Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1017 : Iblis Cahaya Vs Ksatria Kegelapan


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Dengan sekali pijakan Masamune melesat bagaikan kilat tetapi dilain sisi Kamui juga bergerak dengan kecepatan cahaya.


"Jbbuuak...!!!" Keduanya saling beradu tendangan cahaya dan petir.


"HIIAA...!!!!!" Mereka berdua saling mengerahkan seluruh energinya dan saling desak mendesak akan tetapi tak ada yang mau mengalah.


Keduanya lalu memundurkan langkah kakinya, Kamui menciptakan sebuah pedang dari elemen cahaya, "Matilah kau!!" Ucapnya dengan melesat cepat dan menebas dari arah samping.


"Cthing!!!!" Masamune merespon cepat, ia mampu menahan tebasan pedang cahaya itu dengan tongkat yang merupakan Pilar Langit.


Kilauan cahaya yang sangat menyilaukan terpancar dari benturan senjata keduanya.


Masamune sedikit terdorong ke belakang akan tetapi ia mencoba mendesak lawannya dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, "Merepotkan sekali!!"


Sekarang giliran Kamui yang terdorong ke belakang, "Aku kalah dalam hal kekuatan..." iapun segera melompat ke belakang dengan kecepatan cahaya.


Masamune yang merasa lebih unggul tersenyum lebar lalu ia menancapkan tongkatnya dipasir, "Khehehe... sepertinya dipertarungan kedua ini aku akan tetap menang lagi..."


Kamui 'sang raja iblis cahaya' terlihat sangat geram, "Sialan, kau hanyalah bocah dan aku tak akan kalah untuk kedua kalinya..." iapun meningkatkan energi dan seluruh tubuhnya secara perlahan terpancar cahaya menyilaukan.


Masamune yang semula meremehkan kini berubah menjadi sangat serius mengingat lawan yang tengah dihadapinya adalah iblis kelas atas bergelar 'raja iblis'


"Mode : Devil"


Ledakan cahaya menyilaukan mata, Kamui menggunakan wujud iblisnya. Ia tampil dengan sepasang sayap dipunggungnya lalu cakar tajam dikedua tangannya dan ia memiliki sepasang tanduk yang mencuat dikeningnya.


Masamune menatap tajam, "Aku juga tak mau kalah..." ia memfokuskan energi pada tangan kanannya.


Ditangan kanannya mulai terkumpul kegelapan pekat yang kemudian berubah bentuk menjadi sebilah pedang.


Masamune secara perlahan menarik Pedang Hitam yang ia ciptakan itu dan secara perlahan pula dirinya meledakan tekanan energi kegelapan, "Jubah Raja Kegelapan" ia menggunakan kekuatan khas milik ksatria.


"Mari mulai!!!" Ucap keduanya dalam wujud terkuatnya masing-masing


"Sllash!!!" Kamui memulai pergerakannya, ia melesat ke atas lalu mengambang diudara.

__ADS_1


'Sang raja iblis cahaya' itu mengarahkan telapak tangan ke bawah lalu menembakan bola-bola cahaya yang tak terhitung jumlahnya.


"Cih..." dipermukaan pasir Masamune meningkatkan energi dan secara perlahan meledakan kegelapan dari kedua pijakan kakinya.


Kegelapan yang menyebar itupun menyerap setiap tembakan bola cahaya yang jatuh.


"Jadi begitu caranya ia mengatasinya..." ucap Kamui yang agak jengkel, "Kalau begitu bagaimana caranya ia mengatasi hal ini?"


'Sang raja iblis cahaya' itu mengangkat kedua tangannya dan memusatkan energi, ia menciptakan bola cahaya berukuran besar.


Masamune menatap tajam dengan menggenggam erat pedangnya menggunakan kedua tangan, "Kau pikir aku tak dapat mengatasinya?" Ucapnya dengan memusatkan energi kegelapan ke sebilah pedangnya.


"WUUSS...!!" Bola cahaya itupun dilemparkan akan tetapi Masamune juga melompat dan iapun memusukan pedangnya ke atas.


"Apa!!!" Kamui terkejut begitu melihat serangannya itu mendadak menghitam yang artinya terserap oleh kemampuan Masamune.


"Kalau begini tiada pilihan lain selain bertarung secara langsung..." Kamui dengan cepat menciptakan pedang cahaya lalu iapun melesat ke bawah dan langsung saja menebas lawannya.


Masamune merespon cepat dan juga menenbas, "CTHIING!!!" Keduanya berbenturan pedang diudara dan terlihat seperti cahaya sedang beradu dengan kegelapan.


