
Satu persatu raja iblis berhasil dikalahkan.
Lalu disalah satu pertarungan Yasaka Sena anggota Red Eagle yang merupakan Dewa Langit berhadapan dengan Karma 'sang raja iblis petir'
"Menarik sekali!!" Ucap Sena dengan meningkatkan energi sehingga gravitasi menjadi sangat berat.
Karma tetap tenang dan iapun berkata, "Rupanya kau adalah Dewa Langit!! Pantas saja kau mampu memanipulasi gravitasi..."
"Kau bahkan membuat diriku tak dapat bergerak sampai-sampai aku kesulitan bernafas..."
"Aku tak butuh pujianmu!! Aku hanya ingin menghancurkanmu, iblis..." ucap Sena yang dengan sekali pijakan melesat ke arah lawan.
Ia mengepalkan tangan dan memukul, "Jbbuuak!!" Karma menahan dengan menyilangkan kedua tangannya akan tetapi pukulan Sena bukan pukulan biasa melainkan sebuah tinju yang telah dilapisi gaya dorong.
Ya, dengan sekali pukulan 'sang raja iblis' petir terhempas jauh.
Karma segera bangkit dan ia terlihat sangat geram, "Sialan!! Aku terlalu meremehkannya..." iapun meningkatkan energi sehingga dikedua pijakan kakinya muncul kilatan-kilatan petir, "Sllash!!" Karma melesat secepat kilat.
Sena yang melihat lawannya mendekat langsung mengaktifkan kemampuannya, "Gravitasi Zero!!" Seketika gravitasi menghilang dan hal itu membuat puing-puing berterbangan.
Gerakan Karma melambat akan tetapi ia tetap mendekat dan memukul dengan tinju berbalut petir, "Jbbllast!!" Sena juga melakukan hal yang sama, ia memukul dengan tinju yang diperkuat gaya dorongan.
"HIIAA...!!!" Keduanya saling mengadu kemampuannya dan tak mau ada yang kalah.
Karma kalah dan iapun terlempar ke belakang, "Kau membuatku muak, bocah!!" Iapun membuka dan menembakan bola petir.
"Sllash!!" Bola elemen petir itupun melesat cepat tanpa terpengaruh gravitasi yang telah dihilangkan.
"Celaka!!!" Sena terkejut dan iapun membelokan bola petir itu dengan tendangan berlapiskan gaya dorongan, "Jbbuuak!!"
"DHUUAARR...!!" Ledakan yang hebat tercipta dilangit.
"Sllash!!" Dengan gerakan super cepat 'sang raja iblis petir' sudah berada tepat dibelakang punggung Sena.
Sena segera menoleh ke belakang dan melemparkan gaya dorong melalu telapak tangannya, "HIIAA...!!!"
Disisi yang berlawanan Karma memukul dengan kepalan tangan berbalutkan kilatan petir, "HIIAA...!!"
"Jbbllast!!" Kedua serangan kembali berbenturan dan terlihat sama kuat lalu terlihat tak ada yang ingin mengalah.
__ADS_1
Karma memundurkan langkah kakinya dan bergumam dalam hati, "Raja iblis setara dengan Dewa Penguasa jadi bila ku biarkan bocah ini hidup maka ia akan jadi pengganti Dewa Penguasa yang baru..."
"Aku harus membunuhnya..." pikir 'sang raja iblis petir' setelah diimbangi.
Sena berkata, "Ayolah, kenapa kau diam? Apa kau tengah merencanakan sesuatu?"
"Cih, berisik!!!" Ucap Karma dengan kilatan-kilatan petir yang muncul dari sekitar tubuhnya, ia mengarahkan telapak tangan ke depan dan menembakan kilatan petir, "Sllash!!"
Sena berdiri tegak dan dengan tenang ia mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu menghalau tembakan petir musuh dengan menggunakan gaya dorongan.
"Dewa Langit benar-benar merepotkan..." gumam Karma dalam hati
Sena meningkatkan energi lagi sehingga puing-puing bangunan perlahan terangkat ke udara, "Kurasa pertarungan ini sudah berjalan cukup lama jadi harus segera diakhiri..."
"Sombong sekali!!" Ucap Karma dengan posisi waspada.
"HIIAA...!!!!" Sena melesat dengan sekali pijakan kuat yang diperkuat menggunakan gaya dorongan, ia mengepalkan tangan berlapiskan gaya dorongan lalu memukul.
Karma terkejut karena lawan mampu bergerak sangat cepat jadi ia segera menyilangkan kedua tangannya yang berbalut elemen petir.
