
'Penyihir Hutan' mengeluarkan tekniknya yaitu gelombang Tsunami dan berhasil menghanyutkan Arashi entah kemana.
Ya, meskipun begitu ia tetap waspada dan semakin berhati-hati karena kini ia sama sekali tak meremehkan lawannya.
"Dimana ia akan muncul?' Pikir 'penyihir hutan' itu.
Secara mendadak terasa hawa panas yang luar biasa dari lautan. Air laut mendidih lalu terhempas tinggi ke angkasa.
'Penyihir Hutan' menatap tajam, "Jadi itu wujudmu yang sebenarnya?"
"WOOAARRGGH...!!!" Arashi berada diudara dengan wujud naga merah sempurna.
*
Dikejauhan para siluman terkejut saat melihat wujud Arashi.
"Dia adalah naga!!"
"Ku kira mereka sudah punah!!"
"Dia sangat berbahaya!!" Ucap mereka yang panik.
Senju Rain berkata pada mereka, "Tenang saja, meski kawanku itu agak gila tapi dia sama sekali tak ada niat jahat pada kalian..."
"Satu-satunya alasan mengapa dia bertarung sekarang dengan pencipta Pohon Abad karena ia ingin membuktikan seberapa kuat dirinya melawan seorang legenda..." jelas 'si jenius' itu dan berhasil menenangkan para siluman.
*
Dipertarungan keduanya saling menatap tajam dan terlihat saling mengakui kemampuannya masing-masing.
"Sekarang tiada alasan lagi bagiku untuk menahan diri..." ucap Arashi yang tanpa ragu melesat menukik ke bawah dengan sangat cepat.
'Penyihir Hutan' meningkatkan energi dan sekali lagi memunculkan akar-akar pohon dari bawah air untuk menghentikan Arashi.
"Percuma saja!!!" Teriak Arashi yang terbang menerjang begitu saja dan sesekali ia memotong akar-akaran yang menghalanginya dengan kuku cakar yang tajamnya.
"Cih..." 'penyihir hutan' terlihat geram karena tekniknya tak berhasil dan sekarang Arashi semakin dekat dengan dirinya, iapun memikirkan cara untuk menghentikan lawan akan tetapi Arashi terlebih dahulu mendekat dan memukuk sekuat tenaga, "JBBLLAST...!!"
__ADS_1
Meski berhasil menahan dengan menyilangkan kedua tangannya tapi tetap saja 'penyihir hutan' itu terlempar sangat jauh yang sampai menembus membelah sebuah pulau kecil.
"Sialan!!!" Iapun merespon cepat dan segera berdiri tegak diatas batang kayu.
"WUUSS...!!" Dengan sekali kibasan sayapnya Arashi telah berada diudara, iapun mengangkat kedua tangannya dan mulai mengumpulkan energi.
Ya, tak butuh waktu lama ia berhasil menciptakan bola api raksasa, "Terimalah ini...!!!!"
"Meteor Dragon!!!"
'Penyihir Hutan' terbelalak ketika sebuah bola api raksasa jatuh mengarah padanya, "Yang benar saja..." iapun langsung memunculkan akar-akaran pohon dari dalam air laut dan menciptakan dinding.
"DHUUAARR...!!!" Meskipun dilautan tapi serangan Arashi mampu menciptakan ledakan yang luar biasa.
Serangan itu membuat air terangkat tinggi ke angkasa yang bahkan jatuhnya menciptakan hujan lebat bagi daerah sekitar.
"Hah... hah... hah..." Arashi terlihat kelelahan dan iapun mencoba mengatur nafas, "Apakah aku sudah mengalahkannya? Ya, itu tak mungkin dia kalah dengan mudah karena dia adalah legenda..."
Secara mendadak semua pulau abad baik itu pulau utama dan gugusan pulau kecil bergetar hebat.
Arashi terlihat sangat waspada dan tau betul bahwa lawannya tengah melakukan hal luar biasa merepotkan, "Apa yang ingin dia lakukan?"
Ya, raksasa itu setinggi 500 meter dan mengambang dipermukaan air laut.
Arashi terbelalak melihat wujud dari lawannya, "Sialan!!! Kekuatannya itu benar-benar gila..."
'Penyihir Hutan' dalam wujud raksasa menatap Arashi dengan sorot mata tajam, "Sekarang aku mengakuimu sebagai lawan yang layak, bocah..."
Meskipun terbelalak dengan ukurannya yang sangat besar tapi Arashi malah berkata, "Kau pikir aku takut denganmu...!!!"
