
Arashi sedang dikepung oleh para 'raja iblis' sementara itu sebuah pertarungan penting satu lawan satu juga tengah terjadi.
Ya, 'sang raja hutan' berhadapan dengan 'si jenius' dari Red Eagle.
Va'al dengan senyum liciknya berkata, "Ayolah, adikku!! Mengapa kita harus bertarung satu sama lain?"
Senju Rain menatap tajam, ia mengambil Tombak Poseidon dari punggungnya lalu menancapkannya ditanah, "Omong kosong!! Kalian telah menghancurkan kota tempat kami tinggal jadi aku punya alasan kuat bertarung denganmu..."
"Hahahahaha..." Va'al mengeluarkan sebilah pedang dari telapak tangan kanannya, "Baiklah, sepertinya kau tak akan mendengarkanku!!"
"Ya, meski aku dan kau sesama pewaris kekuatan hutan tapi akan ku tunjukan padamu perbedaan jauh antara kita..."
"Kita lihat saja..." ucap Senju Rain yang kemudian mengambil kembali Tombak Poseidon.
Keduanya berdiri tegak berhadapan dan siap bertarung satu sama lainnya.
"HIIAA...!!" Va'al meningkatkan energi dan memulai gerakan lebih dahulu, lengan kirinya terlapisi akar-akaran sehingga ukurannya berubah menjadi sangat besar.
Senju Rain menatap tajam dan bersiap menghadapi serangan lawan.
Lalu Va'al tanpa ragu melesatkan pukulan raksasanya itu, "Enyahlah!!!"
'Si jenius' menggenggam erat Tombak Poseidon dengan dua tangannya dan menahan serangan tersebut, "DYYEESS...!!!"
"Kau memilih menahan seranganku rupanya..." Va'al tersenyum menyeringai, "Bukankah itu tindakan bodoh?"
Va'al menekan lawannya sekuat tenaga dan hal itu membuat Senju Rain tak mampu lagi menahannya, "Sial..."
Ya, pada akhir tubuh Senju Rain dihantam tinju raksasa itu.
'Sang raja iblis hutan' secara perlahan mengangkat kepalan tangan raksasanya dan melihat kondisi lawannya, "Ho... tubuhnya hancur berkeping-keping, ya?"
Va'al lengah sejenak lalu secara mendadak dari tubuh Senju Rain yang hancur muncul sulur-sulur yang kemudian mengikat tubuh 'sang raja iblis hutan'.
"Sial..." gumam Va'al dalam hati.
__ADS_1
Sebuah bunga teratai tumbuh disamping Va'al dan bunga tersebut berkembang sangat cepat hingga kemudian mekar lalu Senju Rain keluar dari sana langsung menyerang dengan dengan menusukan Tombak Poseidon pada perut bagian samping 'sang raja iblis hutan', "Jlebb...!!!"
"Cih..." Va'al terlihat baik-baik saja meski tubuhnya dilukai dan iapun berkata, "Kita yang memiliki kekuatan hutan sudah bagaikan abadi saja jadi pertarungan ini terasa membosankan..."
Senju Rain terdiam dan tak menjawab ucapan Va'al itu, iapun menarik kembali Tombak Poseidon yang menancap tubuh lawan lalu melompat ke belakang.
"Kita berdua itu bagaikan dua pohon yang sama besar, tumbuh ditempat yang sama dan disaat yang sama pula..."
"Hal itu tak mungkin terjadi!! Salah satu diantara kita harus mati..." ucap Senju Rain menatap tajam, ia menggenggam erat Tombak Poseidon dan mengayunkan senjatanya itu.
"DYYEESS...!!!" Mendadak saja gelombang air muncul dari dalam tanah, gelombang tersebut perlahan menggulung-gulung bagaikan tsunami.
Va'al yang semua tenang berubah menjadi geram, "Sialan, aku baru menyadarinya bahwa senjata itu adalah pusaka lautan..."
'Sang raja iblis hutan' itupun memperkuat pijakan kedua kakinya dengan menumbuhkan akar-akar ke dalam tanah, "DYYEESS...!!!" Gelombang tsunami itupun menyapu segala yang dilaluinya termasuk Va'al.
Ya, semua hanyut terbawa oleh air akan tetapi Senju Rain sama sekali tak menurunkan kewaspadaannya, ia tau betul bahwa lawannya merupakan iblis tertinggi jadi meremehkannya adalah tindakan bodoh.
"Kami adalah sesama pewaris kekuatan hutan jadi bagaimana caraku untuk mengalahkannya?" Pikir Senju Rain.
"Apa yang akan dia lakukan?" Pikir Senju Rain dengan sikap waspada.
