Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1023 : Lepas Pantai


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


'Si Akhir' dan Kaoru sampai juga dipenjara ruang dan waktu akan tetapi keduanya langsung terbelalak dan tak percaya setelah masuk ke sana


Disana tiada apapun selain kehampaan dan semuanya hanya ada warna putih lalu ruangan tanpa batas.


"Disini tak ada apapun...!!!!" Gumam keduanya yang terkejut.


Kaoru yang bahkan memiliki pengelihatan segala hal tak percaya, "Jadi ini penjara ruang dan waktu yang dikatakan dalam legenda itu?" Gumamnya dalam hati.


'Si Akhir' mencoba mencari-cari mereka yaitu 'Tujuh Ksatria Terkutuk' dengan menatap ke sekeliling akan tetapi ia tak menemukan apapun, "Sialan, dimana mereka!!! Bukankah seharusnya mereka ada disini? Apakah ayahku berbohong?" Pikir sang iblis terkuat itu yang mulai geram.


Ia sangat geram akan tetapi mendadak sebuah energi kuat terasa mendekat pada keduanya, "Energi apa ini!!!! Darimana asalnya??" 'Si Akhir' nampak kebingungan dan mencari-cari asal energi itu.


"Sllash!! Sllash!!" Dengan gerakan cepat 7 orang dengan pakaian serba putih telah mengepung keduanya.


Salah satu dari mereka merupakan sesosok pria dengan rambut hitam dan sisik-sisik naga diseluruh tubuhnya, ia menatap tajam, "Bagaimana bisa kalian masuk ke tempat ini?"


Keduanya tak menjawab akan tetapi 'si akhir' tersenyum menyeringai.


"Ku ulangi pertanyaanku, bagaimana kalian bisa masuk ke tempat ini?"


'Si Akhir' tak menjawab akan tetapi ia malah meningkatkan energi dan menatap tajam, "Mari buat negosiasi..."


"Hahahaha...!!" Salah satu dari ketujuhnya adalah pria bertubuh besar dan kekar, iapun langsung melapisi kepalan lengannya dengan lava pijar dan kemudian melesatkan pukulan pada perut sang iblis, "Jbbllast...!!!" Dalam sekali pukulan saja tubuh sang iblis berlubang.


"Jangan terlalu sombong iblis!!" Ucap pria yang melesatkan pukulan itu dan iapun menarik kembali kepalan tinjunya yang melubangi tubuh 'si akhir'


Ya, dalam sekejap saja bagaikan waktu yang berjalan mundur lubang ditubuh 'si akhir' menutup dan iapun tersenyum menyeringai.


"Aku kemari untuk bernegosiasi dengan kalian..."


Salah satu dari 'Tujuh Ksatria Terkutuk' yang memiliki sisik-sisik naga menjadi geram, "Jika kau ingin membuat kesepakatan dengan kami mengapa kau malah meningkatkan energi yang seakan menantang kami?"


"Ya, aku hanya ingin mengetahui respon kalian saja..." jawab 'si akhir' dengan entengnya.


'Tujuh Ksatria Terkutuk' itu menjadi geram pada jawaban 'si akhir'


"Jadi bagaimana bisa kalian masuk ke penjara ruang dan waktu ini?" Tanya salah satu dari mereka yang memiliki kekuatan naga itu.

__ADS_1


Dengan menyeringai 'si akhir' menjawab, "Tentu saja, aku bisa sampai ditempat ini berkata gadis ini!! Dialah dewa yang dapat melihat segala hal dan dialah yang memandu ku sampai ke tempat ini..."


"Lalu aku kemari untuk membebaskan kalian..."


"Apa!!!!!" Ketujuhnya sontak terkejut.


"Dahulu kala ayahku bercerita tentang kehebatan 7 musuhnya yang sangat luar biasa dan tak dapat dikalahkan..."


"Ayahku dan rekan-rekannya berjuang mati-matian melawan ketujuhnya dan karena tak mampu menghabisi mereka maka ayahku dan rekan-rekannya menyegel ketujuhnya..."


"Ya, dan ketujuh petarung legendaris itu dijuluki 'Tujuh Ksatria Terkutuk'..." ucap 'si akhir' dengan menyeringai.


Pria dengan sisik naga itu menyadari bahwa 'si akhir' adalah anak dari salah satu dari Enam Pendiri setelah merasakan energinya, "Oh, jadi kau putra dari iblis itu, ya?


"Benar sekali!! Tetapi aku memiliki tujuan menghancurkan semua yang telah ditinggalkan ayahku jadi aku kemari untuk membebaskan kalian 'Tujuh Ksatria Terkutuk' yang merupakan musuh besar Enam Pendiri..."


