Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1044 : Membelah Diri


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Sesuatu hal tak terduga terjadi yaitu munculnya sisi yang lain dari Rafathar 'sang raja iblis pelahap' yaitu Kara 'si pelahap iblis'


Dihadapan lawan baru, Arashi dalam mode cahaya kegelapan meningkatkan energi dan kedua kakinya bersinar terang lalu ia melesat secepat cahaya dengan sekali pijakan, "Sllash!!!!"


"Jbbuuak!!!" Arashi memukul dengan tinju cahaya pada bagian perut akan tetapi serangan itu tak membuat lawan bergeming dari tempatnya berpijak.


Arashi terkejut dan ia segera menjaga jarak, "Apa-apaan dia itu?" Gumamnya dalam hati.


Kara 'si pelahap iblis' tertawa lepas, "Hahahahaha...!! Mari bertarung Kosuke Arashi 'si pengacau'!!!" Ia meningkatkan energi dan kegelapan meledak dari pijakan kedua kakinya menyebar ke segala arah.


Arashi berg.umam dalam hati, "Pukulan cahaya milikku sama sekali tak mempan!! Hmm... sepertinya sebelumnya ia memfokuskan energi pada perutnya sehingga dapat menahan seranganku..."


"Dari pengamatanku saja, sepertinya pria yang berdiri tepat dihadapanku ini sangat terlatih dan memiliki banyak sekali pengalaman jadi aku harus ekstra hati-hati..." pikir Arashi.


Kara memfokuskan energi kegelapan pada tangan kanannya dan lalu ia menarik paksa Arashi yang berada dikejauhan.


"Dia menarikku!!" Ucap Arashi yang bertahan dengan memperkuat pijakan kakinya.


"Hahahaha...!! Ayolah, mendekat padaku!!" Ucap Kara yang memperkuat tarikan kegelapannya.


"Cih, kau terlalu meremehkanku!!" Arashi yang kesal malah melesat maju dengan kecepatan cahaya.


Iapun memfokuskan energi kegelapan pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan lalu memukul, "HIIAA...!!" Ia melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.


Dilain sisi Kara juga melakukan hal sama yaitu memfokuskan energi kegelapan pada kepalan tangan kanan dan memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "JBBLLAASST...!!!" keduanya terdorong ke belakang meski pukulan mereka belum bersentuhan.


"Dia kuat!!" Pikir keduanya.


Arashi dengan kemampuan kegelapan menarik sebuah batu yang letaknya cukup jauh dan ia melemparkannya pada lawan.


"Jbbuuak!!" Kara menghancurkan batu itu dengan sekali pukulan akan tetapi Arashi memanfaatkan kesempatan, ia segera melesatkan tinju pada wajah lawan.


"Apa!!!" Arashi terkejut karena lawan dapat mengelak dengan mudah dan bahkan Kara membalas dengan menendang dada Arashi.


"Jbbuuak!!" Arashi yang memiliki insting tajam mampu mengatasi tendangan lawan dengan menyilangkan kedua tangan meski ia sendiri terdorong ke belakang.


Arashi baik-baik saja, "Aku mengerti sekarang!! Dia memiliki insting yang tajam dan menggunakan teknik memfokuskan energi pada satu titik..."

__ADS_1


"Hahahaha...!!" Kara 'si pelahap iblis' malah tertawa lepas, "Biar ku beritahu padamu!! Aku berbeda dari Rafathar jadi aku tak memiliki 10.000 kemampuan..."


Arashi menjadi geram, "Kau memberitahukan kelemahanmu sendiri!! Sombong sekali!!"


"Bukannya sombong tapi hanya saja aku terlalu kuat untukmu..." ucap Kara dengan tersenyum menyeringai.


Arashi menjadi geram akan tetapi ia tau lawannya kuat jadi ia waspada dengan mempertajamkan instingnya dan memfokuskan energi pada kedua kepalan tanannya.


"Hahaha...!! Jika kau tak mau memulai maka aku saja yang menyerang!!" Teriak Kara yang melesat cepat dan ia langsung memukul wajah Arashi.


Arashi menunduk dan langsung menjegal kaki lawan tetapi dengan instingnya yang tajam Kara melompat.


Kara lalu memukul ke bawah, "DYYEESS...!!" Pukulannya itu menghancurkan tanah dan membuat semuanya terhempas ke atas.


Arashi menjaga jarak dengan melompat ke belakang, "Cih..." iapun mengakui bahwa lawannya sangat menyusahkan.


Kara memfokuskan energi pada mulut yang ada diperutnya lalu menembakan bola hitam, "Wuuss..."


