
Di negeri para dewa, Aera.
Ryusuke, Torano dan Daisuke sepakat untuk membangkitkan Arashi yang telah mati dengan senjata terkutuk milik mereka.
Sebelum memulai ritual kebangkitan mereka pergi ke tempat terbunuhnya Arashi.
"Jadi ditempat ini ia mati?" Ucap Daisuke dengan melihat darah berceceran dipuing-puing bangunan.
"Benar sekali!!" Jawab Ryusuke.
Torano berkata, "Tak perlu berlama-lama lagi!!"
"Benar, semakin ditunda maka korban jiwa dalam perang akan semakin banyak..." ucap Kaoru.
"Jadi apa kalian tau cara membangkitkan Kak Arashi?" Tanya Airi.
Semua terdiam dan jadi hening sejenak akan tetapi kemudian Torano berkata, "Kebangkitan yang kita lakukan adalah kebangkitan spesial jadi kita harus berhati-hati agar tak terjadi kesalahan..."
"Aku tau..." ucap Kaoru dan iapun berkata lagi, "Perisai Harapan akan jadi wadah tubuhnya lalu energinya berasal dari Cahaya Surga dan terakhir Raja Pedang akan menarik jiwa Kak Arashi dari akhirat..."
"Melakukannya tak semudah mengatakannya akan tetapi mari kita coba..." ucap Torano.
"Ya, hal itu juga membuatku makin semangat..." sahut Daisuke.
"Kalau begitu segera bentuk formasi ritualnya..." ucap Ryusuke.
Ketiganya bergegas melakukan ritual, mereka berada dalam formasi segitiga sama sisi dengan darah-darah Arashi berada ditengah-tengah.
Sementara ketiganya melakukan tugas mereka, Airi dan Kaoru berjaga-jaga ditempat yang agak jauh dari tempat ritual.
"Mari mulai!!!" Ucap Ryusuke.
"Ya!!" Jawab keduanya serentak.
Torano meningkatkan energi, ia mengangkat tangan kanannya ke atas lalu kegelapan pekat mulai terkumpul dan memadat membentuk Raja Pedang.
"HIIAA...!!!" Torano lalu menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan lalu mengarahkannya ke depan, "Aku belum pernah melakukan hal ini dan ku harap berhasil..." pikir Torano.
Ujung Raja Pedang mengeluarkan kegelapan dan kegelapan itu secara perlahan menarik darah-darah Arashi yang berceceran ke atas sehingga secara perlahan terbentuklah tulang-tulang, organ dalam, otot lalu kulit.
"Akan ku perkuat tubuhnya dengan Perisai Harapan..." ucap Ryusuke dengan mengambil syal yang meliliti lehernya.
Syal itu merupakan perwujudan dari Perisai Harapan dan Ryusuke memotongnya sedikit lalu melemparkannya ke atas depan yang secara perlahan menyatu dengan kegelapan Raja Pedang.
__ADS_1
"Giliranku..." ucap Daisuke dengan mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan dan mulai mentransfer energi tak terbatas ke tubuh yang belum sempurna itu.
Ya, secara bertahap tubuh itupun sempurna dan memiliki semua anggota badan seperti manusia pada umumnya.
"Kak Arashi dapat dihidupkan lagi..." ucap Kaoru yang merasa senang.
"Ya, tapi kita tak boleh lengah!! Kita harus waspada bila Kak Arashi jadi jahat..." Sahut Airi.
Torano yang melakukan ritual kebangkitan bergumam dalam hati, "Itu hanyalah mayat tanpa jiwa dan sekarang waktunya menarik jiwa Arashi dari akhirat..."
"Hal terpenting dan tersulit yang harus dilakukan..." iapun mengarahkan Raja Pedang ke atas lalu mulai fokus.
Ya, diatas sebuah portal dari neraka mulai terbentuk dan secara perlahan kegelapan turun menyelimuti tubuh Arashi yang telah sempurna itu.
*
Lalu disuatu tempat yang semuanya tertutup oleh salju.
"Dimana aku?" Ucap Arashi yang agak bingung ketika melihat sekeliling, ia bertambah bingung ketika menyadari dirinya jadi anak-anak lagi, "Eeehhh...!! Aku jadi kecil lagi?"
"Jangan bengong!!" Teriak seorang gadis kecil dengan melemparkan bola saja ke arah Arashi dan bola salju itupun tepat mengenai wajah Arashi.
Arashi terdorong ke belakang, sempoyongan dan terjatuh ke belakang, "Hey, apa yang kau lakukan?" Teriak Arashi dengan mengusap salju yang mengenai mukanya.
