Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1080 : Melawan 7 Pelayan Kematian II


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla melakukan fusion.


Kombinasi gabungan dari mereka bertiga berhasil memojokan Tifa dan Kanna.


Dua tangan mode gabungan mencengkram kepala keduanya, menyeretnya, membenturkan kepala keduanya pada bangunan lalu mengangkatnya ke atas.


Kedua kepala mereka mengeluarkan darah sampai mengalir ke tanah, "Kalian sang pelayan kematian tak mungkin bisa mati, 'kan?" Ucapnya dengan melemparkan Tifa ke arah samping kanan dan membentur dinding sebuah bangunan lalu melemparkan Kanna ke samping kiri dan jatuh ke tong sampah.


"Hahahaha...!!! Ayolah, bangkit aku dan lawan aku kembali!!!" Ucap Mode gabungan itu dengan tertawa lepas.


Baik Tifa maupun Kanna segera bangkit dan meregenerasi luka-luka mereka, "HIIAA...!!!" Keduanya mengarahkan jari telunjuk dan sama-sama menembakan laser dari dua arah yang berbeda.


"Khi..." mode gabungan menyeringai dan iapun cukup melentangkan kedua tangan lalu dengan kedua telapak tangannya mampu mengatasi laser itu dengan mudahnya.


"Apa!!!! Bagaimana mungkin laser kami dapat ditepisnya dengan mudah..." gumam dua pelayan sang kematian yang terkejut.


Sang mode gabungan dari empat anak kecil itupun tertawa lepas dan berteriak penuh ejekan "Hahahahaha..!! Menyedihkan sekali ternyata kalian lemah...!!!"


"Aku sangat kecewa pada kalian...!!! Berikan aku perlawanan terbaik kalian!!" Mode gabungan segera melesat pada Kanna dan memukul dadanya dengan menyatukan dua kepalan tangan lalu memukul dari arah depan, "Jbbllast!!!" Tubuh Kanna terlempar hingga menembus beberapa bangunan.


"Sialan!!!" Tifa sangat geram dan iapun segera berlari lalu melesatkan tendangan, "Jbbuuak!!" Kaki Tifa ditahan dengan telapak tangan kanan, "Apa!!!" Ia terkejut.


Mode gabungan mencengkram kaki Tifa lalu membantingnya ke tanah, "Uhuk...!!!" Ia bahkan menginjak perut lawan dengan hentakan kaki kuat, "Jbbuuak!!"


"Uhuk!!" Tifa memuntahkan darah.


Mode gabungan mengarahkan dua tanduknya ke bawah lalu menembakan laser dari jarak dekak, "DHUUAARR...!!!"


Minaka, Hinowa dan Goto yang melihat gaya bertarung mode gabungan keempatnya terdiam membisu dan tak dapat berkata-kata lagi merekapun berfikir bagaimana mungkin keempat gadis kecil bisa bertarung dengan brutal dan sadis.


"Kepribadiannya benar-benar berbeda..." ucap Minaka.


"Emm..." Hinowa mengangguk.


"Aku juga tak pernah menyangka empat gadis kecil yang sangat manis bisa bertarung dengan cara seperti itu..." ucap Goto.


Kemenangan mode gabungan membuat lawan yang bertarung melawan Rikie dan Masamune menjadi sangat geram padanya, "Ku bunuh kau...!!!!!" Teriak kelimanya dengan penuh amarah.

__ADS_1


Mereka berlima melesat ke arah mode gabungan dengan menyerang menggunakan senjatanya masing-masing.


Mode gabungan diserbu dari berbagai sisi akan tetapi ia tetap tenang lalu secara perlahan sepasang sayap putih muncul dipunggungnya.


Sayap itu adalah kemampuan khas dari si Ark yaitu Yuzuru, "WUUSS...!!!" Dengan sekali kibasan saja gelombang energi kuat melesat dan menghempaskan kelimanya.


*


Misaki yang berada disamping clon Masamune berkata, "Kau lihat itu?"


"Ya, tentu saja!! Wujud gabungan dari keempatnya benar-benar kuat dan kurasa kekuatannya setara dengan diriku yang asli..." jawab clon Masamune.


"Yuuki yang memiliki kemampuan iblis dan perubahan wujud dewasa, Yuzuru senjata dewa dengan energi melimpah lalu Isla si siluman kelinci yang memiliki kelincahan dan sihir ingatan..."


"Ketiga kekuatan mereka disatukan oleh kemampuan Yuuka yaitu fusion..."


"Siapapun lawannya pasti akan kerepotan melawannya..." ucap Misaki yang kagum pada kekuatan mode gabungan keempatnya.


"Ya, akupun juga tau!! Sekalipun iblis yang abadi pasti melawan kombinasi dari keempatnya pasti akan sangat kerepotan..." ucap Masamune yang setuju pada kata-kata Misaki itu.


