Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1190 : Kalian Tak Akan Menang!!


__ADS_3

Tatsumi Kidou dan 'si akhir' saat ini berdiri tegak saling membelakangi dan disekitar mereka berdiri 8 pengguna jubah raja kegelapan.


"Kita terkepung..." ucap 'si akhir' dengan ekspresi geram.


'Sang raja monster' terdiam etelah mendengar penjelasan dari rekan iblisnya lalu secara mendadak Tatsumi Kidou tertawa, "Hahahaha...!!!" Ia membuat keputusan gila, "Baiklah, biarkan aku melawan mereka semua sementara aku mengulur waktu maka kau harus segera menghabisi orang yang memanggil mereka semua..."


"Apa kau bercanda?"


Tatsumi Kidou tersenyum menyeringai lalu berkata, "Aku serius ingin bertarung dengan mereka dan jujur saja pertarunganku dengan mereka telah mengembalikan gairahku yang telah lama hilang..."


'Si akhir' menatap ke arah rekannya dan tergambar keseriusan diwajahnya, "Baiklah, selamat bersenang-senang, kawanku..."


"Ya..." jawab Tatsumi Kidou dengan tersenyum lebar.


"Apapun yang kalian rencanakan tak akan berhasil!! Kami akan menghabisi kalian berdua!!" Ucap salah satu pengguna jubah raja yang memiliki kemampuan teleport.


'Si akhir' tak peduli pada delapan orang yang mengepungnya, ia meningkatkan energi sehingga seluruh tubuhnya berkobar-kobar api, iapun memperkuat pijakan kaki dan melesat maju dengan sekali lompatan bagaikan roket dengan kedua kakinya yang berbalut api, "WUUSS...!!"


Mereka berdelapan berniat mengejar sang iblis akan tetapi Tatsumi Kidou menghadang, "Jangan kemana-mana karena kita akan bersenang-senang!!"


"Aku tau rencana kalian akan tetapi kau tak dapat menahanku..." ucap si pengguna kemampuan teleport yang kemudian menghilang dalam sekejap mata saja, "Zink!!"


"Ya, lolos satu tak akan merubah apapun..." ucap Tatsumi Kidou yang mendadak meningkatkan energi kuat sampai meluap-luap, "Hahahahaha...!!! Mari bersenang-senang bersamaku para petarung terkuat sepanjang sejarah!!" Iapun menggenggam erat dua pedang besarnya dan memulai serangan dengan gerakan membabi-buta tanpa arah tujuan yang jelas.


Sesekali Tatsumi Kidou menyerang dengan pukulanya yang setara dengan 10X lipat serangan gempa dan hal itu sukses menghancurkan segala yang ada.


Ya, meski mereka bertujuh adalah para petarung terkuat tetap saja kerepotan melawan kebrutalan dari 'sang raja monster'


*


Dilain sisi, "Zink!!" Pengguna jubah raja yang memiliki kemampuan teleport sampai ditempat Hoshimiya-sensei dan pria tua yang merupakan petarung terkuat diantara mereka.


"Apa yang terjadi?" Tanya si pria tua.


"Gawat!! Sang iblis itu menuju kemari..." jelas pria berjubah raja yang memiliki kemampuan teleport.

__ADS_1


Pria tua yang merupakan terkuat diantara mereka itu nampak tenang dan bersikap biasa saja, "Baguslah!! Akan sangat percuma bila aku dipanggil ke era ini hanya untuk berdiam diri saja..."


"Hati-hati!! Kau tak boleh meremehkannya..." ucap Hoshimiya-sensei yang mulah melemah.


"Percayalah padaku..." ucap pria tua itu.


Kondisi Hoshimiya-sensei mulai tak baik setelah menusuk jantungnya sendiri lalu pandangan matanya perlahan kabur, "Uhuk!!" Iapun memuntahkan darah segar, "Aku harus bertahan sedikit lama lagi..." gumamnya dalam hati.


"DYYEESS...!!!!" 'si akhir' jatuh dengan pijakan kuat sehingga kobaran api menyebar ke segala arah dan terciptalah sebuah cekungan.


"Dia tiba..." ucap Hoshimiya-sensei yang berusaha berdiri tegak dengan menggenggam erat sebilah pedangnya.


"Kau tak perlu memaksakan dan biarkan aku yang mengatasinya..." ucap pria tua itu.


'Si akhir' menatap tajam ke arah Hoshimiya-sensei, "Ketemu dan sekarang teknik menyebalkan ini akan segera berakhir..."


"Kau tak akan pernah bisa menggapainya..." ucap pria tua itu dengan mengambil pedang sucinya dari punggung.


Pedang sucinya berbentuk berbeda seperti gergaji akan tetapi ukurannya sangat besar, "Akan ku cabik-cabik dirimu..." ucapnya dengan meningkatkan energi sehingga pedang yang ia genggam berbalut kegelapan.


