
Pertarungan berlanjut.
Guts 'sang raja iblis bumi' yang telah berubah menjadi raksasa batu mengepalkan tangan yang ukurannya sangat besar.
"KYYAA...!! Ukurannya sangat besar dan bila ia menghantamkannya pasti kita akan mati..." jerit Kitsune yang panik, "Meow..." karena terlalu panik ia jadi lupa kalau memiliki kemampuan Absolute Lucky.
"Kita harus bagaimana ini??" Teriaknya makin panik.
"Berisik!! Tak bisakah kau diam!!" Bentak Takayuki Jiro 'pria yang mampu meniru wujud seseorang.
"Zink!!" Yami si pemilik kemampuan teleport muncul tepat disamping Kitsune, "Ayo!!"
"Eeeehh? Kemana?" Kitsune tak mengerti.
"Kau akan tau nanti..." ucap Yami yang kemudian menepuk pundak Kitsune lalu menghilang dengan kemampuan teleport bersamanya, "Zink!!"
Guts 'sang raja iblis bumi' memukul dengan tinju super besar itu, "WUUSS...!!!" Para Red Eagle bersiap menghadapinya dan bahkan Yasaka Sena menggunakan kemampuan pendorong agar serangan itu terhenti, "Sial, aku tak bisa mendorongnya karena ia terlalu kuat..." gumam Sena dalam hati.
Kepalan tangan super besar itupun mendekat dan terus saja mendekat hingga beberapa meter hampir mencapai target, "Zink!!" Yami muncul bersama dengan Kitsune tepat dihadapan kepalan tangan super besar itu.
"Ku serahkan semuanya padamu..." ucap Yami yang kemudian menghilang lagi dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
Kitsune terbelalak sampai mata mau keluar saat melihat kepalan tangan super besar menyentuh keningnya, "Aku akan mati..." gumamnya dalam hati yang sangat pasrah, "Meow..." kucing hitam pembawa keberuntungan yang ada diatas kepalanya melindunginya.
Ya, sekejap mata saat Kitsune memejamkan mata mendadak tinju raksasa milik Guts hancur lebur jadi debu sebelum melukai Kitsune.
"Eeehh...!!!" Kitsune terkejut dan tak mengerti akan hal yang terjadi.
"Apa!!!!!" Guts yang sampai kehilangan lengannya tak mengerti juga.
Va'al yang merupakan iblis kelas tertinggi juga tak mengerti akan tetapi ia menyimpulkan satu hal, "Sepertinya bocah itu penyebabnya!!!"
"Kalau begitu mari serang dia bersama-sama..." ucap Rafathar.
Ya, para raja iblis itupun mengumpulkan energinya masing-masing lalu melesatkan serangan pada Kitsune.
Kitsune terkejut dan shock berat, "Aku akan mati bila jatuh dari ketinggian ini..." ucapnya ketika menatap ke bawah, iapun bertambah shock saat menatap ke arah musuh dan melihat berbagai serangan dari musuh mengarah padanya.
"KYYAA...!!!!!!!" Ia menjerit sekeras mungkin lalu bergumam dalam hati, "Aku akan hancur lebur tak bersisa..."
"DHHUUAARR...!!!!" Ledakan yang besar tercipta lalu Kitsune jatuh ke bawah tanpa terluka.
"Eehh...!! Tubuhku tak jadi hancur?" Kitsune terheran-heran akan tetapi beberapa saat iapun tersadar jatuh ke tanah dengan sangat cepat.
__ADS_1
"KYYAA...!!!! Tubuhku akan hancur membentur tanah...!!!" Teriaknya lantang sambil memejamkan matanya, "Meow..." kucing hitam yang merupakan perwujudan kemampuan Absolute Lucky menyelamatkan Kitsune.
"Zink!!" Tiba-tiba Yami muncul dan iapun membawa Kitsune pergi dengan kemampuan teleport sebelum ia jatuh membentur tanah, "Zink!!"
Tau-tau saat Kitsune membukakan mata ia berada kembali diatas Pilar Langit, "Eehh...?? Aku kembali lagi ke tempat ini? Apa yang tadi itu cuma mimpi?" Kitsune agak bingung.
Yami menepuk pundak si penakut itu dan berkata, "Kerja bagus..."
*
"Bocah itu selamat..." ucap Rafathar yang geram, "Sesulit itukah menghabisi salah satu dari mereka..." 'sang raja iblis pelahap' itupun meningkatkan energi.
Ia mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu kedua telapak tangannya itu menyatu dan membentuk meriam mekanik bagaikan robot, "Akan ku hancurkan ia sampai berkeping-keping..." ucap Rafathar yang tanpa ragu menembak.
"WUUSS...!!!!" Sebuah misil berukuran besar mengarah pada Kitsune.
