Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1198 : Jubah Raja Kembar II


__ADS_3

Ritsu menjaga jasad Hoshimiya-sensei, "Apa yang akan kalian berdua lakukan?" Ucapnya akan tetapi tak dijawab.


"Zink!!" Yami menggunakan kemampuan teleport dan muncul disamping Ritsu, "Kita


Kiba dan Shirou menghadapi 'si akhir' secara langsung.


"Hahahaha...!! Kalian berani sekali menantangku!!"


Keduanya sama-sama menarik pedang mereka dari punggung dan mengacungkan pada sang iblis, "Kau pasti mengenal pedang ini?" Ucap Shirou.


'Si akhir' mendadak berkeringat dingin, "Tidak mungkin!! Bagaimana mungkin kalian bisa memilikinya?"


Kiba berkata, "Benar, ini adalah dua pedang suci dari dua petarung yang kau habisi 2.000 tahun yang lalu..."


"Kedua pedang ini beresonansi terhadap keberadaanmu jadi kami punya firasat harus menggunakannya..." ucap Shirou.


'Si akhir' menjadi sangat geram dan iapun menarik pedang pembelah benua dari punggungnya, "Aku tau betul pedang itu milik Haku dan Roku!! Tak ku sangka dua petarung itu telah memilih kalian sebagai pewarisnya..."


Pedang yang digenggam Shirou memiliki kemampuan gravitasi sehingga mendadak saja tekanan udara jadi sangat berat sedangkan pedang yang ada pada Kiba memiliki kemampuan petir dan membuat langit tiba-tiba jadi sangat gelap.


"Dimasa lalu dua pedang suci itu memang membuatku kerepotan..." ucap 'si akhir' dengan tatapan serius, "Tak pernah ku duga akan menghadapi dua pedang suci yang sama lagi!! Aku tak pernah menduga dua pedang suci itu telah memilih pewarisnya..."


"HIIAA...!!!!" Ketiganya meningkan energi.


Sebuah jubah raja yang sangat mirip melapisi Kiba dan Shirou hanya saja jubah energi yang melapisi Kiba memiliki lengan panjang dengan kilatan-kilatan petir dibagian punggung lalu jubah energi milik Shirou tanpa lengan dan memiliki dua buah bola hitam melayang dipunggung.


'Si akhir' bergumam dalam hati, "Tak salah lagi!! Itu memang kekuatan si kembar Roku dan Haku!!"


Sang iblis memulai serangan lebih dahulu dengan melesat sangat cepat menggunakan api pendorong dikedua kakinya, ia melompat ke atas dan menggenggam pedangnya dengan dua tangan lalu menebas, "HIIIAAA...!!!!"


Shirou mencengkram erat pedangnya dengan tangan kanan dan menebas dari arah kiri, "Sllash!!!"


Mendadak saja gravitasi hilang dan hal itu membuat ayunan pedang 'si akhir' melambat lalu kehilangan kekuatan hantamannya, "Cthing!!!!"


Dua pedang mereka berbenturan akan tetapi Shirou dengan kemampuannya lebih unggul karena mampu menghempaskan lawan jauh-jauh.

__ADS_1


'Si akhir' jatuh tepat dalam posisi berdiri dan terlihat sangat kesal, "Pertarungan ini sama seperti dulu dan membuatku teringat pada masa lalu saja..." gumamnya dalam hati.


Kilatan-kilatan petir muncul dikedua kaki Kiba dan iapun melesat bagaikan kilat ke angkasa.


Kiba mengangkat pedangnya menggunakan kedua tangan lalu dari langit yang gelap gulita muncul petir yang kemudian menyambar pedang Kiba.


"Buruk!! Dia tengah mengumpulkan energi dari alam..." pikir si iblis dengan menatap tajam ke atas.


Ia berniat melompat ke atas akan tetapi mendadak ia jatuh lagi ke bawah seolah-olah ditarik oleh tanah, "Sial..." iapun menatap ke arah Shirou yang mampu mengendalikan gravitasi, "Aku sepertinya tak bisa bergerak dari tempat ini..."


Karena tak dapat bergeri akhir' menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan dan bersiap menghadapi serangan dari atas.


Kiba selesai mengumpulkan energi dari alam sehingga pedangnya penuh dengan kilatan petir, "HIIAA...!!!!" Iapun melesat ke bawah dengan sangat cepat bagaikan kilat.


