Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1090 : Sesama Pewaris


__ADS_3

'Sang raja iblis kematian' merasa ada yang tak beres meski ia telah melemparkan lawannya terbang tinggi ke angkasa, ia pun memfokuskan pengelihatannya pada langit yang gelap, "Sial, padahal aku sudah menghempaskannya hingga terbang tinggi entah kemana akan tetapi mengapa aku masih merasakan energi keberadaannya?" Lindouw menyadari bahwa Masamune merencanakan sesuatu yang mengerikan.


Iapun waspada.


Diangkasa yang tinggi Masamune berbicara dengan Yugiri yang dalam wujud pedang digenggaman tangannya, "Hey, Yugiri!! Berapa banyak elemen yang kau miliki?"


"Emm..." Yugiri berfikir dan menjawab melalui telepati, "Ada banyak sampai aku tak dapat menghitungnya, aku bahkan memiliki lava pijar, salju dan emas..."


"Yah, selain cahaya kegelapan sepertinya aku mampu menggunakan segala elemen..."


"Hey, bukankah kau dibuat dari eleman milik Arashi jadi sejak kapan dia memiliki elemen lava?" Ucap Masamune yang heran


"Entahlah, tanya sendiri sana pada papa..."


"Cih, rasa penasaranku tak penting dan yang terpenting sekarang adalah kemenangan kita..." gumam Masamune dalam hati yang kesal karena Arashi punya elemen lava.


Iapun berkata pada Yugiri yang menjadi patnernya, "Yugiri, kerahkan semua kemampuan yang kau miliki...!!!"


"Emm... baik, aku mengerti!!" Jawab Yugiri dengan semangat melalui telepati.


Masamune menggenggam erat pedang tersebut dengan kedua tangannya, "HIIAA...!!!!" Pedang tersebut memanjang dan membesar lalu terselimuti pusaran api yang sudah dipadukan dengan angin peruntuh dan kilatan petir.


Masamune memasang sorot mata tajam, "Ayo kalahkan dia!!!!"


Lalu dipermukaan tanah 'sang raja iblis kematian' menatap tajam ke angkasa karena merasakan energi kuat tengah mendekat, "Dia datang...!!!!!"


"...!!!" Semuanya terkejut ketika diangkasa yang tinggi mendadak langit terbelah oleh kobaran api merah yang menyala-nyala.


"Apa!!! Besar sekali!!" 'Sang raja iblis kematian' terkejut pada ukuran pedang lawan dan iapun segera memperkuat pijakan kakinya lalu menggenggam erat sabit besarnya menggunakan dua tangan.


"HIIAA...!!!!!" Masamune melesat turun dari langit dengan menggenggam erat pedang raksasa yang berkobar-kobar.


"Hancurlah hingga jadi debu!!!!" Teriak 'sang pahlwan hitam' itu dengan mengayunkan pedangnya.


'Sang raja iblis kematian' tak tinggal diam dan iapun juga mengayunkan sabitnya sekuat tenaga, "HIIAA...!!!!"


"Cthiing...!!!" Senjata keduanya saling berbenturan dan menciptakan hembusan angin kuat yang menyebar ke segala arah.


Meski ukurannya sangat besar dan terlapisi beberapa elemen tapi hantaman pedang dari Masamune hanya mampu membuat tanah tempat 'sang raja iblis kematian' hancur, "HIIAA...!!!" Masamune terus menerus menekan akan tetapi lawan mampu bertahan.


"Cih..." iapun kesal dan menggunakan cara lain untuk menumbangkan lawan, Masamune menggerakan jari telunjuknya dan mendadak batangan-batangan besi raksasa yang tertancap ditanah terangkat lalu melesat ke arah 'sang raja iblis kematian'

__ADS_1


"Apa!!!!" Lindouw terkejut.


"DYYEESS...!!! DYYEESS...!!!" Sang raja iblis kematian itu tertimpa batangan-batangan besi raksasa dari segala arah.


"Huft... huft... huft..." Masamune kelelahan dan iapun melompat ke belakang lalu menginjakan kaki secara perlahan ditanah.


"Apa kita berhasil paman?" Tanya Yugiri dengan telepati.


"Untuk sekarang kita memang berhasil membunuhnya akan tetapi dia memiliki kekuatan Dewa Kematian jadi kurasa sebentar lagi ia akan bangkit..." jawab Masamune dengan perlahan mengatur nafasnya.


*****


Ditempat lain.


Rekan-rekan dari Red Eagle terkejut dengan kemunculan Masamune yang mampu memojokan 'sang raja iblis kematian'


"Ryuzaki-senpai mengalahkannya!!!!" Ucap Rikie dengan penuh rasa kagum pada cara bertarung Masamune.


Minaka menatap tajam ke arah pertarungan mereka dan berkata, "Jangan lupa!! Dia adalah 'sang raja iblis kematian' dan dia tak akan kalah hanya karena dibunuh..."


