
Arashi yang telah berhasil menghajar dua iblis tertinggi yaitu Rafathar 'sang raja iblis pelahap' dan Lindouw 'sang raja iblis kematian' dalam masalah yang lain.
Ya, masalah tersebut adalah disandranya Yume, Yuri dan Ritsu oleh musuh.
"Kosuke Arashi 'si pengacau' menyerahlah atau ketiga rekanmu akan mati..." ucap Leonidas dengan mencengkram kepala Yume dari belakang.
Arashi yang berada diudara secara perlahan turun ke permukaan tanah, ia terlihat sangat kesal.
"Tap..." iapun berkata dengan sorot mata tajam, "Aku akan menuruti semua ucapan kalian tetapi lepaskan mereka..."
"Sllash!!" Kamui 'sang raja iblis cahaya' dengan kecepatannya telah berada dihadapan Arashi dan langsung saja memukul perutnya, "Jbbuuak!!"
Arashi tak menghindar sehingga ia terlempar, "Ugh!! Sakit sekali!!" Ucapnya yang perlahan berdiri.
"Hahahaha..." Kamui tertawa lepas, "Yang benar saja!! Kami ini iblis dan kami tak akan melepaskan mereka meski kau mati sekalipun..."
Arashi terlihat sangat geram akan tetapi ia tak bisa bertindak gegabah "Sialan!! Kalian benar-benar pengecut!!"
"Hahahaha...!!" Para raja iblis yang lainnya tertawa.
"Maafkan kami..." ucap Yume.
"Cih, kau tak perlu mempedulikan kami!!" Ucap Yuri yang agak kesal karena dirinya menjadi sandera.
"Benar, kau adalah aset kita dalam perang ini jadi kau tak boleh menyerah hanya demi kami..." ucap Ritsu.
Arashi terdiam sejenak lalu berkata, "Berisik!! Kalian diamlah!! Aku tak mau diatur jadi akan ku lakukan semuanya sesuai keinginanku..."
Leonidas berkata, "Kosuke Arashi 'si pengacau', kau memiliki kekuatan yang sangat hebat akan tetapi kau dikelilingi oleh orang-orang lemah dan hal itu membuatmu menyedihkan..."
"Berisik!! Cepat katakan apa maumu!!" Bentak Arashi.
Leonidas meneringai, "Bagaimana bila kau tinggalkan saja teman-temanmu itu lalu bergabung dengan kami?"
"Apa...!!" Para raja iblis dan bahkan Yume, Ritsu dan Yuri terkejut.
"Ya, orang hebat sepertimu akan sia-sia bila berada diantara orang yang lemah..."
Arashi tersenyum menyeringai lalu berkata dengan entengnya, "Maaf saja, tapi aku tak akan pernah mau bergabung dengan kalian atau siapapun juga..."
"Jujur saja aku hanya ingin bersantai dan menikmati hidup lalu kalian yang tiba-tiba mengganggu keseharianku sudah sewajarnya ku hajar..."
Leonidas menjadi kesal akan tetapi ia tetap tenang, "Sebuah pilihan yang salah..."
"Ya, mari kita buat sebuah permainan!! Kami punya sandera dan kau tak bisa menolaknya..."
Arashi mendadak memasang sorot mata tajam lalu berkata, "Memangnya permainan seperti apa?"
"Kau hanya harus menerima serangan kami dan bila dapat bertahan maka kami akan membebaskan para sandera..."
Arashi tersenyum menyeringai lalu memasang kuda-kuda dan memperkuat pijakan kedua kakinya, "Kalian iblis jadi aku ragu kalian akan melepaskan teman-temanku..."
"Tetapi bila kalian ingin bermain maka akan ku ladeni..."
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita mulai bermain..." ucap Leonidas dengan tersenyum licik.
Dalam sekejap saja dengan kecepatan cahaya, Kamui telah berada dihadapan Arashi, "HIIAA...!!!!" iapun memukul secara bertubi-tubi dengan pukulan berkecepatan cahaya.
Arashi menangkis serangan yang datang padanya dengan telapak tangan dan sesekali ia mengelah, "Hanya sebatas itukah kemampuanmu?" Ejek Arashi yang tak bergerak dari tempatnya berpijak.
"Sial..." Kamui menjadi kesal, ia menghentikan serangannya lalu mundur sejenak kemudian melesatkan tendangan cahaya dari arah samping, "Jbbllast!!"
Arashi menahan dengan lengan kanannya, iapun memperkuat pijakan kakinya sehingga sedikitpun tak bergerak dari tempatnya berpijak.
"Giliranmu telah habis..." ucap Arashi.
Kamui mundur ke belakang akan tetapi Blast 'sang raja iblis api' melesat cepat bagaikan roket dengan kobaran api dikedua kakinya, iapun menyerang langsung Arashi dengan tinju api, "HIIIAAA...!!!"
Arashi berdiri tegak dan memfokuskan energi pada satu titik, "JBBLLAST!!!"
Tinju 'sang raja iblis api' tepat mengenai perut Arashi akan tetapi tak membuatnya bergeming.
