
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Ketiga raja iblis yang masih hidup berkumpul.
"Dia sudah pasti hancur lebur..." ucap Guts 'sang raja iblis bumi'
"Dengan trick seperti apapun dia pasti sudah mati..." sahut Venom 'sang iblis otot dan tulang'
"Hah... hah... hah..." Leonidas 'sang raja iblis gempa' perlahan mengatur nafasnya setelah melesatkan serangan terhebatnya, "Aku sudah mengerahkan seluruh kemampuanku dan kita telah mengorbankan nyawa teman-teman kita jadi dia pasti sudah hancur berkeping-keping..."
Tiga raja iblis itupun sangat berharap bahwa Ryusuke telah kalah agar mimpi buruk segera berakhir akan tetapi dari hamparan tanah yang hancur Ryusuke perlahan bangkit dengan penampilan lusuhnya.
"Apa!!!!" Semua raja iblis dan pasukan mereka shock.
"Tidak mungkin..." pikir ketiga raja iblis itu yang tak mau mengakui apa yang dilihat mata mereka.
Ryusuke menepuk pundak kanannya untuk membersihkan debu yang menempel pada pakaiannya, "Kuat sekali!! Jika saja aku tak memiliki 'perisai harapan' ku yakin diriku sudah hancur lebur..." gumamnya dalam hati saat melihat kehancuran dari kekuatan Leonidas.
Ia berdiri tegak dan menatap ke arah ketiga raja iblis itu dengan sorot mata tajam.
"Dia akan kemari!!" Ucap Guts.
"Apa yang harus kita lakukan?" Ucap Venom dengan ekspresi geram.
Leonidas berkata, "Kita tak mungkin bisa bertarung lebih lama lagi karena setelah melalui pertarungan panjang energi kita mulai habis..."
"Baiklah, aku akan menghadang dia sementara kalian berdua larilah..."
"Apa maksudmu?" Guts tak mengerti apa yang dipikirkan Venom.
Venom tersenyum menyeringai, "Bukankah dua dari kita yang selamat lebih baik dari pada tidak ada sama sekali!!"
"Lagi pula aku nanti bisa dibangkitkan kembali..."
"Kami mengerti..." ucap Leonidas.
Disaat mereka bertiga berbicang-bincang dari kejauhan Ryusuke menggenggam erat pedangnya lalu melesatkan tebasan angin pemotong, "Sllash!!"
"WUUSS...!!" Angin pemotong melesat akan tetapi ketiganya dapat menghindar, "Jangan abaikan aku!!" Ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.
"Pergilah!!"
__ADS_1
"Semoga beruntung..." ucap Guts.
Leonidas dan Guts pergi akan tetapi Venom mengepalkan tangan penuh otot dan memukul permukaan tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!" Bongkahan tanah melesat melayang tinggi ke udara dan tercipta sebuah cekungan luas.
Semuanya tertutupi oleh dedebuan akan tetapi Ryusuke melesat dengan sangat cepat menerjang dedebuan begitu saja, "Sllash!!" Iapun memotong salah satu lengan Venom.
"Apa yang kalian rencanakan?" Ucap Ryusuke.
"Khehehe..." Venom tersenyum menyeringai dengan memulihkan lengannya yang terpotong menggunakan kemampuan regenerasi, "Tidak ada, kami hanya ingin mundur sejenak..."
"Tidak akan ku biarkan..." ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam dan iapun menggenggam erat pedangnya sehingga pedang tersebut terselimuti oleh kobaran api.
Venon memperbesar kepalan tinjunya dengan kemampuan memanipulasi otot-otot, "Hahahahaha... matilah kau!!" Teriaknya dengan melesatkan pukulan super besar.
"Sllash!!! Sllash!!" Ryusuke mampu menghindari serangan itu dan iapun balas dengan melesatkan tebasan-tebasan.
Ya, tubuh sang iblis yang mampu memanipulasi otot dan tulang itupun terpotong-potong lalu berubah menjadi abu.
Leonidas dan Guts berdiri tepat didepan 10.000 pasukan mereka.
Keduanya nampak sedih karena meninggalkan Venom dan mereka berdua memberikan perintah serentak, "Serang...!!!!"
"HIIAA...!!!" Pasukan yang berjumlah 10.000 itupun bergerak serentak maju.
Senju Rain tak tinggal diam dan iapun juga langsung memberikan perintah, "Mari berperang!!! Mari bebaskan kota Kronoz!!"
"Serang...!!!!!" Teriaknya dengan lantang dan pasukan yang terdiri dari 2.000 bangsa siluman itu bergerak maju.
Keenam anggota Red Eagle berkumpul lagi.
