Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1174 : Bunuh Raja Iblis IX


__ADS_3

Karma terkena tendangan Akiru/Akaru dan ia terlempar ke arah Saburo, "Gyahahaha...!!!" Saburo tertawa lepas dan menyambut musuh dengan tebasan dua pedangnya, "Sllash!!!"


Dada 'sang raja iblis petir' terkena sayatan secara menyilang akan tetapi ia baik-baik saja dan langsung melompat ke belakang menjaga jarak dari Saburo.


"Kurasa melarikan diri mereka tak akan mudah..." pikir Karma.


Akiru/Akaru dengan hentakan kaki kuat jatuh tepat dibelakang punggung lawan, "HIIIAAA...!!!!" Ia mengangkat kaki kanan ke atas dan menghentakannya sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!"


"KRAK!! KRAK!!" Mendadak gelombang es melesat membekukan segalanya.


"Apa!!! Es dewa!!!" Karma terkejut dan segera menjaga jarak akan tetapi ia terlambat sehingga membeku oleh serangan Akiru/Akaru.


"Gyahahahaha...!!!" Saburo melompat ke udara dan mengangkat kedua pedang ke atas lalu menebas Karma yang terperangkap pada balokan es, "Sllash!!!"


Bongkahan es itupun terpotong-potong dan hal itu membuat Karma terluka parah, "Ini kesempatanku kabur..." ucap Karma yang kemudian melesat ke angkasa.


Akiru/Akaru memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan terciptalah cero berukuran besar, "Jangan lari, sialan!!!"


"Wuuss...!!" Cero itupun ditembakan.


"...!!!!" Karma menoleh ke belakang dan terkejut melihat serangan yang memiliki daya ledak tinggi ada dibelakangnya, "DHUUAARR...!!" Ia terkena ledakan dan jatuh ke tanah dengan sangat keras.


"Gyahahahaha...!!!" Saburo tak peduli, ia menusuk punggung Karma yang sedang berusaha melari dengan merangkak, "Mari bertarung sampai mati..." teriaknya dengan menyeret tubuh 'sang raja iblis petir'


Karma berusaha beregenerasi akan tetapi ia tak berdaya karena Saburo menyeretnya.


"Saburo!!!! Lempar dia ke atas!!!" Teriak Akiru/Akaru.


Saburo tersenyum menyeringai dan menuruti apa yang dikatakan rekannya. Akiru/Akaru menciptakan sebuah cero berukuran lebih besar dari sebelumnya


"WUUSS...!!!" Cero itupun ditembakan dan tepat mengenai sang iblis, "DHUUAARR...!!" Iapun hancur lebur karena terbakar api ledakan.


"Tap... tap... tap..." baik Akiru/Akaru dan Saburo langsung bergerak ke tempat jatuhnya sang iblis untuk memastikan keadaannya.


"Dia telah mati..." pikir keduanya setelah melihat tubuh 'sang raja iblis petir' yang terbakar dan perlahan berubah menjadi abu.


Ya, meski satu anggota Red Eagle telah mati tapi satu pertarungan melawan 'raja iblis' telah selesai.


*

__ADS_1


Lalu ditempat lain, dua raja iblis yaitu Silka 'si wanita iblis' dan Tesla 'si iblis gravitasi' tengah mengincar salah satu anggota Red Eagle yaitu Hibari Kitsune, pria dengan kemampuan menghilang dan 'Absolute Lucky'


Kitsune berlari terbirit-birit, "KYAA...!! Sial, aku akan mati!!! Siapapun selamatkan aku!!!"


Tesla memfokuskan energi pada ujung tanduknya dan menembakan beberapa cero secara beruntun, "DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!"


Ledakan-ledakan terjadi akan tetapi Kitsune baik-baik saja, "Yang benar saja!! Semua serangan kita meleset?" Ucap Tesla dengan ekspresi heran.


Silka 'wanita iblis' melompat ke udara dengan sekali pijakan dan iapun mengepakan delapan sayapnya sehingga tembakan-tembakan laser melesat, "Sllash!! Sllash!!"


"Aku akan mati!!!!!" Jerit Kitsune yang berlarian karena panik.


Serangan tersebut sama sekali tiada yang kena sasaran, Silka turun ke bawah dan berdiri didekat Tesla dengan penuh rasa heran, "Aku juga tak mengerti!! Sebanyak apapun kita menyerang tapi tak satupun yang mengenainya..."


"Dia pasti punya sebuah teknik atau trick..." sahut Tesla.


"Ya, aku juga berfikir begitu..."


Kitsune berlarian kesana kemari dengan menjerit ketakutan sampai ngompol dicelana, "Siapapun selamatkan aku!!!!! Aku akan dibunuh oleh mereka...!!!"


Ia yang tak melihat sekeliling mendadak menabrak sebuah puing bangunan yang berupa dinding, "Buuaak...!!"


