
Diatas awan hitam 7 Ksatria Terkutuk yang sebelumnya berdiam diri memutuskan untuk turun ke medan perang.
"Hahahaha... Tak pernah ku sangka para raja iblis itu telah dikalahkan oleh para bocah-bocah itu..." ucap seorang pria bertubuh kekar besar yang mengamati.
"Ya, aku juga terkejut dan mungkin ini saat adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengambil kesempatan dari perang ini?" Ucap seorang pria dengan 6 pedang dipunggungnya, "Kau setuju, kan?" iapun melirik ke belakang.
"Tap... tap... tap..." seorang pria yang sebelumnya berdiri dibelakang berjalan ke depan, ia menyibakan penutup kepala yang ternyata ia adalah salah satu bangsa naga, "Ya, mereka semua tengah terluka dan kita akan turun untuk memenangkan perang ini untuk diri kita sendiri..." ucapnya dengan sorot mata tajam.
"Memang terkesan licik akan tetapi dalam perang tak perlu kejujuran untuk menang..." ucap pria berbadan besar kekar.
"Sllash!!" Secara mendadak sesuatu dari bawah permukaan tanah melesat sangat cepat bergerak ke atas dengan sangat cepat.
Dua orang muncul dan langsung saja melesatkan tendangan dari arah kiri dan kanan pada pria naga yang berada ditepian awan, "Jbbuuak!!" Pria naga itupun menahan dengan kedua lengannya tanpa kesulitan sedikitpun.
Dua orang itu lalu menjaga jarak dengan melompat ke belakang.
Ya, keduanya adalah Litha 'si serigala badai' dan Leona 'si singa api'
"Kalian tak akan pergi kemanapun!! Kalian tak akan kami biarkan mengganggu perang milik anak-anak itu!!" Ucap Litha dengan tegas.
Leona tersenyum menyeringai dengan kedua kepalan tangan berkobar api merah, "Tak ku sangka diatas awan ini ada 7 orang jahat yang bersembunyi!! Ya, baiklah!! Akan ku hajar kalian semua!!" Teriaknya dengan lantang.
"Hahahahaha...!!" Dengan tertawa lepas Leona tanpa ragu melesat maju ke depan dan memukul dengan balutan api.
"Jbbllast!!" Pria dengan kemampuan naga itu menahan menggunakan kedua lengan yang menyilang didepan dada, ia sedikit terdorong ke belakang, "Konyol sekali!! Apa kalian pikir kami ini lemah?"
Leona melompat ke belakang menjaga jarak, "Hahahaha...!! Aku sudah menduganya!! Kalian kuat!!" Iapun meningkatkan energi api ketitik paling ekstrem.
Tubuh putri Artaraz itupun terselimuti kobaran api pekat berwarna merah kehitam-hitaman.
"Sepertinya kau bisa sedikit menghiburku..." pria naga itu mulai tertarik pada kemampuan Leona.
Leona membuka mulutnya lebar-lebar dan mulai memusatkan energi pada mulutnya yang terbuka itu sehingga terciptalah bola api padat, "WUUSS...!!" Bola api ditembakan.
Pria naga itupun menangkap serangan Leona dengan telapak tangan kanan dan terseret ke belakang beberapa langkah, "Lumayan kuat!!" Ucapnya yang kemudian melemparkan serangan itu ke atas.
"DHUUAARR...!!" Tercipta ledakan hebat diangkasa.
"Dia menahan serangan Leona dengan tangan kosong..." ucap Litha terkejut dan ia mulai menarik dua buah pedang yang tersarung dipunggungnya, "Mereka kuat..." gumamnya dalam hati.
Litha memasang kuda-kuda dan memusatkan energi pada dua pedang yang ia genggam, "HIIAA...!!!"
__ADS_1
"Sllash!!" Litha menebaskan sekuat tenaga dan angin pemotong yang sangat kuat melesat ke arah pria naga.
Pria naga terkejut akan tetapi mendadak saja pria dengan enam buah pedang dipunggungnya bergerak melompat ke hadapannya.
Ia menarik sebilah pedang yang ada dipunggungnya dan sebuah jubah raja menyelimuti tubuhnya, "Sllash!!" Gelombang angin pemotong juga melesat dan berbenturan dengan badai pemotong yang dilesatkan oleh Litha.
Leona berkata pada rekannya, "Jangan bermain-main!! Lawan kita kuat jadi segera kerahkan semua yang kau miliki!!"
"Aku tau!!" Jawab Litha dengan meningkatkan energi.
Ia secara perlahan berubah wujud menjadi serigala raksasa berbulu keemasan yang berdiri dengan dua kaki, "AAUUWW...!!" Litha meraung dan berlari ke arah pria dengan jubah raja.
