Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1127 : Red Eagle Vs 17 Raja Iblis IV


__ADS_3

"Tap... tap... tap..." terdengar banyak langkah kaki mendekat dan para anggota Red Eagle yang tersebar mulai berkumpul disatu titik.


Mereka yang berkumpul dalam satu titik itu adalah.



Kosuke Arashi


Senju Rain


Yoshimura Kiba


Kanzaki Shirou


Nagata Hayate


Aogami Ritsu


Toshiro Yuri


Izuna Misaki


Shinomiya Yuza


Hamura Fuyuki


Kurosaki Yami/Yemi


Amagiri Tsuruna


Otogahara Asuka


Masamune Ryuzaki


Tatsumi Saburo


Takayuki Jiro


Hibari Kitsune


Kuhaku Minaka


Yamanaka Ashura


Yasaka Sena


Yusami Akaru/Akiru.



Ya, ada 21 anggota Red Eagle yang berkumpul disana dan itupun masih ditambahkan empat anak asuh Arashi, Isla 'si anak setengah siluman kelinci' dan Yume.


"Papa...!!!!" Teriak keempat anak asuh Arashi dengan penuh rasa senang dan merekapun langsung memeluk Arashi dari berbagai sisi.


"Ugh, aku kesulitan bernafas..." ucap Arashi yang serasa dicekik.


Yuza mendekatinya, "Kalian harus menjauh sebentar dari Arashi agar aku bisa segera mengobatinya..." keempatnya mengangguk bersamaan.


Si ahli medis itupun langsung melakukan tugasnya yaitu mengobati Arashi, ia bahkan menggunakan elemen darah spesial agar Arashi cepat pulih dan bisa bertarung lagi.


"Maaf merepotkanmu..."


"Tak masalah, hanya ini yang bisa ku lakukan..." ucap Yuza yang merasa tak keberatan.

__ADS_1


Yuuki 'si anak iblis' berkata dengan entengnya, "Melihat semua berkumpul seperti ini serasa seperti pesta saja..."


"Bukan pesta tapi festival..." sahut Yuuka 'si anak siluman rubah putih'


"Kalau begitu kita seharusnya bawa makanan..." ucap Yuzuru si anak yang merupakan senjata dewa dengan energi tak terbatas.


"Festival ataupun perta harus ada hiburannya..." sahut Yugiri, anak yang merupakan pedang serba guna dari Lembah Penempa Pedang.


"Bicara soal makanan aku suka permen dan kalau hiburan aku membenci badut..." ucap Isla.


"Emm..." keempatnya mengangguk dan berkata dengan serentak, "Akupun juga suka permen..."


"Woiy, jangan berfikir aneh-aneh!! Kita ini ada dimedan perang jadi seharusnya kalian berfikir untuk menang..." bentak Arashi dari kejauhan.


"Maaf..." kelimanya tertunduk.


"Ya, kalau kita menang pesta dan permen bukan ide yang buruk karena aku juga menyukainya..."


"Yeah...!!!!" Kelimanya berteriak dengan girang.


Yuza yang sedang melakukan pengobatan tersenyum tipis, "Kalian selalu ceria dalam segala keadaan dan hal itu yang paling ku suka dari kalian..."


"Hah?" Arashi tak mengerti.


"Sudahlah, tak usah dipikirkan..." ucap Yuza yang tak mau menjelaskan.


*


'Si jenius' berhadapan dengan Va'al.


"Kalianlah telah terkepung jadi menyerahlah..."


Va'al menjadi geram, "Hanya karena kalian menang jumlah bukan berarti kami kalah tarung..."


Ya, para raja iblis bergerak dan mereka semua melesat lalu berdiri diatas tubuh Guts 'sang raja iblis bumi'


"Menyerahlah..." ucap Rafathar dan semua raja iblis itupun menatap ke bawah dengan sorot mata merendahkan.


Untuk mengimbanginya, Masamune menarik banyak sekali Pilar Langit dari atas, "WUUSS...!!!"


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Dihadapan Guts yang telah berubah menjadi raksasa jatuh batangan-batangan besi yang sangat banyak.


Para anggota Red Eagle segera berdiri diatas batangan-batangan besi itu dan mereka berdiri gagah tanpa rasa takut meski yang mereka hadapi adalah kekuatan penuh dari para raja iblis.


Lindouw 'sang raja iblis kematian' berkata dengan sorot mata tajam, "17 raja iblis berkumpul pada satu titik dan bertarung bersama hal itu tak pernah terjadi sebelumnya..."


"Ya, kami kuat dan tak terkalahkan...!!"


