
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Ketujuh raja iblis menatap Arashi dengan sorot mata tajam dan mereka sangat geram karena Arashi terus saja mampu melawan balik.
Mereka perlahan memulihkan luka yang dideritanya dengan kemampuan regenerasi.
"Bagaimana mungkin bocah yang sebelumnya sangat lemah bahkan untuk berdiri dihadapan satu raja iblis saja tak mampu tapi sekarang bisa mengimbangi 7 raja iblis sekaligus?" Ucap Guts dan iapun mengingat-ingat kejadian waktu pertama kali berhadapan dengan Arashi di Festival Raja Pedang yang diadakan di kerajaan Artaraz.
Leonidas juga teringat kejadian pertama kali bertarung dengan Arashi dan hal itu membuatnya sangat geram, "Kita mengakui bocah ini memiliki potensi yang luar biasa jadi gunakan seluruh kemampuan yang kita miliki..."
"Ya..." semuanya setuju dan mulai meningkatkan energi yang luar biasa kuat, "Mode : Devil" ketujuh raja iblis itu secara bersamaan menunjukan wujud aslinya.
Tekanan energi mereka yang sangat hebat itupun sampai membuat para pasukan dari kedua belah pihak menjadi sangat ketakutan.
"Apa-apaan tekanan energi mereka!!"
"Sangat gila dan sangat mengerikan!!:
"Aku sampai dibuat ingin kecing dicelana!!" Pikir para pasukan dari kedua belah pihak.
Senju Rain dan ketiga anggota Red Eagle yang lainnya menjadi kesal.
"Sialan, si Arashi itu!! Mengapa dia terus saja membuat musuh marah?" Ucap Sena yang kesal dengan tingkah Arashi yang tak langsung menghabisi nyawa musuh.
"Aku juga ingin tau apa yang tengah dipikirkannya?" Sahut Akiru si sisi dewa es.
"Meskipun begitu aku merasa sepertinya Arashi hanya bermain-main saja menghadapi mereka..." ucap Daisuke.
"Ya, aku juga sependapat denganmu!! 'Si Pengacau' itu sudah menjadi sekuat apa sekarang?" Ucap Senju Rain.
*
Arashi tetap tenang meski ketujuh lawannya meningkatkan energi dan mulai berubah wujud, "Wah, sepertinya aku akan kalah bila menghadapi mereka semua sekaligus..."
"Kalau begitu berhentilah bermain-main dan bertarunglah secara serius..." ucap Ryusuke yang mendadak muncul, iapun turun secara perlahan dari atas dengan pusaran angin dikedua kakinya.
"Khihihi..." Arashi malah tertawa dan berkata dengan entengnya, "Aku memang sengaja membuat mereka emosi dan menunggu dirimu datang..."
Ryusuke tersenyum menyeringai, "Dasar!! Rupanya kau ingin melihat seberapa kuat aku yang sekarang..."
"Benar sekali!! Aku juga penasaran sehebat apakah senjata terkuat 'Perisai Harapan' itu..." jawab Arashi dengan tersenyum lebar
__ADS_1
Ryusuke berkata dengan entengnya, "Baiklah, karena dirimu penasaran maka biarkan aku pamer..."
Arashi nampak senang, "Yugiri, kembalilah ke wujudmu..."
"Eeehh...!! Memangnya ada apa papa?"
"Sudahlah, jangan tanya lagi..."
"Baik papa..." sayap pedang dipunggung Arashi perlahan memudar dan nampaklah Yugiri digendong dipunggungnya
*
"Mode : Devil" ketujuh raja iblis itupun selesai bertransformasi.
Mereka menyadari keberadaan Ryusuke yang berdiri tegak didekat Arashi.
"Muncul satu lagi..." ucap Venom yang sekarang dalam wujud iblisnya.
"Dia rekan 'si pengacau' dan sepertinya dia kuat..." ucap 'sang raja iblis petir'
"Meskipun begitu kita bertujuh dan mereka berdua jadi kita tak mungkin kalah..." ucap Mogura.
"Meskipun begitu kita tak boleh meremehkan mereka..." ucap Leonidas dengan sorot mata tajam.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Arashi dan Ryusuke berjalan ke hadapan 7 raja iblis itu.
Arashi dengan tersenyum lebar berkata pada Yugiri yang berada dipunggungnya, "Yugiri, akan ku perlihatkan aksi yang sangat hebat padamu..."
"Ya, kalau begitu pegangan yang erat..."
"Sip, papa!! Aku akan berpegang erat pada bahumu..." jawab pedang segala elemen yang berupa gadis kecil, Yugiri.
