
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Yui dikejauhan sangat terkejut begitu melihat enam bola elemen ada dibelakang punggung Arashi, "Apa itu?"
"Itu adalah hasil latihan Arashi..." sahut Ryusuke.
"Dia kehilangan kemampuan dalam mengendalikan elemennya di Festival Raja Pedang dan dia bilang ingin berlatih untuk mengembalikan kemampuannya yang hilang itu..." jelas Ryusuke.
Yui yang takjub berkata, "Apa dia bisa mengalahkan lawan dengan kemampuan itu, ya?"
"Entahlah, lawannya adalah salah satu iblis kelas tertinggi jadi yang jelas mengalahkannya tak akan mudah!! Yang lebih penting lagi kita harus menjauh dari tempat ini..."
"Eeehh...??!! Kenapa?" Tanya Yui.
Ryusuke berkata serius, "Pertarungan mereka memasuki babak baru dan ku yakin tempat ini akan lebih hancur dari pada sebelumnya..."
*****
Arashi meningkatkan energi dan meledakan energi kuat, "Mode : Six Element"
Enam bola elemen yang berbeda muncul dibelakang punggung Arashi dan elemen-elemen itu adalah air, petir, es, angin peruntuh, besi dan berlian.
Ia bergumam dalam hati, "Aku harus berterima kasih pada 'sang penguasa hutan' yang merupakan pemilik Pulau Abad itu!! Berkat dia aku bisa mendapatkan kekuatanku yang hilang karena si putri Angelion..."
Meski hanya tersisa dua kaki tapi tubuh 'sang raja iblis pelahap' dapat pulih kembali serti sedia kala, "Oh, aku mengerti sekarang!! Kau melapisi tubuhmu dengan berlian sehingga tubuhmu yang meledak tadi tak terpengaruh sama sekali..."
"Benar sekali!!!!" Teriak Arashi dengan semangat, "Dan sekarang aku akan menghajarmu dengan kekuatan yang telah lama hilang ini..." iapun melapisi tangan kanan dengan berlian sementara ditangan kiri ada lapisan besi membara.
"Kau terlalu begitu membanggakan kemampuanmu sendiri..." ucap 'sang raja iblis pelahap' yang geram.
"Zink!!" Rafathar berteleport dan mendadak muncul dibelakang punggung Arashi lalu tanpa ragu memukul dengan kepalan tangan berwarna merah tersebut.
Arashi yang memiliki insting tajam segera berbalik dan juga memukul dengan kepalan tangan kanan berlapis berlian, "DHUUAARR...!!" Dua kepalan tangan mereka saling berbenturan dan terciptalah ledakan.
Baik 'si pengacau' ataupun 'raja iblis pelahap' sama-sama terdorong ke belakang.
__ADS_1
Arashi dengan senyuman lebar menghentakan kaki kanan dan kilatan petir melesat dipermukaan tanah, "Sllash!!"
Rafathar terkena serangan itu dan iapun terpental ke belakang, "Sialan..." ia segera berdiri tegak akan tetapi Arashi sudah berada tepat dihadapannya dengan kepalan tangan kiri berlapiskan besi membara.
"Terima ini..." teriak Arashi dengan melesatkan pukulan akan tetapi pukulannya tersebut hanya menembus tubuh Rafathar.
"Apa!!" Sontak Arashi terkejut.
Ya, Rafathar berubah menjadi logia asap untuk mengatasi pukulan lawan.
Arashi yang terkejut segera menjaga jarak dan iapun bergumam dalam hati, "Sialan, seharusnya aku tak terkejut!! Dia punya banyak kemampuan yang tak ku ketahui jadi aku harus selalu mewaspadainya..."
Rafathar bergumam dalam hati, "Jika saja aku tak memiliki kekuatan logia asap pasti aku akan terkena telak pukulan mematikan darinya..."
Keduanya saling berhadapan dan saling mewaspadai kemampuannya masing-masing, Arashi dengan serangan mematikannya dan Rafathar dengan 10.000 kemampuannya.
Rafathar memulai pergerakan lebih dahulu, ia menciptakan sebuah cambuk dari elemen cahaya dan melesatkan serangan secara acak, "Sllash!! Sllash!!"
Arashi mempertajamkan insting dan baginya tidak sulit untuk menghindari serangan lawan meski gerakannya acak.
Rafathar menjadi sangat geram dan iapun bergumam dalam hati, "Bagaimana bisa!! Padahal awal kami bertemu dia bahkan tak layak berdiri dihadapanku tapi mengapa seakan bocah ini dapat mengimbangiku sekarang..."
