
Arashi yang telah mati berusaha dibangkitkan kembal akan tetapi jiwanya ditempat yang lain.
Arashi kemudian bertemu dengan rekan-rekan masa kecilnya dan ia bermain dengan mereka untuk waktu yang lama hingga pada akhirnya Arashi mulai merasa jengkel, "Kita sudah bermain selama sepuluh tahun dan hal itu membuatku bosan...!!!"
"Sebenarnya aku ada dimana?" Tanya Arashi dengan sorot mata tajam.
Hioshi dan Keisuke tersenyum menyeringai lalu 'sang naga petir' itupun berkata, "Tempat ini bukanlah surga atau neraka dan juga bukan dunia asli..."
"Ya, tempat ini adalah sebuah dimensi antara hidup dan mati..." ucapnya yang kemudian ia bersama dengan Hioshi berubah menjadi satu lalu secara perlahan berubah wujud ke rupa orang lain yang asing bagi Arashi, "Khehehe..."
"Siapa kau?" Tanya Arashi dengan sorot mata tajam.
Orang itupun tersenyum menyeringai lalu menjentikan jarinya sehingga mendadak saja seluruh tempat itu berubah menjadi tanah lapang dengan penuh rumput hijau sejauh mata memandang, "Tentu saja, aku adalah penguasa tempat ini..."
"Ya, tempat ini merupakan perbatasan hidup dan mati..."
"Yagami Keisuke dan Yagami Hioshi yang masih hidup tak bisa ada ditempat ini jadi aku meniru wujud mereka akan tetapi untuk Yagami Aoi yang telah mati aku memanggilnya khusus untukmu dari akhirat..."
Arashi terdiam, "Apa maksudmu?" Ucapnya yang tak mengerti akan tetapi mendadak Aoi kecil memeluk dirinya dari depan dan membuat Arashi sampai terjatuh.
"Aku Aoi dan aku sangat senang bisa menghabiskan waktu selama 10 tahun disini denganmu..."
Arashi terdiam dan seakan tak percaya akan hal yang dialaminya, "Itu tidak mungkin..." ucapnya yang secara tak sadar ia memeluk tubuh gadis berambut biru itu.
Pria asing yang belum memperkenalkan diri itupun berkata, "Ah, sangat mengharukan sekali akan tetapi waktu kalian sudah habis..."
Secara perlahan Aoi melepaskan pelukannya dan kemudian berdiri, ia tersenyum pada Arashi lalu kemudian berkata, "Terima kasih untuk semuanya..."
Pria itupun mendadak menjentikan jarinya dan dengan sekejap mata saja Aoi kecil lenyap tanpa jejak.
"Eeehh...!!!!" Secara spontan Arashi terkejut saat teman masa kecilnya itu menghilang, "Kemana dia?"
"Dia kembali ke akhirat..."
"Akhirat?" Tanya Arashi.
"Bukankah sudah ku bilang tempat ini adalah tempat antara yang hidup dan mati lalu aku memanggil Yagami Aoi yang telah mati dari akhirat?"
Arashi mengangguk paham, "Oh, aku mengerti..."
"Hmm... jadi ada urusan apa kau denganku?" Tanya Arashi.
__ADS_1
"Bukankah sudah ku bilang sebelumnya tempat ini ada diantara mereka yang telah hidup dan mati..."
Arashi menjadi bingung, "Ya, kau sudah mengatakannya padaku akan tetapi aku masih tak mengerti..."
"Hah..." pria itupun menghela nafas panjang dan terlihat malas menjelaskan, "Perang masih terjadi dan teman-temanmu masih membutuhkan keberadaanmu jadi mereka berusaha membangkitkan dirimu yang telah mati..."
"Ya, singkatnya aku disini karena hal itu..."
"Perang!! Bagaimana dengan perang itu sekarang?" Tanya Arashi yang secara spontan terkejut setelah menyadari perang masih berlanjut.
"Tempat ini tak terikat ruang dan waktu jadi kau sudah menghabiskan 10 tahun akan tetapi didunia nyata waktu berjalan semestinya dan sekarang ini perang mencapai puncaknya dengan turunnya dua penguasa kelompok iblis..."
"Ya, dua penguasa itu sedang berhadapan dengan sisa-sisa anggota Red Eagle yang masih bertahan..."
Arashi menatap tajam dengan ekspresi serius, "Apa maksud ucapanmu 'sisa-sisa anggota Red Eagle yang masih bertahan'..."
"Ya, beberapa dari mereka tak mampu lagi melanjutkan pertarungan karena terluka dan juga beberapa dari mereka juga telah mati dalam perang..."
"Mati?" Ucap Arashi yang tak percaya.
"Aku tak bohong..." ucap pria itu datar.
Arashi terdiam membisu seakan tak percaya akan apa yang ia dengar, "Tidak mungkin!!! Mereka itu kuat jadi mereka tak mati!!!" Teriak Arashi.