Ia mengangkat pedanganya dengan dua tangan dan langsung saja menebas, "Cthing!!" Serangannya dapat ditahan akan tetapi tempat berpijak pria dengan jubah raja itu hancur.
"Luar biasa..." ucap pria dengan jubah raja itu santai.
Dipertarungan yang lain, Leona mengincar pria naga. Ia berlari bagaikan singa yang mengejar mangsanya lalu melompat dan menerkam.
"Bodoh!!" Pria naga mengepalkan tangan dan memukul wajah Leona saat ia melompat ke arahnya, "Jbbuuak!!" Leona terlempar akan tetapi ia segera berdiri lagi.
Leona mengarahkan kepala ke atas dan membuka mulutnya lebar-lebar serta mengangkat kedua tangannya ke atas lalu memusatkan energi.
Pria naga yang melihat Leona sedang menciptakan bola api raksasa nampak tenang, "Ya, dengan serangan seperti itu mungkin akan tercipta ledakan yang sangat besar tetapi hal itu tak akan berpengaruh padaku..."
"WUUSS...!!!"
"DHHUUAARR...!!" Tembakan Leona meleset dari arah tujuan dan iapun langsung terjatuh tak sadarkan diri karena dihantam dari belakang.
"Leona!!!" Teriak Litha yang sedang bertarung, iapun teralihkan sejenak.
Hal itu memberikan kesempatan bagi pria pemilik jubah raja untuk menyerang, "Sllash!!"
"Cruat!!"
"Kau lengah..." ucap pria berjubah raja yang berhasil menebas lawannya.
Dilain sisi, pria naga nampak kesal pada rekannya yang ikut campur, "Kau mengganggu kesenanganku..."
"Hahahaha..." pria berbadan tinggi besar kekar malah tertawa, "Hey, ayolah!! Kesenangan masih ada dibawah sana!!" Ucapnya dengan entengnya.
"Tap... tap... tap..." keempat anggota 7 Ksatria Terkutuk yang lainnya berjalan mendekat.
__ADS_1
Seorang pria dengan sebuah pedang besar yang menyerupai salib dipunggungnya berkata, "Cepat habisi mereka berdua..."
"Aku tau!!" Jawab pria naga dan pria pemilik jubah raja serentak.
Keduanya berjalan mendekati Leona dan Litha akan tetapi mendadak saja sebuah portal terbuka tepat sebelum keduanya melakukan eksekusi.
"...!!" Keduanya terkejut dan segera melompat ke belakang.
"Hati-hati..." ucap pria dengan pedang besar menyerupai salib, "Aku merasakan aura energi yang sangat kuat datang dari balik porta itu..."
"Kami tau!!" Ucap semuanya serentak.
"Tap... tap... tap..." dari balik portal itu terdengar suara langkah kaki dan nampaklah pria paruh baya yang umurnya sekitar 50 tahun dengan menggendong seorang gadis kecil dibahu sebelah kanannya.
"Siapa kau?" Tanya sang pria naga.
"Aku adalah sang penjelajah waktu dan aku datang dari masa depan..." ucapnya dengan tersenyum lebar.
"Kakek!! Kenapa kau berbohong? Katakan saja siapa dirimu..." ucap gadis kecil yang ada dibahunya.
"Baiklah..." sang kakek agak kesal, ia mengambil lolypop dan mengemutnya, "Kau membuatku tak keren saja..." gumamnya dalam hati.
"Baiklah, akan ku katakan pada kalian siapa aku!!!"
"Aku adalah Kosuke Arashi 'si pengacau' dan aku datang untuk menghentikan kalian semua...!!" Ucapnya dengan lantang.
"Khihihi..." si cucu yang ada dibahu tertawa.
*****
Sementara itu.
Dimedan perang bagian depan pertarungan antara pihak iblis yang dibantu oleh para kriminal melawan bangsa siluman pulau abad dan ksatria Lembah Penempa Pedang sedang berlangsung.
"Perang ini memang sengit akan tetapi kita mulai bisa mengimbangi mereka..." ucap pemimpin siluman yang merupakan siluman tikus.
"Benar..." sahut Hoshimiya Gingga 'sang raja kegelapan' yang berada didekatnya, "Ku harap mereka juga berhasil mengalahkan para raja iblis..."
Ya, perang nyaris saja seimbang akan tetapi mendadak sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi, "DYYEESS...!!! DYYEESS...!!!" dua orang petarung kuat yang merupakan pemimpin musuh jatuh dari langit tepat ditengah-tengah peperangan.
"Hahahahaha...!!!!" Keduanya tertawa lepas penuh kegembiraan dan keduanya adalah sang iblis terkuat yaitu 'si akhir' dan 'raja monster' Tatsumi Kidou.
__ADS_1
Perang pun berlanjut...!!!!!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1185 : Medan Perang Bagian Depan II