"Yang benar saja!! Aku baru saja mulai...!!" Teriaknya dengan meningkatkan energi dan melesat ke arah lawan dengan kobaran api menyelimuti tubuhnya.
'Penyihir Hutan' yang ukurannya super besar itu hanya terdiam meski Arashi tengah mengarah padanya.
"HIIAA...!!!!" Arashi melesat bagaikan roket yang diluncurkan lalu menerjang lawan begitu saja, "Jbbllast...!!" Iapun terbang menembus dada lawan hingga meninggalkan bekas sebuah lubang.
"Khihihi..." Arashi tersenyum menyeringai akan tetapi 'penyihir hutan' berkata, "Sekuat apapun seranganmu padaku akan percuma saja..."
__ADS_1
"Aku adalah 'penyihir hutan' dan kemampuanku berprinsip seperti pohon..."
"Aku dapat tumbuh besar dengan ukuran tak terhingga dan juga bagaikan pohon aku dapat memulihkan diri dengan cepat..." jelasnya yang lubang didadanya perlahan mengecil lalu menghilang sembuh total.
Arashi terlihat geram saat melihat regenerasi dari lawannya yang sangat luar biasa itu, "Tapi aku mengerti satu hal dari kemampuanmu itu!! Ya, kelemahan dan cara mengalahkanmu satu-satunya hanyalah dengan menghancurkan dirimu berserta dengan Pulau Abad tanpa sisa..."
"Meskipun kau mengetahuinya tapi kau tak mungkin mampu menghancurkan Pulau Abad..." jawab 'penyihir hutan' dan iapun mengarahkan telapak tangan ke arah Arashi.
Dari telapak tangan raksasa pohon itu muncul akar-akaran yang melesat ke arah Arashi untuk menangkapnya.
"Cih..." Arashi terpaksa terbang meliuk-liuk untuk menghindari jeratan akar-akaran itu, "Jika aku tertangkap maka aku akan tamat!! Firasatku mengatakan bahwa jeratan akar miliknya itu mampu menyerap energi..." gumamnya dalam hati yang terus menghindar.
Iapun memfokuskan energi pada cakarnya dan melesatkan serangan yang berupa cakaran, "Sllash...!!!" Cakarannya tersebut menghasilkan angin pemotong dan berhasil memotong lengan raksasa 'penyihir hutan' itu.
"Oh, caramu cerdas juga akan tetapi percuma saja..." ucap 'penyihir hutan' dengan nada datar dan iapun menumbuhkan lengannya yang telah terpotong.
'Penyihir Hutan' itupun mengepalkan tangan raksasanya yang ukurannya bertambah besar karena terlapisi oleh lilitan akar-akaran, "Aku ingin tau bagaimana caranya kau mengatasi yang ini?" Ucapnya yang kepalan tangan kanannya berubah seukuran gunung.
Arashi menjadi geram dan menganggap kata-kata itu sebagai ejekan, "Sialan...!!!! Jangan pikir aku takut...!!!" Iapun meningkatkan energi dan seluruh tubuhnya terlapisi oleh kobaran api.
"WUUSS...!!!" Dengan kepakan sayapnya iapun tanpa rasa takut bergerak mendekat kepada 'penyihir hutan'
"Bodoh..." ucap 'penyihir hutan' yang juga menghantamkan kepalan tangan super besarnya.
Arashi memfokuskan seluruh energi pada kepalan tangan kanannya dan tanpa ragu menghantam kepalan tangan raksasa itu, "Jbbllast...!!!" Dalam sekejap saja kepalan tangan raksasa itu hancur akan tetapi Arashi juga terhempas jauh jatuh ke bawah.
Iapun jatuh ke salah satu pulau dan membuat pulau itu hancur, air berserta dengan puing-puing berterbangan ke udara.
Semua mata tertuju pada tempat jatuhnya Arashi dan mereka sangat bertanya-tanya, "Apakah dia masih hidup?"
"Serangan tadi pasti membunuhnya?"
'Penyihir Hutan' itupun juga terkesan dengan serangan Arashi, "Luar biasa sekali!!! Disaat terakhir saja ia mampu menghancurkan kepalan tangan berserta lenganku..." ucapnya yang kemudian menatap ke bawah tempat Arashi jatuh.
Ya, samar-samar Arashi terlihat dan kemunculannya itu membuat semua pasang mata terkejut pasalnya ia saat ini mengambang diatas air dan terlihat tak sadarkan diri.
"Dia kalah...!!!!" Pikir mereka yang terkejut.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 918 : Bersiaplah!!