
"Sebelum kembali ke Red Eagle kurasa ada satu hal lagi yang harus kita lakukan..."
Misaki dan Senju Rain diam lalu saling menatap, keduanya tak mengerti akan apa yang dimaksud oleh rekannya itu, "Apa maksudmu, Arashi? Bukankah para raja iblis itu sudah pergi, jadi bukankah masalah ini seharusnya sudah selesai?" Tanya Misaki.
"Tidak..." Arashi tertunduk dengan wajah murung, "Mereka memang telah pergi akan tetapi perbuatan mereka sungguh tak bisa dimaafkan karena membunuh semua penduduk, jadi yang ingin ku lakukan sekarang adalah menguburkan jasad penduduk kota ini..."
Senju Rain berfikir sementara itu Misaki melirik ke arahnya, "Bagaimana ini, Rain?"
"Kurasa itu bisa kita lakukan..."
Arashi secara perlahan mengangkat wajah begitu mendengar keputusan rekannya itu dan kemudian ia tersenyum, "Terima kasih..."
"Tak perlu berterima kasih padaku!! Bukankah sudah seharusnya kita menghargai mereka yang sudah mati..."
"Yah, kukira kau orang yang tak peduli pada orang lain!! Ternyata diotakmu tak hanya menyelesaikan misi saja..."
"Apa kau mengajakku berdebat?"
"Sudah, sudah... hehehe... lebih baik kita mulai menguburkan jasad penduduk tempat ini..." Misaki melerai perdebatan keduanya dan keduanya setuju untuk berhenti berdebat.
*
Mereka bertigapun segera pergi ke kota yang telah hancur karena pertarungan dan kota tersebut saat ini tengah sepi karena semua penduduknya telah dihabisi.
Arashi dan Misaki bertugas mengumpulkan jasad-jasad yang tersebar diberbagai tempat dan dikumpulkan dipusat kota sementara itu Senju Rain membuat galian tanah yang luas untuk mengumburkan mereka.
Mayat-mayat dikuburkan secara berjejer dan dipisah antara pria dan wanita.
Ya, penduduk kota cukuplah banyak hingga mengumpulkan jasad mereka membutuhkan waktu seharian.
"Apakah sudah selesai semuanya?"
"Ya, kurasa sudah semuanya..." jawab Misaki.
Senju Rain lalu merapal teknik sihir elemen tanah dan menguburkan mereka semua.
Arashi terlihat sedih, "Mereka semua mati karena kita lemah..."
"Kalau begitu jadilah kuat..." sahut Senju Rain dan setelah menguburkannya Senju Rain menumbuhkan sebuah pohon besar dimakam para penduduk itu sebagai pengingat.
Arashi bergumam dalam hati, "Kita akan berjumpa lagi dengan mereka dan bila saat itu tiba ku pastikan para iblis itu babak belur..."
Tugas merekapun selesai dikota tersebut dan ketiganya lalu memutuskan meninggalkan tempat itu karena sudah tak ada hal yang bisa dilakukan.
__ADS_1
Setelah pertarungan selesai dan dalam perjalanan pulang energi dan stamina milik Arashi perlahan pulih lalu dilain sisi tubuh Senju Rain perlahan membesar meski saat ini tubuhnya hanya setinggi setengah meter.
Merekapun berjalan kaki secara perlahan karena kota yang hancur dan tak berpenghuni maka mereka tak bisa menyewa kereta kuda atau tumpangan yang lainnya.
Dalam perjalanan pulang Arashi berfikir seolah-olah melupakan sesuatu yang penting dan iapun tersadar, "Hmm... oh, ya... apakah kita harus kembali ke Desa Kartaz dahulu untuk menjemput yang lainnya?"
"Kalau soal itu aku sudah menyuruh Misaki untuk mengirim pesan pada anak-anakmu, Hima dan Hikari agar mereka menunggu kita diperjalanan pulang..." jelas Senju Rain.
"Yap, aku sudah melakukan sesuai apa yang kau perintahkan kemari dan kalau mereka melakukan apa yang tertulis dalam pesan itu seharusnya kita akan segera bertemu..." sahut Misaki.