Ashura yang memiliki sebagian kekuatan Lindouw tersenyum menyeringai, "Anggota Red Eagle juga tak pernah berkumpul pada satu tempat dan kami belum pernah bertarung bersama..."


"Jadi kalian jangan sombong!!"


Rafathar berkata, "Mari buktikan saja!!"


Merekapun mengambil nafas panjang lalu berteriak serentak, "Serang...!!!!"


Ya, dua kelompok itupun memulai pertarungannya.


Leonidas 'sang raja iblis gempa' memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "HIIAA...!!!"


"KRAK!! KRAK!!" Atmosfer retak lalu gelombang penghancur segalanya melesat ke arah Red Eagle.


Tetapi salah satu anggota Red Eagle yaitu Kanzaki Shirou maju menghadapinya, ia menarik pedang besarnya lalu mengatifkan kemampuan memperberat benda miliknya, "10 Ton!!" Iapun mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.

__ADS_1


Pedang tersebut berbenturan langsung dengan gelombang penghancur dan berhasil menghentikannya.


"Apa!!" Leonidas terkejut, "Serangan gempa milikku dihentikannya dengan kekuatan fisik saja..."


Kamui 'sang raja iblis cahaya' melesat ke arah Senju Rain dan iapun berniat menerang dengan tusukan pedang yang terbuat dari elemen cahaya, "Kena kau!!"


Mendadak saja, Tsuruna sudah berada diatas Kamui, ia menarik pedangnya dan memotong-motong pedang cahaya Kamui berserta lengannya, "ARRGH...!!" Sang raja iblis cahaya itupun sontak menjaga jarak.


"Hanya karena kau memiliki kecepatan cahaya bukan berarti aku tak dapat menghentikanmu..." ucap Tsuruna dengan entengnya.


Giliran Silka 'si iblis wanita' menunjukan kemampuannya, ia terbang ke atas lalu mengepakan sayapnya sehingga laser-laser menghujani para Red Eagle.


"KYYAA...!!! Apa yang harus kita lakukan!! Kita akan mati!!!!" Jerik Kitsune dengan keras.


"Berisik!!!" Bentak Kiba dan iapun malah mencengkram tubuh rekannya itu lalu melemparnya ke langit.


"KYYAA...!!!!" Kitsune menjerit makin keras lalu tanpa disadarinya kemampuan absolute lucky miliknya aktif, "Meow..." seekor kucing hitam yang terbuat dari sihir khusus muncul diatas kepala Kitsune.


Ya, tembakan-tembakan laser meleset dan hal itu membuat Kitsune dan yang lainnya selamat tak terkena serangan.


"Apa!!! Tidak mungkin!! Mengapa tiba-tiba seranganku meleset..." Silka tak mengerti dan sampai terheran-heran.


Karma 'sang raja iblis petir' mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu menembakan kilatan-kilatan petir dari ujung jarinya, "Sllash!! Sllash!!"


Kiba yang memiliki elemen petir maju dan iapun memotong-motong tembakan petir itu, "Seranganmu boleh juga..." ejek Kiba dan hal itu membuat Karma sedikit terprovokasi.


Lalu Blast 'sang raja iblis api' menciptakan bola api dengan mengangkat kedua telapak tangannya lalu melemparkannya pada lawan, "Rasakan ini!!!"


"WUUSS...!!!"


Yasaka Sena yang merupakan Dewa Langit mengaktifkan kemampuannya, iapun mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu mendorong balik serangan bola api raksasa itu.


"Apa!!!" Giliran para raja iblis terutama Blast yang panik ketika serangannya berbalik arah.


Tetapi Rafathar menghadang, iapun mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu dari telapak tangannya itu muncul sebuah lubang yang secara perlahan menyerap bola api itu, "Bodoh!! Jangan gegabah dan meremehkan mereka!! Meski mereka hanya sekumpulan bocah tapi kalian harus ingat kita ada di medan perang!!!"


Sontak ucapan 'sang raja iblis pelahap' itupun membuat semua raja iblis terdiam.


*


Lalu dipermukaan tanah Arashi masih dalam penyembuhan.


Yuza mengarahkan telapak tangannya pada punggung Arashi dan ia sedang mentransfusi darahnya dengan darah Arashi, darah mereka saling mengalir.


"Sial, disaat yang lainnya sedang bertarung aku hanya bisa menonton dari tempat ini..." ucap Arashi yang agak jengkel, "Apa masih lama, Yuza?"


"Sebentar lagi kau pulih dan bisa beraksi lagi..." jawab Yuza yang sedang fokus.


"Ya, itu bagus dan aku mengandalkanmu..." ucap Arashi dengan tersenyum lebar.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1128 : Menuju Langit


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Terima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2