Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1093 : Melemparnya Ke Neraka


__ADS_3

Potongan-potongan tubuh 'sang raja iblis kematian' yang hancur menjadi kepingan-kepingan kecil meluapkan energi kegelapan dan bagaikan waktu yang berjalan mundur tubuh 'sang raja iblis kematian' itupun menyatu kembali jadi utuh seperti sedia kala.


Iapun secara perlahan membuka matanya dan menatap tajam ke arah lawan.


"Sialan...!!" Masamune terlihat sangat kesal karena lawannya yang berulang kali dihabisi dapat bangkit kembali.


Clon Torano secara perlahan berdiri tepat didekat Masamune, "Satu-satunya harapan mengalahkan adalah bergantung pada Ashura..."


"Cih, aku tau apa yang sedang Ashura lakukan dan juga bergantung pada orang lain bukan gayaku..." ucap Masamune yang dengan sekali pijakan melesat cepat.


Iapun menggenggam erat dua pedangnya dan melesatkan tebasan-tebasan, "Sllash!! Sllash!!"


"Cthing!! Cthing!!" Lindouw menahan tebasan-tebasan lawan dengan ke delapan sabitnya, iapun sama sekali tak merasa kesulitan menghadapi serangan Masamune yang seakan tanpa jeda itu.


"Hahahaha...!!!" 'sang raja iblis kematian' tertawa lepas, "Meski sama-sama pewaris dari Dewa Kematian tapi perbedaan kekuatan kita berdua sangatlah jelas..."


"Kau sudah mulai kelelahan akan tetapi kekuatanku tak berkurang sedikitpun, kekuatanku masih sama seperti sebelum pertarungan dimulai..."


"Cih..." Masamune agak jengkel dan iapun mengayunkan tebasan kedua pedangnya jauh lebih cepat dari pada sebelumnya tetapi meskipun begitu Lindouw sama sekali tak terlihat kerepotan.


Iapun berbicara pada Yugiri melalui telepati, "Yugiri, gunakan elemen petir dan api!!"


"Aku mengerti!!" Jawab Yugiri melalui telepati.


Mendadak pedang yang ada pada genggaman tangan kiri Masamune terbalut kobaran api dan memancarkan kilatan petir, "Sllash!!!"


"Cruat!!" Beberapa sabit Lindouw terpotong dan bahkan ia sendiri terluka pada bagian dada, "Sialan, tak ku sangka ia bisa melukaiku..." pikirnya dengan ekspresi geram.


Lindouw meledakan energi kegelapan pekat yang memaksa Masamune melompat ke belakang untuk menjaga jarak.


'Sang raja iblis kematian' itu berusaha memulihkan luka tebasan dari Masamune akan tetapi dilain sisi clon Torano melesat dan menusuk Lindouw dari belakang tepat mengenai punggungnya, "Jleebb...!!"


'Sang raja iblis kematian' menoleh ke belakang dengan sorot mata tajam, "Sialan!!!" Iapun menancarkan aura kematian yang mampu melenyapkan segalanya hanya dengan tatapan.


Clon Torano sama sekali tak takut, ia menggenggam erat 'raja pedang' dan dengan segenap kekuatannya iapun memfokuskan semua energi pada pedang yang sedang menembus tubuh musuh, "DHUUAARR...!!" Raja Pedang meledakan energi kuat dan tentu saja hal itu membuat tubuh 'sang raja iblis kematian' juga ikut meledak.


Setelahnya clon Torano segera melompat ke belakang dan berdiri tepat disamping Masamune, "Menyebalkan sekali!! Meski sebanyak apapun kita membunuhnya tapi tetap saja ia mampu bangkit lagi..."


"Dan setelah kembali dari kematian ia seakan jadi lebih kuat dari pada sebelumnya..."


"Dia bukan jadi lebih kuat..." sahut Masamune yang terlihat sangat lelah, "Hanya saja kitalah yang jadi lebih lemah dari pada sebelumnya..."


"Oh..." Torano merespon datar dan setuju pada ucapan rekannya itu, "Jadi ku rasa pilihan kita saat ini hanya bertahan dan menyerahkan harapan kemenangan kita pada Ashura..."

__ADS_1


"Sudah ku bilang aku tak suka bergantung pada orang lain..." teriak Masamune yang secara perlahan, ia menggenggam erat pedang ditangan kirinya yang merupakan perwujudan dari Yugiri, "Dengan pedang segala elemen ini ku yakin aku dapat mengalahkannya...!!" Ucapnya dengan lantang tetapi secara mendadak pedang ditangan kiri Masamune meledakan asap.


"Boft...!!!" Yugiri kembali ke wujud semula yaitu gadis kecil berambut merah, "Hehehehe... maaf Paman Ryuzaki, sepertinya aku sudah kehabisan energi jadi aku tak bisa bertarung bersamamu lagi..."


"Apa!!!!" Masamune shock begitu mendengarnya, "Woiy, gak bisa gitu dong!! Kau harus membantuku!!"


"Hehehe... maaf..."


"Cih..." Masamune semakin kesal.


Clon Torano berkata, "Kurasa tiada pilihan lain selain berharap pada Ashura..."


Masamune berdiri tegak dengan menggenggam erat-erat pedang hitamnya, "Sudah ku bilang aku tak suka bergantung pada orang lain..." iapun meningkatkan energi.


