Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1020 : Kunci


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Torano dan Kanzaki Shirou terus saja berlari menjauhi pertarungan kelas atas antara 'si akhir' melawan Sang Penjaga Makam dan keduanya bergerak menuju ke tempat Kiba yang sedang melawan Karma 'sang raja iblis petir'


"Hah... hah... hah..." Kiba mencoba mengatur nafas dan ia nampak kelelahan karena bertarung dengan musuh yang bisa terbang, "Menyebalkan..." gumamnya dalam hati.


Ia mendongak ke atas dan disana ada Karma yang menatap remeh, "Apa kau sudah lelah?"


"Tentu saja belum..." teriak Kiba yang emosi, ia berniat melesatkan tebasan angin pemoton ke atas tetapi Torano dan Kanzaki Shirou menghentikannya.


"Simpan energimu, kawan..." ucap Kanzaki Shirou.


"Apa!! Tapi aku belum selesai..."


"Misi kita tak membuahkan apapun jadi mari tinggalkan tempat ini..." ucap Torano.


"Aku tak mau pergi sebelum mengalahkannya..." ucap Kiba sambil mengarahkan satu pedangnya ke atas.


Karma menatap ke bawah dan ia melihat 3 petarung berkumpul, "Aku tak akan menang melawan mereka bertiga sekaligus..." ucapnya dalam hati dan iapun berkata pada Kiba, "Sayang sekali!! Semangatku bertarung telah hilang jadi aku pergi!!"


"Apa!! Hey, tunggu!! Jangan lari!!" Teriak Kiba dari bawah akan tetapi Karma melayang pergi.


Ia terus ngomel-ngomel tak jelas, "Sudahlah kawan, ayo pergi!!" Ucap Kanzaki Shirou.


"Cih..." dengan berat hati ia harus merelakan pertarungannya.


Ya, mereka bertiga bergerak menuju ke tempat Masamune.


Disana Masamune babak belur dan kehabisan energi sehingga jubah raja kegelapan miliknya perlahan memudar.


"Hahaha... diluar dugaan keberuntungan berada dipihakku!! Kau kehabisan energi sementara aku akan menang..." ucap Kamui 'sang raja iblis cahaya' dengan ekspresi senang.


Iapun melesat cepat bagaikan cahaya dan menendang lawannya dari arah samping, "Jbbuuak!!" Masamune sempat menahan dengan lengannya akan tetapi tetap saja ia terlempar.


Meskipun begitu ia mencoba bangkit lagi dengan menggenggam erat pedang sucinya meski energinya yang telah habis tak memungkinkan dirinya untuk mengaktif kekuatan andalannya, "Sialan!!!! Jangan berfikir telah menang karena aku akan mengalahkanmu!!!!"


"Jangan sombong, bocah!! Akui kekalahanmu!!" Teriak Kamui dengan melesat secepat cahaya, iapun berniat menusuk Masamune dengan cakarnya.

__ADS_1


Masamune berniat menangkis serangan itu akan tetapi mendadak Kanzaki Shirou dan Kiba berdiri tepat dihadapannya.


"Jbbllast!!!" Keduanya memukul wajah Kamui yang mendekat secara bersamaan.


Kamui terkejut pada kemunculan dua rekan Masamune, "Berani-beraninya kalian menghalangiku...!!" Ia mengumpulkan energi pada ujung kedua tanduknya dan dengan cepat cero terbentuk.


"Larilah!! Serangannya berbahaya!!" Teriak Masamune.


"Berisik!! Orang lemah diam saja..." ucap Kanzaki Shirou.


"Benar, diam saja!! Kau tak perlu mengkhawatirkan kami..." sahut Kiba.


Disaat Kamui hendak menembakan Cero itu mendadak Torano muncul dengan kemampuan teleport tepat dihadapannya, "Zink!!" Iapun langsung saja menendang wajah Kamui dan Cero tersebut menembak ke atas.


"DHUUAARR...!!" Ledakan pun tercipta diatas dan Kamui yang gagal tepat sasaran sangat jengkel dengan kemunculan Torano, iapun segera melompat ke belakang dengan kecepatan cahaya.


Masamune yang pertarungannya diganggu oleh rekan-rekannya melayangkan protes, "Hey, mengapa kalian ada disini? Bagaimana dengan pertarungan kalian sendiri?"


"Tak perlu banyak bertanya kita harus segera meninggalkan tempat ini..." ucap Torano.


"Tapi..." Masamune agak keberatan.


"Tiada alasan lagi misi yang kita jalankan gagal total..." sahut Kanzaki Shirou.