Bola hitam itu mendekat pada Arashi dengan sangat cepat akan tetapi meledak sebelum mengenainya, "Apa!!!" Arashi terkejut ketika ledakan serangan itu malah menariknya maju, "Teknik ini seperti black hole!!!"


Arashi kesulitan bergerak dan hal itu sesuai dengan rencana musuh.


Kara muncul tepat disamping Arashi dan langsung memukul perutnya sekuat tenaga, "Jbbuuak!!"


"Uhuk!!!" Arashi terlempar lumayan jauh akan tetapi dengan cepat ia berusaha bangkit kembali, "Sialan!!!"


Arashi sangat geram dan menatap tajam, "Kau benar-benar membuatku marah!!!"


"Jangan bilang begitu!! Aku tau dirimu mulai melemah karena sebelumnya bertarung dengan Rafathar..."


"Omong kosong!! Dalam mode cahaya kegelapan ini aku tak akan pernah kehabisan energi yang artinya aku tak akan pernah kalah..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam.


"Kalau begitu bagus karena kita bisa bertarung sampai puas..." ucap Kara dengan mengumpulkan kegelapan digenggaman empat tangannya dan batangan besi hitam digenggamnya.


"Apa lagi itu?" Pikir Arashi yang waspada.


Di keempat tangan 'si pelahap iblis' itu telah ada batangan-batangan besi yang tercipta dari elemen kegelapan, ia menyeringai dan berkata, "Bersiaplah!!!!"


"Wuuss..." Kara melempar salah satu batangan besi itu.


Arashi segera menghindar dengan melompat ke belakang akan tetapi batangan besi hitam itu menancap tepat pada bayangannya dan membuatnya tak dapat bergerak, "Apa!!!" Sontak Arashi terkejut.


Kara segera berlari menuju ke tempat lawannya dengan tertawa lepas, "Hahahaha...!!" Ia memegang erat 3 batangan besi dan memukuli Arashi dengan batangan besi itu.


"Jbbuuak!!! Jbbuuak!!!"


Arashi benar-benar dibuat tak berdaya dan iapun babak belur.

__ADS_1


Kara yang menyerang mulai bosan dan ia menghentikan serangannya lalu memundurkan langkah, iapun menatap rendah lawannya dan berkata, "Kosuke Arashi, ternyata kau menyedihkan!!!" Ucapnya dengan tersenyum lebar.


Arashi menatap tajam dengan wajah mengalir darah dan hancur.


"Hey, jangan menatapku seperti itu..." ucap Kara dengan memukul menggunakan batangan besi lagi, "Jbbuuak!!!" Arashi tak dapat menghindar atau menangkis karena tak dapat bergerak dan yang ia lakukan hanya menatap tajam.


"Kau tau, Kosuke Arashi 'si pengacau'? Beginilah caranya aku menghabisi 10.000 iblis dimasa lalu!! Ya, aku sangat menikmati kematian mereka..." ucap Kara dengan rasa bangga.


Arashi yang kesal hanya bisa menatap tajam dan meludah pada wajah lawan, "Cuih!!!"


Kara terdiam lalu mengusap ludah yang ada diwajahnya dan ia terlihat sangat marah, "Sialan!!!!!" Iapun mengangkat tiga batangan besi lalu tanpa ragu menusukkannya pada lawan.


"Jlleebb...!!!!" Tiga batangan besi menusuk dan menembus tubuh Arashi yang tak dapat bergerak.


"Uhuk...!!" Arashi memuntahkan darah.


Kara menarik batangan besi yang menancap dibayangannya sehingga Arashi dapat bergerak lagi meski sekarang ia sempoyongan, "Jlleeb...!!!" Kara menancapkan batangan besi pada tubuh Arashi lagi.


"Selesai sudah..." ucap 'si pelahap iblis' itu dan ia yang sudah mengira menang berbalik lalu perlahan berjalan menjauh.


Arashi menarik kembali satu persatu batangan besi yang menembus tubuhnya, "Kembali kemari, sialan!!" Ia memulihkan luka-lukanya dengan elemen cahaya.


"Hah??" Kara terkejut Arashi dapat pulih.


"Aku sudah muak denganmu atau dengan dirimu yang lainnya..." Arashi meningkatkan energi dan dari pijakan kedua kakinya meluap kegelapan.


Kara kembali bersemangat.


"Elemen kegelapan bersifat menyerap energi sementara elemen cahaya mampu menciptakan energi yang telah diserap..."


"Inilah kekuatanku baruku yang tercipta dari konsep itu..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam lalu dari kegelapan yang ada dibawah kaki Arashi secara perlahan muncul empat bentuk dirinya.


Ya, mereka adalah Arashi dalam mode iblis, mode dewa, mode naga dan mode elemen.


Pertarungan berlanjut dan memasuki babak akhir!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1045 : Hasil Latihan


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2