Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1195 : Bangkit!!


__ADS_3

"Aku adalah pemilik jubah raja pertama..."


"Dan orang-orang dari eramu mengenalku sebagai Ksatria Emas Legendaris..."


Arashi yang terlanjur kesal berkata, "Maaf saja, meski kau petarung legendaris tapi aku tak mengenalmu..."


"Jangan bohong padaku!!" Ucap Ksatria Emas yang sedikit jengkel.


"Aku serius..."


Ksatria Emas bergumam dalam hati, "Mungkin yang dikatakannya benar!! Eraku dan eranya terpaut waktu 6.000 tahun jadi wajar saja ia tak mengenalku..."


Ia berkata lagi, "Tak masalah bila kau tak mengenalku akan tetapi ku pastikan bila kau bisa mengalahkanku maka kau bisa kembali hidup lalu menuju medan perang..."


"Terima kasih..." ucap Arashi dengan tersenyum menyeringai, ia melesat secepat cahaya dan dalam sekejap saja sudah berada dihadapan Ksatria Emas.


Arashi mengepalkan tangan berbalutkan cahaya dan memukul sedangkan Ksatria Emas mengayunkan pedangnya, "Cthing!!" Ujung pedang sang legenda beradu kekuatan dengan tinju cahaya sehingga energi tersebar ke segala arah.


Keduanya lalu sama-sama menjaga jarak dengan melompat ke belakang.


"Aku memang tak bisa bergerak secepat cahaya akan tetapi aku masih bisa membaca gerakannya..." gumam Ksatria Emas dengan menggenggam pedangnya menggunakan kedua tangan lalu tanpa ragu menebas ke depan, "Sllash!!"


"WUUSS...!!" Angin pemotong berwarna kekuning-kuningan melesat dengan sangat cepat.


Arashi meletakan kedua telapak tangan pada permukaan tanah dan tercipta dinding kegelapan, "Sllash!!"


"Cruat!!" Kegelapan itupun terpotong dan Arashi terluka karena terkena serangan.


"Bagaimana mungkin!! Seharusnya kegelapan milikku mampu menyerap serangan darimu..." ucap Arashi yang kemudian memulihkan diri.


"Elemen emas milikku bukan elemen biasa yang dapat dengan mudah kau serap begitu saja..." jelas Ksatria Emas.


"Cih..." Arashi menjadi kesal akan tetapi ia yang telah pulih siap bertarung lagi, "Mau emas atau apapun aku tak peduli..."


"Jika aku tak dapat menyerap serangan darimu maka cukup ku hindari saja seranganmu itu..."


Ksatria Emas tersenyum menyeringai, "Cara yang simpel akan tetapi apakah kau bisa menghindari setiap seranganku?"


"Kita tidak tau bila tak mencobanya..." teriak Arashi dengan kembali melesat ke arah lawan.

__ADS_1


Ia melesatkan serangan yang berupa tendangan dan pukulan secepat cahaya akan tetapi serangannya itu dapat dihindari oleh Ksatria Emas


"Seranganmu mudah dibaca..." ucap Ksatria Emas dengan meledakan energi sehingga membuat Arashi terpaksa menjaga jarak lagi, "Ayolah, serang aku dengan sesuatu yang mengejutkan dan hebat atau kau ingin pertarungan ini berlangsung 10 juta tahun?"


Arashi terdiam dan berfikir lalu ia membuat keputusan, "Aku tak bisa lebih lama ditempat ini!!!"


"Akan ku kerahkan semua yang ku miliki...!!!" Ucapnya yang kemudian meningkatkan energi.


Kegelapan yang berada disegala tempat terkumpul kembali pada Arashi dan hal itu semakin meningkatkan energinya.


Arashi menyatukan kedua telapak tangannya ke depan lalu berkonsentrasi, "Five Mode"


Ya, empat Arashi muncul dari bawah bayangan Arashi mode cahaya kegelapan.


Arashi yang muncul adalah Arashi mode iblis, dewa, naga, elemen.


"Ku pertaruhkan segalanya dengan teknik ini..." ucap Arashi cahaya kegelapan dengan tersenyum lebar penuh dengan kebanggaan.


Ksatria Emas nampak tenang meski Arashi telah menunjukan kemampuannya, "Lima orang mengeroyok ku? Hmm... menarik sekali!!"


"Tetapi menyerap kembali kegelapan yang telah kau sebar maka hal itu membuatku dapat memindahkan area pertarungan..." Ksatria Emas menjentikan jarinya dan sekejap saja arena pertarungan berubah jadi di atas kapal.


Arashi mode cahaya kegelapan berteriak, "Serang dia!!!!!"