Dihadapan ketiganya, potongan-potongan tubuh 'sang raja iblis kematian' yang hancur menjadi kepingan-kepingan kecil meluapkan energi kegelapan dan bagaikan waktu yang berjalan mundur tubuh 'sang raja iblis kematian' itupun menyatu kembali jadi utuh seperti sedia kala.


Iapun secara perlahan membuka matanya dan menatap tajam ke arah lawan, "Permainan ini mulai membuatku bosan..." ucapnya dengan sorot tajam.


"Anu, kurasa aku akan menjauh saja..." ucap Yugiri yang menyadari dirinya yang sekarang hanya akan jadi beban saja.


Masamune dan clon Torano melesat dengan sekali pijakan dan keduanya menyerang lawan dengan melesatkan tebasan secara bersamaan, "Sllash!!"


*****


"Jadi seperti ini bagian dalam tubuh 'sang raja iblis kematian'..." ucap Ashura yang sejauh mata memandang melihat banyak sekali tumpukan tengkorak.


Iapun berjalan perlahan dan menyadari bahwa berada ditanah lapang yang sangat gelap.


"Sekarang aku mengerti..." ucap Ashura yang mengamati daerah sekitar, "Tempat ini merupakan gambaran dari jiwa 'sang raja iblis kematian' yang sangat gelap, luas dan penuh dengan kematian..."


"Ya, sekarang dimana jiwa darinya..." ucap Ashura dengan menengok ke sana ke mari, "Sial, tempat ini terlalu gelap..." iapun membuka grimoire hitamnya dan membaca mantra didalamnya.


"Hmm... jadi disana, ya?" Ucap Ashura yang telah menggunakan kemampuan sensorik.


Ashura terbang menuju tempat yang ia maksud dan tak butuh waktu lama ia sampai ditanah lapang yang dimana ditempat itu ditumbuhi oleh 7 pohon besar.


"Inilah tempat yang ku cari-cari..." ucap Ashura yang secara perlahan mendaratkan kaki dipermukaan tanah dengan pelan.


Dimasing-masing batang pohon besar itu terperangkaplah 7 pelayan kematian dari 'sang raja iblis kematian'


"Jika aku bisa membebaskan mereka bertujuh maka aku bisa sedikit mengurangi kekuatan dari 'sang raja iblis kematian' yang tentu saja hal itu bisa sangat berguna bagi kemenangan kami..." ucap Ashura yang secara perlahan menarik sebilah pedang dari grimoire hitamnya.


7 pelayan kematian itu adalah.

__ADS_1


D'maria si iblis wanita dengan sabit besar


Lina si iblis wanita dengan dua pedang.


Rena si iblis wanita dengan senapan.


Rikka si iblis wanita dengan celurit.


Sakura si iblis wanita dengan tombak


Tifa si iblis wanita dengan palu


Kanna si iblis wanita dengan cambuk.


"Sayang sekali!! Ke-7 iblis wanita ini hanyalah tumbal..." Ashura secara perlahan berjalan ke arah D'maria dan iapun membebaskannya dengan menebang batang pohon raksasa itu lalu mengambil D'maria yang terperangkap.


Ya, setelah dilepaskan Ashura memasukan D'maria ke dalam grimoire hitamnya.


Ia lalu bergerak cepat membebaskan iblis wanita yang lainnya lalu menyimpan mereka pada grimoire hitam miliknya.


"Ini yang terakhir..." ucap Ashura yang dengan langkah perlahan berjalan menuju sebuah pohon besar yang dimana disana terperangkap si iblis wanita dengan senjata cambuk yaitu Kanna.


"Aku akan membebaskannya dan dengan begitu kekuatan 'sang raja iblis kematian' akan berkurang sebagian..." iapun menggenggam erat sebilah pedangnya lalu mengayunkan pedangnya, "Sllash...!!"


Pohon raksasa itupun tumbang dan Kanna yang tak sadarkan diri segera dibebaskan dari batang pohong, Ashura berniat memasukan iblis wanita itu pada grimoirenya akan tetapi sebelum sempat ia melakukan hal itu terlebih dahulu tubuh Kanna terlapisi oleh kegelapan.


"Apa!!!!" Ashura segera menjaga jarak.


Kegelapan tersebut semakin pekat dan membentuk tubuh baru 'sang raja iblis kematian'


Ya, sekarang Kanna terperangkap pada dada 'sang raja iblis kematian'


Ashura memasang sikap waspada dengan menarik dua buah pistol dari grimoire sihirnya, "Sial, aku ketahuan..." pikirnya.


Lindouw menatap tajam pada musuhnya, "Sial, aku lengah dan sepertinya kau berhasil mencuri ke-6 pelayanku..."


"Bagaimana kau bisa menyadari bahwa aku ada ditempat ini?" Ucap Ashura dengan menodongkan kedua senapan.


Lindouw menjadi sangat geram, "Entah mengapa aku merasa diriku melemah dan aku memeriksa ke dalam tubuhku lalu tau-tau menemukanmu..."


"Ya, itu tak penting lagi!! Sekarang akan ku rebut kembali ke-6 pelayanku dan grimoire milikmu..."


"Jangan bermimpi!!!" Ucap Ashura dengan sorot mata tajam dan iapun tanpa ragu menembak, "DOORR...!! DOORR...!!"

__ADS_1


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1094 : Melemparnya Ke Neraka II


__ADS_2