Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1011 : Daratan Pedang


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Saat ini Aera telah dikuasai oleh mereka para iblis.


Negeri para dewa itu sekarang mengalami masa terkelam dalam sejarahnya karena semua dewa yang berada disana dijadikan budak oleh para iblis.


"Tap... tap... tap..." digelapnya sebuah lorong terdengar langkah kaki mendekat.


Ya, langkah kaki itu adalah milik sang iblis terkuat yaitu 'si akhir'.


Dengan tersenyum lebar ia melangkahkan kaki menuju salah satu sel tahanan, "Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?"


Didalam sel tahanan itu terdapat satu dewa penting yang mampu melihat segala hal tak terkecuali masa depan, dewa itu adalah Kaoru.


Kaoru dengan sorot mata tajam terlihat kesal saat melihat musuh utamanya itu, "Aku baik saja tetapi begitu kau muncul rasanya diriku mau muntah..."


"Hahahaha..." 'si akhir' malah tertawa meski diremehkan.


"Berhenti tertawa!! Hal itu membuatku semakin muak saja..." ucap Kaoru.


"Kau adalah dewa yang mampu melihat segala hal bahkan masa depan sekalipun jadi ku rasa kau sudah tau alasan aku menemuimu..."


Mendadak ekspresi Kaoru berubah menjadi sangat geram, "Tentu saja aku mampu melihat tujuanmu dan hal itu membuatku semakin muak saja..."


"Hahahaha... benar sekali!! Beritahu padaku dimana tempat 'Tujuh Ksatria Terkutuk' disegela dan bagaimana cara membuka segel mereka..." ucap 'si akhir' dengan tertawa lepas.


Kaoru yang geram berkata, "Mari buat negosiasi!! Jika kau melepaskan temanku Yume maka aku akan memberitahu apa yang kau inginkan inginkan itu..."


"Hahahaha... kau gadis yang menarik!!" Ucap sang iblis terkuat dengan tersenyum menyeringai, iapun membuka sel tahanan Kaoru dan menyeretnya keluar.


Mereka keluar dari tempat tahanan bawah tanah itu lalu menuju ke permukaan Aera kemudian berakhir dengan berada ditepian negeri langit.


Angin berhembus kencang sekali yang kapan saja bisa menerbangkan tubuh dan tepian negeri langit itu memiliki tekanan oksigen yang sangat rendah sehingga membuat siapa saja kesulitan bernafas.


Disana Yume kedua tangannya diikat oleh rantai lalu disampingnya ada dua iblis kelas atas yaitu Leonidas 'sang raja iblis gempa' dan Heliel 'iblis dengan 7 kemampuan'


Mereka berseberangan, Yume berada ditepian pulau langit bersama dengan Heliel dan Leonidas sementara itu 'si akhir' dan Kaoru berdiri cukup jauh dari tepi pulau.


"Kaoru!!! Aku senang kau baik-baik saja!!" Ucap Yume begitu melihat kemunculan temannya.


Kaoru yang telah melihat masa depan yang mengerikan meneteskan air mata, "Jangan khawatir!! Semuanya akan baik-baik saja!! Meski menyakitkan kita bisa melalui semua ini bila bersama!!!"

__ADS_1


"Emm..." Yume mengangguk.


Heliel berkata, "Tuanku, anda telah menghubungiku lewat telepati dan kami telah melaksanakan apa yang telah kau perintah!! Kami membawa gadis ini kemari lalu setelahnya apa yang harus kami lakukan?"


Sang iblis terkuat tersenyum, "Lempar gadis itu!!!"


"Apa!!!" Heliel terkejut.


"Dimengerti!!" Jawab Leonidas yang tanpa ragu menendang Yume.


"Yume...!!!!!!" Teriak Kaoru dengan suara lantang ketika hanya bisa menonton rekannya terjun.


Yume hanya bisa terdiam pasrah, ia terjun langsung dari Aera dengan kedua tangan terikat rantai.


"Hahahahaha...!!!" Sang iblis terkuat tertawa lepas serasa menikmati penderitaan keduanya, "Nah, aku telah melepaskan rekanmu jadi sekarang beritahu padaku dimana tempat 'Tujuh Ksatria Terkutuk' disegel dan bagaimana cara melepaskan segel mereka..."


Kaoru menatap balik 'si akhir' dengan tatapan tajam, "Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu!! Tetapi perlu diingat!! Kau telah banyak sekali membuat orang murka!!! Kau memulai sebuah perang besar yang nantinya kau akan menyesal!!!"