Daisuke dan Sena tak dapat lagi bertarung karena terluka sementara Senju Rain dan Akiru/Akaru tetap bisa melanjutkan perang karena memiliki kemampuan regenerasi.
"Sialan, kau, Arashi!!! Mengapa kau tak membantu Ryusuke? Dua raja iblis yang lainnya jadi lari..." ucap Akaru si sisi iblis sambil melesatkan tendangan pada salah satu musuh.
"Yah, jangan salahkan aku!! Salahkan diri kalian sendiri karena lemah..." Arashi malah membela diri dengan mengejek rekan-rekannya.
Senju Rain berkata, "Kita tak perlu mempermasalahkan mereka telah melarikan diri atau dibunuh pada akhirnya mereka juga akan kembali bangkit lagi..."
"Apa maksudmu?" Ucap Daisuke yang duduk santai meski dimedan perang.
"Sepertinya pihak musuh punya sebuah kemampuan atau taktik yang memungkinkan para raja iblis bisa kembali dari kematian..." jelas Arashi dengan entengnya.
"Apa!!! Kalau begitu perang ini sudah jelas akan dimenangkan para iblis itu!!" Sena 'sang dewa langit' terkejut.
"Benar, kita hanya dapat menang setelah membatalkan taktik mereka ini..." sahut Senju Rain serius.
Ryusuke dengan sebilah pedangnya menyerang musuh, "Mereka akan kembali dan kembali lagi akan tetapi aku akan terus menghabisi mereka..."
"Mengatakannya memang mudah tapi jika kita tak bisa menghentikan kebangkitan kembali para raja iblis itu pada akhirnya hanya kekalahan yang menunggu kita..."
__ADS_1
"Ingatlah kita bisa terluka dan energi yang kita miliki terbatas lalu yang paling penting kita hanya punya satu nyawa..." ucap Senju Rain dan semua setuju pada pendapatnya itu.
Yui dan Yume tiba dilokasi perang itu.
Yume segera ikut bertarung dengan mengalahkan satu persatu pasukan musuh sementara sebagai ahli medis Yui segera mengobati Daisuke dan Sena yang terluka.
Yui mengembangkan sepasang sayap cahaya dan dengan kemampuannya ia mulai melakukan pemulihan pada keduanya.
"Cantik sekali!!" Ucap Yugiri saat melihat sayap putih milik Yui.
"Hehehe... terima kasih" Yui yang fokus pada penyembuhan hanya bisa menjawab dengan senyuman.
"Siapa anak kecil ini?" Tanya Daisuke.
"Hmm... bingung menjelaskannya akan tetapi bisa dikatakan bahwa Yugiri merupakan pedang milik Arashi yang ditempa di Lembah Penempa Pedang..." jelas Yui dan semakin membuat Daisuke bingung
"Tak masalah siapa dia akan tetapi aku sudah melihat kekuatannya sewaktu bergabung dengan Arashi dan mereka berdua benar-benar kuat..." ucap Sena.
Ya, perang terbuka itupun benar-benar merepotkan karena jumlah pasukan musuh jauh lebih banyak.
Lalu tak butuh waktu lama Daisuke dan Sena pulih kembali setelah mendapatkan perawatan dari Yui dan keduanya siap berperang lagi.
Keduanya hendak meninggalkan si ahli medis dengan kekuatan naga suci itu akan tetapi hal yang sangat mengejutkan terjadi, "Zink!!!!!" Sang raja iblis kelas tertinggi muncul tepat dibelakang punggung Yui dengan kemampuan teleport dan ia langsung membekap mulut Yui.
"Apa!!!!!" Semuanya terkejut karena tak hanya kemunculan sang raja iblis tertinggi yang mendadak melainkan salah satu rekan mereka Yami/Yemi juga menampakan diri.
Yami/Yemi juga segera menjadikan Yugiri sebagai sandera.
Sang raja iblis kelas tertinggi yang muncul adalah Lindouw 'sang raja iblis kematian'
Para Red Eagle langsung saja melesat ke arahnya dengan niat mengambil kembali ahli medis mereka, "Sialan!!!!" Teriak mereka serentak.
"Hahahahaha... ku tunggu kalian semua dipanggung utama perang ini!!" Ucap Lindouw dengan tersenyum menyeringai lalu pergi membawa Yui menggunakan kemampuan teleport.
"Maaf..." Yami/Yemi juga pergi membawa Yugiri dengan kemampuan teleport, "Zink.
Ya, pada akhirnya Red Eagle yang lengah telah kehilangan ahli medis mereka dan telah kehilangan pedang segala elemen yang serba guna.
Mereka harus merebutnya kembali!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1074 : Kalian Majulah!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****