Arashi mengangkat wajahnya lalu mengejek, "Apakah hanya itu kemampuanmu?"
Blast menjadi kesal dan segera mengambil jarak, "Graviton!!" Tesla mengaktifkan kemampuannya sehingga membuat gravitasi menjadi berat.
"Jangan khawatir aku tak akan lari ataupun beranjak dari tempatku berpijak ini..." ucap Arashi dengan penuh percaya diri.
"HIIAA...!!" Kamui dan Blast melesat kembali dengan kecepatannya masing-masing dan sama-sama melesatkan tendangan dari samping kanan dan kiri.
"Jbbllast!!" Arashi menahan dengan kedua lengannya, "Krak!!"
"Kau terlalu sombong..." sahut Kamui.
Arashi tersenyum menyeringai lalu berkata, "Tak masalah, aku bisa sembuh dengan regenerasi..."
"Apa!!!" Keduanya shock dan langsung mengambil jarak.
Juzo 'sang raja iblis lautan' berteriak, "Kalian jangan menyia-nyiakan kesempatan!! Kita hancurkan dia sekali serang!!"
"Baik...!!" Jawab Kamui, Blast, Silka dan Tesla serentak. Mereka berempat berkumpul disamping Juzo.
"HIIAA...!!!" kelimanya meningkatkan energi lalu mengumpulkan energinya tepat pada ujung tanduknya masing-masing.
Arashi yang semula tenang dan santai berubah jadi serius, "Ini buruk!!" Pikir Arashi dengan menyilangkan kedua tangannya ke depan, iapun memperkuat kedua pijakan kaki berniat menahan serangan mereka.
Ya, tak butuh waktu lama sebuah cero berukuran raksasa terbentuk.
Yume, Ritsu dan Yuri yang terikat tubuhnya satu sama lain terlihat sangat khawatir.
"Dasar bodoh!! Kau tak perlu mengkhawatirkan kami, sialan!!" Teriak Ritsu.
"Benar, kau tak perlu menahan serangan mereka..." teriak Yume.
Yuri juga berteriak, "Menghindarlah atau kau akan hancur berkeping-keping..."
Arashi yang berada dikejauhan tak mendengarkan dan iapun terlihat serius ingin menahan serangan gabungan dari kelimanya, "WUUSS...!!!" Gumpalan energi super besar itupun melesat dan tepat mengenai sasaran, "DHUUAARR...!!" Ledakan yang sangat besar tercipta.
__ADS_1
Guts dan Leonidas yang menjaga sandera mengamati dari kejauhan.
"Apa kau pikir ia dapat bertahan dari serangan itu?" Tanya 'sang raja iblis bumi'
"Entahlah..." Leonidas tersenyum menyeringai, "Tapi permainan ini menyenangkan..."
Keduanya merasa aman hingga tiba-tiba seseorang menodongkan dua senapan pada bagian belakang kepala mereka, "Jangan berbalik atau ku tembak!!"
"Apa!!!!" Keduanya yang tak menyadari kemunculannya itu terkejut dan langsung berbalik.
"DOORR...!! DOORR...!!" Orang itupun tanpa ragu menembakan senapannya, "Maaf saja tapi aku sudah memperingatkan kalian..."
Ya, orang itu adalah salah satu anggota Red Eagle dan dia adalah Yamanaka Ashura si pemilik kekuatan hantu.
Lalu dikejauhan, sebuah cekungan yang sangat dalam dan luas tercipta karena ledakan cero.
Arashi terbaring ditanah dengan luka yang sangat parah, "Zink!!" Rafathar muncul dengan kemampuan teleport, "Sungguh menyedihkan kau kalah dengan cara seperti ini..."
"Khehehe..." Arashi malah tertawa dan hal itu membuat 'sang raja iblis pelahap' menjadi kesal.
"Aku tak perlu berlama-lama lagi!! Akan ku habisi kau..." iapun memunculkan sebilah pedang dari telapak tangannya lalu menebas, "Sllash!!"
"Cruat!!" Tebasan Rafathar nyaris saja mengenai leher Arashi akan tetapi terlebih dahulu seseorang melesat lalu memotong lengan Rafathar.
Rafathar lalu menjaga jarak, "Aku tak mengerti tapi aku merasakan aura Dewa Kematian darinya..." ucapnya dengan sikap waspada.
"Kau terlambat..." ucap Arashi.
"Maaf saja, ya..."
"Khi..." Arashi menyeringai.
"Apanya yang lucu?"
"Tidak ada..." Jawab Arashi singkat, "Untuk sekarang aku harus beristirahat dan tak dapat bertarung..."
"Tenang saja!! Kau bisa menyerahkan semuanya padaku!!" Teriaknya dengan lantang dan iapun beralih menatap pada Rafathar, "Aku Masamune Ryuzaki 'sang pahlawan hitam' akan menghadapimu...!!!!"
Ya, dua bantuan telah tiba!!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1125 : Red Eagle Vs 17 Raja Iblis II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Terima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1