucapnya dengan rasa tak percaya.


"Ya, maaf telah membuat anda repot tapi ku ucapkan terima kasih karena peduli padaku dan aku bisa sembuh total karena Arashi memberikan elemen darah spesial..."


Tuan Kaizo akhirnya paham lalu Ryusuke bertanya, "Siapa dia?"


"Dia adalah Yume dan dia dulunya adalah penjaga perpustakaan di Aera..." jelas Arashi.


"Aku kurang mengerti akan tetapi kita tak punya banyak waktu lagi jadi kita harus segera pergi dari tempat ini dan segera bergerak menuju daerah selatan..."


"Siap...!!!" Jawab Arashi dan Yui serentak.


Sementara Yume memasang sorot mata tajam dan bergumam dalam hati, "Aku akan menghabisi para iblis sialan itu!!!"


Dalam kehebohan itu secara tak disadari oleh mereka, anak gadis kecil yang merupakan pedang hidup milik Arashi secara perlahan membuka matanya, "Ugh!!"


"A-ku Si-apa?" Gumamnya dengan suara pelan dengan terbata-bata.


Hari yang dijanjikan untuk perang hampir tiba!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1052 : Dia Yang Paling Beruntung


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2