Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1220 : Bubar (Tamat)


__ADS_3

Matahari sudah berada diatas kepala lalu setelah para petinggi pasukan aliansi 3 kerajaan membuat keputusan mereka langsung bergerak.


Raja Avalon dengan langkah perlahan berjalan kembali ke gerbang kota yang disana berada Leona dan Litha.


"Sekarang apa yang kau inginkan, sialan!!" Ucap Leona dengan sorot mata tajam.


"Kami telah mengepung tempat ini dari segala penjuru dan tak ada jalan untuk melarikan diri jadi katakan pada bocah-bocah itu untuk menyerahkan diri atau kita berperang..." ucap Raja Avalon dengan sorot mata tajam yang terus mendekat.


"Kalian telah membuat keputusan yang salah..." ucap Litha yang terlihat geram.


Raja Avalon tak peduli dan ia berkata, "Batas waktu untuk menyerahkan diri adalah besok pagi!!"


"Ya, berterima kasihlah karena kami masih berbaik hati pada bocah-bocah Red Eagle..."


Leona dan Litha nampak geram pada keputusan dan sikap sang panglima perang dari aliansi tiga kerajaan itu.


*****


Meski diluar kota 20.000 pasukan bersenjatakan lengkap telah mengepung dari segala penjuru akan tetapi didalam kota anak-anak Red Eagle tetap tenang tanpa merasakan ada ancaman yang berarti.


Arashi bersama dengan kelima anak asuhnya bergerak ke suatu tempat.


"Emm... kenapa bibi Misaki tak ikut?" Tanya Yuuki si gadis iblis.


"Entahlah, tapi dia bilang akan segera menyusul setelah menemukan beberapa barang lagi yang masih terkubur..." jawab Arashi agak malas.


Yuuka si gadis siluman rubah putih bertanya, "Memangnya kita mau kemana, papa?"


"Aku juga tak tau tapi Yemi menghubungiku lewat telepati dan ia menyuruhku untuk segera pergi ke reruntuhan bangunan Red Eagle..."


"Katanya Master Izumi yang memberikan perintah padanya..."


"Aku jadi penasaran..." sahut Yuzuru, si anak yang merupakan Ark atau senjata dewa spesial.


"Mungkin ada suatu hal penting yang harus dibicarakan..." sahut Yugiri si anak yang merupakan penjelmaan segala pedang.


"Ku pikir juga begitu..." ucap Isla si anak setengah siluman kelinci hitam.


"Hadeh, setelah semua hal yang terjadi kira-kira apa yang akan dikatakan oleh Master..." gumam Arashi dalam hati yang bertanya-tanya.


Ya, mereka berenam terus berjalan dengan langkah perlahan hingga kemudian seseorang berlari mengejar dengan berteriak ke arah mereka, "Arraashi...!!!!! Aku menemukanmu!!!!!" Teriaknya dengan lantang dan ia tak lain adalah Masamune Ryuzaki.


"Arashi, ayo bertarung!!" Ucap Masamune yang tiba-tiba muncul dan menghadang.


Kelima anak asuh Arashi dengan sigap berdiri didepan Arashi seolah-olah ingin melindungi Arashi.


"Langkahi dulu mayat kami..." ucap Yuuki yang seolah-olah jadi pemimpin.


"Benar..." jawab keempatnya serentak.


"Eeeeehh...!!??" Masamune terkejut dengan sikap keempatnya.


"Hah..." Arashi menghela nafas panjang dan berkata dengan malasnya, "Maaf, Ryuzaki!! Aku tak bisa lagi bertarung melawanmu dalam hal apapun..."


"Kau mungkin telah pulih setelah perang dan jadi salah satu yang terkuat akan tetapi aku telah kehilangan segalanya kekuatan dan energiku..."


"Yap, singkat cerita aku jadi manusia biasa yang lemah..."


"Mmm..." kelima anak asuh Arashi mengangguk.