Masamune terdiam sejenak dan ia yang telah berfikir akhirnya setuju, "Baiklah kalau begitu!! Mari tinggalkan tempat ini!!"


"...!!!" Keempatnya terkejut begitu melihat serangan yang tak terhitung jumlahnya mengarah pada mereka.


*****


Ditempat lain.


"HIIAA...!!!!!!" 'Si Akhir' dan Sang Penjaga Makam saling melesat dan sekali lagi berbenturan senjatanya, "Cthing!!!!!" Dua elemen yang berbeda yaitu air beradu dengan api.


"Kurang ajar!!!!" Teriak 'si akhir' yang merasa kekuatannya telah diimbangi, iapun mendorong semakin kuat tetapi pihak lawan juga mendorong dengan kuat.


"Kau membuat pilihan salah karena telah datang ke tempat ini, iblis jahanam...!!!!!" Teriak Sang Penjaga Makam yang terus mendesak.


"Aku tak menyesal pergi ke tempat ini!! ditempat ini aku akan membangkitkan mereka 'Tujuh Ksatria Terkutuk'...!!!!"


"Apa!!!" Sang Penjaga Makam terkejut, "Kau sudah gila!! Kebangkitan mereka hanya akan menghancurkan dunia!!"


"Aku tak peduli dan memang menghancurkan dunia adalah tujuanku saat ini...!!!" Teriak 'si akhir' yang terus meningkatkan energi, ia yang merupakan iblis api semakin panas dan semakin membara.


Sang Penjaga Makam tak mau kalah dan iapun menggunakan dua elemen sekaligus yaitu es yang dipadukan dengan air, "HIIAA...!!!! Tak akan ku biarkan kau membangkitkan mereka!!!!!"

__ADS_1


Keduanya saling beradu dan tak ada yang mau mengalah lalu tekanan energi keduanya yang begitu hebat membuat retakan-retakan dilangit yang menandakan dimensi itu akan runtuh.


'Si Akhir' memundurkan langkah kakinya akan tetapi ia melesat lagi dengan sekali pijakan dengan kobaran api dikedua kakinya, "Jbbllast...!!!" Ia menendang dan sempat ditahan dengan lengan akan tetapi Sang Penjaga Makam tetap saja terlempar.


Meskipun begitu Sang Penjaga Makam segera berdiri lagi karena 'si akhir' melesat ke arahnya lagi, "Jbbllast!!" Sang iblis menendang akan tetapi kali ini dapat ditahan dengan telapak tangan.


Sang Penjaga Makam balas mencengkram kaki 'si akhir' dan membantingnya berulang kali ke pasir, "Jbbuuak...!! J47bbuuak...!!!"4p


'Si Akh1ir' mencoba membebaskan diri dengan meningkatkan energi lalu meledaka1gp7n api, "DHUUAARR...!!!!" Sang Penjaga Makam terlempar.


'Si Akhir' menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan lalu menebas sekuat tenaga, "HIIAA...!!!!!"


"SLLASH...!!!!" Tebasan dilesatkan dan mengarah langsung ke arah lawannya.


Sang Penjaga Makam mengelak tetapi dampak tebasan itu sangat luar biasa karena tanah terbelah menjadi jurang lagi.


"Pedang Pembelah Benua itu sungguh berbahaya..." gumam Sang Penjaga Makam itu, ia waspada lagi dan siap bertarung.


Mendadak langit menghitam karena tertutup oleh awan lalu turunlah hujan petir.


"...!!!!" Sang Penjaga Makam terkejut dan iapun terpaksa harus menghindari serangan itu.


"Siapa yang melakukannya?" Ucapnya dengan mendongak ke atas.


Secara mendadak lagi dari langit yang gelap gulita muncul cahaya-cahaya menyilaukan.


"Sialan, apa lagi itu?" Ucap Sang Penjaga Makam saat melihat dilangit ada bola-bola cahaya.


"Sllash!! Sllash!!" Bola-bola cahaya itu jatuh menghujani permukaan pasir dan menciptakan dampak yang sangat luar biasa.


Sang Penjaga Makam dapat selamat setelah menggunakan jubah raja tipe kegelapan dan iapun menatap tajam pada tiga iblis yang berdiri dihadapannya.


Ya, mereka adalah 'si akhir', Kamui dan Karma.


"Khehehe... meskipun kau kuat karena meminjam 10.000 jubah raja tapi apakah kau dapat mengalahkan kami bertiga sekaligus?" Ucap sang iblis terkuat itu dengan tersenyum menyeringai.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1021 : Penjara Ruang Waktu


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2