
"Kau tak mungkin menang melawan kami bertiga sekaligus..."
Va'al menjadi sangat geram dan merasa terhina karena ucapan 'si jenius' itu, "Cih, kau benar, adikku..."
"Dan kurasa tak ada pilihan selain menggunakan rahasia kami yang itu..." ucap Va'al dengan menyatukan dua telapak tangan ke depan dan mulai meningkatkan energi.
"Sihir Hutan : Kebangkitan"
Bumi bergetar lalu Va'al yang berdiri tegak secara perlahan berubah menjadi pohon seutuhnya dengan ukuran sangat besar dan akar-akaran yang menjalar ke segala arah.
Senju Rain bergumam dalam hati, "Dia jadi pohon seutuhnya sama seperti yang dilakukan oleh 'Sang Penguasa Hutan' dipulau abad..."
"Akar-akarnya pergi ke seluruh tempat yang artinya ia menyerap banyak sekali nutrisi dan energi dari dalam tanah..."
"Sebenarnya apa yang tengah ia coba lakukan?" Pikir Senju Rain.
Tsuruna si gadis buta yang memiliki insting tajam berkata, "Sepertinya ia akan melakukan sesuatu yang benar-benar berakibat buruk jadi kurasa kita harus menghentikannya sebelum ia melakukan hal itu..."
"Khi..." Saburo tersenyum menyeringai dan berkata, "Tidak ada hal yang membuatku takut dan malahan ini menarik..."
"Entah apa yang akan dilakukannya aku tak peduli tapi yang jelas aku akan menghadapinya..."
Ketiganya berdiri tegak pada tanah yang bergetar itu tanpa melakukan apapun.
Lalu mendadak permukaan tanah berubah menjadi tenang dan sebuah lubang muncul dipohon raksasa yang merupakan perwujudan Va'al.
"Tap... tap... tap..." Va'al dengan ukuran normal seukuran manusia berjalan keluar dari lubang tersebut.
Iapun melompat keluar dan berdiri tepat dihadapan ketiganya.
Melihat Va'al kembali, Senju Rain dan Tsuruna jadi waspada akan tetapi Saburo malah tersenyum menyeringai.
"Mari kita lihat berapa jumlah raja iblis yang telah kalah..." ucap Va'al dengan tersenyum menyeringai, ia menyatukan kedua telapak tangan didepan dada lalu meningkatkan energi.
Ya, pohon besar yang ada dibelakang punggungnya mendadak berbunga lalu dari 7 bunga yang mekar menghasilkan sebuah bola energi.
7 bola energi itupun jatuh ke tanah tepat dihadapan Va'al, "7 raja iblis telah kalah!! Hmm... jumlah yang lumayan banyak..." ucapnya yang kemudian 7 bola energi itu retak-retak.
"DHUUAARR...!!" 7 bola energi itupun meledak dan keluarlah 7 raja iblis yang telah dikalahkan.
"Apa!!!!!" Senju Rain terkejut melihat hal itu sementara Tsuruna dan Saburo tak mengerti akan hal yang terjadi.
__ADS_1
"Memangnya ada apa?" Tanya Tsuruna tapi tak dijawab.
Va'al dengan tersenyum menyeringai berkata, "Mereka bertujuh adalah para raja iblis yang telah mati dan singkatnya aku menghidupkan mereka lagi dengan menggunakan teknikku..."
Tsuruna akhirnya paham dan penjelasan Va'al itu membuatnya geram.
Ya, ketujuh raja raja iblis yang telah terbunuh kembali dibangkitkan dan mereka adalah
Eden 'sang raja iblis duri'
Excel 'sang raja iblis es'
Karma 'sang raja iblis petir'
Mogura 'si iblis ribuan lengan'
Venom 'si iblis otot dan tulang'
Dante 'si iblis pemilik 10 tatto'
Belial 'sang raja iblis telekinesis'
"Mereka asli dan mereka bukanlah clon!! Kalian bertiga tak mungkin menang melawan kami semua..." ucap Va'al.
"Gyahahahaha..." Saburo malah tertawa lepas dan terlihat makin bersemangat, "Akan ku bunuh lagi kalian!!" Teriaknya yang tanpa ragu berlari maju.
"Hentikan Saburo!!!" Teriak Senju Rain memperingatkan.