"Kau pasti mencoba membohongiku..." Masamune masih tak percaya.


Arashi berkata, "Hadeh, tak ada untungnya aku membohongimu lagi pula bukankah dari pada memulai pertarungan lebih baik kita bergegas karena Master Izumi menyuruh kita cepat?"

__ADS_1


"Yosh!! Mari bertanding siapa yang lebih cepat!!!" Teriak Masamune yang kemudian berlari meninggalkan mereka.


"Dia memang mudah dibohongi..." ucap Arashi dan kelima anak asuhnya mengangguk setuju.


Setelah Masamune pergi merekapun kembali berjalan dengan langkah perlahan, penuh canda dan hati riang gembira meski disekeliling mereka banyak sekali bangunan yang hancur.


Ya, meski agak lama tapi mereka sangat menikmati kebersamaan itu.


Kemudian tak terasa mereka telah sampai pada tempat tujuan dan terlihat sudah banyak anggota Red Eagle berkumpul disana.


"Sepertinya sudah banyak yang sampai..." ucap Arashi dengan santai.


"Jangan bilang begitu karena kaulah yang datang paling akhir..." ucap Torano agak kesal.


"Benar sekali!! Memangnya apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Misaki yang sudah sampai duluan.


"Khehehe... tak perlu dipermasalahkan lagi yang jelas dia sudah sampai..." ucap Ritsu yang menyambut dengan senyuman.


"Aku menang Arashi!! Aku datang lebih dahulu dari pada kau..." ucap Masamune akan tetapi tak dipedulikan semua orang.


Arashi tersenyum tipis dan hatinya sangat senang mendengar berbagai sambutan dari rekan-rekannya, iapun bergumam dalam hati saat melihat rekan-rekannya dan seluruh hal yang telah diraih selama ini, "Ya, inilah Red Eagle!! Disini tempat kami berkumpul, menjalani petualangan, bertarung bersama dan suka duka telah kami alami bersama..."


"Aku jadi sangat beruntung bisa berada ditempat ini..." gumamnya dalam hati dan ia mendadak tertawa lepas, "Hahahahaha...!!"


Semua pandangan tertuju padanya dan mereka bergumam dalam hati, "Apanya yang lucu?"


Disaat semuanya telah berkumpul sebuah panggung terangkat dari dalam tanah bagaikan pohon yang tumbu dan terlihat Master Izumi sudah berdiri diatas panggung tersebut sehingga seluruh pandangan tertuju padanya.


Master Izumi mulai bicara, "Kita adalah Red Eagle dan selama perang berlangsung kita telah kehilangan tempat tinggal kita, hancurnya kota Kronoz dan bahkan beberapa rekan-rekan kita telah gugur..."


"Akan tetapi kita tak boleh bersedih dan harus terus menatap ke masa depan yang jauh..."


Semua anggota Red Eagle terdiam dan mendengarkan dengan seksama, Master Izumi melanjutkan kata-katanya, "Ya, sekali ini saja!!!!"


"Mari kita berpesta untuk merayakan kemenangan dan merayakan segala yang telah kita raih...!!!!!" Teriak Master Izumi.


Merekapun berpesta ria penuh dengan kesenangan, bergembira ria, tertawa bersama, saling bercerita bahkan sampai malampun tiba.


Dimalam hari pesta masih dilanjutkan dengan makan-makan, menari-nari disekeliling api unggun bahkan melihat megahnya kembang api yang meledak dilangit.


Ya, bagaikan pesta kelulusan mereka semua terlihat sangat menikmati pesta meriah itu.


*****


Malampun terus berjalan dan tak terasa sang surya secara perlahan menunjukan cahayanya.


Pasukan aliansi dari tiga kerajaan pada akhirnya bergerak, Raja Avalon memberikan perintah, "Waktu habis!! Mari tangkap bocah-bocah itu!!"


"Ya...!!!" Jawab seluruh pasukan serentak.


