Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1096: Perang Digarda Depan II


__ADS_3

Salah satu eksekutif musuh dan merupakan salah satu dari tiga iblis kelas tertinggi yaitu 'sang raja iblis kematian' untuk sementara telah diasingkan dari medan perang.


Akan tetapi perang semakin berkecamuk 2.000 pasukan bangsa siluman ditambah 200 petarung elite Lembah Penempa Pedang yang menahan 10.000 pasukan musuh agar tak kembali lagi ke dalam kota Kronoz mulai kerepotan.


Mereka yang kalah jumlah perlahan mulai kalah tanding.


"Serang mereka!!!"


"Bunuh mereka!!"


"Habisi para binatang itu!!" Teriak pasukan musuh yang terdiri dari para kriminal dan para iblis.


Mereka menggempur pertahanan pasukan bangsa siluman dan terus mendesak mereka.


Para siluman itupun terus dipukul mundur karena jumlah pasukan mereka terus saja berkurang karena serangan pasukan musuh.


Seorang siluman elang yang merupakan salah satu petarung elite terbang melesat ke atas punggung sebuah gajah raksasa.


Di atas punggung gajah itu sang komandan perang berada, ia merupakan seorang siluman tikus tua dan ia bersama dengan pemimpin Lembah Penempa Pedang yaitu Tuan Kaizo.


"Lapor!!" Ucap siluman elang itu dengan menundukan kepala dihadapan dua pemimpin itu.


Sang siluman tikus tua itupun mengangkat wajahnya, "Katakan padaku bagaimana kondisi pasukan kita saat ini?"


Siluman elang itupun menjawab, "Tuanku, saat ini kita mengalami kalah jumlah..."


"2.200 pasukan melawan 10.000 pasukan dan selain kalah jumlah kita juga kalah tanding..."


"Pasukan musuh terus mendesak kita dan membuat jumlah pasukan kita terus berkurang..."


"Memangnya berapa jumlah pasukan kita yang tak dapat melanjutkan perang lagi?" Sahut Tuan Kaizo si pemimpin dari Lembah Penempa Pedang.


"Sekitar 500 orang..." jelas siluman elang itu dengan kepala tertunduk.


"Apa!!" Kedua pemimpin pasukan itupun sontak terkejut.


Siluman elang itupun dengan ragu-ragu bertanya, "Tuanku, sekarang ini apa yang harus kita lakukan? Berikan kami perintah!!"


Siluman tikus tua yang merupakan komandan utama pasukan siluman itupun berfikir lalu menarik kesimpulan dan memberikan perintah, "Kita memang kalah jumlah dan kalah tanding akan tetapi kita tak boleh menyerah..."


"Kita akan melanjutkan perang sampai titik darah penghabisan..."


"Kita harus bertahan karena ku yakin jika Tuan Muda Senju Rain dan rekan-rekannya bisa mengalahkan bos utama musuh yang nantinya akan membuat perang besar ini berakhir..."


Sontak siluman elang itupun berdiri tegak, "Baik, aku mengerti!! Akan ku sampaikan perintah anda pada para pasukan!!" Iapun mengembangkan sepasang sayap lalu terbang menuju kembali ke medan perang.


Sementara itu, Tuan Kaizo yang merupakan pemimpin dari Lembah Bayangan mendekati komandan utama pasukan siluman dan bertanya, "Apa kau pikir kita bisa memenangkan perang ini?"


Siluman tikus tua itupun terdiam.


"Dengan jumlah 1.700 pasukan apakah kita bisa mengalahkan pasukan musuh yang berjumlah 10.000?"

__ADS_1


Siluman tikus tua yang semula terdiam itupun akhirnya berkata, "Keberuntungan saja tak cukup untuk membuat kita memenangkan perang ini..."


"Tetapi bila keajaiban datang, kemenangan kita bukanlah hal yang mustahil..."


Tuan Kaizo menatap tajam dan berkata, "Bagaimana kau bisa seyakin itu keajaiban akan datang pada kita?"


"Karena ini era mereka..." jawab siluman tikus tua itu dengan singkat.


Tuan Kaizo tersenyum menyeringai dan ia yang telah lega berkata, "Oh, begitu ya?"


"Baiklah, aku setuju dengan pendapatmu itu, pak tua!! Ini era mereka dan siapapun yang menghalangi mereka pasti akan hancur..."


Setelah mendapatkan perintah dari komandan utama perangnya, siluman elang itupun terbang ke arah


"Jangan gentar!!"


"Maju terus!!"


"Kemenangan ada dipihak kita!!"


"Siap...!!!!" Jawab seluruh pasukan dengan serentak.


Semangat mereka kembali membara dan mengebu-gebu seperti sebelumnya, pasukan bangsa siluman itupun memberikan perlawanannya sengit dan meski kalah dalam hal jumlah tapi mereka secara perlahan mulai bisa menguasai keadaan dan mulai mampu mendesak pasukan musuh.


Salah satu elite pasukan musuh yang merupakan seorang kriminal dengan tubuh besar kekar yang mengamati dari benteng kota menggunakan sebuah teropong nampak kesal saat melihat pergerakan pasukan musuh yang kembali semangat.


Ia bergumam dalam hati, "Sialan, para binatang itu semakin membuatku jengkel!! Mereka harus segera diberi pelajaran!!"


"Siap!!!" Para bawahan dengan cepat menyiapkan meriam dan mengisinya dengan bola besi.


