
"Tap..." kelompok yang terdiri dari Daisuke, Torano, Ryusuke, Kaoru dan Airi menginjakan kaki pada permukaan tanah secara perlahan.
Mereka telah sampai didunia bawah.
Tanpa direncanakan kelimanya jatuh tepat dihadapan para anggota Red Eagle yang telah terluka karena bertarung melawan dua bos musuh.
"Kalian kembali!!" Ucap Yami si pemilik kemampuan teleport.
"Ya, dan maaf karena kami gagal menghentikan dua bos musuh di Aera..." ucap Daisuke.
"Cih, padahal kalian memiliki tiga senjata terkuat tapi bagaimana bisa kalian gagal..." ucap Kiba yang agak kesal.
Ryusuke berkata, "Jangan mencela kami!! Bukankah kalian juga dibuat babak belur meski telah melawan mereka secara kroyokan?"
Kiba terdiam dan ia jadi malu dengan apa yang ia katakan sendiri.
Misaki berkata, "Tenang saja, meski kalian gagal tapi sekarang ini Arashi sedang melawannya dan sepertinya Arashi berhasil mengimbanginya..."
"Kak Arashi mampu mengimbanginya?" Ucap Kaoru dengan raut wajah khawatir.
"Apa ada yang salah dengan hal itu?" Tanya Kanzaki Shirou.
"Tidak ada dan juga kami sudah menduga hal itu..." jawab Torano.
"Menurut kalian apa si kunyuk Arashi mampu mengalahkan si iblis itu?" Tanya Akaru si pemilik kekuatan iblis petir.
"Entahlah..." jawab Ryusuke.
Daisuke berkata pada semuanya dengan ekspresi wajah serius, "Kalian harus tau satu hal tentang pertarungan kami dengan dua bos musuh dinegeri para dewa..."
Semuanya mendengarkan dengan seksama tanpa ada yang bertanya.
"Dipertarungan itu kami bertiga berhasil dikalahkan oleh 'si akhir' dan juga Arashi terbunuh dalam pertarungan melawan mereka itu..."
"Terbunuh!!!!!" Semua anggota Red Eagle terkejut.
"Lalu bagaimana mungkin sekarang ini Arashi bisa berada ditempat ini bila ia telah mati?" Tanya Misaki yang sebagai teman masa kecil sangat khawatir.
Torano berkata, "Singkatnya kami menyatukan tiga senjata terkuat untuk membangkitkannya kembali dari kematian..."
Ryusuke menjelaskan, "Yang ingin kami katakan sampai sekarang Arashi belum juga menggunakan kekuatan Cahaya Surga, Raja Pedang ataupun Perisai Harapan..."
"Ia pasti tau betul bahwa musuh masih menyimpan kekuatan rahasianya sehingga sampai sekarang ini belum menggunakan satupun kekuatan dari ketiga senjata terkuat..."
Semua anggota Red Eagle terdiam dan disaat yang bersamaan kelompok yang sebelumnya terluka dari dalam kota dan Senju Rain berserta Masamune yang membawa anak-anak Arashi muncul.
__ADS_1
"Mau sekuat apapun musuh ku yakin kali ini Arashi dapat menghentikannya..." ucap Senju Rain.
"Benar..." sahut Masamune.
"Bagaimana kalian bisa seyakin itu?" Tanya Ryusuke.
"Tidak ada alasan khusus hanya sebuah firasat saja..." jawab Senju Rain tanpa ada rasa keraguan didalam hatinya dan semuanya sependapat dengan pemimpin mereka itu.
*****
Dipertarungan satu lawan satu.
Kepala musuh tertancap pada tanah dan Arashi tak memberikan kesempatan pada musuh, ia pun menendang tubuh musuh sekuat tenaga, "Jbbllast!!!"
'Si akhir' terhempas jauh ke depan akan tetapi ia segera bangkit lagi, "Sialan!! Aku sama sekali tak menduga ia akan muncul dari dalam tanah..." iapun meningkatkan energi dan memfokuskan energi tersebut pada ujung kedua tanduknya lalu tak butuh waktu lama sebuah cero berukuran besar tercipta, "HIIAA..."
"WUUSS...!!" Sang iblis tanpa ragu menembakan serangan berdaya ledak tinggi itu.
Arashi yang memiliki insting tajam malah memilih menahan serangan tersebut dari pada menghindarinya, iapun memperkuat pijakan kedua kakinya dan mengarahkan dua telapak tangan ke depan.
