
Arashi meningkatkan energi dan ia meledakan energi kegelapan pekat dari sekitar tubuhnya, "Aku tak boleh bermain-main lagi..." kegelapan tersebut membungkus tubuhnya bagaikan bola.
"Mode : Devil"
Tak butuh waktu lama bola energi yang terbuat dari kegelapan itupun meledak karena Arashi mengganti wujudnya yang semula kekuatan naga jadi iblis.
Dipermukaan tanah, Sang Iblis gabungan menatap tajam ke angkasa, ia nampak kesal dan berkata, "Cih, sepertinya ia melakukan sesuatu hal yang merepotkan untuk diatasi..."
"Aku tak boleh meremehkannya!! Dia adalah bocah yang telah meremehkan Rafathar 'sang raja iblis pelahap'..." Sang Iblis itupun memasang sikap waspada.
"DYYEESS...!!" Arashi jatuh ke permukaan tanah dengan pijakan kaki yang sangat kuat sampai-sampai menciptakan sebuah cekungan dan meluapkan kegelapan yang menyebar ke segala arah.
Iapun langsung saja membuka mulutnya dan membentuk sebuah cero.
"Cero!!!" Sang Iblis itu terkejut ketika melihat lawan membentuk sebuah cero.
"WUUSS...!!!" Tanpa pikir panjang serangan mematikan itupun ditembakan dan melesat sangat cepat.
Sang Iblis yang tak memiliki waktu untuk menghindar mengarahkan dua telapak tangan ke depan dan iapun menggunakan kemampuan telekinesis untuk menghentikan laju tembakan cero itu, "HIIAA...!!" Perjuangannya itupun membuahkan hasil karena cero berhasil dihentikan dan sekarang melayang tepat dihadapannya.
"Nyaris saja..." gumamnya dalam hati yang lega.
Tetapi mendadak Arashi sudah berada dibelakang punggung Sang Iblis, "Apa!!!" Iapun terkejut dan segera berbalik akan tetapi sebelum sempat menatap ke belakang Arashi terlebih dahulu mencengkram kepala bagian belakangnya.
"Rasakan ini!!!" Arashi tanpa ragu menghantamkan wajah musuhnya pada cero yang ada dihadapannya, "DHHUUAARR...!!" Ledakan yang besar terjadi.
Setelah tercipta ledakan yang besar itu maka setelahnya terbentuklah sebuah cekungan dipermukaan tanah dan juga tempat itu sekarang tengah tertutupi oleh kepulan asap.
"Tap..." Arashi melompat keluar dari kepulan asap dan berkata, "Aku tau ia belum mati akan tetapi tak bisa ku bayangkan betapa sakitnya terkena serangan cero tepat pada wajah..."
Secara perlahan dari balik kepulan asap tebal terdengar suara langkah kaki mendekat.
Arashi tetap tenang bahkan malah bersikap santai, "Sudah ku duga ia tak akan mati..." ucapnya dengan nada datar meski sekarang Sang Iblis telah kembali berdiri tepat dihadapannya.
Setelah terkena ledakan cero dari jarak dekat apalagi terkena tepat pada wajah, Sang Iblis nampak tak baik-baik saja, sebagian kepalanya hancur, "Sialan!!!!!" Iapun berteriak lantang penuh dengan emosi.
__ADS_1
Dari pijakan kedua kakinya Sang Iblis meledakan energi yang sangat kuat sehingga tak butuh waku lama topeng yang semula hancur diwajahnya kembali lagi, "Akan ku gunakan seluruh kemampuanku..." ucapnya yang dengan kemampuan telekinesis membuat segala puing-puing yang ada disekitarnya melayang ke udara.
Ya, ia juga menggunakan 10 tatto yang merupakan senjata iblis miliknya secara bersamaan.
Arashi yang memiliki insting tajam dan mampu mengukur kekuatan lawannya berkata dengan santainya, "Ini buruk!! Dia benar-benar kuat!!" Meski terlihat tenang tapi ia sama sekali tak meremehkan kekuatan lawannya.
"HIIAA...!!!" Sang Iblis melesat cepat dan langsung saja memukul dengan tangan kanannya yang berbalutkan petir.
"Celaka!!" Arashi mengepalkan tangan kanan yang berbalutkan kegelapan dan juga melesatkan pukulan, "JBBLLAST...!!"
Dua kepalan tinju beradu dan hal itu membuat kilatan petir berserta dengan kegelapan menyebar ke segala arah.
