
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Tiga iblis kelas tertinggi sedang menunggu ditepian sebuah gurun dan mereka adalah Va'al 'sang raja iblis hutan', Lindouw 'sang raja iblis kematian' dan Rafathar 'sang raja iblis pelahap'
Ketiganya bersama dengan dewa yang mampu melihat segala hal bahkan termasuk masa depan yaitu Kaoru.
"Mereka lama sekali!!" Ucap Va'al tak sabaran.
"Bersabarlah..." ucap Lindouw dengan tenang.
"Tau begini kita akan ikut dengan mereka..."
"Bodoh, jika kita bertiga pergi bersama maka dapat dipastikan dimensi itu akan hancur karena tekanan energi kita yang kuat..." ucap Rafathar.
"Benar juga sih..." ucap Va'al yang kemudian paham.
Beberapa saat kemudian sebuah portal terbuka tepat dihadapan mereka lalu Kamui, Karma dan 'si akhir' keluar dari portal itu.
"Maaf saja telah membuat kalian menunggu lama tapi Venom telah tewas..." ucap Kamui 'sang raja iblis cahaya' tapi ketiga iblis kelas tertinggi itu terlihat biasa saja bahkan mereka sepertinya tak peduli pada kematian Venom.
"Sebenarnya apa yang terjadi di Daratan Pedang?" Tanya 'sang raja iblis pelahap'
"Terjadi pertempuran yang luar biasa dan Venom dihabisi oleh anak-anak dari daerah selatan..." jelas Karma.
"Oh, begitu rupanya, bocah-bocah itu sangat luar biasa..." ucap Lindouw.
"Hahahaha..." 'si akhir' tertawa lepas, "Meskipun begitu kami berhasil..." ucapnya dengan menunjukan sebuah jantung milik Sang Penjaga Makam.
Ketiga Raja Iblis kelah tertinggi itu tersenyum lebar sementara Kaoru sangat terkejut, "Tidak mungkin!! Dia benar-benar berencana membangkitkan mereka..." gumamnya dalam hati.
'Si Akhir' berjalan mendekati Kaoru dan berdiri tepat dihadapannya, "Sekarang katakan padaku tempat dimana mereka disegel?"
Kaoru menatap tajam lalu berkata, "Dimasa lalu mereka memang kuat akan tetapi masa depan itu tak pasti dan kadang berubah-ubah..."
"Meskipun mereka dibangkitkan tapi ku yakin mereka juga akan dikalahkan..."
"Hahahaha... lucu sekali, gadis kecil!! Memangnya siapa yang dapat menghentikan kami?" Ucap 'si akhir'
Kaoru bertambah geram, "Aku tak dapat melihat masa depan secara pasti jadi mari kita bertaruh!!! Kau dan pasukanmu yang akan menang atau mereka pemilik era ini!!!"
"Hahahaha...!!!" Sang iblis terkuat itupun tertawa lepas, "Sangat menarik dan aku suka dengan taruhanmu itu!! Ya, sekarang katakan padaku tepatnya dimana tempat disegel?"
__ADS_1
Kaoru dengan sorot mata tajam berkata, "Kau akan menyesal tapi akan ku beritahu padamu bahwa mereka disegel ditempat yang sangat jauh yaitu Penjara Terkutuk, Arkstrem..."
Merekapun bergerak menuju ke Penjara Terkutuk, Arkstrem
Disana mereka harus melawan para sipir penjaga penjara akan tetapi bagi mereka para iblis kelas tertinggi melawan para penjaga adalah suatu hal yang sangat mudah.
Kaoru menjadi penunjuk jalan karena ia mampu melihat segala hal.
Mereka bergerak menuju ke pusat penjara yang pusatnya merupakan sebuah pulau yang letaknya ditengah danau dan dipulau tersebut ada sebuah kota.
Kaoru menunjuk ke sebuah bangunan tua dan merekapun menuju langsung ke sana lalu bergerak ke ruang bawah tanah.
Ya, dibawah tanah itu ada suatu motif ukiran dipermukaan lantainya.
"Aku tak mengerti apa yang sedang kita lakukan?" Ucap Va'al.
"Diam saja, otakmu tak perlu memahami apa yang sedang kita lakukan..." ucap 'sang raja iblis kematian'
"Va'al, kau diam saja dan kita bisa melihat hasilnya nanti... " ucap Rafathar.
"Cih..." 'sang raja iblis hutan' itupun jadi kesal.
