
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Arashi muncul dengan langkah perlahan dari balik kepulan asap lalu mulutnya mengemut permen lolypop, "Wah, wah, wah, baru saja aku pergi ke toilet dan tempat ini sudah hancur..."
"Kosuke Arashi 'si pengacau'...!!!!" Ketiga raja iblis itupun terkejut pada kemunculan Arashi yang begitu saja.
Arashi dengan entengnya berkata pada para raja iblis, "Kurasa tiga lawan satu tak adil jadi bolehkah aku membantunya?"
Tuan Kai menjadi kesal, "Mereka terlalu kuat untukmu jadi pergilah saja dari sini...!!"
"Tidak mau..." jawab Arashi singkat, "Dalam pertarungan satu lawan satu aku bisa mengimbangi mereka akan tetapi aku sudah berlatih dengan sangat keras jadi ku pikir aku mau melawan dua dari mereka..."
"Aku ingin tau seberapa kuat diriku yang sekarang..."
Tuan Kai yang geram bertambah kesal, "Terserah kau saja!!"
"Hahahaha... jangan begitu!! Akui saja kau juga kuwalahan menghadapi ketiganya sekaligus..." ejek Arashi dan sepertinya Tuan Kai tak peduli pada ejekannya itu.
"Aku akan bertarung melawan iblis kekar dan iblis es itu sementara kau harus melawan si iblis hutan itu..."
"Ya..." jawab Tuan Kai.
Mogura yang melihat kemunculannya jadi sangat bersemangat, iapun langsung berlari lalu melompat dan menghantamkan tinju, "DYYEESS...!!" Tanah terhempas ke atas akan tetapi Arashi mampu menghindar dengan melompat ke belakang.
"Hahahaha..." dari balik kepulan asap Mogura tertawa.
"Kenapa kau semangat sekali?"
"Itu karena tujuan kami disini akan segera tercapai..." sahut Excel yang sudah berdiri disamping Mogura.
Arashi menatap tajam, "Memang apa tujuan kalian?"
"Hahahaha... setelah kabur dari Aera sepertinya 'si akhir' mulai tertarik pada sepak terjangmu dan iapun mengirimkan kami untuk menangkapmu..." jelas Mogura.
"Oh... maaf tapi sepertinya kalian tak akan pernah bisa menangkapku..." ucap Arashi dengan penuh rasa percaya diri dan hal itu membuat kedua iblis kelas atas tersebut tertantang.
"Hahahaha... menarik sekali!!" Mogura mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu tumbuh 2 lengan dari telapak tangannya itu kemudian dari 2 telapak tangan tumbuh empat lengan dan tumbuh lagi hingga memanjang menjadi sangat banyak.
Arashi dengan cepat menjaga jarak dengan melompat mundur meski lengan-lengan yang sekarang tak terhitung jumlahnya itu sekarang berusaha meraihnya, "Yang benar saja!! Aku ingat betul iblis ini telah dihabisi oleh pemimpin pertama Pasukan Bayangan tapi mengapa dia masih hidup??" Pikirnya yang heran dengan terus melompat ke belakang.
__ADS_1
Secara mendadak dari telapak tangannya yang tak terhitung jumlahnya itu muncul lubang dan terfokus energi cahaya.
Arashi terkejut, "Laser dengan jumlah sebanyak itu mustahil ku hindari meski memiliki insting tajam..." ia berfikir tentang bagaimana cara mengatasi serangan musuh.
"Sllash!!! Sllash!!!" Dari telapak tangan yang tak terhitung jumlahnya itu menembakan laser.
Arashi yang tak memiliki celah untuk menghindar segera mengarahkan dua telapak tangan ke depan, "Sial..."
"DHUUAARR..." Arashi dihujani tembakan laser dari arah depan dan tercipta ledakan.
Kepulan asap pekat tercipta dan Mogura 'si iblis lengan' tersenyum lebar, "Hehehe..."
"Mogura, tetap hati-hati..." ucap Excel.
"Aku tau!! Aku mampu merasakan keberadaan energinya jadi dia masih hidup dan akupun juga tau bahwa dia tak akan mati hanya dengan kekuatan seperti itu..." ucap Mogura dengan senyum lebar yang secara perlahan lengan-lengannya kembali ke semula.
Mendadak suhu udara menjadi sangat dingin, "Mode : God"
Arashi dari balik kepulan asap langsung saja menggunakan wujud dewa es, ia menghentakan kaki kanan ke depan, "Krak... krak..." dengan cepat pembekuan menyebar ke segala arah.
