
Pada akhirnya setelah Mizorogi berjuang sekuat tenaga tetap saja ia tak mampu melukai lawannya yaitu 'si akhir'
"Sialan..." gumamnya yang terbaring ditanah, darah bercucuran dari kepala dan iapun berusaha berdiri lagi meski sudah kelelahan dan kehabisan energi, "Jangankan mengalahkannya, aku bahkan tak mampu membuat goresan ditubuhnya..." pikir 'sang dewa langit' itu.
'Si Akhir' tertawa lepas dan menginjak kepala Mizorogi dengan satu kakinya, "Hahahahaha... kurasa kau sudah tak dapat lagi menghiburku jadi sekarang sudah saatnya kau mati..." ucapnya dengan memfokuskan energi api pada kepalan tangan kanan.
"DYYEESS... DYYEESS..." disaat yang sama para raja iblis mulai berjatuhan dari atas dan menimbulkan getaran yang luar biasa.
Heliel yang merupakan iblis muda terkesan pada kekuatan 'si akhir' yang mampu memporak porandakan negeri para dewa dan ia bergumam dalam hati, "Hebat sekali!! Dia bisa mengalahkan semua dewa seorang diri!! Julukan iblis terkuat memang pantas untuknya..."
Rombongan raja iblis itupun berjalan mendekati 'si akhir'.
Leonidas berkata dengan serius, "Kau sungguh luar biasa mampu menaklukan Aera seorang diri!! Sungguh pencapaian yang hebat..."
"Hahahaha..." 'si akhir' tertawa lepas dan menurunkan kakinya yang menginjak kepala Mizorogi, ia berjalan menuju rombongan para dewa itu, "Bagiku ini masalah besar!! Menaklukan Aera jauh lebih mudah daripada perang yang ku lakukan dimasa lalu..."
Dilain sisi, saat 'si akhir' merasa sangat senang atas pencapaiannya, Mizorogi dengan sekuat tenaga bangkit lagi, "Sialan!!! Akan ku habisi kau!!" Iapun segera mengambil pedangnya lalu melesat ke arah 'si akhir' dan menyerangnya dari belakang.
Mizorogi menyerang dengan tusukan tetapi didetik-detik terakhir sebelum ujung mata pedangnya menyentuh punggung 'sang iblis legendaris' terlebih dahulu Venom mengepalkan tangan dan memukul sekuat tenaga, "Jbbllast...!!!!"
Mizorogi yang lengah dan tak menyadari datangnya serangan terlempar sangat jauh hingga menembus beberapa bangunan lalu berakhir dengan jatuh ke tepian Aera, "Sialan!!!!" Teriaknya dengan keras.
"Hey, Venom!! Apa yang kau lakukan? Sekarang ia jatuh ke dunia permukaan dan kita masih belum tau dia mati atau tidak..." ucap Kamui.
"Ya, untuk menebus kesalahanku akan ku bunuh dia..." ucap Venom dengan tersenyum menyeringai, iapun berlari menerjang segala apa yang ada dihadapannya lalu tanpa ragu melompat dari Aera.
Kamui menyeringai dan berkata, "Aku ikut!!" Iapun melesat cepat dengan kecepatan cahaya mengejar rekannya itu.
Karma 'sang raja iblis petir' berkata pada rekan-rekannya, "Sepertinya mereka berdua tidak akan melakukan pekerjaan dengan benar jadi lebih baik aku juga pergi..." iapun meledakan petir dari kedua kakinya dan melesat secepat kilat mengejar dua rekannya yaitu Venom dan Kamui.
Aera telah ditaklukan lalu salah satu raja iblis yaitu Blast 'raja iblis api' bertanya, "Kita sudah menang jadi sekarang apa yang akan kita lakukan?"
'Si Akhir' menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahahaha... aku tak memikirkan sejauh itu akan tetapi aku ingin menghabisi dewa sebanyak mungkin..."
__ADS_1
Mendengar pernyataan dari 'si akhir' itu membuat para raja iblis yang lainnya menyeringai penuh kesenangan, merekapun beranggapan 'si akhir' memang pantas menjadi pemimpin karena selain kuat iapun juga sangat kejam.
Lalu dikejauhan dua orang gadis dewa mengamati dari balik reruntuhan. Mereka berdua adalah Yume 'si dewa bunga' dan Kaoru 'dewa yang mampu melihat masa depan'
"Kita terlambat!! Semua telah dikalahkan..." ucap Yume yang telah melihat segala kerusakan dan keadaan.
Kaoru yang mampu melihat masa depan berkata, "Kita tak mungkin menang melawan mereka jadi sebaiknya kita pergi dari sini!! Lagi pula saat ini bukan waktunya melawan mereka..."
