
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Dikejauhan Sang Penjaga Makam tengah berkonsentrasi dan dihadapannya muncul banyak sekali pedang suci dari dalam pasir.
"Wahai jiwa-jiwa yang telah gugur berikan aku kekuatan kalian karena si iblis yang paling kalian benci telah kembali...!!!"
"Berikan padaku kekuatan penuh kebencian untuk mengalahkannya...!!!!" Secara mendadak daratan pedang bergetar lalu pedang-pedang suci itupun terangkat ke udara lalu berkumpul menjadi satu.
Pedang-pedang itu membentuk sebuah kegelapan lalu tak butuh waktu lama kegelapan itu memadat dan membentuk sebuah pedang suci berwarna hitam pekat.
Sang Penjaga Makam mengambil pedang itu dan ia berkata dengan serius, "Ku ambil semua kebencian kalian dan ku pastikan iblis yang paling dibenci itu kalah...!!!"
"Zink!!" Iapun mendadak menghilang dengan kemampuan teleport.
*****
Lalu meski menggunakan Raja Pedang tetap saja Torano tak mampu mengalahkan 'sang iblis terkuat' dan kini ia dibuat tak berdaya olehnya.
'Si Akhir' menang dan Raja Pedang yang digenggam oleh Torano patah menjadi dua bagian.
Torano segera memundurkan langkah kakinya, "Raja Pedang patah!!! Bagaimana mungkin!!"
"Itu karena kau tak menggunakan kekuatan penuhnya..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, ia terlihat sangat geram dan merasa diremehkan.
"Raja Pedang patah akan tetapi aku dapat menciptakannya kembali karena akulah senjata itu sendiri..." Torano menggenggam erat gagang Raja Pedang yang ujungnya patah, iapun memusatkan energi sehingga senjata itu berbalutkan kegelapan pekat.
Kegelapan pekat itupun menghilang dan terlihat Raja Pedang kembali utuh seperti semula.
'Si Akhir' menatap tajam, "Meski kau menempa ulang Raja Pedang tapi hal itu percuma saja!! Selama kau tak menggunakan kekuatan aslinya maka aku dapat menghancurkannya dengan mudah..."
"Kita lihat saja..." ucap Torano dengan memasang kuda-kuda.
'Si Akhir' melesat dengan seluruh tubuh terlapisi kobaran api, ia menggenggam erat pedangnya dan langsung saja menebas, "Cthing!!!!" Keduanya beradu benturan dan seketika saja Raja Pedang patah lalu memaksa Torano mundur.
__ADS_1
Torano menciptakan Raja Pedang lagi dengan energinya dan ia kembali waspada.
"Sudah ku bilang gunakan kekuatan sebenarnya dari Raja Pedang!!" Teriak sang iblis terkuat itu dengan melesatkan tebasan, "Cthing!!!" Torano menahannya akan tetapi lagi-lagi Raja Pedang patah.
Ia berniat menciptakan ulang Raja Pedang akan tetapi 'si akhir' yang kesal langsung saja menendangnya, "Jbbuuak...!!!!" Torano terhempas sangat jauh.
"Jika kau tak ingin bersungguh-sungguh maka aku akan membunuhmu!! Aku akan mengambil Raja Pedang dari tubuhmu..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, iapun meningkatkan energi dan meledakan api lalu melesat ke arah Torano.
Torano terluka dan segera berdiri tegak, ia dalam pemulihan regenerasi akan tetapi ia melihat 'si akhir' melesat ke arahnya, "Sial, aku tak mungkin bisa menahan atau menghindar dengan kondisi tubuhku yang seperti ini..." pikirnya.
'Si Akhir' melesat bagaikan roket dan bersiap menyerang lagi tetapi hal yang mengejutkan terjadi yaitu Kanzaki Shirou mendadak muncul dihadapan sang iblis, ia menggenggam erat pedang besarnya dengan dua tangan lalu tanpa ragu memukul, "10 ton!!!"
"Jbbuuak!!!" Sang iblis terkuat itupun terlempar sangat jauh karena lengah dan tak menghindar.
Torano yang diselamatkan terkejut, "Mengapa kau ada disini? Bagaimana dengan lawanmu sendiri?"
Kanzaki Shirou tersenyum menyeringai, "Aku disini untuk membantumu dan juga aku telah mengalahkan 'raja iblis' yang menjadi lawanku..."
