
Disaat Arashi berniat kembali memulai pertarungannya, beberapa langkah kaki mendekat, "Sudah cukup!! Hentikan semua ini, Arashi!!" Teriak Senju Rain dengan tegas.
Iapun datang bersama dengan para siluman pulau abad.
"Eehh...?? Kenapa kau datang bersama mereka?"
Senju Rain tersenyum menyeringai, "Ceritanya agak rumit tapi yang jelas aku adalah tuan mereka..." ucapnya dan mendadak siluman yang semula bertarung dengan Arashi bersujud dihadapan Senju Rain.
Arashipun semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi, "Bisa kau perjelas ucapanmu itu?"
"Cih..." Misaki yang melihat pasukan siluman babak belur karena ulah Arashi menjadi agak kesal, "Kau tak perlu tau alasannya siluman ditempat ini menghormati Rain tapi yang jelas segeralah minta maaf pada mereka...!!!"
"Eehh...??!! Kok jadi aku yang salah?"
Misaki mendekati Arashi dan langsung saja memukul kepala bagian belakangnya, "Cepat minta maaf sana...!!"
"Tyeng...!!" Arashi jatuh tersungkur ditanah dengan kepala benjol, "Aku minta maaf pada kalian..."
"Ah... ya..." jawab pasukan itu yang kurang mengerti keadaan yang terjadi.
'sang siluman elang putih' bergumam dalam hati, "Ternyata dia rekan Tuan Senju Rain jadi pantas saja dia begitu hebat sampai kami semua tak mampu mengalahkannya..."
Setelahnya Arashi berdiri tegak lalu iapun masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, "Hey, Rain!! Kenapa ditempat ini para siluman sangat menghormatimu?"
Senju Rain tersenyum menyeringai dan membalikan badannya, "Kau akan tau sendiri nanti dan untuk sekarang mari menuju pusat pulau..."
"Aku tak suka teka-teki dan juga apa maksudnya dari pusat pulau? Bukankah kita sudah berada di Pulau Abad?"
"Hah..." Misaki menghela nafas panjang, "Akupun juga masih penasaran mengapa Rain dikagumi akan tetapi kalau kau menganggap tempat ini Pulau Abad maka anggapanmu itu salah..."
"Hah?? Jadi tempat ini bukan Pulau Abad, ya?"
"Tempat ini adalah Pulau Abad akan tetapi bukan pusat pulau..." sahut 'sang siluman kera' yang bernama Morgan, "Pulau ini hanya salah satu gugusan pulau kecil yang mengelilingi pusat pulau..."
"Pusat pulau adalah tempat tumbuhnya pohon raksasa yang disebut Pohon Abad..." jelas Morgan.
__ADS_1
Misaki dan Arashi agak kurang paham akan tetapi Senju Rain berkata dengan berjalan menjauh, "Akan ku jelaskan kalian sambil melakukan perjalanan ke pusat pulau..."
Keduanya tanpa protes setuju saja pada pendapat 'si jenius' itu lalu para siluman yang sebelumnya bertarung kini menjadi pengawal mereka menuju pusat pulau.
Pulau Abad memiliki sebuah pohon raksasa yang telah berumur 2.000 tahun.
Akar pepohonan tumbuh disekitar pulau abad dan terangkat ke permukaan laut lalu tumbuhlah pepohonan yang menjadikan pulau-pulau kecil.
Ya, pada dasarnya pulau abad merupakan pulau yang terbentuk dari pohon raksasa.
Senju Rain memimpin perjalanan menuju pusat pulau karena ia sudah pernah menjelajahi pulau abad, ia dan kedua kawannya itupun dikawal oleh pasukan siluman.
Mereka sekarang tengah menaiki sebuah kapal kecil.
Arashi menjadi sangat kagum, "Wah, benar sekali!! Pulau-pulaunya ada banyak sekali...!!!!" Ucapnya yang melihat banyak gugus pulau.
"Asal kau tau saja semakin kita mendekati pusat pulau maka gugusan pulaunya makin banyak dan juga jarak antar pulau makin dekat..." jelas Morgan 'sang siluman kera'
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Misaki.