Kaoru dan 'si akhir' berdiri ditengah-tengah lantai dengan corak pentgram itu, "Disini!! Kau bisa memulai membuka segelnya..." ucap sang dewa yang mampu melihat segala hal itu.
'Si Akhir' tersenyum menyeringai, "Baiklah, akan ku mulai..." iapun mengambil sebuah jantung milik 'sang penjaga makam' yang ia simpan pada sebuah kotak besi.
Ia kemudian mengangkat jantung itu dan mencengkramnya dengan kuat-kuat, "Cruuaat...!!!!" Darah berceceran dilantai tetapi secara perlahan mengalir memasuki corak lantai pentagram itu.
Ya, dari corak lantai pentagram itupun menghasilkan kegelapan pekat yang sampai menutupi 'si akhir' dan Kaoru.
Ketiga Raja Iblis yang berada diluar pentagram merasakan aura berbahaya dari dalam kegelapan itu.
"Aku merasa merinding..." ucap Va'al.
"Segel dengan syarat khusus seperti merebut jantung seseorang merupakan segel rumit tingkat tinggi..." ucap Lindouw
"Aku paham betul dan merasakan kehebatan dari segel itu sendiri..." sahut Rafathar.
Lalu didalam kepulan asap pekat kegelapan, Kaoru dan 'si akhir' tetap berdiri dengan tenang lalu secara perlahan sebuah belati terangkat dari tengah simbol pentagram.
'Si Akhir' mengambil pedang tersebut dan tertawa lepas, "Hahahaha... inilah kunci menuju penjara ruang dan waktu!!!!" Setelah ia mengambil belati itu secara mendadak tempatnya berpijak amblas ke bawah dengan sangat cepat.
Lalu 'si akhir' mendapati dirinya sudah berada diruang bawah tanah yang lebih dalam lagi dan disana ada banyak sekali lorong.
Iapun kebingungan harus memilih yang mana akan tetapi sang iblis itupun langsung bertanya pada Kaoru yang mampu melihat segala hal, "Hey, bukankah kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya jadi jalan mana yang harus kita pilih?"
Kaoru terdiam membisu.
"Cepat katakan!!!!"
__ADS_1
"Kau tak mengerti..." ucap Kaoru dengan serius, "Jalan yang kau pilih ini akan membawa kita dalam masalah besar..."
"Katakan saja!! Dan aku tak peduli pada masalah besar yang kau maksud!!!"
Kaoru menjadi geram, "Pilih lorong ketiga..."
"Kau tak membohongiku, 'kan?"
Kaoru tak menjawab.
"Jika kau berbohong maka kau akan mati dan juga konsekuensinya aku akan menghabisi seluruh dewa yang masih ada di Aera..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam.
Kaoru yang geram berkata, "Aku tak membohongimu dan asal kau tau saja, suatu saat nanti kau akan mendapatkan balasan setimpal atas semua masalah yang kau ciptakan..."
"Aku tak peduli...!!!!" Ucap 'si akhir' yang kemudian memegang tangan kanan Kaoru dan memaksanya memandu jalan.
Setelah berjalan cukup lama keduanya menemukan jalan buntu akan tetapi dihadapan mereka ada sebuah gerbang raksasa.
"Lalu kita harus bagaimana?"
Kaoru tertunduk, "Belati tadi adalah kuncinya..."
'Si Akhir' melihat sebuah lubang yang ada digerbang raksasa itu dan iapun memasukan belati yang sebelumnya ia dapat.
Ya, secara perlahan gerbang raksasa itupun terbuka dan terlihat cahaya menyilaukan dari dalam sana.
'Si Akhir' memegang tangan Kaoru dan menariknya masuk ke dalam cahaya yang menyilaukan itu.
Keduanya terbelalak dan tak percaya setelah masuk ke sana, "Disini tak ada apapun...!!!!" Gumam keduanya yang terkejut.
Tetapi mendadak sebuah energi kuat terasa mendekat pada keduanya, "Energi apa ini!!!! Darimana asalnya??" 'Si Akhir' nampak kebingungan dan mencari-cari asal energi itu.
"Sllash!! Sllash!!" Dengan gerakan cepat 7 orang dengan pakaian serba putih telah mengepung keduanya.
Salah satu dari mereka merupakan sesosok pria dengan rambut hitam dan sisik-sisik naga diseluruh tubuhnya, ia menatap tajam, "Bagaimana bisa kalian masuk ke tempat ini?"
'Tujuh Ksatria Terkutuk' yang seharusnya tak boleh diganggu menampakan diri!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1023 : Lepas Pantai
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****