Excel tersenyum menyeringai, "Baiklah, sekarang dia menantangku dalam adu kekuatan es..." ia juga meningkatkan energi dan membuat suhu udara semakin dingin.
Arashi menghentakan kaki kanannya lagi dan sekarang sebuah gelombang es melesat mendekat pada kedua 'raja iblis' itu.
"Hahahaha...!! Berani sekali!!" Ucap Excel yang sangat bersemangat, ia juga menghentakan satu kali ke depan dan mampu menciptakan gelombang es.
Mogura yang melihat hal itupun berubah menjadi takjub dan bergumam dalam hati, "Ya, setelah dipikir-pikir aku jadi tertarik pada pertarungan kedua pengguna es ini daripada harus bertarung melawannya sendiri..." iapun tersenyum menyeringai.
Baik Arashi maupun Excel melucur diatas licinnya permukaan es dengan sekali pijakan.
"Satu pukulan..." pikir Arashi yang memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan iapun memukul akan tetapi disaat yang bersamaan Excel juga memukul.
"Jbbllast...!!!" Keduanya sama-sama terkena pukulan pada bagian wajah dan sama-sama sedikit terdorong ke belakang.
Wajar Arashi membeku akan tetapi ia baik-baik saja, "Sudah ku duga es miliknya sangat hebat dan juga aku tak terlalu ahli menggunakan es..." pikirnya.
Excel menjadi kesal, "Dia mengimbangiku dalam hal yang ku kuasai..." iapun meningkatkan energi dan membuat permukaan es retak-retak lalu perlahan terangkat.
"Apa ini??" Ucap Arashi yang mulai kehilangan pijakan.
"Sebagai 'raja iblis es' kemampuanku tak hanya membekukan segala hal tapi aku juga bisa mengendalikan segala sesuatu yang telah beku..."
"Ya, inilah kemampuanku yang sebenarnya..." ucap Excel ketika diatas tercipta sebuah bola es raksasa.
Iapun mengangkat tangan kanan ke atas lalu mencengkramnya erat-erat, "DHHUUAARR...!!!" Secara mendadak gumpalan bola es raksasa itupun meledak berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang sangat runcing.
"Terimalah ini!!!" Ucap Excel yang dengan kemampuannya dapat mengendalikan pecahan-pecahan itu.
__ADS_1
Arashi dengan sorot mata tajam mempertajamkan instingnya dan iapun dapat menghindari serangan lawan meski kesulitan.
"Sudah ku duga aku tak akan menang melawannya menggunakan elemen es..." pikir Arashi.
Excel menjadi sangat geram, "Sialan!!!" Iapun memfokuskan energi pada ujung tanduknya dan dengan cepat cero berwarna putih terbentuk.
"Apa itu??" Ucap Arashi yang agak bingung, "Instingku mengatakan serangan itu sangat berbahaya..."
"WUUSS...!!" Bola energi putih itupun ditembakan dan setiap apa yang dilaluinya membeku sekejap saja.
Arashi yang merasakan bahaya langsung saja melompat ke samping untuk menghindar, "DHUUAARR...!!!" Terjadi ledakan akan tetapi bukan ledakan api melainkan semua hal yang terkena ledakan itu langsung saja membeku.
"Kemapuan macam apa itu??" Pikir Arashi yang heran bercampur takut pada serangan musuh.
Excel kembali jengkel karena lawan mampu menghindari serangannya akan tetapi Mogura yang sebelumnya tak ikut campur sekarang berjalan mendekatinya.
"Dalam hal menggunakan es kau jauh lebih hebat dari bocah itu akan tetapi jika pertarungan berjalan lebih lama bocah itu dapat dipastikan akan menang karena memiliki analisa yang luar biasa..."
"Berisik!! Diamlah saja kau!!" Ucap Excel yang bertambah jengkel, iapun menyadari apa yang dikatakan rekannya itu ada benarnya.
*****
Dilain tempat Va'al 'sang raja iblis hutan' berhadapan dengan pemimpin kedua Pasukan Bayangan yaitu Tuan Kai.
"Khehehe... sepertinya kau khawatir pada bocah itu..." ucap Va'al.
Tuan Kai menatap tajam, "Aku memang khawatir padanya akan tetapi ini pertarungannya jadi ia harus menghadapi kesulitannya seorang diri..."
Keduanya meningkatkan energi.
"Kaulah yang harus mengkhawatirkan dirimu sendiri..."
"Khehehe... aku jadi takut!!" Ucap Va'al yang malah mengejek.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 996 : Analisa
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1