"Apa maksudmu?"
"Aku melihat masa depan dimana perang besar akan terjadi dan disaat itulah kita sebanding dengan mereka dalam hal kekuatan..." jelas Kaoru.
Yume berfikir lalu mengerti, "Baik, ayo kita pergi!!"
Merekapun hendak melarikan diri akan tetapi Leonidas menyadari keberadaan keduanya, "Kalian tak akan pergi kemanapun...!!" Ucapnya yang dari kejauhan memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan lalu memukul udara yang ada dihadapannya.
"Krak!!!!" Terjadi retakan-retakan diudara lalu gelombang gempa penghancur segalanya melesat ke arah Yume dan Kaoru.
Kembali ke masa sekarang dimana Mizorogi bercerita pada enam orang.
"Ya, dan begitulah ceritanya sampai aku dikejar oleh tiga raja iblis sekaligus..." ucap Mizorogi dengan wajah tertunduk.
Keenam orang yang mendengarkan cerita tersebut terdiam dan tak tau harus merespon apa.
"Hmm... bisa disimpulkan saat ini Aera telah dikuasai oleh para iblis, ya?" Ucap Ryura.
"Itu sudah pasti!!" Jawab Senju Rain dengan serius, "Akupun tak menyangka bahwa Kekaisaran Dewa semudah itu bisa jatuh dikalahkan oleh satu iblis..."
"Itu semua salah kalian!!!!!" Teriak Mizorogi yang geram, "Jika para dewa tak berperang melawan kalian pasti kehancurannya bisa dihindari!!!!"
Senju Rain merespon dengan kepala dingin, "Aku mengerti sekarang!! Kekaisaran Dewa yang sedang membangun kembali kekuatan militernya dan apalagi telah kehilangan Dewa Kematian sangatlah lemah jadi pantas saja dapat dihancurkan..."
"Dan kurasa iblis kuat ini adalah 'si akhir' dan dia adalah iblis yang diceritakan oleh 'sang penguasa hutan' padaku..."
__ADS_1
"Apa maksudmu, Rain?" Tanya Hanami.
Senju Rain berkata, "Dalam perjalanan ke Pulau Abad, kami bertemu seorang petarung legendaris dari 2.000 tahun, ia setara dengan Dewa Kematian..."
"Dan dia bercerita padaku tentang iblis kuat yang harus diwaspadai bila melakukan pergerakan, iblis itu adalah 'si akhir' yang kekuatannya mampu membelah benua sekalipun..."
"Apa!!!!!" Kelimanya terkejut mendengar kata-kata Senju Rain itu tak terkecuali Mizorogi.
"Membelah benua!! Memangnya ada kekuatan seperti itu??" Tanya Thunder.
"Entahlah, tapi aku juga tak ingin mempercayainya dan bila mungkin ada bagaimana jadinya betapa hebatnya dia itu..." ucap Senju Rain.
Sejenak saja mereka terdiam lalu Master Green Snake bertanya, "Jadi setelah semua hal yang terjadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Semua terdiam akan tetapi Master Izumi memberikan saran, "Kita hentikan Turnament Lima Bintang dan pulangkan semua petarung lalu mulai evakuasi kota ini!!"
"Kita telah mengalahkan 3 raja iblis jadi cepat atau lambat pasti para raja iblis yang lain akan kemari..."
"Aku setuju!!" Ucap Hanami yang merupakan putri Alvarez, "Kita harus segera mengevakuasi kota ini untuk mengurangi segala resiko yang ada..."
Mereka semua terlihat setuju dengan ide Master Red Eagle itu dan Master Izumi berkata lagi, "Saat ini Aera merupakan tempat paling berbahaya karena menjadi markas iblis jadi sebisa mungkin kita tak boleh mendekati tempat itu!!"
"Kami mengerti!!" Jawab mereka serentak.
Tetapi secara tiba-tiba pintu terbuka lalu seorang gadis muncul dengan nafas tak beraturan karena lari cepat, "Ini gawat!!!!"
Semua mengalihkan pandangan, "Ada apa?" Tanya Master Izumi.
"Hah... hah... hah..." gadis itu adalah Kurosaki Yemi si pemilik kemampuan telepati, "Ini gawat!!! Dengan kemampuan telepatiku, Arashi menghubungiku!! Bahwa ia dan Yui sedang mengejar Ryusuke yang bergerak menuju Aera!!!!"
"Apa!!!!!" Secara spontan semua yang ada disana terkejut begitu mendengar informasi pergerakan Arashi menuju markas musuh.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 972 : Aku Membenci Iblis!!
__ADS_1