Iapun terdiam membisu dan tak bisa berkata-kata lagi melihat gadis yang melemparkan bola salju ke arahnya, "Tidak mungkin!!!!!! Kau Aoi!!!!"
Arashi terdiam membisu dan mulutnya tak bisa terucap karena tak bisa mempercayai apa yang ada dihadapannya, "Itu tidak mungkin!! Aoi sudah lama mati!!"
Aoi kecil berjalan mendekati Arashi lalu secara tiba-tiba ia mengepalkan tangan dan memukul kepala Arashi sekuat tenaga, "Aku belum mati...!!!!!!!"
"Tyeng!!!"
"Aduh, sakit sekali!!!!" Teriak Arashi kecil dengan memegangi kepalanya yang benjol.
"Kenapa kau memukulku?" Protes Arashi.
"Yap, itu karena kau mengatakan sesuatu yang membuatku tak senang..."
"Cih..." Arashi kesal pada alasan gadis kecil itu.
Aoi mengambil bola salju dan tanpa ragu melemparkannya lagi, "Ayo main, Arashi!!"
Bola salju itu lagi-lagi mengenai wajah Arashi, "Akan ku ladeni..." ucap Arashi yang kesal dan iapun mengambil segumpal salju lalu melemparnya.
__ADS_1
Lemparan Arashi kecil tepat mengenai kepala Aoi kecil akan tetapi Aoi kecil bukannya marah tapi ia malah senang, "Ayo perang bola salju!!!!" Iapun melemparkan bola salju.
Ya, keduanya bermain bola salju akan tetapi setelah lelah bermain mendadak cuacah berubah menjadi ekstrem yaitu seperti akan terjadi badai.
Kedua kemudian berlarian kesana kemari lalu menemukan sebuah rumah tua untuk berteduh, mereka berdua ke tempat itu untuk menghangatkan diri dengan berapi-api tidur dan makan.
"Khihihi...!!" Keduanya tertawa penuh kebahagiaan.
Setelah tidur malam secara perlahan mereka terbangun.
"Badai terhenti..." ucap Arashi dengan perlahan berjalan menuju pintu, ia membuka pintu keluar rumah dan sangat terkejut ketika melihat rumah telah berpindah ke tempat daerah pantai, "Apa-apaan ini?" Arashi kecil bingung.
Dikejauhan dua orang anak laki-laki melambai-lambaikan tangan dan berteriak, "Cepatlah kemari dan ayo main!!"
"Ya, aku menunggu kalian!!" Sahut anak yang satunya lagi.
Arashi kembali terdiam membisu lagi dan tak dapat berkata-kata, "Hioshi dan Keisuke?" Gumam Arashi kecil dalam hati.
Keduanya berteriak lagi, "Kami menunggu kalian...!!!"
Arashi masih terdiam akan tetapi Aoi kecil yang sudah bangun segera berlari keluar dan langsung berteriak penuh kegembiraan, "Ayo main!!!!!"
Arashi kecil yang melihat ketiganya sibuk bermain akhirnya membuat keputusan, "Ah, masa bodoh!! Ayo main!!" Teriaknya dengan berlari.
Merekapun asik bermain dipantai tanpa memikirkan hal buruk akan terjadi.
Lalu setelah lelah bermain keempatnya pergi kembali ke rumah gubuk yang ada ditepi pantai untuk beristirahat dan tidur siang.
Tetapi setelah tidur merekapun bangun ditempat yang berbeda karena rumah yang mereka tinggali kini berpindah ke sebuah hutan belantara.
"Tempat apa ini?" Pikir Arashi kecil.
"Ayo main!!!!" Tanpa ragu-ragu Aoi, Keisuke dan Hioshi dengan lantang, merekapun tanpa pikir panjang berlari ke pantai.
"Ah, ya sudahlah!!" Arashi tak peduli lagi dan iapun ikut bermain.
Mereka berempat bermain, lelah, istirahat dan ketika kembali ke rumah itu mereka terbangun ditempat yang berbeda dan hal itu terjadi berulang-ulang hingga Arashi menaruh rasa curiga.
Arashi kini serius dan bertanya pada keempatnya yang sedang bermain, "Jangan bohongi aku lagi!!!! Sebenarnya tempat apa ini?"
"Kita sudah bermain selama sekitar sepuluh tahun dan hal itu membuatku bosan...!!!"
Keempatnya tersenyum menyeringai lalu Keisuke berkata, "Tempat ini bukanlah surga atau neraka dan juga bukan dunia asli..."
__ADS_1
"Ya, tempat ini adalah sebuah dimensi antara hidup dan mati..." ucapnya yang kemudian secara perlahan berubah wujud ke rupa orang lain yang asing, "Khehehe..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1193 : 1 Juta Tahun