Ya, meski menghadapi 5 orang sekaligus tapi Ksatria Emas mampu memberikan perlawanan yang luar biasa hebat.


Pertarungan merekapun berlangsung sangat lama sampai tak dapat dihitung waktunya.


Walau pertarungan berlangsung sangat sengit tapi pada akhirnya lima Arashi berhasil mengalahkan sang legenda.


Waktu didunia antara hidup dan mati dengan dunia nyata berjalan berbeda.


Meski waktu didunia antara hidup dan mati sudah berlangsung sangat lama tapi didunia nyata waktu hampir tak berjalan dan saat ini Torano, Ryusuke dan Daisuke sedang berusaha membangkitkan Arashi.


Tubuh Arashi tanpa jiwa melayang diudara lalu Torano yang melakukan ritual kebangkitan bergumam dalam hati, "Itu hanyalah mayat tanpa jiwa dan sekarang waktunya menarik jiwa Arashi dari akhirat..." ia mengarahkan Raja Pedang ke atas lalu mulai fokus.


Langit Aera mendadak menjadi gelap gulita lalu diatas langit awan terpusat bagaikan tersedot ke dalam dan sebuah portal dari neraka mulai terbentuk.


Kegelapan pekat secara perlahan turun dari dalam portal neraka yang kemudian menyelimuti tubuh Arashi yang telah sempurna itu.

__ADS_1


Ryusuke yang merupakan pemegang salah satu dari tiga senjata terkuat bergumam dalam hati, "Dia yang sekarang terlahir dari sedikit kemampuan Perisai Harapan jadi ku yakin daya tahan tubuhnya sangat kuat..."


Daisuke si pemegang Cahaya Surga juga bergumam dalam hati, "Dengan energi tanpa batas yang dia miliki ku yakin Arashi sekarang tak terkalahkan..."


Dilain sisi Torano menatap tajam, "Ku harap dia tak memiliki kegelapan sejati dari Raja Pedang!! Jika dia memilikinya maka ku yakin ia akan jadi musuh baru kami..."


Ritual kebangkitan selesai dan sekarang tinggal menunggu Arashi tersadar.


Arashi yang melayang diudara dengan kegelapan pekat diseluruh tubuhnya yang bagaikan kepompong kegelapan itu secara perlahan turun dan saat kakinya menyentuh permukaan tanah maka dalam sekejap saja kegelapan yang menyelimutinya hilang.


Arashi berdiri tegak dengan tampilan yang berbeda pada warna rambutnya, ia yang sebelumnya memililki warna rambut merah kini berganti warna rambut jadi hitam pekat.


Arashi secara perlahan membuka matanya dan terlihat sorot mata tajam dimatanya.


Torano segera menutup portal dari neraka karena tak ingin sesuatu yang buruk keluar dari neraka, "Kau menyerap banyak sekali kegelapan dari neraka..."


"Jadi siapa kau? Apakah kau Arashi yang dulu atau berbeda? Kau itu musuh atau kawan?" Tanya pemegang Raja Pedang itu dengan penuh kewaspadaan.


Arashi menjawab dengan sorot mata tajam dan membuat mereka berempat merinding, "Jangan khawatir!! Meski aku memiliki kegelapan 'raja pedang' tapi aku tetaplah anggota Red Eagle..."


"Ya, terima kasih karena telah membangkitkan diriku lagi dan sekarang aku akan segera mengakhiri perang ini..."


Arashi berhasil dibangkitkan akan tetapi ada yang berbeda darinya.


*


Lalu diperang sendiri.


'Si akhir' telah menghabisi Hoshimiya Gingga 'sang raja kegelapan' yang merupakan guru Red Eagle.


"Jleebb...!!!" Pedang sang iblis menembus tubuh 'sang raja kegelapan'.


"Uhuk!!" Hoshimiya-sensei memuntahkan darah segar dan pandangan matanya mulai menghitam lalu hal itu membuat keberadaan 9 pengguna jubah raja yang telah dipanggil dari masa lalu memudar.


"Kau memang berhasil membunuh ku akan tetapi mereka telah datang..."


"Kalian tak akan pernah memenangkan perang ini..."


"Tap..." disaat yang tak terduga semua anggota Red Eagle yang sebelumnya bertarung didalam kota melawan para raja iblis sampai ke tempat itu, "Sensei...!!!!!" Teriak mereka secara spontan ketika melihat tubuh 'sang raja kegelapan' tertembus pedang sang iblis.

__ADS_1


YA, SEMUANYA MULAI BERKUMPUL PADA SATU TITIK DAN PERANG AKAN MENCAPAI PUNCAKNYA!!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1196 : Emosi


__ADS_2