"Ya, aku telah mengirim jiwa mereka ke akhirat beberapa tahun yang lalu..."
Arashi sekali lagi terdiam dan ia sedang berfikir, "Baiklah, Aoi bisa menungguku diakhirat akan tetapi aku harus kembali ke medan perang lagi!!"
Iapun berkata dengan tegas pada pria penjaga tempat itu, "Hey, pria yang tak ku kenal!! Aku memilih bangkit jadi segera hidupkan aku lagi!!!"
Pria itupun tersenyum menyeringai lalu secara perlahan menarik sebilah pedang yang ada dipunggungnya, "Aku tak bisa menghidupkan dirimu akan tetapi teman-temanmu didunia sana bisa..."
"Ya, tapi bila kau memilih kembali ke dunia fana maka aku akan menghentikanmu..."
"Lawan aku dengan seluruh kemampuanmu bila kau ingin hidup lagi..."
Arashi memasang kuda-kuda dan menatap dengan sorot mata tajam, "Aku tak ingin membuang waktu lebih lama lagi!! Akan ku kalahkan kau secepat mungkin!!" Ucapnya dengan melesat sekali pijakan, iapun mengepalkan tangan lalu memukul.
"Jbbllast!!" Pukulan Arashi ditahan menggunakan pedang.
Pria itu tersenyum menyeringai, "Kau terlalu meremehkan diriku, Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
__ADS_1
Arashi melompat ke belakang untuk menjaga jarak, "HUUPPSS..." ia menarik nafas panjang dan mengeluarkan teknik andalan para naga, "Auman Naga Api...!!"
"WUUSS...!!" Kobaran api yang sangat besar melesat.
Pria penjaga tempat itupun tersenyum menyeringai dihadapan kobaran api yang sangat tinggi itu, ia menggenggam erat pedangnya dan menebas, "Sllash!!" Serangan kobaran api tersebut terpotong jadi dua bagian.
"Aku terlalu meremehkannya..." gumam Arashi dengan suara pelan, ia terlihat sangat kesal.
Pria itupun mengejek Arashi, "Ayolah!! Ku yakin kemampuanmu lebih dari itu, 'si pengacau'..."
"Cih..." Arashi yang kesal meningkatkan energi sehingga kedua pijakan kakinya meluapkan kegelapan pekat, "Mode : Devil"
"Kekuatan iblis, ya?" Gumam lawan Arashi saat melihat kemampuan spesial miliknya.
Arashi memperkuat pijakan kaki lalu memusatkan energi pada telapak kaki dan melesat dengan sekali pijakan sambil melempar semua energi yang terkumpul sekaligus, "HIIAA...!!!!" Arashi mengepalkan tangan dan memusatkan energi pada kepalan tangan lalu memukul sambil melemparkan semua energi sekaligus, "Jbbllast!!!"
Pria itu menahan dengan mudah menggunakan telapak tangannya, "Tidak mungkin!!!!!" Arashi terkejut dan iapun segera melompat ke belakang untuk menjaga jarak.
"Aku memukul dengan seluruh energi yang ku miliki!! Seharusnya lenganmu hancur...!!!"
"Khehehehe..." pria yang menjadi lawan Arashi tertawa dan berkata, "Aku tau teknik yang kau gunakan itu!! Teknik memfokuskan energi diciptakan oleh Naga Emas dan aku tau betul cara mengatasinya..."
Arashi terdiam lalu bertanya, "Sebenarnya siapa kau?"
"Tak penting siapa aku..." pria itupun menjentikan jarinya dan mendadak seluruh tempat berubah menjadi gurun, "Aku penguasa tempat ini jadi berhati-hatilah..."
Arashi mempertajamkan instingnya dan sangat waspada akan tetapi mendadak piramid yang ada dibelakang tubuhnya terangkat, "Apa!!!" Arashi menoleh ke belakang.
"DYYEESS..." Lawan Arashi menggunakan kemampuan telekinesis dan menjatuhkan piramid kepada Arashi.
"Khehehe... ayolah, aku tau serangan macam itu tak mempan padamu..." ejek pria itu lagi.
Ya, benar saja Arashi menghancurkan piramid yang menimpanya dengan ledakan energi kuat dan iapun kembali bertarung lagi.
"HIIIAA...!!" Iapun menyerang dan terus menyerang, mereka bertarung dan terus bertarung sampai waktu berjalan cukup lama.
"Hah... hah... hah..." Arashi mengatur nafasnya dan terlihat sangat kesal, "Pertarungan ini terasa sudah sangat lama sekali!!"
"Hahahahaha..." pria yang menjadi lawan Arashi tertawa lepas, "1 juta tahun!! Kita sudah bertarung selama 1 juta tahun..."
"Apa!!!!!!" Arashi kaget mendengar ucapan lawannya itu.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1194 : Pemilik Jubah Raja Pertama