Kitsune tak menyadarinya akan tetapi keberuntungan selalu berpihak padanya, salah satu anggota Red Eagle yaitu Asuka membidikan bazoka miliknya, "WUUSS...!!" Sebuah misil melesat dan tepat berbenturan dengan misil milik 'sang raja iblis pelahap'
"DHHUUAARR...!!!!!" Ledakan besar terjadi dan Kitsune baru menyadarinya.
"Apa-apaan tadi? Bila ledakan itu mengenaiku pasti aku akan gosong sampai jadi arang..." gumam Kitsune dalam hati.
Rafathar 'sang raja iblis pelahap' terheran-heran saat serangannya gagal mengenai sasaran, ia bergumam dalam hati, "Entah mengapa menghabisi salah satu dari mereka terasa sulit sekali..."
Lalu Saburo yang berdiri diatas salah satu Pilar Langit merasa bosan, "Gyahahahaha...!!!" Ia tanpa ragu melompat dari atas pilar langit menuju ke tubuh Guts yang telah berubah menjadi raksasa.
Saburo mulai memanjat naik dan hal itu tak disadari oleh musuh, "Ini lebih menyenangkan dari pada berdiam diri..." ia terus memanjat dan memanjat hingga pada akhirnya sampai diatas juga.
"Gyahahahahaha...!!!" Ia tertawa lepas lalu melompat secara tiba-tiba dari belakang, "Buat aku senang!!"
"Apa!!" Sontak kemunculan Saburo itu membuat para raja iblis terkejut.
"Bagaimana mungkin ia bisa kemari?" Ucap Silka.
"Itu tak penting lagi!!" Ucap Tesla, "Kita harus segera menyingkirkannya dari sini!!"
Saburo meningkatkan energi dan melapisi seluruh tubuhnya dengan berlian, ia lalu berlari ke arah lawan, "Sllash!!!" Saburo menebaskan kedua pedangnya akan tetapi ditahan oleh Juzo dengan sebilah pedangnya.
"Bocah sialan...!!" Juzo memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan sebuah cero terbentuk, "DHUUAARR...!!" Saburo terkena tembakan secara langsung akan tetapi ia baik-baik saja.
Saburo menyarungkan satu pedangnya lalu mencengkram wajah Juzo dan membantingnya ke belakang, "Gyahahaha...!!" Saburo belum melepaskan cengkramannya, iapun menyeret tubuh 'sang raja iblis lautan' itu.
Venom 'si iblis otot dan tulang' membantu rekannya, ia menghantam Saburo dengan kepalan tangan besarnya, "Jbbllast!!" Saburo terlempar sehingga cengkraman pada wajah lawan lepas.
__ADS_1
"Kau baik saja?" Tanya Venom
"Dia yang terburuk..." ucap Juzo.
Saburo berdiri kembali lalu ia berlari ke arah keduanya lagi.
"Sllash!! Sllash!!" Juzo menebaskan pedangnya dan pisau-pisau air melesat akan tetapi hal itu tak mampu menghentikan pria dengan lapisan berlian ditubuhnya itu.
"Sialan!!!" Venom menghentakan kakinya dan hal itu menciptakan tulang-tulang tajam dari dalam tanah yang menusuk Saburo.
"Gyahahaha...!!!" Saburo tertawa lepas karena serangan Venom sama sekali tak mempan, iapun meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari tulang-tulang rusuk yang mengurungnya.
"Dia gila!!!" Pikir Juzo dan Venom yang sangat waspada.
*
Dipermukaan tanah.
Arashi secara perlahan bangkit, "Yosh!! Aku telah sembuh total dan waktunya beraksi!!!!"
"Hehehe..." Yuza tertawa dan ia terlihat kelelahan.
"Terima kasih karena telah menyembuhkanku..."
"Hanya itu yang bisa ku lakukan dalam perang ini..." jawab Yuza.
"Hehe... kau sudah berjuang keras..." ucap Arashi, iapun meningkatkan energi dan sepasang sayap api muncul dipunggungnya.
Arashi hendak pergi akan tetapi kelima anak asuhnya mendadak naik ke punggungnya, "Hey, apa yang kalian lakukan?"
"Tentu saja kami ikut..."
"Ini medan perang dan kita bukan sedang tamasya jadi cepat turun..."
"Tidak mau..." jawab kelimanya serentak.
Arashi tak mau berdebat lagi, "Ya, sudahlah!! Kalau begitu pegangan erat-erat..."
"Jangan salahkan diriku bila kalian jatuh..."
"Siipp...!!!!" Jawab kelimanya dengan semangat.
"WUUSS...!!!!" Arashi pun melesat dengan lima anak kecil dipunggungnya.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1129 : Menuju Langit II