"Sllash!!!" Kiba menebas dan 'si akhir' yang tak bisa bergerak terpaksa menahan, "Cthiing!!" Keduanya beradu pedang dan kilatan-kilatan petir menyebar ke segala arah.


"HIIAA...!!!" Kiba menekan lebih kuat dan dipadukan dengan kemampuan pedang gravitasi milik Shirou membuat 'si akhir' terpaksa menekuk satu lututnya untuk bertahan.


"Sialan, kombinasi mereka sangat merepotkan..." pikir 'si akhir' dan iapun meningkatkan energi sehingga meledakan kobaran api kuat, "DHUUAARR...!!!"


"Kita pertama kalinya menggunakan kekuatan ini dan rasanya luar biasa..." ucap Kiba.


"Ya, tapi kekuatan yang luar biasa ini terasa belum cukup untuk mengalahkan iblis sialan itu..." ucap Shirou dengan sorot mata tajam.


"Tap... tap... tap..." dari balik kobaran api yang membumbung tinggi itu 'si akhir' berjalan keluar dengan amarah yang memuncak, "Kalian sama hebatnya dengan Roku dan Haku!! Aku tak meremehkan kalian lagi jadi bersiaplah untuk pertarungan yang sesungguhnya..."


'Si akhi' menatap tajam dan meningkatkan energi sehingga meluapkan panas ekstrem, "Mode : Devil"


Ya, si iblis menggunakan kekuatan aslinya dan membuat dua kapten Red Eagle yang menggunakan kemampuan andalannya itu berubah jadi sangat waspada.


Kedua kapten itupun tak membiarkan musuh mengeluarkan kekuatan sejatinya.


Kiba menebaskan pedang dan menciptakan gelombang petir lalu Shirou menebaskan pedangnya juga dan menghasilkan gaya dorong yang luar biasa kuat.


Serangan tersebut mengenai tepat sasaran akan tetapi sama sekali tak berpengaruh pada 'si akhir' bahkan ia secara perlahan berubah wujud.

__ADS_1


"Segala apa yang kalian lakukan akan percuma saja!! Kekuatan yang dulunya menghabisi 10.000 ksatria akan ku gunakan lagi!!" Ucap 'si akhir' yang kobaran api diseluruh tubuhnya berubah warna menjadi hitam pekat.


*


Disisi lain.


Anggota Red Eagle yang lainnya mendekat kepada Ritsu yang menjaga jasad Hoshimiya-sensei.


"Biar aku yang memeriksanya..." ucap Yami si pemilik kemampuan teleport.


Ritsu mempersilakan rekannya itu dan Yami kemudian memeriksa detak jantung, nafas dan aliran darah Hoshimiya-sensei.


Ia tertunduk sedih, "Dia sudah mati!! Hoshimiya-sensei sudah tak ada lagi didunia ini!!"


"Itu tak mungkin!!! Sensei tak mungkin mati!!" Teriak Misaki yang masih tak percaya.


Semuanya terdiam akan tetapi Senju Rain 'si jenius' berkata untuk memberikan semangat pada rekan-rekannya, "Kenyataan memang pahit akan tetapi orang yang telah membimbing kita telah pergi selamanya..."


"Ya, perang memang selalu memakan korban dan meninggalkan luka akan tetapi demi mereka yang telah pergi kita harus terus berjuang..."


"Kita tak boleh menyerah dan hanya boleh bersedih setelah memenangkan perang ini..."


"Ya..." jawab anggota Red Eagle serentak.


Senju Rain membungkus jasad Hoshimiya-sensei dengan akar lalu memasukannya ke dalam tanah agar ia aman, iapun merasakan tekanan energi musuh yang terus meningkat dan bergumam dalam hati, "Ryuzaki dan Ashura tak sadarkan diri dan sedang diobati oleh Yui..."


"Pertarungan melawan para raja iblis yang sebelumnya sangat menguras energi kami..."


"Lalu dua bos musuh ada ditempat ini yang artinya Arashi dan yang lainnya gagal menjalankan misi!! Ya, ku harap mereka baik saja sekarang..."


"Kekuatan perang kami sangat berkurang akan tetapi aku merasa sesuatu yang buruk akan segera datang..."


Para Red Eagle juga bergerak untuk menghentikan si iblis terkuat yang menjadi musuh terakhir.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1198 : Kekuatan Sebenarnya Sang Iblis

__ADS_1


__ADS_2