"Tidak waktu untuk ragu dan kita tak boleh mundur!! Mari bertarung dan habisi mereka..." ucap Tsuruna yang secara perlahan menarik sebilah pedang miliknya, iapun berlari dibelakang mengikuti rekannya.
Senju Rain masih diam ditempat bergumam dalam hati, "Mereka dibunuh dan dapat dibangkitkan lagi melalui sebuah teknik..."
"Ya, aku harus menemukan celah pada teknik itu agar mereka tak dapat dibangkitkan lagi..." pikir 'si jenius' itu.
Saburo berlari maju tanpa sedikitpun merasa takut meski yang berdiri dihadapannya adalah barikade 7 raja iblis.
"Gyahahahaha..."
Eden dan Excel menunjukan kemampuannya, masing-masing dari kedua raja iblis itu menghentakan kaki kanan ke depan, "DYYEESS...!!!"
"Krak!! Krak!!" Gelombang es dan duri-duri tajam melesat maju.
__ADS_1
Saburo sama sekali tak berusaha menghindari dua serangan itu, ia tertusuk duri-duri dari berbagi sisi lalu berakhir dengan membeku oleh gelombang es.
"Saburo, tindakannya benar-benar gila..." ucap Tsuruna yang berlari dibelakang.
"Sllash!!" Karma 'sang raja iblis petir' dengan gerakan kilatanya tau-tau sudah berada diatas Tsuruna dan langsung saja melesatkan tendangan petir dari atas, "DYYEESS...!!"
Tendangannya sangat kuat akan tetapi hanya menghancurkan tanah karena Tsuruna yang memiliki insting tajam mampu menghindar dengan bersalto ke belakang.
"Oh, respon yang bagus..." ucap 'sang raja iblis petir' dengan memfokuskan energi petir pada ujung jari telunjuknya dan iapun menembakan petir, "Sllash!! Sllash!!"
Tsuruna yang memiliki insting tajam menggenggam erat sebilah pedangnya dan menebas setiap tembakan petir yang mengarah padanya, "Cthing!! Cthing!!"
Dilain sisi, balokan-balokan es yang mengurung Saburo retak-retak lalu hancur, "...!!!" Hal itu membuat para raja iblis terkejut.
"Gyahahahaha...!!" Saburo berlari keluar dari balokan es dan ia terlihat baik-baik saja.
"Bocah itu benar-benar kuat!! Kita tak boleh meremehkannya..." ucap Venom.
"Ya, akupu setuju..." sahut Mogura.
Dua raja iblis itupun bergerak maju menghadapi 'si tinju penghancur' secara langsung.
Venom mengepalkan tangannya dan membuat kepalan tangannya itu besar dengan kemampuan memanipulasi otot, "HIIIAAA...!!!" Ia tanpa ragu memukul.
"Jbbuuak..!!" Saburo terlempar sangat jauh meski sempat bertahan dengan menyilangkan kedua tangan, iapun terhempas hingga menembus beberapa bangunan.
Tak berhenti disitu, Mogura menunjukan kemampuannya, ia mengarahkan kedua tangan ke depan lalu dari telapak tangannya itu muncul lubang dan dari lubang itu muncul dua lengan.
Hal itupun terjadi berulang-ulang hingga lengannya berubah menjadi ribuan.
Lalu setelah lengan Mogura tak terhitung jumlahnya, ditelapak tangannya yang banyak itu muncullah cero yang kemudian ditembakan secara bersamaan, "DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Ledakan beruntun terjadi akibat hujan cero.
Kobaran api belum menghilang akan tetapi sudah terdengar suara tawa dari dalam kobaran api itu, "Gyahahaha...!!"
"Tidak mungkin!!" Pikir Mogura dan Venom yang terkejut.
Secara tiba-tiba Saburo jatuh tepat dihadapan kedua raja iblis itu, "DYYEESS..." Ia mengepalkan tangan dan langsung saja memukul wajah Mogura, "Jbbuuak...!!"
Sang iblis ribuan lengan itupun terlempar dan hal itu membuat Venom murka, ia memanipulasi otot sehingga kepalan tangan kanannya berubah menjadi seukuran truck lalu memukul dari atas, "Sialan!!"
"DYYEESS...!!" Seketika tercipta sebuah cekungan pada permukaan tanah akan tetapi Saburo menyilangkan kedua tangan untuk bertahan.
__ADS_1
Ia tersenyum menyeringai lalu berteriak, "Ini menarik sekali...!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1115 : Tiga Melawan Delapan