Dari atas tembok dinding kota itupun mereka tanpa ragu menembakan meriam-meriam, "WUUSS...!!"


"DHHUUAARR...!!"


"DHHUUAARR...!!" Tercipta ledakan-ledakan pada medan perang ketika bola-bola besi itu jatuh ke tanah.


Banyak pasukan siluman yang terluka karena serangan itu dan tak hanya dari pihak siluman tapi pihak musuh juga terkena sedikit dampak dari tembakan meriam tersebut.


"Hahahaha...!!" Pria yang memberikan perintah untuk menyerang tertawa lepas meski tembakan meriam tersebut mengenai pasukannya sendiri.


"Khi..." ia tersenyum menyeringai dan berkata, "Belum cukup!! Mereka yang berani melawan kami harus dihancurkan sampai berkeping-keping..."


Pria itupun mengangkat tangan kanannya ke atas lalu memberikan perintah, "Lepaskan mereka!!!!"


"Siap!!!!" Jawab pasukan yang berada diatas gerbang besi masuk kota.


Ya, secara perlahan gerbang tersebut terangkat lalu muncul kereta-kereta kuda yang menarik empat box yang terbuat dari baja.


Empat kotak yang terbuat dari baja tersebut terbuka dan keluarlah seekor burung gagak raksasa yang memiliki dua kepala, gurita raksasa yaitu Kraken, serigala berkepala tiga yaitu Cerberus dan singa dengan sepasang sayap dipunggungnya yang memiliki kepala manusia yaitu Sphinx


"...!!!!" Semua pasukan siluman yang melihat keempat makluk itu terkejut dan merekapun tak pernah mengira musuh memiliki makluk-makluk berbahaya seperti itu.

__ADS_1


Keempat makluk itu terikat oleh rantai-rantai lalu pria yang berada diatas gerbang kota dan ia merupakan eksekutif dari pihak musuh memberikan perintah, "Lempaskan mereka!!!"


"Baik..." rantai-rantai dilepaskan dan para pasukan musuh membukakan jalan bagi keempat makluk mitologi tersebut.


"WOOAARRGGH...!!!!!!" Keempat monster tersebut langsung saja berlari maju ke arah pasukan bangsa siluman.


Pasukan bangsa siluman sedikit ragu apakah mereka bisa menghadapi empat monster yang telah dilepaskan ke medan perang itu.


Mental pasukan siluman turun drastis karena mereka telah menyadari kalah jumlah dan kalah tanding lalu pihak musuh mulai mengeluarkan kekuatan tempur andalannya.


"WOOAARRGGH...!!!" Mereka meraung lagi dan suara mereka semakin keras karena semakin dekat.


Langkah kaki keempatnya menggetarkan bumi dan hal itupun membuat pasukan siluman sedikit takut dan gentar yang bahkan diantara mereka ada yang memundurkan langkah kakinya.


Terbesit dikepala mereka untuk kabur akan tetapi salah satu dari mereka yaitu seorang siluman elang berteriak dengan lantang, "Jangan takut!!!!"


"Kita dapat mengalahkan mereka!!!"


"HIIAA...!!!!" Siluman elang itupun terbang melesat maju dan teriakannya yang penuh semangat itupun membuat pasukan yang lainnya mengikuti dari belakang.


Mereka memberanikan diri untuk bertarung dengan dipimpin oleh siluman elang yang terbang paling depan.


Siluman elang itupun menarik dua pedang yang tersarung dipinggangnya dan terbang melesat ke arah Sphinx, ia berniat menyerang dengan tusukan, "HIIIAAA...!!"


Sphinx mengangkat satu kakinya dan menghantam dengan keras, "Jbbuuak!!!" Siluman elang itupun jatuh tersungkur membentur tanah dan seketika tak dapat bangkit kembali.


"Apa!!!!" Sontak hal itupun membuat para pasukan yang mengikuti dari belakang jadi sangat shock setelah mengetahui pemimpin mereka kalah dalam sekali serang.


Ya, kali ini semangat bertarung mereka benar-benar telah hilang.


"WOOAARRGGH...!!!!" Keempat makluk itupun terus mendekat.


"Lari!!!!"


"Mereka monster!!!"


"Selamatkan diri kalian!!" Teriak mereka tak karuan dalam kepanikan.


Keempatnya terus saja mendekat dan jarak diantara mereka sudah tak ada lagi.


Sang gagak hitam raksasa menyerang lebih dahulu dengan melesat lalu menyerang menggunakan cakarnya yang tajam, "Gyahahahaha...!!!" Mendadak terdengar suara tawa lepas yang sangat keras.


"DYYEESS...!!!" Seseorang jatuh dengan keras tepat dihadapan sang gagak raksasa, iapun terkena cakaran akan tetapi tetap baik-baik saja.


Ya, kemunculannya itu membuat semua pandangan mata teralihkan padanya terlebih ia sangat menyolok karena memancarkan cahaya menyilaukan.


"Gyahahaha...!!!" Ia masih tertawa lepas dan berkata dengan entengnya, "Akhirnya aku sampai juga...!!!"


Pria tersebut adalah salah satu anggota Red Eagle dan dia adalah Tatsumi Saburo 'si tinju penghancur'


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1097 : Dua Kapten Red Eagle Vs Dua Raja Iblis

__ADS_1


__ADS_2