"HIIAA...!!!" Arashi berteriak keras menahan serangan yang datang agar tak terdoromg ke belakang.
Ia berniat melempar serangan itu ke atas akan tetapi mendadak saja 'si akhir' sudah berada disamping kanannya.
"DHUUAARR...!!" 'Si akhir' tertimpa cero miliknya sendiri dan ledakan besar terjadi meskipun begitu Arashi juga terkena ledakan tersebut.
Ledakan besar tersebut perlahan mereda dan terlihat menciptakan sebuah cekungan dalam yang berisi kepulan asap.
'Si akhir' melompat keluar dari asap ledakan, "Tap..." ia berdiri tegak diatas permukaan tanah dengan keadaan terluka.
"Sial, bagaimana mungkin dia bisa menyadari serangan mendadak dariku?" Ucap 'si akhir' dengan ekspresi wajah geram.
Mendadak saja, kaki sang iblis tertarik ke dalam tanah, "Sial, dia ada didalam tanah..." ucap sang iblis yang kemudian meningkatkan energi sehingga meledakan kobaran api dan menghempaskan tanah ke udara.
Arashi terpaksa melepaskan cengkraman kedua tangannya pada kedua kaki musuh dan segera melompat ke belakang.
"Instingku sangat tajam jadi kau tak mungkin bisa menyerangku meski menggunakan serangan dadakan sekalipun..." ucap Arashi.
'Si akhir' menjadi sangat geram, "Apa kau pikir aku tak dapat mengalahkanmu?"
Arashi tersenyum menyeringai dan mengejek, "Benar, kau tak mungkin menang melawanku!!"
"Ya, jika saja kau menggunakan kekuatan itu mungkin saja kau bisa mengalahkanku..."
'Si akhir' menatap tajam dan berkata, "Apa maksud ucapanmu itu?"
__ADS_1
Arashi sekali lagi tersenyum menyeringai, "Jangan bohong!! Mana mungkin iblis terkuat seperti dirimu tak memilikinya..."
"Maksudku senjata terkuat dari clan iblis yang terbuat dari kebencian..."
'Si akhir' menjadi sangat geram, "Tentu saja aku memiliki senjata penuh kebencian itu akan tetapi jik aku menggunakan senjata itu maka sama saja aku akan kalah..."
"Alasannya sudah jelas setelah menggunakannya aku akan kehabisan energi dan kalian nantinya akan memiliki kesempatan untuk menyegelku..."
Arashi tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahahaha...!!" Iapun mengejek, "Jadi kau takut pada kalah dan disegel? Menyedihkan sekali!!!"
"Apa kau ingin pertarungan ini berjalan selamanya?"
Ucapan Arashi itu mendadak membuat emosi musuh menjadi sangat memuncak.
"Ya, kau pasti takut disegel seperti kejadian 2.000 tahun yang lalu dimana kau dilupakan oleh dunia dan waktu..."
"Berisik!!!!!!" Bentak 'si akhir' yang emosinya memuncak, "Aku tak tau apa yang kau rencanakan dan aku tak tau mengapa kau memancing emosiku..."
"Ya, akan ku gunakan senjata itu!! Senjata penuh kebencian milikku..."
"Akan ku bunuh dirimu lalu ku habisi seluruh teman-temanmu agar aku tetap memenangkan perang ini..."
Arashi tersenyum menyeringai dan berkata, "Jangan sesumbar dan lakukan saja..."
'Si akhir' yang tersulut emosi mengangkat tangan kanan ke atas lalu mendadak energi kegelapan pekat terkumpul.
Kegelapan tersebut memadat lalu terbentuklah senjata iblis yang penuh kebencian yaitu sebuah topeng.
Anggota Red Eagle merasa merinding setelah topeng iblis itu tersebut tercipta.
"Apa-apaan aura ini?" Ucap Masamune merinding penuh rasa takut.
"Kebencian!! Ini rasa kebencian..." ucap Senju Rain yang geram.
Ryusuke berkata, "Ku harap Arashi mampu mengatasi sesuatu yang sangat buruk ini..."
"Kau menanggung harapan semua orang, kak..." ucap Airi yang khawatir.
Dipertarungan.
Arashi malah tersenyum menyeringai dan memprovokasi musuh lagi, "Ya, cepat gunakan senjata itu agar perang ini segera berakhir!!!"
KEKUATAN ANDALAN TERAKHIR DITUNJUKAN OLEH SANG IBLIS
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1211 : Kekacauan Vs Si Akhir V
__ADS_1