"Hahahaha...!!! Sayang sekali, aku tak takut pada acamanmu, gadis kecil..."


*****


Sementara itu.


Sekelompok kecil anggota Red Eagle yang terpisah tengah melakukan perjalanan ke daratan pedang dan kini mereka bergerak perlahan memasuki hutan.


Keempatnya berjalan kaki dengan posisi yang paling belakang adalah Torano, "Berapa lama lagi kita sampai ditempat tujuan?" Tanya Torano yang belum pernah pergi ke daratan pedang.


Masamune berkata, "Yah, masih agak jauh lagi sih..."


"Oh, begitu rupanya..." ucap Torano.


Kiba berkata, "Sebenarnya apa sih yang tengah dipikirkan oleh 'si jenius' itu? Mengapa dia menyuruh kita pergi ke daratan pedang lagi sementara rumah kita yaitu Kota Kronoz tengah dikuasai iblis?"


Torano menjawab, "Kita bisa saja langsung menyerang balik para iblis akan tetapi kita yang tak memiliki kekuatan pasti akan langsung dihabisi..."


"Dan juga aku tau maksud dari Senju Rain mengirim kita..."


"Ya, aku juga tau!!" Sahut Masamune, "Iblis terkuat yaitu 'si akhir' dimasa lalu pernah membantai 10.000 pengguna jubah raja dan sekarang tempat pertarungan mereka dikenal dengan daratan pedang..."


"Rain mungkin ingin kita mencari petunjuk tentang pertarungan mereka..." jelas Masamune.


"Sepertinya misi ini akan percuma saja..." ucap Shirou.


"Hey, apa maksud dari kata-katamu itu?" Masamune agak kesal.


"Simpel saja, kejadian perang 10.000 ksatria melawan si iblis terkuat itu terjadi dimasa lalu sekitar 2.000 tahun yang lalu jika kita mendapatkan petunjuk tentang kelemahan iblis terkuat itu berarti keajaiban..." jelas Shirou.


"Hanya orang bodoh yang mengira misi ini akan berhasil..." ucap Kiba.

__ADS_1


"Benar sekali!! Aku merasa misi ini akan gagal total..." sahut Torano.


Masamune menjadi kesal pada sikap ketiga rekannya, "Jangan bersikap seperti itu!!! Kita harus optimis dan ku yakin misi ini akan sukses!!!!" Teriaknya penuh semangat.


"Dia orang bodoh..." pikir ketiga rekannya.


Keempatnya terus berjalan tanpa henti sebelum sampai ditempat tujuan lalu setelah cukup lama menempuh perjalanan mereka sampai dipadang pasir tandus.


"Kita sampai..." ucap Masamune.


"Kau yakin disini tempatnya?" Tanya Torano yang menatap ke depan dan tak melihat apapun selain hamparan pasir.


"Disini memang tempatnya..." jawab Kiba.


Shirou berkata, "Dataran pedang akan muncul pada malam hari dan tempat itu hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang terpilih saja..."


"Kalau begitu ini semakin merepotkan saja..." ucap Torano.


"Tiada pilihan lain selain berkemah dan menunggu malam datang..." ucap Kiba.


Setelah berjalan cukup lama mereka akhirnya sampai ditempat tujuan, mereka berempat yang telah lelah segera memasang tenda untuk beristirahat dan bermalam.


Setelah selesai memasang tenda merekapun makan bersama disore hari lalu istrahat mempersiapkan diri bila nanti gerbang dataran pedang terbuka.


Lalu waktupun terus berjalan dan tak terasa sudah pukul 22.00.


Shirou dan Torano berjaga diluar tenda sementara itu kedua yang lainnya sedang tidur pulas didalam tenda.


"Sudah selarut ini tapi daratan pedang tak kunjung muncul juga, apakah kita tak diijinkan masuk ke sana?"


"Entahlah, kami dulu juga secara kebetulan saja bisa masuk ke tempat itu..." jelas Shirou.


Torano menatap ke depan dan yang ia lihat hanya hamparan pasir digelapnya malam, ia berfikir lalu berkata, "Kurasa aku punya sebuah ide yang bisa memaksa membuka portal ke daratan pedang secara paksa..."


Shirou menjadi serius, "Memangnya idemu itu seperti apa?"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1012 : Dia Datang!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2