Perbandingan ukuran tubuh mereka berdua dengan ukuran para raja iblis sangatlah jauh akan tetapi Arashi dan Ryusuke sama sekali tak merasa takut.
"Ya, namaku Sakazaki Ryusuke dan aku akan menghabisi kalian semua..."
Mogura mengepalkan tangan besarnya dan langsung saja melesatkan pukulan, "Jangan terlalu sombong, bocah!!!!!"
"DYYEESS...!!!!!" ia memukul sekuat tenaga akan tetapi Ryusuke mampu menahannya dengan telapak tangan kirinya meski tanah tempatnya berpijak menjadi hancur.
"Lemah..." Ryusuke secara perlahan menarik sebilah pedang dengan tangan kanannya dan menebas dengan sangat cepat, "Sllash!! Sllash!!" Lengan Mogura bahkan sebagian tubuhnya terpotong-potong.
"Apa!!!!" Hal itupun membuat para raja iblis yang lainnya terkejut.
"Khehehehe..." Arashi tersenyum menyeringai dan bergumam dalam hati, "Meski dengan instingku yang sangat tajam sekalipun tapi tetap saja aku hampir tak bisa melihat serangannya..."
"Dia benar-benar telah berubah menjadi sangat kuat..."
Mogura segera menjaga jarak dan perlahan memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi dan Ryusuke berdiri tegak dengan tangan kanannya menggenggam erat sebilah pedang.
__ADS_1
Leonidas segera melompat ke samping kanan Ryusuke akan tetapi ia tetap diam saja, "HIIAA...!!!" Leonidas melesatkan pukulan gempa pada dada kiri Ryusuke.
"Jbbuuak...!!!!"
"Krak...!!! Krak...!!" Tercipta retakan-retakan tepat pada dada kiri Ryusuke.
Ryusuke terdorong sangat jauh dari tempatnya berpijak semula karena kuatnya gelombang penghancur segalanya, "Khi..." ia menyeringai seolah sangat baik-baik saja.
"Bagaimana bisa dia masih berdiri tegak dan nampak baik-baik saja meski menerima serangan gempa dariku..." gumam Leonidas dalam hati.
Arashi berteriak pada rekannya itu, "Hey, Ryusuke!!! Bukankah kau bilang padaku untuk tidak bermain-main tapi mengapa kau sendiri tak serius bertarung dan malah membuang-buang waktu?"
"Maaf, itu karena aku terlalu bersemangat..." jawab Ryusuke dengan entengnya dan iapun mendadak menatap tajam pada para raja iblis.
Leonidas yang merasakan aura dan tekanan energi serta mampu membaca sorot mata Ryusuke sontak berteriak, "Hati-hati!!! Dia lebih berbahaya dari Kosuke Arashi 'si pengacau'...!!!"
"Sllash!!!" Dalam sekejam mata saja, bagaikan angin yang berhembus, Ryusuke bergerak sangat cepat ke arah 'sang raja iblis duri'
"HIIAA...!!!" Dengan cepat Eden mengayunkan gada besi berdurinya ke arah datangnya lawan akan tetapi Ryusuke menggenggam erat sebilah pedangnya dan mampu memotong-motong gada besi berduri itu beserta lengan Eden.
"ARRGGGH...!!!" Eden meringis kesakitan akan tetapi ia berusaha memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.
Ryusuke melesat ke angkasa dan dilangit ia mengganti elemen pedangnya yang semula angin berganti dengan kobaran api, "Sllash!!!" Ia bergerak menukik dengan sangat cepat ke bawah dan langsung membelah tubuh 'sang raja iblis duri' dari bagian atas kepala sampai ke bawah.
"ARRGGHH...!!!" Eden kembali berteriak kesakitan dan ia yang terbelah menjadi dua bagian terbakar oleh api dan kemudian berubah menjadi abu.
"Pedangku adalah kematian bagi iblis kelas atas sekalipun karena mereka akan langsung jadi abu dan tak beregenerasi lagi..." ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.
Perbuatan Ryusuke itupun membuat para raja iblis yang lainnya menjadi sangat geram.
"Hahahahaha...!!" Arashi tertawa lepas.
"Kenapa kau tertawa, papa?" Tanya Yugiri yang berada dipunggungnya.
"Yah, hanya saja Ryusuke adalah mesin pembunuh untuk para raja iblis yang jahat itu!! Mereka benar-benar tak beruntung..." jelas Arashi dengan tersenyum lebar.
Dipertarungan itu, Ryusuke menatap tajam pada para iblis yang menjadi lawannya, "Satu telah disingkirkan dan tersisa enam lagi..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1071 : Mesin Pembunuh Iblis
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****