Arashi dan Misaki masih saja tak mengerti lalu Senju Rain yang malas menjelaskan memberikan perintah pada 'sang siluman elang putih', "Kau ajak kedua temanku melihat pulau ini dari atas sementara aku akan melewati jalan bawah saja..."
"Ya, siap tuan..." ucap 'sang siluman elang putih' dan iapun menuju ke arah keduanya, "Hey, kalian!! Bagaimana kalau kita lewat jalur udara dalam menuju pusat pulaunya..."
"Hmm... kurasa itu ide yang bagus..." ucap Arashi.
Misaki langsung naik ke punggung Arashi, "Yap, kalau begitu secepatnya kita berangkat!!"
"Cih, kenapa kau seenaknya naik ke punggungku? Bukankah kau juga bisa terbang dengan menciptakan lukisan burung?"
"Yah, itu bisa saja ku lakukan akan tetapi aku ingin menghemat energi jadi aku numpang saja padamu..." jelas Misaki seenaknya sendiri.
Arashipun enggan berdebat dengan teman wanitanya itu, iapun segera meningkatkan energi dan mengembangkan sepasang sayap api dipunggungnya.
'Sang siluman elang putih' juga mengembangkan sayapnya dan berkata, "Ayo berangkat!!"
__ADS_1
"WUUSS..." dengan sekali kepakan sayapnya iapun melesat ke angkasa dan dibelakangnya Arashi yang menggendong Misaki mengikuti.
"WAH...!!!" Arashi dan Misaki menjadi sangat kagum dengan pemandangan yang terpampang dari atas.
Keduanya melihat gugusan pulau-pulau kecil melingkar dan semakin dekat ke pusat pulau jarak antara pulau semakin dekat juga.
Pusat pulau merupakan dataran hijau luas dengan pepohonan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Lalu keduanya terbelalak dan sangat tak percaya saat melihat pohon raksasa tumbuh dipusat pulau, "Jadi itu Pohon Abad, ya?" Tanya Arashi.
"Benar..."
"Tempat ini sangat menakjubkan dan sangat sulit dipercaya karena ada pohon besar tumbuh ditengah yang membentuk segalanya..." Misaki masih saja terkagum dan terlebih pada Pohon Abad yang ukurannya luar biasa besar.
'Sang siluman elang putih' tersenyum lalu menjelaskan, "Pohon Abad memanglah luar biasa dan bahkan aku penduduk tempat ini saja juga tak percaya bahwa ada pohon yang bisa tumbuh ditengah samudra..."
"Ya, akar pohon itu yang mengambang ke atas telah membentuk pulau-pulau yang kami tinggali..."
Arashi maupun Misaki tak bisa berkata-kata lagi selain merasa kagum. Dari atas keduanya juga mampu melihat para penduduk pulau yang merupakan bangsa siluman dari berbagai jenis.
"Kita semakin dekat dengan pulau utama jadi simpan kekaguman kalian karena yang akan kalian lihat nanti lebih luar biasa lagi..." ucap 'siluman elang putih' yang memandu keduanya.
"Khihihi..." Arashi maupun Misaki hanya bisa tersenyum lebar dan merasa senang.
'Sang siluman elang putih' juga tersenyum, "Kalian berdua beruntung datang bersama Tuan Senju Rain..."
Arashi tak mengerti, "Hah?? Apa maksudmu? Aku jadi penasaran juga mengapa kalian sangat mengagumi 'si jenius' itu?"
"Benar sekali!! Katakan pada kami alasan kalian mengagumi, Rain..." sahut Misaki yang juga penasaran.
'Sang siluman elang putih' nampak terkejut karena keduanya yang merupakan teman dekat Senju Rain tak tau apapun dan iapun sedikit menjelaskan, "Aku tak tau kalian bodoh atau pura-pura tak tau tapi alasan kami sangat mengagumi Tuan Senju Rain karena dia adalah pewaris dari Pohon Abad..."
"Ya, sebagai pewaris Tuan Senju Rain mungkin suatu saat nanti dapat menciptakan 'Pohon Abad' ke-2"
"Jadi sudah sewajarnya kami yang dihidupi oleh 'Pohon Abad' mengaguminya..."
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 914 : Level Tertinggi