*


Kelimanya yang terhempas secara perlahan bangkit lagi bahkan Tifa dan Kanna yang sebelumnya dihajar habis-habisan juga bangkit lalu memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.


Meski memiliki keabadian tapi mereka sangat geram begitu melihat kekuatan dari mode gabungan empat gadis kecil itu.


"Khi..." mode gabungan tersenyum menyeringai lalu mengejek, "Yang benar saja!! Bukankah kalian adalah para pelayan sang kematian tapi mengapa kalian lemah sekali!!"


D'maria tak bisa menahan diri lagi, iapun melesat ke arah mode gabungan lalu mengayunkan sabitnya sekuat tenaga, "Ku bunuh kau!!!!"


"Lambat..." mode gabungan menghindar dengan mudah, iapun menundukan badan lalu mengepalkan tangan dan balas memukul dari bawah, "Jbbuuak...!!!"


"Uhuk!!" D'maria terlempar lagi ke belakang.


"Ayolah, siapa lagi yang mau dihajar?" Ejek mode gabungan lagi.


Keenamnya sangat geram akan tetapi mereka mempertimbangkan tak asal serang karena lawan yang mereka hadapi sangat kuat.


Mode gabungan berteriak, "Aku bosan menunggu!!! Jadi aku akan menyerang lebih dulu...!!!" Ia memusatkan energi kegelapan pada pijakan kedua kaki lalu melesat sangat cepat.


Ia mengarah pada Lina si iblis wanita dengan dua pedang, "HIIAA...!!!!" Mode gabungan melesatkan pukulan berbalutkan elemen kegelapan, "Jbbuuak...!!" Lina sempat menahan dengan menyilangkan dua pedang akan tetapi pukulan lawan sangat kuat sehingga ia terpental menembus beberapa dinding bangunan.


Rikka dan Sakura menyerang dengan melompat ke udara, Rikka menggenggam erat celurit yang merupakan senjatanya dan Sakura menusukan tombaknya.


Keduanya berniat menyerang punggung lawan, "Khi..." mode gabungan menyeringai dan iapun mengembangkan sepasang sayap putih yang dengan sekali kibasan saja menghempaskan keduanya.


Dari samping kanan Rena menarik pelatuk senapannya dan iapun menembak, "DOORR...!!! DOORR...!!!" Mode gabungan yang memiliki insting empat orang sekaligus merespon cepat dengan lincahnya dapat menghindari peluru-peluru yang mengarah padanya.

__ADS_1


Ia memfokuskan energi pada ujung jari telunjuk dan menembakan laser, "Sllash!!!" Serangan itupun sukses melubangi perut Rena.


Tersisa Kanna dan Tifa lagi.


"Hahahaha... ku kira kalian kuat tapi nyatanya lemah..." ejek mode gabungan.


Rikie dari kejauhan berteriak, "Berhenti main-main!!! Jika kau tak segera menyelesikan semua ini maka musuh akan berdatangan lagi..."


"Aku tau itu...!!!" Teriak mode gabungan.


Iapun menatap ke arah Tifa dan Kanna dengan sorot mata tajam, "Sekarang tinggal menghajar kalian berdua lalu kami akan segera meninggalkan tempat ini..."


Keduanya menjadi geram akan tetapi mereka harus ekstra berhati-hati.


Tifa tak sabaran, ia menggenggam erat palunya, "HIIAA...!!!" Iapun memperbesar palu yang digenggamnya dengan dua tangan lalu menghantam.


"Jbbuuak!!" Mode gabungan menahan dengan mudahnya menggunakan telapak tangan lalu mode gabungan meliliti kaki Tifa dengan ekor lalu membantingnya ke tanah.


Mode gabungan menginjak punggung Tifa, "Jbbuuak...!!!"


"Uhuk...!!!" Tifa memuntahkan darah.


"Sekarang giliranmu..." ucap mode gabungan dengan sorot mata tajam pada Kanna.


Kanna merasa takut bahkan memundurkan satu langkah ke belakang akan tetapi ia tersadar bahwa dirinya abadi jadi tak perlu ada yang ditakutkan, "Sllash!!" Iapun melesatkan cambukan.


"Apa!!!!" Kanna terkejut begitu cambuknya ditangkap oleh mode gabungan bahkan mode gabungan balas menarik cambuk itu.


Kanna tertarik secara paksa lalu mode gabungan memukul perutnya, "Jbbuuak...!!!"


"Uhuk..." Kanna terjatuh ke tanah dan dengan begitu ketujuh pelayan kematian telah dikalahkan.


"Zink!!!" Mendadak seorang iblis muncul dengan kemampuan teleport, iapun terlihat sangat tenang meski tujuh iblis telah dikalahkan.


Mode gabungan menatap tajam ke arahnya, "Kau kuat!! Jadi siapa kau?"


Iapun berkata dengan datar, "Aku adalah salah satu dari tiga iblis tertinggi dan aku adalah 'sang raja iblis kematian'..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1081 : Sang Raja Iblis Kematian


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2