"Benar juga..." ucap Rikie dengan wajah tertunduk.


"Satu-satunya cara mengalahkannya adalah dengan mensucikannya sama seperti yang kita lakukan dulu pada Dewa Kematian..." ucap clon Torano.


"Anu, aku bisa melakukannya akan tetapi aku perlu mendekat padanya lalu menusuknya..." jawab Yui.


"Mendekat padanya terlalu berbahaya..." sahut Ashura, "Sebagai sesama pewaris kekuatan Dewa Kematian kurasa aku punya ide untuk mengalahkannya..."


"...!!" Semua terkejut, "Bagaimana idemu itu?" Tanya Minaka secara spontan.


"Kalian tak perlu tau..."


"Kalau begitu biarkan aku membantu..." ucap clon Torano.


"Ya, karena kau hanya clon maka kau boleh membantu akan tetapi untuk yang lainnya tetaplah disini dan mengistirahatkan diri!! Perang baru saja dimulai jadi kalian harus mempersiapkan diri untuk pertarungan yang selanjutnya..." ucap Ashura dengan serius.


"Kami mengerti...!!!" Jawab mereka berempat dengan serius karena mempercayai rencana Ashura akan berhasil.


*****


Dipertarungan.

__ADS_1


Mayat 'sang raja iblis kematian yang tertimpa batangan-batangan besi raksasa mendadak meledakan energi kegelapan yang sangat kuat, "DHHUUAARR...!!!"


Batangan-batangan besi yang menimpanya itu terhempas dan berterbangan ke udara.


"Yugiri, persiapkan dirimu..." ucap Masamune dengan sorot mata tajam.


"Aku selalu siap kapanpun!!" Jawab Yugiri melalui telepati.


Tubuh 'sang raja iblis kematian' yang hancur dan gepeng perlahan pulih lalu kepalanya yang hancur tumbuh lagi, iapun bangkit dan menggenggam kembali sabitnya, "Sialan..." ucapnya dengan sorot mata tajam pada Masamune.


"Adik kecilku!! Kau benar-benar keterlaluan..." ucap Lindouw.


Masamune langsung berlari ke arah raksasa kematian itu dan melesatkan tebasan angin pemotong yang dipadukan dengan kobaran api, "Sllash!!" Serangan itupun melesat dan hanya menembus tubuh 'sang raja iblis kematian'


"Cih" Masamune agak jengkel.


'Sang raja iblis kematian' berkata, "Dalam hal kekuatan aku hampir mendekati 'Yang Mulia' Dewa Kematian jadi sehebat apapun musuh yang ku hadapi aku tak akan pernah kalah..."


"Bodoh!! Apa kau pernah mendengar pepatah 'diatas langit masih ada langit lagi' jadi mau sehebat apapun dirimu kau tetap bisa dikalahkan..." ucap Masamune dan iapun menancapkan pedangnya ke tanah, "Sebagai sesama pewaris kekuatan Dewa Kematian, aku akan mengalahkanmu dalam pertarungan satu lawan satu..."


Iapun mengangkat tangan kanannya ke atas lalu kegelapan terkumpul pada cengkraman tangan kanannya itu.


Kegelapan tersebut memadat dan berubah bentuk menjadi sebuah pedang berserta sarungnya, "Inilah kekuatanku yang sebenarnya..." ucap Masamune yang secarj perlahan menarik pedang tersebut.


Saat menarik pedang itu mendadak dari pijakan kakinya meledakan kegelapan pekat lalu perlahan jubah energi hitam melapisi seluruh tubuhnya, "Jubah Raja Kematian!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


'Sang raja iblis kematian' nampak geram, "Aku seribu tahun lebih dulu mendapatkan kekuatan Dewa Kematian dan aku tak akan kalah darimu, bocah!!!"


"Kita lihat saja nanti!!!!" Masamune berlari ke arah lawan dan iapun melompat ke udara, "HIIAA...!!" Diudara ia menggenggam erat pedangnya lalu berputar-putar sangat cepat hingga membentuk pusaran kegelapan.


'Sang raja iblis kematian' melesatkan tebasan sabit, pada pusaran kegelapan itu, "Cthing!!!" Dua senjata berbenturan dan membuat hembusan angin kuat yang menyebar ke segala arah.


Ya, meski ukuran senjata keduanya sangat jauh tapi pedang Masamune mampu membuat 'sang raja iblis kematian' jadi agak goyah.


"Sial..." gumamnya dengan memperkuat pijakan kedua kakinya.


Masamune menatap tajam dan dengan sekali gerakan cepat yang bagaikan berteleport iapun sampai dihadapan wajah musuh, "Jbbllast!!!" Iapun tanpa ragu menendang wajah musuh.


"Jangan pernah meremehkan diriku...!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1091 : Sesama Pewaris II

__ADS_1


__ADS_2