Keduanya tak mau mengalah dan saling mendesak satu sama lainnya, "HIIAA...!!!" Masamune lebih unggul karena kekuatannya merupakan pecahan dari Dewa Kematian, pedangnya yang berbenturan secara perlahan menelan pedang cahaya milik Kamui.


"Apa...!!!!!" Kamui terkejut dan iapun segera menjaga jarak tetapi Masamune mengejarnya lalu menebas.


Masamune tanpa belas kasihan segera melesat ke bawah dengan menusukan pedang akan tetapi Kamui menggunakan kecepatan cahaya untuk menghindar.


"Hah... hah... hah..." Kamui yang menjaga jarak mulai mengatur nafasnya dan iapun mulai menyembuhkan luka sayatan yang ada didadanya, "Sial..." gumamnya yang kesal.


Masamune tersenyum menyeringai serasa sudah menang, "Kurasa aku akan menang lagi kali ini..."


"Jangan harap..." Kamui yang geram langsung saja berdiri tegak dan melempar pedang cahayanya, "Wuuss...!!!"


"Cthing!!!" Masamune cukup terkejut akan tetapi ia mampu menepisnya.


Dilain sisi Kamui menciptakan pedang-pedang cahaya lalu melemparkannya.


Masamune menggunakan sebilah pedang yang ia genggam untuk bertahan akan tetapi sesekali ia menghindar juga.


"Cih..." Kamui agak jengkel dan sambil terus menerus melemparkan pedang iapun memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan sebuah bola energi hitam terbentuk.


"Cero!! Aku harus menghindari serangan itu!!" Pikir Masamune yang terus menangkis pedang yang dilemparkan padanya tetapi mendadak Kamui menciptakan cambuk cahaya yang lalu dilesatkan ke arah lawan.


Cambuk tersebut mengikat pedang Masamune dan hal itupun memberikan kesempatan bagi Kamui untuk menembakan cero karena Masamune tak bisa lari.


"WUUSS...!!!"

__ADS_1


"DHHUUAARR...!!!!" Ledakan besar tercipta dan membuat kepulan api membumbung tinggi lalu pasir berterbangan ke segala arah.


"Khehehe..." Kamui tersenyum menyeringai karena berhasil menyerang Masamune, "Seranganku berhasil mengenainya jadi kurasa dia telah hancur berkeping-keping..."


Api ledakan berganti dengan asap dan mendadak sebuah bayangan hitam melesat dipermukaan tanah mengarah pada Kamui lalu begitu sampai dihadapannya Masamune langsung muncul dan menebasnya dari arah bawah, "Sllash...!!"


"Cruat!!" Darah mengalir didada Kamui.


"Sial, aku lengah..." Kamui mencoba menjaga jarak akan tetapi Masamune menebas lagi, "Sllash...!!"


"Cruat...!!"


"Ugh!!" Dada Kamui tertebas secara menyilang lalu Masamune segera menusuknya dari arah depan tepat pada bagian jantung akan tetapi Kamui segera melompat ke belakang sebelum mata pedang milik Masamune menyentuh kulitnya.


"Yang tadi itu nyaris saja aku menang..." ucap Masamune dengan bangga.


Kamui yang sedang mengatur nafasnya terlihat jengkel akan tetapi ia mengakui bahwa Masamune adalah lawan yang berbahaya.


Luka-luka 'sang raja iblis cahaya' itu secara perlahan pulih karena regenerasi dan Masamune yang melihatnya bergumam dalam hati, "Lukanya pulih lagi dan hal itu membuatku percuma menyerangnya, aku harus segera mengakhirinya dengan cepat karena diriku yang sekarang ini juga mulai kehabisan energi..."


Masamune menyerang terlebih dahulu dengan sebuah tusukan akan tetapi bagi Kamui kecepatan lawan sangat lambat, iapun melompat ke belakang secepat cahaya.


Kamui membuka mulutnya dan menembakan laser, "Sllash..."


Masamune menebas tembakan laser itu sehingga terbelah jadi dua bagian, iapun segera melesat ke arah lawannya dengan berubah menjadi bayangan.


"Cih..." Kamui menembaki Masamune yang bergerak menjadi bayangan dengan bola-bola cahaya akan tetapi Masamune bergerak berkelok-kelok untuk menghindar.


Ia keluar dari bayangan, melompat dan langsung melesatkan tebasan, "Cthing...!!" Tetapi dengan mudahnya Kamui menahan menggunakan dua cakarnya.


"Aku merasakannya!!! Energi milikmu perlahan melemah dan sepertinya aku akan memenangkan pertarungan ini..." ucap 'sang raja iblis cahaya' itu dan hal itu membuat Masamune geram.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1018 : Pedang Jiwa


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2