"Jbbllast!!!!" Sena memukul lalu Karma menahannya dan hal itu membuat kilatan-kilatan petir tersebar ke segala arah.
"Kuat..." pikir petarung Red Eagle itu.
Sena menyatukan dua telapak tangannya ke depan dada lalu meningkatkan energi, "Black Hole" ia menciptakan sebuah bola hitam yang dapat menarik segalanya dari dua telapak tangannya itu.
"Yang benar saja..." pikir Karma yang secara perlahan tertarik ke arah black hole.
"Aku tak bisa lari jadi satu-satunya jalan adalah menghancurkan bola kegelapan itu..." gumam Karma yang mulai memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan mulai membentuk sebuah cero, "Wuuss...!!" Cero ditembakan dan tepat mengenai black hole.
"DHUUAARR...!!!" Ledakan besar terjadi dan hal itu membuat Sena yang berada didekatnya terhempas jauh.
Sena baik-baik saja dan segera berdiri tegak akan tetapi Karma bergerak secepat kilatan petir dan tau-tau sudah berada dibelakang punggung Sena.
"Kena kau!!" Teriak 'sang raja iblis petir' dengan mengangkat cakar tangan kanan yang berlapiskan kilatan petir, "Sllash!!" Ia pun menyerang.
"...!!!" Sena terkejut dan ia segera berbalik akan tetapi serangan musuh tetap saja mengenai dirinya, "Cruuaat!!!" Darah dari salah satu anggota Red Eagle itu berceceran ditanah akan tetapi ia beruntung mampu menghindar dengan melompat ke belakang.
"Sial..." ucap sang Dewa Langit dengan memegangi luka sayatan pada bagian dadanya, ia menekan luka itu dengan telapak tangan kirinya agar darah berhenti keluar.
__ADS_1
Karma tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahaha...!! Kau terlalu sombong bocah!! Dan sekarang aku berhasil melukaimu..."
"Berisik!!!" Teriak Sena dengan meningkatkan energi sehingga puing-puing terangkat ke udara karena gravitasi menghilang, "Kaulah yang terlalu sombang dan juga luka yang kau berikan padaku sama sekali tak ada apa-apanya..."
Karma menyeringai lagi dan berkata, "Kalau begitu baguslah..." iapun meluapkan kilatan-kilatan petir dari kedua pijakan kakinya.
"Sllash!!" Karma melesat secepat kilatan dan bergerak secara zig-zag.
Tangan kirinya memegangi luka pada dada sehingga Sena hanya bisa menggunakan tangan kanannya untuk bertarung, iapun mengarahkan telapak tangan kanan ke depan dan melemparkan gaya dorongan pada lawan yang tengah mendekat.
Meskipun begitu Karma yang bergerak secara zig-zag mampu menghindari setiap gaya dorong yang mengarah padanya.
"Cih, brengsek!!" Ucap Sena yang kesal.
Karma melesat dan menyerang dari arah samping, "Sllash!!" Ia menyerang dengan cakaran berbalutkan elemen petir.
"Cruat!!!" Sena menahan dengan lengan kanannya akan tetapi hal itu malah membuat dirinya kehilangan lengan kanannya.
Potongan tangan Sena terjatuh ke tanah dan iapun meringis kesakitan karena darah yang menyembur keluar, "AAARRRGGGH...!!!!"
"Hahahaha..." dilain sisi Karma tertawa lepas karena merasa senang atas ke unggulannya, "Meski aku tak lagi abadi tapi ada satu hal yang sangat berbeda dari kita berdua dan perbedaan itu membuat aku tak akan pernah kalah darimu, bocah..."
"Ya, aku dapat beregenerasi sementara kau tidak..."
Sena yang meringis kesakitan mengangkat wajahnya dan terlihat murka, "Berisik!!!! Jangan terlalu sombong, iblis!!"
"Baiklah, selanjutnya akan ku potong lidahmu agar kau tak dapat bicara..." ucap Karma dengan bergerak melesat secepat kilat.
*****
"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki mendekat pada pertarungan mereka.
Ya, dua petarung Red Eagle yang telah berhasil mengalahkan lawannya sampai.
Mereka adalah Tatsumi Saburo dan Yusami Akiru/Akaru.
Akiru/Akaru terbelalak dan shock saat sampai disana, ia berteriak sekeras mungkin, "Sialan!!!!"
"Kita terlambat..." Saburo lebih tenang akan tetapi ia menahan kemarahannya.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1173: Bunuh Raja Iblis VIII