Pasukan yang telah mengepung kota dari segala penjuru mulai memasuki kota untuk berburu anak-anak Red Eagle akan tetapi mereka dikejutkan oleh pemandangan kota yang saat ini telah berubah menjadi hutan belantara dengan segala keindahan dan dengan banyak sekali sumber daya.


"Apa yang terjadi ditempat ini?" Ucap Raja Avalon.


"Tap... tap.. tap..." dengan langkah perlahan Master Izumi mendekat.


"Apa kau datang kemari untuk menyerah?"


Master Izumi mengangkat kedua tangannya dan berkata, "Ya, aku menyerah!!"


"Tetapi kau tidak akan menemukan satupun anak-anakku ditempat ini..."


"Apa maksudmu?" Ucap Raja Avalon dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


"Mereka telah pergi untuk menjalani petualangannya masing-masing dan mulai sekarang mereka harus menulis petualangannya sendiri..."


Master Red Eagle menarik nafas panjang dan berteriak, "Mulai sekarang Red Eagle resmi bubar...!!!!!!!"


"Apa!!!!" Seluruh pasukan terkejut mendengar hal itu.


Mereka belum percaya pada kata-kata Master Izumi sehingga pasukan aliansi itupun mencari ke segala penjuru kota.


Ya, tak satupun anggota Red Eagle ditemukan dan pada akhirnya seluruh pasukan itu pulang ke tempatnya masing-masing dengan tangan hampa.


Para penduduk kota Kronoz yang sebelumnya mengungsi secara perlahan kembali akan tetapi pembubaran Red Eagle menjadi topik pembicaraan semua orang dari banyak kalangan yang bahkan membuat dunia gempar.


*****


*****


*****


*****


Beberapa bulan telah berlalu...


Disuatu tempat yang sangat jauh dan sangat terpencil.


Terlihat seorang anak laki-laki berumur sekitar 19 tahun sedang bermalas-malasan dipadang rumput. Dia jomblo tapi tak terlalu ngenes walau memang takdir yang ngenes itu dibuat sendiri karena malas mencari pasangan


"Hah... Hari ini sangat membosankan!!" Gerutu anak dengan rambut merah itu yang sedang tiduran disebuah padang rumput


Ia memejamkan mata merasakan semilirnya angin berhembus, "Bosan... bosan... bosan... benar-benar bosan!!" Gumamnya dalam hati


Meski dalam hati ia sangat bosan tapi ia tak beranjak dari tempatnya tiduran


"Gimana kalau memancing?" Ucap Anak itu sambil memandangi langit cerah tapi ia membantah kata-katanya sendiri, "Bodoh ah...!!"


Ia kembali rebahan tapi berapa saat kemudian ia pergi kesungai untuk buang air kecil


Setelah dari sungai anak dengan rambut merah itu kembali tiduran, dia sangat pemalas


"Yah... andai saja aku seperti awan yang bebas terbang di langit tanpa beban..." gerutunya dengan suara pelan walau seharian ia belum melakukan pekerjaan apapun


"..." sejenak ia memejamkan mata tanpa memikirkan apapun


Anak itu hanya berdiam diri menikmati hembusan angin yang menerpa pepohonan, dedaunan dan rerumputan, "Membosankan..."


Untuk beberapa saat ia bisa menikmati kesejukan pepohonan dan angin semilir dengan tenang tanpa terganggu oleh apapun hingga suatu keributan terjadi dipusat desa


"Ah... sepertinya didesa sepertinya sedang terjadi kebakaran..." ucapnya dengan malas meski secara perlahan ia berdiri tegak.


"Ya, ini waktunya beraksi..." ucapnya dengan tersenyum lebar dan bocah itu tak lain adalah Kosuke Arashi.


TAMAT


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih karena telah mengikuti karya ini sampai tamat dan sekarang author bisa fokus pada karyanya yang lain.


Author saat ini sedang mengerjakan karya baru yang berjudul 'Shinigami-sama'


__ADS_2