Silka maupun Tesla terbang dan tak butuh waktu lama keduanya sudah berada didekat Kitsune, "Tap..." dengan langkah perlahan mereka berdua berdiri tepat dihadapan anggota Red Eagle itu.


Kitsune jadi panik dan berkeringat dingin, dibelakang punggungnya ada puing bangunan yang berupa dinding dan dihadapannya berdiri dua raja iblis, "Aku terjebak dan aku akan mati..." gumamnya dalam hati.


Iapun mengaktifkan kemampuan menghilang miliknya akan tetapi Silka berkata dengan sorot mata tajam, "Percuma saja!! Meski tak terlihat tapi kami masih bisa merasakan hawa keberadaanmu..."


"Apa!!!!" Dalam hati Kitsune makin shock


Tesla bertanya, "Setiap serangan yang kami gunakan tak ada satupun yang mengenaimu jadi trick macam apa yang kau gunakan?"


Kitsune yang mengaktifkan kemampuan menghilang berusaha mengendap-endap kabur akan tetapi hal itu disadari oleh Tesla dan membuatnya marah, "Katakan padaku, bocah!!!"


Kitsune ketakutan dan kembali ke tempat semula, iapun tak jadi melarikan diri, "TUUUTT...!!" Ketakutannya memuncak dan ia kentut dengan suara nyaring.


"UUUEEEKKK...!!!" Baik Silka dan Tesla tak tahan dengan bau menyengat dari kentut Kitsune.


"Mati aku..." pikir Kitsune yang semakin panik, ia merasa telah membuat kedua raja iblis itu marah.

__ADS_1


"TUUUTTT...!!" Ketakutannya memuncak dan hal itu membuat ia kentut lebih keras dan lebih bau dari pada sebelumnya.


Dua raja iblis yang berdiri mengepungnya menjadi kerepotan pada bau menyengat kentut Kitsune.


"Busuk!! Benar-benar busuk..." ucap Silka dengan menutup mulut dan hidungnya, "Bagaimana mungkin bau kentutmu bisa seperti ini? Makanan seperti apa yang masuk ke dalam perutmu?"


Tesla juga menutup mulut dan hidung, ia bahkan menjaga jarak dengan memundurkan kaki satu langkah ke belakang, "Ini lebih buruk dari sampah dan bau ini lebih berbahaya jika dibandingkan dengan bom..."


Kitsune memiliki pemikiran lain dan mulai memberanikan diri, "Baiklah, sepertinya kentutku tak buruk juga untuk pengalihan..."


"Aku akan lari sekarang..." ia sekali lagi mengendap-endap untuk kabur.


"Tetap disana, bocah!!" Ucap Tesla dengan sorot mata tajam, ia mengaktifkan kemampuannya yaitu memperberat gravitasi.


"Ugh!! Sial..." Kitsune jatuh tengkurap ditanah dan ia kesulitan bergerak, "Aku yang hanya manusia biasa memang ditakdirkan mati disini..." pikirnya yang mulai putus asa untuk melarikan diri.


"Meow..." terdengar suara kucing hitam yang merupakan perwujudan dari sihir Absolute Lucky yang ada diatas kepala Kitsune.


Kitsune berkata dalam hati pada kucing hitam itu, "Meskipun kau adalah keberuntungan mutlak tapi aku tak yakin kau bisa menyelamatkan diriku dari situasi ini..."


"Meow..."


"Hadeh, aku mulai seperti orang gila karena bicara padamu..." gerutu Kitsune yang mulai putus asa.


Silka 'si wanita iblis' berkata, "Sudahlah, ini buang-buang waktu..."


"Akan ku hancurkan bocah ini berserta tempat ini..." iapun terbang melesat ke angkasa lalu meningkatkan energi, "HIIAAA...!!!!" Silka mengepakan delapan sayapnya dan menghujani Kitsune dengan tembakan laser.


"Aku akan mati..." ucap Kitsune yang tengkurap diatas tanah dan tak bisa bergerak, "TUUTT...!!!" Iapun kentut, "Ugh, kentutku ternyata bau juga akan tetapi tak masalah karena ini adalah kentut terakhirku..."


"Meow..." tembak-tembakan laser melesat dengan cepat ke arah anggota Red Eagle yang tak berdaya itu.


Ia pasrah saja pada takdir akan tetapi ditengah-tengah keputusasaan itu kemampuan sihir Absolute Lucky aktif.


"Sllash!! Sllash!!" Empat petarung Red Eagle yang telah menyelesaikan pertarungannya muncul dan mereka berempat menghalau tembakan-tembakan laser itu dengan pedang mereka.


Kitsune yang diambang keputusasaan sangat senang sampai meneteskan air mata, "Kalian datang diwaktu yang sangat tepat!!!!! Aku sangat berterima kasih...!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1174 : Bunuh Raja Iblis X

__ADS_1


__ADS_2