"Cih..." Torano meniadakan Raja Pedang dan iapun menarik dua bilah pedang yang ada dipinggangnya yaitu pedang hitam dan pedang angin.
Ia mengenakan jubah putih yang terbuat dari sisik naga dan menghasil api putih.
Kanzaki Shirou agak bingung dan bertanya, "Mengapa kau meniadakan Raja Pedang? Bukankah senjata hebat itu sangat cocok digunakan melawannya?"
"Jika lebih lama lagi aku menggunakan kekuatan Raja Pedang maka aku akan terlahap dalam kegelapan lalu berakhir dengan menggila..."
"Ya, keadaan akan jadi lebih buruk bila hal itu terjadi..." sahut Kanzaki Shirou dengan entengnya, "Jadi sekarang apakah kau masih dapat bertarung lagi?"
Torano berkata, "Aku menggunakan dua pedang yang biasa ku gunakan dan sepertinya tak membebani tubuhku lalu ditambah dengan kombinasi api putih dari jubah ini maka aku dapat bertarung lagi..."
Kanzaki Shirou menyeringai, "Dasar keras kepala!!!"
"Ya, memang itulah ciri khas kita..." sahut Torano.
*
'Si Akhir' kembali berdiri tegak dan iapun sangat geram pada kemunculan Kanzaki Shirou, "Aku tak merasakan tekanan energi dari Venom yang artinya ia telah dikalahkan oleh bocah itu..." gumamnya dalam hati.
Ia memingkatkan energi dan dengan sekali pijakan melesat cepat ke arah keduanya bagaikan roket.
"Dia datang!!!" Ucap Kanzaki Shirou dan Torano dengan waspada.
__ADS_1
Torano menebaskan dua pedangnya berulang-ulang ke arah depan, "Sllash!! Sllash!!" Api hitam dan angin-angin pemotong melesat ke arah musuh yang mendekat.
'Si Akhir' melesat begitu saja meski tubuhnya tersayat-sayat tetapi dengan regenerasinya yang hebat iapun mampu pulih dengan cepat.
"Pemulihannya cepat sekali!!!" Ucap Torano yang terkejut.
"Kalau luka tebasan tak mempan maka bagaimana dengan pukulan..." ucap Kanzaki Shirou dengan mengangkat pedang besar ke atas menggunakan kedua tangannya, "20 ton!!" Ia memperberat senjatanya sendiri.
'Si Akhir' menebas akan tetapi Kanzaki Shirou juga menghantam, "Cthing!!!!" Keduanya beradu senjata akan tetapi tekanan dan hantaman lalu berat senjata Kanzaki Shirou jauh lebih kuat.
'Si Akhir' menghantam permukaan pasir dengan sangat keras, "DYYEESS...!!!" Pasir berterbangan membumbung tinggi sampai ke langit.
Ya, sebuah cekungan tercipta lalu terlihat 'si akhir' terjatuh tepat dihadapan Kanzaki Shirou akan tetapi ia malah tertawa lepas, "Hahahahaha...!!"
"Apanya yang lucu!!!!" Bentak Kanzaki Shirou yang kesal dan iapun segera memukul 'sang iblis terkuat' itu dengan pedang besarnya yang beratnya 20 ton.
"Jbbuuak!!!" 'Si Akhir' terlempar jauh bagaikan bola kasti yang dipukul.
Torano mendekati rekannya, "Lawan kita adalah bos besar dari pihak musuh!! Kita harus berhati-hati dan tetap tenang..."
"Aku tau!!!" Bentak Kanzaki Shirou yang sudah terbawa emosi.
'Si Akhir' berdiri kembali dan dengan sekejap saja luka-lukanya pulih karena regenerasi, "Hahahaha...!! Sudah ku duga kalian bocah-bocah yang menarik!!!"
"Itu mengingatkanku pada masa lalu karena disaat itu aku pernah jadi seperti kalian!! Kalian kuat dan berambisi..." ucap 'si akhir' yang terlihat senang.
Tetapi mendadak ia menatap tajam, "Aku akan membunuh kalian karena aku membenci diriku yang dulu...!!!" Iapun memingkatkan energi dan tubuhnya kembali terlapisi api.
'Si Akhir' memegang erat pedang pembelah benua miliknya lalu melesat sangat cepat bagaikan roket ke arah keduanya, "Matikah kalian!!!!" Teriaknya dengan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan hal itupun membuat Torano dan Kanzaki Shirou waspada.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1019 : Pedang Jiwa II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****