"Aku tak ada urusan denganmu petarung dari masa lalu akan tetapi bila kau menantangku maka aku siap meladenimu..." ucap 'si akhir' dengan menarik 'Pedang Pembelah Benua' yang ada dipunggungnya.


"Cthing!!!!" Kedua pedang mereka berbenturan dan elemen kegelapan milik ksatria beradu dengan api iblis.


"Hebat..." si pria tua melompat ke belakang akan tetapi ia melesat lagi ke depan dengan sekali pijakan dan langsung melesatkan tebasan, "Sllash!!!"


"Cthing!!!" 'Si akhir' menahan dengan pedangnya akan terdorong ke belakang, "Senang sekali diakui oleh petarung legendaris sepertimu akan tetapi aku tetap tak akan berbelas kasih padamu..." iapun memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan menembakan cero dari jarak dekat.


"DHUUAARR...!!" Ledakan yang besar terjadi akan tetapi pria tua itupun mengarahkan telapak tangannya ke atas dan mengeluarkan kegelapan sehingga dengan cepat kobaran ledakan terserap.


"Hebat juga!!" Gumam 'si akhir' yang memuji kekuatan lawan.


Pria tua itupun berlari mendekat lalu melesatkan tebasan dari arah samping, "Sllash!!" 'Si akhir' menahan dengan sikunya akan tetapi ia malah terpotong jadi dua bagian.


"Sudah berakhir? Tapi mengapa mudah sekali?" Ucap pria tua itu dihadapan tubuh 'si akhir' yang tergeletak ditanah jadi dua bagian.

__ADS_1


Mendadak saja tubuh 'si akhir' meledakan kobaran api kuat dan hal itu memaksa pria tua itu menjaga jarak dengan melompat ke belakang.


"Apa yang terjadi? Bukankah untuk sejenak saja barusan aku tak merasakan keberadaan energinya dan juga aku tak mendengar detak jantungnya?" Gumam pria tua itu dalam hati.


Ia yang tak percaya lawannya dapat bangkit lagi bertanya, "Bukankah seharusnya kau sudah mati setelah terkena serangan barusan?"


"Asal kau tau saja pria tua!! Aku memiliki semacam kutukan yang membuat diriku dibenci oleh kematian..."


"Ya, singkatnya aku tak bisa mati dan disaat kau membunuhku barusan hal itu membuatku mendapatkan kekuatan energiku kembali..."


"Apa maksudmu?" Ucap si pria tua dengan sorot mata tajam.


'Si akhir' tersenyum menyeringai dan berkata, "Setelah pertarungan yang panjang energiku hampir mencapai nol persen akan tetapi setelah kembali dari kematian energiku pulih kembali jadi 100 persen lagi..."


Pria tua itupun mengerti apa yang dikatakan oleh 'si akhir' dan jadi sangat geram, "Benar-benar sebuah kutukan yang curang dan kau membuat dirimu tak terkalahkan!!!"


"Hahahaha...!! Jangan berkata seperti itu, pria tua!!" Ucap 'si akhir' dengan entengnya, "Singkatnya bila pertarungan ini berlangsung lebih lama maka sudah jelas aku yang akan menang..."


"Aku tak peduli!!" Ucap si pria tua dengan mengarahkan pedangnya ke depan.


"Mari akhiri ini!!" 'Si akhir' juga mengarahkan pedangnya ke depan.


Keduanya meningkatkan energi lalu melesat secara bersamaan, "HIIIAAA...!!" Baik 'si akhir' maupun si pria tua menyerang dengan tusukan.


Ujung mata pedang keduanya saling berbenturan dan energi mereka beradu akan tetapi yang jadi pemenangnya adalah energi sang iblis sehingga pedang si pria tua perlahan hancur dimulai dari ujungnya.


'Si akhir' melesat langsung ke arah Hoshimiya-sensei dan menusuknya, "Jleebb...!!!" Pedang sang iblis menembus tubuh 'sang raja kegelapan itu, "Hahahaha...!!" Entah mengapa ia tertawa lepas.


"Uhuk!!" Hoshimiya-sensei memuntahkan darah segar dan pandangan matanya mulai menghitam lalu hal itu membuat keberadaan 9 pengguna jubah raja yang telah dipanggil dari masa lalu memudar.


"Kau memang berhasil membunuh ku akan tetapi mereka telah datang..."


"Kalian tak akan pernah memenangkan perang ini..."


"Tap..." disaat yang tak terduga semua anggota Red Eagle yang sebelumnya bertarung didalam kota sampai ke tempat itu, "Sensei...!!!!!" Teriak mereka ketika melihat tubuh 'sang raja kegelapan' tertembus pedang sang iblis.

__ADS_1


Ya, amarah luar biasa dari anak-anak itu akan memicu pertarungan hebat!!!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1191 : Mari Bangkitkan Dia!!


__ADS_2