Rumput ilalang tumbuh semakin lebat dan besar bahkan dalam waktu yang singkat tingginya mencapai 20 meter.
Senju Rain yang waspada meningkatkan energi dan iapun mempertajamkan insting lalu berfikir keras untuk memperhitungkan langkah selanjutnya.
Tetapi sebelum 'si jenius' mendapatkan ide terlebih dahulu Va'al dalam wujud raksasa menyibakan ilalang tersebut dan tersenyum lebar, "Ketemu kau!!"
Va'al menembakan laser dari pusat kedua bola matanya dan hal itu membuat Senju Rain terkejut, "Sial..." Senju Rain menggenggam Tombak Poseidon dengan dua tangan lalu memutar-mutar bagaikan baling-baling untuk menghalau tembakan laser itu.
"Mampu menghindar, ya?" Va'al mengangkat kedua tangannya ke atas lalu menyatukan kedua kepalan tangan dan menghantam dari atas, "DYYEESS...!!!!" Hantaman tersebut begitu kuat sehingga tanah terhempas ke udara berserta Senju Rain.
"Kuat sekali!!" Gumam Senju Rain dalam hati yang sebagian tubuhnya hancur, ia segera memulihkan diri dengan regenerasi lalu menggenggam erat Tombak Poseidon dengan tangan kanan.
'Si jenius' memusatkan energinya pada satu titik sehingga ujung tombak terlapisi oleh pusaran angin pencabik, "HIIAA...!!!" Sekuat tenaga Senju Rain melemparkan senjatanya itu.
__ADS_1
Va'al mendongak ke atas dan disaat yang sama tombak tersebut melesat melubangi bagian kening kepala dan sukses menghancurkan kepala 'sang raja iblis hutan'.
"Tap..." Senju Rain mendaratkan kaki dipermukaan tanah secara perlahan, iapun menatap tajam lawannya.
Dilain sisi, tubuh Va'al yang bagian bawahnya berupa batang pohon menyerap energi yang ada didalam tanah sebanyak mungkin sehingga dalam sekejap saja kepala 'sang raja iblis hutan' yang sebelumnya hancur menjadi pulih kembali.
"Kau tangguh juga adikku..." ucap Va'al dengan sorot mata tajam pada Senju Rain.
Senju Rain waspada.
"Ya, aku ingin tau bagaimana caranya kau mengatasi yang ini?" Ucap Va'al dengan meningkatkan energi lalu diujung kedua tanduknya secara perlahan terkumpul energi kuat yang kemudian membentuk sebuah cero berukuran raksasa.
Senju Rain terkejut akan tetapi ia sama sekali tak panik, "Sial..." iapun mengambil langkah cepat dengan menancapkan Tombak Poseidon pada permukaan tanah lalu mengangkat kedua tangannya, "HIIAA...!!!!"
Kedua tangan Senju Rain terlapisi oleh kayu sehingga ukurannya juga berubah menjadi besar.
Va'al tersenyum menyeringai, "Kau ingin menangkap serangan ini, ya? Yah, kalau begitu coba saja!!" Ia pun tanpa ragu menembakan cere berukuran besar itu ke bawah.
Senju Rain berusaha menangkap bola energi itu dengan kedua telapak tangan kayunya akan tetapi hal itu percuma saja karena cero tersebut malah meledak, "DHHUUAARR...!!!"
Ledakan yang sangat besar terjadi dan karena berada dijarak yang sangat dekat dengan ledakan maka sebagian tubuh 'sang raja iblis hutan' hancur terbakar.
"Khehehehe... kita memang abadi akan tetapi mempermainkan dirimu seperti ini menyenangkan juga..." ucap Va'al dengan tersenyum menyeringai dan iapun mulai memulihkan dirinya dengan kemampuan regenerasi.
Tembakan cero tersebut meninggalkan bekas berupa cekungan yang cukup luas dan dalam lalu kepulan asap membungbung tinggi ke langit.
Tetapi mendadak hujan turun dari langit dan begitu Senju Rain mengayunkan Tombak Poseidon maka semua kepulan asap tersebut hilang tersapu oleh air.
"Hah... hah... hah...." nafas Senju Rain terdengar tau beraturan dan penampilannya acak-acakan setelah terkena ledakan dari jarak dekat.
"Hahahaha...!!" Va'al tertawa lepas, "Kita memang abadi akan tetapi tetap merasakan sakit!! Ya, melihatmu menderita seperti ini sungguh sangat menghiburku, adikku..."
Senju Rain terdiam dengan sorot mata tajam.
Va'al dengan senyuman liciknya menyatukan kedua telapak tangan ke depan dada, "Khehehehe... mari buat pertarungan ini lebih menarik, adikku..." iapun mulai meningkatkan energi.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1112 : Sandera