Sambil menghindari serangan, Arashi terus bergerak maju dan iapun mengepalkan tangan berlapiskan kobaran api dan petir, "HIIAA...!!!"
"Tinju Bara Petir!!!"
"Hahahaha... apa kemampuanmu sudah tumpul sehingga dapat dengan mudah ku serang?" Ejek Arashi.
Rafathar menjadi sangat geram dan dalam sekejap saja ia memulihkan luka diwajahnya, "Sialan!!!!" Iapun mengepalkan tangan dan langsung menghantam udara yang ada dihadapannya.
"Krak!!!" Atmosfer terkumpul memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang penghancur segalanya melesat.
"Apa!!!! Kekuatan gempa!!!" Arashi terkejut saat lawan menggunakan kekuatan gempa.
Iapun memperkuat pijakan kakinya pada permukaan tanah tetapi tetap saja Arashi terbawa oleh gelombang penghancur segalanya itu.
*****
Ditempat yang sangat jauh Yui dan Ryusuke mengamati.
Yui nampak khawatir ketika melihat dampak pertarungan keduanya, "Apa Arashi baik saja, ya?"
"Entahlah, tapi kita harus mempercayainya!! Dia berlatih selama beberapa hari dan ku yakin dia belum menunjukan hasilnya..." ucap Ryusuke yang tetap tenang.
__ADS_1
*****
Dipertarungan semuanya hancur lebur berterbangan ke angkasa setelah Rafathar menggunakan kemampuan gempa.
Dari tumpukan puing-puing Arashi perlahan bangkit dan iapun sangat geram ketika melihat tanah lapang tanpa apapun padahal sebelumnya adalah hutan, "Sialan, dia menghancurkan segalanya!!! Tetapi aku sangat terkejut saat dia menggunakan kekuatan gempa..."
"Ya, 10.000 kemampuan dan aku harus sangat berhati-hati..." gumamnya dalam hati.
Secara mendadak tanah berubah menjadi bergelombang-gelombang bagaikan ombak dilautan dan Arashi menyadari satu hal, "Dia menggunakan kemampuan yang lainnya..." iapun menjadi waspada.
Arashi kesulitan dalam berpijak karena tanah terus bergerak lalu hal buruk yang lain terjadi yaitu tanah terangkat bagaikan tsunami.
"Cih..." Arashi terlihat sangat kesal lalu bola air, petir dan angin peruntuh yang ada dipunggungnya berpindah ke telapak tangan kanan dan menyatu menjadi sebuah bola dengan elemen gabungan, "HIIAA...!!!!" Iapun melemparkan bola elemen gabungan
"DHHUUAARR...!!!!" Gelombang tanah itu hancur dalam sekali serangan.
"Zink!!" Rafathar muncul disamping Arashi dan langsung saja memukul wajahnya akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindar dengan menunduk.
Arashi melihat sebuah celah dan iapun membalas dengan sebuah pukulan berlapis elemen es pada perut lawan, "Jbbuuak!!" Rafathar malah terlempar tetapi ia segera berdiri lagi.
Arashi memanjangkan lengannya ke belakang dengan elemen karet, ia mengepalkan tangan yang berlapiskan elemen besi yang dipanaskan, "HIIAA...!!" ia memukul dan pukulannya itu sangat cepat sehingga mengenai perut Rafathar yang membeku, "Jbbllast...!!!" Tubuh 'sang raja iblis pelahap' itupun hancur menjadi dua bagian.
"Sialan..." tubuh bagian atas merangkak dan mencoba memulihkan diri akan tetapi Arashi melompat ke udara, ia mengangkat kedua tangan mengumpulkan energi api yang dipadukan dengan elemen petir, "Meteor Dragon!!"
"DHUUAARR...!!" Tubuh bagian atas itupun terkena serangan dan meledak dalam kobaran lalu berubah menjadi abu.
Tetapi 'sang raja iblis pelahap' belum kalah karena tubuh bagian bawah mampu beregenerasi lagi dan dengan cepat pulih kembali.
"Cih..." Arashi berdiri tepat dihadapannya dan terlihat sangat kesal, ia bergumam dalam hati, "Ini seperti tiada akhirnya!! Dia seakan bisa kembali dari kematian..."
Rafathar juga terlihat sangat geram dan iapun juga bergumam dalam hati, "Dia mampu memojokanku sampai seperti ini!! Aku harus membunuhnya sekarang karena jika dia selamat mungkin dimasa depan ia bisa melampauiku..."
Keduanya saling menatap tajam dan sama-sama meningkatkan energi kuatnya masing-masing, "HIIAA...!!!!" Mereka berdua meledakan tekanan energi yang hebat.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1039 : Si Pengacau Vs Si Pelahap II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****