"Aku tak bisa percaya padamu!! Bagaimana bisa kau mengkhianati ayahmu sendiri dan juga bagaimana bisa kau berniat menghancurkan semua yang ditinggalkannya?" Ucap pria dengan sisik naga ditubuhnya itu.


"Kami tak mau bernegosiasi denganmu...!!!!" Sahut pria yang sebelumnya melesatkan tinju lava pijar pada 'si akhir'


"Jadi apakah kalian mau berada ditempat ini selamanya?"


Ketujuhnya mendadak terdiam membisu dan berfikir ulang mengenai negosiasi dari 'si akhir'


"Katakan pada kami kesepakatan seperti apa yang akan kau buat dengan kami?" Tanya pria dengan sisik naga.


"Simpel saja, jadilah sekutu dan mari hancurkan dunia bersama!! Lawan kita adalah Sang Naga Emas legendaris..."


"Hmm..." 'si akhir' berfikir sejenak, "Begini saja, agar kalian percaya padaku bahwa aku dipihak kejahatan maka kalian menonton saja dahulu kami didalam menghancurkan warisan Enam Pendiri dan bila waktunya tiba saat pertarungan melawan Naga Emas kalian harus membantu kami..."


"Setuju..." jawab pria dengan sisik naga itu dengan tersenyum menyeringai, ia merupakan pemimpin mereka dan dimasa lalu ia merupakan musuh besar dari Sang Naga Emas.


*


Diluar Rafathar, Lindouw dan Va'al sedang menunggu.


Mereka bertiga menatap ke bawah lubang tempat 'si akhir' dan Kaoru pergi.


"Mereka lama sekali..." ucap Lindouw.


"Benar, apa mereka dalam bahaya?" Ucap Va'al.


"Omong kosong!! Dia adalah iblis terkuat jadi hal apa yang bisa mengancam dirinya?" Ucap Rafathar.


Ketiganya yang menunggu diatas mendadak merasakan tekanan energi kuat, mengerikan dan penuh kebencian sedang menuju ke atas.


"Apa-apaan ini...!!!!" Pikir ketiganya yang terkejut dan menjadi waspada.

__ADS_1


"Sllash!! Sllash!!" Tujuh orang melesat dari bawah dengan kecepatan luar biasa dan mereka langsung menghancurkan atap ruangan.


"Siapa mereka?" Ucap ketiganya serentak.


"Mereka adalah sekutu kita!! Mereka adalah 'Tujuh Ksatria Terkutuk'...!!" Ucap 'si akhir' yang melompat keluar dengan membawa Kaoru.


Mereka para musuh Enam Pendiri kembali dan sekarang dunia dalam masalah besar...!!!!


*****


Beberapa hari kemudian ditempat lain.


Di wilayah kerajaan Avalon tepatnya di daerah pantai para prajurit gabungan dari tiga kerajaan sedang mengumpulkan persediaan makanan yang nantinya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan saat menyerang para iblis yang menguasai daerah selatan Alvarez.


Ya, para prajurit sedang mengangkut barang-barang dari kota menuju pelabuhan dan disana ada empat petarung elite dari Avalon.


Mereka adalah Empat Pilar Avalon.


Shiki 'si sihir merah', Raizel 'si tinju petir', Yashiru 'si pedang cahaya' dan Pangeran Avalon Aogami Hiruma.


Mereka berempat ditunjuk untuk mengawasi pasokan makanan, "Berkerja lebih cepat!!! Waktu kita tak banyak!!" Ucap Aogami Hiruma.


"Baik..." jawab para prajurit dengan semangat.


Shiki berkata, "Kita tak perlu terlalu buru-buru..."


"Tiada pilihan lain!! Perang semakin dekat dan bila nanti pasokan makanan terlambat kita pasti akan kelaparan dan hal itu bisa memicu kekalahan..." ucap Aogami Hiruma


"Aku juga tau itu..." ucap Shiki.


Kota itu sangat ramai karena berbatasan dengan laut dan memiliki pelabuhan yang lumayan besar.


Disana merupakan tempat bongkar muat barang lalu sebuah masalah tengah mendekat ke arah kota itu karena dua raja iblis yang sedang menaiki sebuah perahu kecil tengah bergerak ke sana.


"Misi kita menghancurkan sebuah kota kecil dan sepertinya akan mudah..." ucap Leonidas 'sang raja iblis gempa'


"Tapi kita harus tetap hati-hati..." sahut Guts 'sang raja iblis bumi'


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1024 : Tsunami


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2