"Kuat sekali!!" Pikir Arashi dengan meningkatkan energi kegelapan yang ada dikepalan tangannya.
"Sial..." Sang Iblis langsung saja melompat ke belakang begitu mengetahui kilatan petir miliknya mulai terserap, "Jangan pikir kau bisa mengalahkanku!!!" Iapun menggunakan tatto yang lainnya.
Sang Iblis mengangkat kaki kanannya ke depan lalu menghentakan kakinya, "DYYEESS...!!"
"KRAK...!! KRAK...!!" Gelombang es super besar pun tercipta dan bergerak sangat cepat.
Arashi kehabisan waktu sehingga gelombang es itupun membekukan segala apa yang dilaluinya.
Sang Iblis menatap ke depan dan nampak senang begitu melihat segalanya tertutupi oleh es miliknya, "Hahahaha...!! Aku menang!! Aku berhasil mengalahkannya!!" Iapun tertawa lepas dan merasa telah memenangkan pertarungan.
"Krak!! Krak!!" Mendadak tanah tepat dihadapannya retak.
"...!!" Sang Iblispun agak terkejut dan ia yang penasaran memperhatikan retakan itu dengan seksama.
Ya, mendadak saja Arashi muncul dari dalam tanah tepat dihadapan Sang Iblis, iapun langsung saja meraih wajah lawannya, "Sial..." gumam Sang Iblis yang tak berdaya.
"HIIAA...!!!!" Arashi mendorong kepala Sang Iblis sekuat tenaga ke belakang hingga membentur tanah dengan keras, "DYEESS...!!" Bahkan permukaan tanahpun berubah menjadi cekungan.
"Kurang ajar!!!" Sang Iblis yang terjatuh ke tanah menjadi sangat geram, ia segera bangkit
Arashi menyiapkan kuku cakarnya yang tajam dan langsung saja melesatkan cakaran pada bagian leher, "Sllash!!"
__ADS_1
Sekali serangan dan hal itu berhasil membuat kepala Sang Iblis terjatuh ke tanah lalu tubuh Sang Iblis yang semula berdiri secara perlahan jatuh ke tanah.
Ya, meski telah kehilangan kepala tapi sebagai iblis kelas atas, ia mampu menumbuhkannya lagi selama jantung masih berdetak.
Kepalanya pulih dan iapun segera berdiri lagi dengan berteriak penuh emosi, "Sialan!!!!"
Arashi merespon cepat, ia segera melesat lalu melancarkan serangan cakaran pada bagian leher lagi, "Sllash!!"
"Cruat!!!" Darah menyembur dan kepala sang iblis mengglinding ditanah akan tetapi ia yang masih punya jantung mampu memulihkan diri.
"Brengsek kau!!" Teriaknya penuh emosi.
"Sllash!!" Lagi-lagi dengan cakarnya Arashi berhasil memenggal kepala sang iblis, "Khehehehe..."
Sang Iblis yang masih punya jantung meregenerasi kepalanya lagi, "Kau sengaja mempermainkanku..." ucapnya begitu berdiri.
"Sllash!!" Arashi memenggalnya lagi, ia yang terlihat menikmati berkata, "Memangnya kenapa? Ini benar-benar asik lho"
Sang Iblis bangkit akan tetapi Arashi berhasil memenggalnya lagi dan kejadian itu terjadi berulang-ulang sebanyak 10 kali.
Lalu terakhir Sang Iblis kembali berdiri tegak tapi Arashi berhasil memenggal kepalanya lagi, "Sllash!!"
"Hah... aku mulai bosan melakukan hal ini berulang-ulang..." ucap Arashi dengan entengnya.
Sang Iblis berusaha menumbuhkan kepalanya lagi akan tetapi sebelum tubuh terlebih dahulu seorang gadis berlari cepat lalu menusuk jantungnya dari belakang, "Jlebb...!!!" Hal itupun membuat Sang Iblis gagal meregenerasi kepalanya dan sekarang ia benar-benar mati.
"Yah, kau merusak kesenanganku..." ucap Arashi dengan nada kecewa.
Gadis itu adalah seorang dewa dan ia adalah Yume.
Yume langsung menatap tajam pada Arashi karena kesal pada perbuatannya, "Berhenti main-main Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
"Kita ini ada dimedan perang jadi bisakah dirimu lebih serius..." ucap Yume yang secara perlahan menarik kembali pedangnya yang tertancap pada tubuh iblis itu.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1107 : Aku Disini!! Bagian 3
__ADS_1