Arashi merasa sedikit lega, "Oh, kalau begitu waktu kita tak terbuang sia-sia untuk kembali ke Desa Kartaz..."
Dari kejauhan sebuah teriakan mendadak terdengar.
"Woiy, papa!! Kami disini!!..." teriak Yuuki
"Kami sudah lama menunggumu ditempat ini..." teriak Yuuka juga dengan diikuti oleh lambaian tangan dari Yuzuru dan Isla.
Mereka berdiri dibawah pohon yang teduh yang letaknya ditepi jalan dan disana selain keempat anak kecil itu juga ada Hima dan Hikari.
"Nah, itu mereka sudah menunggu kita..." ucap Misaki dengan memfokuskan pandangan karena letaknya cukup jauh.
Arashi mengambil permen lolypop dari tas punggungnya dan langsung saja menjilatinya, "Itu benar-benar mereka dan seperti biasa mereka selalu heboh..."
"Kalau kau merasa kerepotan kenapa tidak kau daftarkan mereka sebagai anggota Red Eagle?" Ucap Senju Rain.
"Apa maksudmu?"
"Jika kau mendaftarkan mereka menjadi anggota Red Eagle maka secara otomati anak-anak itu akan berada dibawah asuhan akademi Red Eagle dan dibawah pengawasan Master Izumi..."
"Meskipun mereka anak-anak tapi mereka akan mulai mendapatkan misi ringan dan tentu saja dibayar..."
"Ya, jika hal itu kau lakukan maka kau tak perlu memikirkan bagaimana cara mengasuh, kebutuhan hidup ataupun pendidikan mereka karena semuanya telah diurus oleh Red Eagle..." jelas Senju Rain.
Arashi terdiam dan berfikir.
"Arashi, kurasa itu ide bagus..." Misaki langsung saja setuju.
"Baiklah, kalau begitu akan ku daftarkan mereka sebagai anggota dari Red Eagle dan aku berterima kasih padamu karena telah memberikan sebuah saran..." ucap Arashi yang setuju.
Senju Rain hanya tersenyum lalu berkata, "Aku menyarankan hal itu demi kebaikan anak-anak itu sendiri bukan demi kau..."
"Maksudmu?" Arashi tak mengerti
__ADS_1
"Ini hanya pendapatku saja, jika anak-anak itu tetap berada disampingmu ku yakin sifat, sikap dan perbuatan mereka akan menirumu lalu jika hal itupun terjadi maka akan merepotkan orang lain..."
"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, mereka akan jadi pengacau yang tak bertanggung jawab sama sepertimu..."
"Kejamnya kau berkata seperti itu..." Arashi sedikit jengkel.
"Hehehe... aku juga setuju dengan ide itu!! Arashi berdampak buruk bagi Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla..." sahut Misaki.
"Cih..."
Ya, ketiganya terus berjalan meski secara perlahan tapi mereka akhirnya sampai ditempat anak-anak yang lainnya menunggu yaitu ditepi jalan dibawah pohon rindang.
"Papa, lama sekali!!" Ucap Yuuki.
"Benar, sepertinya papa gak sayang kami..." sahut Yuuka.
"Emm..." Yuzuru hanya mengangguk.
"Hehe, benar kak Arashi lama..." ucap Isla.
Keempatnya terlihat cemberut dengan menggembungkan pipinya, Arashi malah terlihat jengkel ketika melihat hal itu, "Hadeh... sudah ku putuskan!!! Kalian anak-anak nakal akan ku daftarkan ke Red Eagle agar aku bebas..."
"Eeehh...!!!???" Keempat anak itu tak mengerti apa yang dikatakan Arashi.
"Apa maksudmu, papa?" Teriak Yuuki, Yuuka dan Yuzuru secara serentak.
"Benar, jelaskan pada kami!!" Ucap Isla.
Arashi tak menjelaskan iapun terlihat menikmati permen lolypopnya, "Hmm... rasa jeruk benar-benar enak..." gumamnya dalam hati.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 930 : Si Akhir
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1